Sabtu, 19 Oktober 2019

JAWAHIR - MITOS MILIONER BENARAN


Baru-baru saya dapat kiriman email dari seorang teman, katanya dia telah melakukan survei dan menemukan ada kesamaan kelakuan perilaku dari orang-orang kaya milioner, hasilnya dia sajikan sebagai berikut:

1. Milioner Berhemat:
Orang terkaya yang saya kenal ini juga terkenal sebagai yang termurah. Membeli mobil bekas demi untuk mendapatkan keandalan, bukan citra. Menurut buku “The Millionaire Next Door” merek mobil yang paling diminati orang-orang terkaya adalah Toyota, bukan BMW. Dari rumah mereka membawa makan siang, alasannya berhemat dan lebih sehat.

2. Millioner adalah Pemikir Besar:
Milioner berpikir secara berbeda, jika orang-orang biasa berpikir bahwa akan sulit mendapatkan uang, maka milioner berpikir bahwa mendapatkan uang dalam jumlah bermiliaran bukan sesuatu yang mengejutkannya. Milioner umumnya telah meyakini bahwa mereka akan mendapatkannya, dan tahu cara mendapatkannya.

Milioner itu tahu bahwa mereka akan menjadi milioner, sehingga tidak mau berlelah-lelah menghabiskan energi menunggu kenaikan kekayaan mereka dua tiga persen per tahun dari menabung sebagian penghasilannya. Tidak mau berlelah-lelah melayani ratusan pelanggan tetapi umumnya cenderung memelihara mimpinya akan mudah mendapatkan jutaan pelanggan. Dan mereka bisa merealisasikannya.

3. Milioner menghadapi Resiko dengan Perhitungan:
Millioner itu penuh perhitungan, baik kala berinvestasi dalam Saham atau investasi dalam bentuk lainnya, terutama ketika memulai bisnis. Punya prinsip bahwa imbal hasil dari kesuksesan akan jauh lebih berarti dibandingkan biaya kerugian karena resiko kegagalan.

4. Jaringan Milioner:
Hanya beberapa milioner yang mencapai keberhasilannya sendirian, lebih banyak dari mereka membangun jaringan kontak di berbagai belahan dunia dalam berbagai bidang kehidupan. Benar-benar menyadari bahwa majikan, pelanggan bahkan mitra bisnis mereka bisa berasal dari lapisan masyarakat apa saja dan berada di mana saja.

5. Milioner Menghasilkan Bunga:
Milioner umumnya tidak akan pernah bersedia membayar bunga hutang tetapi mereka cenderung menghasilkannya dengan menguasai cara bagaimana menghindarkan jebakan biaya hutang yang sewaktu-waktu akan bisa melumpuhkan keseluruhan bisnisnya. Milioner cenderung menabung dan menghasilkan bunga, baginya lebih menguntungkan menghasilkan bunga tabungan daripada harus membayar bunga hutang untuk mendapatkan modal kerja.

6. Milioner Fokus Berusaha:
Milioner kerap terlihat tergesa-gesa menuju tujuannya, berusaha maksimal dan optimal mencapai tujuannya dengan segala cara. Perbedaan antara Pemimpi dengan Pemimpin terlihat jelas dalam kinerjanya.

Pemimpin fokus mengeksekusi ide gagasan bisnis bukan kesana kemari mengumbar mimpi-mimpi keinginan orang per orang yang bermimpi untuk berbisnis.

7. Milioner Melakukan Apa yang Diperlukan:
Milioner cenderung bergiat melakukan apa pun yang diperlukan dalam mencapai sukses keberhasilan. Senang membaca dan mencari tahu kisah sukses keberhasilan orang-orang hebat. Ceritera pengorbanan di dalam mencapai sukses keberhasilannya umumnya sangat mengagumkan. Bagaimana mereka harus tidur di dalam mobil agar tidak terlambat menghadiri panggilan rapat.

Beberapa bahkan di awal-awal perjalanan karirnya harus melakukan dua pekerjaan sekaligus demi untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Ada juga yang harus mengurangi aktivitas kegiatan sosialnya agar bisa sekolah dan atau membangun bisnisnya. Umumnya pengorbanan pribadi mereka terbayarkan saat telah berhasil mendapatkan kesuksesan yang diidam-idamkan.

