“We often think of time as a
powerful healer. But time doesn't change things. What changes is the way you
look at the world, the way you choose to interact with it. Recognizing gives you
amazing power. IF you can change yourself - and you can - you can change your
relationship with the world. When you can be useful to others, rather than
merely hoping that they will be useful to you, you are a better person because
of it. What's more, you will be happier as well”.
~Ellis Peters
“Kita sering
berpikir waktu sebagai penyembuh yang kuat. Tapi waktu tidak mengubah keadaan.
Perubahan-perubahan yang terjadi terletak pada cara Anda melihat dunia, cara
Anda memilih untuk berinteraksi dengan perubahan itu. Menyadari memberi Anda
kekuatan luar biasa. Jika Anda dapat mengubah diri sendiri - dan Anda dapat -
Anda dapat mengubah hubungan Anda dengan dunia. Ketika Anda dapat berguna untuk
orang lain, bukan hanya berharap bahwa mereka akan berguna bagi Anda, Anda
adalah orang yang lebih baik karena itu. Terlebih lagi, Anda akan lebih bahagia
juga. Demikian Ellis Peters.
Satu-satunya yang tetap dan konstan mengisi perjalanan hidup
kita hanyalah perubahan. Kemampuan fisik, tampilan wujud fisik mengalami
perubahan dari hari ke hari. Gombor merubah sintal, mulus pupus mengkeriput dan
kita sadar akan itu, bahkan kita menyadari ekses dari perlakuan serta kelakuan
kita terhadap tubuh kita. Semisal, untuk menghormati batuk kita cuti merokok, ketika
loyo kita senam kesegaran jasmani, dll. Sebagian malah tak sungkan menyiksa
tubuhnya hingga hanya diberi asupan makanan dedaunan saja, katanya lebih menyehatkan.
Sebagian lain malah tidak peduli. Tetapi tiap satu daripadanya tetap saja berubah
dan berubah. Menjadi tua dinilai sehat alamiah. Yang tidak tua-tua malah dikata
sakit - tak juga dia bosan!
Aspek sosial juga turut berubah, sedari pertemanan di usia
sekolah hingga pergaulan saat ketika dewasa, menikah dan menjadi orang tua. Hidup
adalah perubahan bahkan detil perubahan itu berhasil disusun rapi sedemikian
rupa, mencakup fisik serta aspek sosial yang mengikuti. Perubahan yang terjadi konstan
berlangsung dan tiap kita dididik untuk memanfaatkannya demi keuntungan tetapi
kita malah kerap abai hingga menjadi merugikan. Seakan lupa bahwa memanfaatkannya
akan membedakan kita dari ternak yang juga mengalami perubahan. Perbedaannya terletak
pada kekuatan memilih saja dan kita lebih sempurna dari mahluk apa pun.
Kita dibekali kemampuan memutuskan, dikaruniai kekuatan
mengeksekusi nya, tidak seyogianya kita lalai mengabaikannya. Perubahan memaksa
kita memahami banyak hal terutama perubahan sifat dasar seiring putaran waktu. Perubahan
berhasil meningkatkan pemahaman kita akan kompleksitas hidup serta waktu. Hidup
telah merubah waktu seiring waktu merubah hidup - berikut segala turutannya, hingga
terbentuk pemahaman akan sifat perilaku waktu.
Perubahan menjadikan kita lebih percaya diri, lebih paham
akan efisiensi kinerja bahkan menjadikan kita terbiasa mereka-reka situasi dan
kondisi. Perubahan berhasil memaksa kita untuk menjadikan ‘kesabaran sebagai
mitra utama’ menghadapinya. Tidak ada yang tetap dalam hidup, bahkan perubahan
itu sendiri hakikinya juga turut mengalami perubahan, selalu berubah dan mengubah
sendiri perubahan dirinya. Semua berubah!
Menerima perubahan bahkan diartikan telah bisa menerima
kenyataan, bahwa tidak lagi bersikukuh memelihara sifat menunda-nunda yang
kerap berakhir sesal menyesali penyesalan. Kita tidak dibekali kemampuan
memutar balik perjalanan waktu untuk kita bisa mengubah-ubah perubahan semau
kita. Menjadi produktif dan fokus ke hal-hal yang positif adalah cara efektif menunggangi
perubahan. Membiasakan diri untuk hidup di masa kini ini bahkan dinilai mampu menambah
nilai guna dari perubahan. Warisan terakhir peradaban hanya tinggal perubahan,
maka terima lah!
~Selamat berubah!
