Selasa, 13 Oktober 2015

Warisan Peradaban Yang Kukuh Tetap Bertahan Hanyalah PERUBAHAN

“We often think of time as a powerful healer. But time doesn't change things. What changes is the way you look at the world, the way you choose to interact with it. Recognizing gives you amazing power. IF you can change yourself - and you can - you can change your relationship with the world. When you can be useful to others, rather than merely hoping that they will be useful to you, you are a better person because of it. What's more, you will be happier as well”.
~Ellis Peters

“Kita sering berpikir waktu sebagai penyembuh yang kuat. Tapi waktu tidak mengubah keadaan. Perubahan-perubahan yang terjadi terletak pada cara Anda melihat dunia, cara Anda memilih untuk berinteraksi dengan perubahan itu. Menyadari memberi Anda kekuatan luar biasa. Jika Anda dapat mengubah diri sendiri - dan Anda dapat - Anda dapat mengubah hubungan Anda dengan dunia. Ketika Anda dapat berguna untuk orang lain, bukan hanya berharap bahwa mereka akan berguna bagi Anda, Anda adalah orang yang lebih baik karena itu. Terlebih lagi, Anda akan lebih bahagia juga. Demikian Ellis Peters.

Satu-satunya yang tetap dan konstan mengisi perjalanan hidup kita hanyalah perubahan. Kemampuan fisik, tampilan wujud fisik mengalami perubahan dari hari ke hari. Gombor merubah sintal, mulus pupus mengkeriput dan kita sadar akan itu, bahkan kita menyadari ekses dari perlakuan serta kelakuan kita terhadap tubuh kita. Semisal, untuk menghormati batuk kita cuti merokok, ketika loyo kita senam kesegaran jasmani, dll. Sebagian malah tak sungkan menyiksa tubuhnya hingga hanya diberi asupan makanan dedaunan saja, katanya lebih menyehatkan. Sebagian lain malah tidak peduli. Tetapi tiap satu daripadanya tetap saja berubah dan berubah. Menjadi tua dinilai sehat alamiah. Yang tidak tua-tua malah dikata sakit - tak juga dia bosan!

Aspek sosial juga turut berubah, sedari pertemanan di usia sekolah hingga pergaulan saat ketika dewasa, menikah dan menjadi orang tua. Hidup adalah perubahan bahkan detil perubahan itu berhasil disusun rapi sedemikian rupa, mencakup fisik serta aspek sosial yang mengikuti. Perubahan yang terjadi konstan berlangsung dan tiap kita dididik untuk memanfaatkannya demi keuntungan tetapi kita malah kerap abai hingga menjadi merugikan. Seakan lupa bahwa memanfaatkannya akan membedakan kita dari ternak yang juga mengalami perubahan. Perbedaannya terletak pada kekuatan memilih saja dan kita lebih sempurna dari mahluk apa pun.

Kita dibekali kemampuan memutuskan, dikaruniai kekuatan mengeksekusi nya, tidak seyogianya kita lalai mengabaikannya. Perubahan memaksa kita memahami banyak hal terutama perubahan sifat dasar seiring putaran waktu. Perubahan berhasil meningkatkan pemahaman kita akan kompleksitas hidup serta waktu. Hidup telah merubah waktu seiring waktu merubah hidup - berikut segala turutannya, hingga terbentuk pemahaman akan sifat perilaku waktu.

Perubahan menjadikan kita lebih percaya diri, lebih paham akan efisiensi kinerja bahkan menjadikan kita terbiasa mereka-reka situasi dan kondisi. Perubahan berhasil memaksa kita untuk menjadikan ‘kesabaran sebagai mitra utama’ menghadapinya. Tidak ada yang tetap dalam hidup, bahkan perubahan itu sendiri hakikinya juga turut mengalami perubahan, selalu berubah dan mengubah sendiri perubahan dirinya. Semua berubah!

Menerima perubahan bahkan diartikan telah bisa menerima kenyataan, bahwa tidak lagi bersikukuh memelihara sifat menunda-nunda yang kerap berakhir sesal menyesali penyesalan. Kita tidak dibekali kemampuan memutar balik perjalanan waktu untuk kita bisa mengubah-ubah perubahan semau kita. Menjadi produktif dan fokus ke hal-hal yang positif adalah cara efektif menunggangi perubahan. Membiasakan diri untuk hidup di masa kini ini bahkan dinilai mampu menambah nilai guna dari perubahan. Warisan terakhir peradaban hanya tinggal perubahan, maka terima lah!


~Selamat berubah!