Mereka bahkan kerap menunda kepuasan pribadi dirinya demi upaya mencapai cita-cita hingga bahkan menanggung rasa sakit karena cemohan yang tidak terhingga. Ditertawakan oleh orang-orang yang merasa senang melihatnya gagal belum berhasil.

8. Millioner Belajar Sendiri:
Millioner cenderung berhasil mendidik dirinya sendiri. Umumnya mereka itu tidak mendewakan nama baik sekolah, atau jebolan dari perguruan tinggi ternama, tetapi keinginan dirinya untuk terus belajar menjadi yang terutama. Tidak soal cara bagaimana mereka belajar, apakah dari Mentor, Trainer, atau Guru, apakah di sekolah ternama atau sekolah biasa-biasa saja, apakah harus sedari pagi hari hingga malam, mereka senang mengutamakan pendidikan berkelanjutan.

9. Milioner Berjalan Sendiri:
Tidak heran jika seorang Milioner cenderung berjalan sendiri, berusaha sendiri, mengupayakan sendiri lapangan pekerjaan untuk orang-orang berkualitas yang memungkinkan mendapatkan penghasilan tinggi dan melahirkan milioner lainnya. Milioner cenderung memperlihatkan kepemimpinan alamiah, umumnya mereka adalah pemimpin alami. Cenderung mengambil resolusi untuk menjadi yang pertama di tempat pertama, cenderung mengikuti jalan baru daripada mengikuti keinginan atau perjalanan orang-orang.

10. Millioner Dermawan:
Seorang Milioner cenderung memiliki rasa tanggungjawab sosial, dengan caranya akan berusaha beramal membantu kesulitan hidup orang-orang di sekitarnya. Tindakannya umumnya terdorong oleh harapan sederhana bahwa tindakannya pastinya akan diikuti oleh orang satu lainnya, sehingga akan banyak orang yang tidak segan-segan bertindak meringankan beban hidup kehidupan orang-orang di sekitar lingkungannya.

Menurutnya demikian itu-lah gambaran cara berpikir para Milioner sejati, jadi jika semisal Anda mengenal seseorang mengaku-ngaku sudah menjadi seorang Milioner tetapi pelit tidak mau berbagi dengan sesamanya, terima sajalah.


~Salam Pinokio!

Minggu, 13 Oktober 2019

JAWAHIR-JANGAN SESAT MEMAHAMI LOA

“It is not in the stars to hold our destiny but in ourselves."
~William Shakespeare
Menurut William Shakespeare, bukan Bintang yang memegang takdir kita, tetapi diri kita sendiri. Diduga ini kerap dimaknai dengan cara salah oleh orang-orang yang mendalami konsep Hukum Ketertarikan LOA (the Law of Attraction) hingga akhirnya banyak gagal menguasainya.

Konsep LOA adalah bagaimana menciptakan kejadian tertentu dengan cara menginginkannya secara terus-menerus agar terjadi dengan sendirinya. Keinginan itu yang akan menarik keadaan tertentu itu untuk terjadi dan menjadi realitas.

Inti dasarnya adalah menggunakan kekuatan pikiran, perasaan terdalam dan kepercayaan serta keyakinan diri yang terprogram.

Pastilah setiap orang bisa melakukannya.

Menjadi masalah ketika orang-orang terlalu menuntut dirinya hingga melupakan konsep dasar itu kemudian mengeluh bahwa the Law of Attraction  tidak berhasil untuk dirinya.

Ketidakpahaman akan konsep dasar diduga membuat orang-orang itu kian menjauh dari inti dasar LOA, gagal akhirnya menyalahkannya. Kemudian semakin tersesat karena tidak sepenuhnya memahami implikasi dari praktik LOA dalam kehidupannya.

Kegagalan berpraktik diduga melahirkan mitos yang membuatnya menjauh dari konsep LOA, kemudian menyebar dan mengaburkan dari tujuan semula.
Agar tidak salah menerapkan dan agar bisa berhasil memanfaatkan kekuatannya, berikut disajikan konsep dasar Hukum Ketertarikan (LOA).

