Baru-baru saya dapat kiriman
email dari seorang teman, katanya dia telah melakukan survei dan menemukan ada
kesamaan kelakuan perilaku dari orang-orang kaya milioner, hasilnya dia sajikan
sebagai berikut:
1. Milioner Berhemat:
Orang terkaya yang saya kenal
ini juga terkenal sebagai yang termurah. Membeli mobil bekas demi untuk mendapatkan
keandalan, bukan citra. Menurut buku “The Millionaire Next Door” merek mobil yang
paling diminati orang-orang terkaya adalah Toyota, bukan BMW. Dari rumah mereka
membawa makan siang, alasannya berhemat dan lebih sehat.
2. Millioner adalah Pemikir
Besar:
Milioner berpikir secara
berbeda, jika orang-orang biasa berpikir bahwa akan sulit mendapatkan uang,
maka milioner berpikir bahwa mendapatkan uang dalam jumlah bermiliaran bukan
sesuatu yang mengejutkannya. Milioner umumnya telah meyakini bahwa mereka akan
mendapatkannya, dan tahu cara mendapatkannya.
Milioner itu tahu bahwa mereka
akan menjadi milioner, sehingga tidak mau berlelah-lelah menghabiskan energi
menunggu kenaikan kekayaan mereka dua tiga persen per tahun dari menabung
sebagian penghasilannya. Tidak mau berlelah-lelah melayani ratusan pelanggan
tetapi umumnya cenderung memelihara mimpinya akan mudah mendapatkan jutaan pelanggan.
Dan mereka bisa merealisasikannya.
3. Milioner menghadapi Resiko
dengan Perhitungan:
Millioner itu penuh perhitungan,
baik kala berinvestasi dalam Saham atau investasi dalam bentuk lainnya,
terutama ketika memulai bisnis. Punya prinsip bahwa imbal hasil dari kesuksesan
akan jauh lebih berarti dibandingkan biaya kerugian karena resiko kegagalan.
4. Jaringan Milioner:
Hanya beberapa milioner yang
mencapai keberhasilannya sendirian, lebih banyak dari mereka membangun jaringan
kontak di berbagai belahan dunia dalam berbagai bidang kehidupan. Benar-benar
menyadari bahwa majikan, pelanggan bahkan mitra bisnis mereka bisa berasal dari
lapisan masyarakat apa saja dan berada di mana saja.
5. Milioner Menghasilkan Bunga:
Milioner umumnya tidak akan
pernah bersedia membayar bunga hutang tetapi mereka cenderung menghasilkannya
dengan menguasai cara bagaimana menghindarkan jebakan biaya hutang yang sewaktu-waktu
akan bisa melumpuhkan keseluruhan bisnisnya. Milioner cenderung menabung dan
menghasilkan bunga, baginya lebih menguntungkan menghasilkan bunga tabungan daripada
harus membayar bunga hutang untuk mendapatkan modal kerja.
6. Milioner Fokus Berusaha:
Milioner kerap terlihat
tergesa-gesa menuju tujuannya, berusaha maksimal dan optimal mencapai tujuannya
dengan segala cara. Perbedaan antara Pemimpi dengan Pemimpin terlihat jelas
dalam kinerjanya.
Pemimpin fokus mengeksekusi ide gagasan bisnis bukan kesana
kemari mengumbar mimpi-mimpi keinginan orang per orang yang bermimpi untuk
berbisnis.
7. Milioner Melakukan Apa yang
Diperlukan:
Milioner cenderung bergiat
melakukan apa pun yang diperlukan dalam mencapai sukses keberhasilan. Senang
membaca dan mencari tahu kisah sukses keberhasilan orang-orang hebat. Ceritera pengorbanan di dalam mencapai sukses keberhasilannya umumnya sangat mengagumkan.
Bagaimana mereka harus tidur di dalam mobil agar tidak terlambat menghadiri
panggilan rapat.
Beberapa bahkan di awal-awal
perjalanan karirnya harus melakukan dua pekerjaan sekaligus demi untuk mendapatkan
penghasilan tambahan. Ada juga yang harus mengurangi aktivitas kegiatan
sosialnya agar bisa sekolah dan atau membangun bisnisnya. Umumnya pengorbanan
pribadi mereka terbayarkan saat telah berhasil mendapatkan kesuksesan yang
diidam-idamkan.
Mereka bahkan kerap menunda
kepuasan pribadi dirinya demi upaya mencapai cita-cita hingga bahkan menanggung
rasa sakit karena cemohan yang tidak terhingga. Ditertawakan oleh orang-orang
yang merasa senang melihatnya gagal belum berhasil.
8. Millioner Belajar Sendiri:
Millioner cenderung berhasil mendidik
dirinya sendiri. Umumnya mereka itu tidak mendewakan nama baik sekolah, atau jebolan
dari perguruan tinggi ternama, tetapi keinginan dirinya untuk terus belajar
menjadi yang terutama. Tidak soal cara bagaimana mereka belajar, apakah dari
Mentor, Trainer, atau Guru, apakah di sekolah ternama atau sekolah biasa-biasa
saja, apakah harus sedari pagi hari hingga malam, mereka senang mengutamakan
pendidikan berkelanjutan.
9. Milioner Berjalan Sendiri:
Tidak heran jika seorang
Milioner cenderung berjalan sendiri, berusaha sendiri, mengupayakan sendiri
lapangan pekerjaan untuk orang-orang berkualitas yang memungkinkan mendapatkan
penghasilan tinggi dan melahirkan milioner lainnya. Milioner cenderung
memperlihatkan kepemimpinan alamiah, umumnya mereka adalah pemimpin alami.
Cenderung mengambil resolusi untuk menjadi yang pertama di tempat pertama,
cenderung mengikuti jalan baru daripada mengikuti keinginan atau perjalanan
orang-orang.
10. Millioner Dermawan:
Seorang Milioner cenderung
memiliki rasa tanggungjawab sosial, dengan caranya akan berusaha beramal
membantu kesulitan hidup orang-orang di sekitarnya. Tindakannya umumnya
terdorong oleh harapan sederhana bahwa tindakannya pastinya akan diikuti oleh
orang satu lainnya, sehingga akan banyak orang yang tidak segan-segan bertindak
meringankan beban hidup kehidupan orang-orang di sekitar lingkungannya.
Menurutnya demikian itu-lah gambaran cara
berpikir para Milioner sejati, jadi jika semisal Anda mengenal seseorang mengaku-ngaku sudah menjadi seorang Milioner tetapi pelit tidak mau berbagi dengan sesamanya, terima sajalah.
~Salam Pinokio!