Sebagai berikut:

#.1 LOA adalah Tongkat Sihir Pribadi:
Salah satu teknik dalam LOA disebut “Afirmasi”. Ini adalah bentuk pernyataan yang mengungkapkan apa hal yang paling Anda inginkan dan masa depan yang bagaimana yang Anda cita-citakan.

Jika digunakan secara benar, “Afirmasi” akan membuat Anda “Fokus” pada kedigdayaan kekuatan diri sendiri dan memanfaatkannya untuk meningkatkan taraf hidup dan kehidupan Anda.

“Fokus” akan meningkatkan “Keyakinan” Anda, itu intinya. Itu yang akan menyediakan “ruang penciptaan” tempat Anda berkarya mencipta masa depan yang dicita-citakan.

Beberapa beranggapan seolah “Afirmasi” yang secara ajaib bekerja dalam satu malam bisa mengubah hidupnya sesuai yang diangankan. Ini salah, pemahaman yang sangat disesalkan, dan berbahaya.

Emosi diri harus sejalan dengan pikiran jika tidak “Afirmasi” tidak akan bisa bekerja dengan baik. Penguasaan emosi diri menjadi satu-satunya cara terbaik untuk diterapkan jika tidak, Anda akan sulit masuk ke pola pikir yang benar.

“Kuasai emosi diri, Fokus, Yakinkan diri Anda, hanya dengan cara itu Anda bisa optimal berupaya mewujudkan cita-cita Anda”.

Intinya, “Afirmasi” akan menggiring inspirasi bernilai untuk Anda, menjadikan isi pikiran dengan isi kepala menjadi seiring sejalan, dan itu yang akan memacu “Niat” untuk melakukan “Tindakan”.

“Tindakan” yang tepat pada waktu yang tepat di tempat yang tepat, menjadi hal yang paling diperlukan untuk mewujudkan cita-cita Anda.

#.2 LOA adalah Musuh dari Pikiran “Negatif”:
Hidup adalah tantangan, maka adalah normal mengalami penderitaan dalam perjuangan menaklukkannya. Anda harus bisa menerima situasi sulit dalam beberapa tahapan dalam kehidupan. Siapa pun Anda pastinya pernah mengalami kesulitan hidup.

Apakah siap atau tidak? Apakah secara emosionil Anda terkendali atau tidak? “Pikiran Negatif” akan mengusung berbagai kesulitan hidup, bahkan akan meningkatkan kwalitas dan kwantitasnya.

Sisi baiknya adalah, bahwa berbagai tingkat kesulitan yang dialami adalah bagian dari pengalaman hidup yang meningkatkan kwalitas hidup. Bahkan ada kesulitan tanpa Anda bisa berbuat apa-apa karena berasal dari luar kendali Anda. Semisal kebangkrutan bisnis karena gejolak politik, bencana alam, dan lain-lain, yang harus dialami dengan penuh kesadaran.

Konsep LOA mengajarkan Anda untuk “Fokus” pada hal-hal yang bisa dikendalikan dan mengarahkannya untuk membawa kemanfaatan.

Setiap tingkat kesulitan pasti mengandung peluang keberhasilan. Ini yang kerap terlupakan, kebanyakan orang-orang cenderung berkeluh kesah selalu susah, habis waktu meratapi nasibnya.

Seyogianya, “Fokus” untuk mencari mutu manikam yang tersembunyi didalam kesulitan yang menghadang. Contoh sederhana, dapat diakui bahwa penemuan Internet juga dipacu oleh kesulitan dalam sistem komunikasi.

Kesulitan hidup bukan hukuman, ada hikmah dibaliknya. Tergantung Anda untuk memanfaatkannya. Anda hanya perlu menenangkan diri agar bisa “Fokus” menghadapi dan mengambil hikmah darinya.

Sangat disarankan untuk menghindarkan “Pikiran Negatif” atau Konsep LOA tidak akan menghasilkan apa-apa.

“Fokus” pada hal-hal yang Positif, itu yang akan membuat Anda bertumbuh bahkan walau ketika hidup semakin sulit dari waktu ke waktu.

Kesulitan hidup akan kian semakin sulit jika Anda terkurung oleh Pikiran Negatif.

#.3 LOA adalah Untuk Orang Yang Tidak Egois:
Pemahaman Konsep LOA dianggap akan membuat hidup dipenuhi perasaan bahagia. Ini membuat orang-orang yang menekuninya beranggapan bahwa itulah model pendekatan hidup yang berpusat pada diri sendiri. Mereka salah dalam memahami intinya.

Seyogianya Konsep LOA bukan untuk mengabaikan rasa sakit akan penderitaan hidup. Bukan untuk membuat Anda menyangkal kenyataan hidup.

Tetapi adalah untuk menjadikan hidup seutuhnya dengan menciptakan kenyamanan pribadi. Keadaan hidup yang dipenuhi kebahagiaan itu, dimaksudkan akan menebar energi positif, memberdayakan sekitar. Menciptakan riak perubahan ke arah yang lebih baik dari sebelumnya.



Konsep LOA ditujukan untuk membangunkan nilai-nilai positif yang terpendam dalam diri, yang diharapkan bisa menggerakkan kehidupan di sekitar Anda.

Keramahan Anda akan menciptakan kenyamanan di lingkungan sekitar Anda.
Anda salah jika beranggapan telah menguasai Konsep LOA dan menjadi egois.

Semakin salah jika kemudian beranggapan bahwa hanya merekalah orang yang paling bahagia di muka bumi ini.

Persepsi yang salah sedemikian itu akhirnya menimbulkan anggapan bahwa konsep LOA hanya berhasil bagi orang yang egois karena konsep ini menjadikan Egois. Pemahaman seperti ini adalah bagian dari kegagalan konsep LOA, yang oleh orang-orang kemudian disalah-artikan, bahkan dikemas dengan sangat dramatis.

Seorang teman berkata: “Hotman, mungkin Anda pernah merasa ketakutan kala tengah dalam kegelapan, seolah tercekat sulit bernafas, terjebak terkunci di ruang sempit. Rasa takut itu kian membebani dan menarik Anda melorot jatuh ke bawah, nyungsep, melumpuhkan nalar urat sadar, mencabut nyali keberanian, lunglai lemah tak kuasa untuk bertindak, berbuat suatu apa pun!” Itu responnya ketika disarankan untuk belajar menguasai Konsep LOA.

Orang ini belum mengetahui dengan jelas LOA itu tentang apa dan bagaimana, tetapi sudah takut dalam ketakutannya. Adalah normal jika merasa takut, karena takut itu hanya melekat pada orang-orang yang normal.

Rasa Takut melekat erat pada setiap gerak nafas kehidupan. Takut ditolak, Takut memutuskan, Takut Gagal, Takut tidak dikenal. Bahkan ada rasa Takut jika nanti ketahuan orang.

Dan kini ini, diduga sudah ada pula jenis rasa Takut akan Konsep LOA karena didasari pemikiran yang salah - hanya karena diharuskan menjadi egois?

“If we can see past preconceived limitations, then the possibilities are endless.”
~Amy Purdy

~Salam Jawahir selalu!

Lirik Lagu Deideng:
Dei...deng Bittang na rondang on, Bittang na rondang on
Dei...deng Bittang na rondang on, Bittang na rondang on

Ia rorang pe bittang, langdong bokkot salaman
Ia torang pe bittang, nadong bokkot hu laman

Dei...deng Bittang na rondang on, Bittang na rondang on
Dei...deng Bittang na rondang on, Bittang na rondang on

Sartalini balunjei, rarat sihala bolon
Sattabi bani umjei, jelah Naso tarhorom

Dei...deng Bittang na rondang on, Bittang na rondang on

Sumber: @Youtube https://www.youtube.com/watch?v=AJY2gpXr_iw

Senin, 07 Oktober 2019

JAWAHIR-MITOS Tentang ENERGI NEGATIF


"To fight fear, act. To increase fear - wait, put off, postpone."
~David Joseph Schwartz
Sadarkah Anda dari mana munculnya Energi Negatif? Sadarkah Anda jika sebagian disebabkan oleh orang lain? Bahkan bagian terbesar dari Energi Negatif timbul dikarenakan oleh orang-orang yang sehari-hari bersama dengan Anda.

Tentu kini Anda paham dan bisa mengenali siapa saja orang-orang yang menyedot Energi positif Anda dan menggantikannya dengan energi negatif.

Tetapi, Energi Negatif juga timbul dari cara kebiasaan berpikir diri Anda sendiri. Contoh Energi Negatif bisa Anda dapatkan dari salah seorang teman dalam group atau kelompok Anda yang selalu menentang segala perkataan Anda, semua ditentang – apa pun itu. Cenderung segalanya dibantah dan ditentang. Semua dikritisi olehnya.

Anda buang waktu jika membela diri dari komentar-komentar miringnya, Anda bahkan bisa kehabisan Energi positif. Menjadi tertekan dan kehilangan gairah untuk melakukan banyak hal di hari itu. Engga mood lagi melakukan apa pun!

Contoh lainnya, Energi negatif juga bisa Anda dapatkan dari seseorang yang Anda kenal dengan baik, orang yang tak bosan berkeluh kesah. Orang yang selalu mengisi hidupnya dengan keluhan berkepanjangan, yang tak berkesudahan.

Tiap waktu mengeluh seolah dia punya Hak Konsesi Pertambangan Keluhan yang produksinya tak habis-habis.

Menghadapinya, Anda menjadi serba salah. Jika tidak ditanggapi, Anda dianggap berbuat telah tidak senonoh terhadapnya. Jika ditanggapi, Anda akan dianggap membuka ruang perbantahan. Serba salah. Anda bisa kehilangan gairah hidup jika kerap bersamanya.

Namun, sadarkah Anda jika ternyata Energi Negatif itu juga timbul dari kebiasaan cara berpikir diri Anda sendiri? Karena seringkali cara Anda berinteraksi dengan orang-orang model begitu itulah yang akan menimbulkan Energi Negatif menjadi mudah tersulut muncul di dalam diri Anda.

Cara Anda menanggapi komentar miring sangat mempengaruhi, cara Anda merespon keluhan, termasuk cara memperlakukan keluhannya bisa memancing timbulnya Energi Negatif di dalam diri Anda sendiri.

Andai saja Anda tahu cara terbaik bagaimana memanfaatkan orang yang selalu kritis tentang Anda, Anda akan banyak memetik manfaat darinya. Misalnya, Anda hanya akan menemuinya kala ketika Anda sangat membutuhkan kritik tentang sesuatu hal. Tentang sesuatu keputusan atau tentang tindakan yang telah atau akan Anda lakukan.

Andai saja Anda tahu cara mengubah Energi Negatif yang sering timbul di antara Anda dengan seseorang, pastinya Anda akan merasakan bertambahnya khasanah pengetahuan serta kualitas berkomunikasi. Misalnya, bisa Anda lakukan dengan meminta orang-orang yang suka berkeluh kesah itu untuk menyampaikan kabar negatif apa saja yang pernah terjadi dan yang mereka alami dalam hidup mereka.

Mungkin akan terasa sulit untuk meminta kabar negatif dari orang-orang yang Negatif. Bisa-bisa Anda dianggap berniat menghakiminya, tetapi dengan cara Anda berkomunikasi, Anda akan bisa menguasai situasi pembicaraan. Dengan cara sedemikian itu, Anda dipastikan akan bisa berhasil mempertahankan Energi Positif Anda.

Setelahnya, Anda bisa melebarkan pembicaraan dengan meminta mereka untuk menceritakan hal-hal positif apa saja yang pernah mereka alami dalam perjalanan hidupnya. Anda akan terkesan bahwa memang tidak mudah bagi orang-orang yang dipenuhi Energi Negatif berbicara tentang hal-hal yang positif.

Dari situ Anda bisa dengan perlahan mengendalikan pembicaraan ke arah topik tertentu yang sama-sama Anda minati bersama. Cara ini akan meningkatkan kemampuan Anda berkomunikasi.

"Risk: Don't be afraid to go out on a limb...that's where the fruit is."
~Author Unknown

Energi Negatif akan membuat Anda tersandera, didera rasa takut luar biasa hingga tak kuasa walau untuk sekedar melangkah maju.

Energi Negatif bisa dominan membangun kebohongan luar biasa hingga Anda berhasil membohongi diri Anda sendiri.

Seperti berikut ini Contohnya:

1. Saya Tidak Tahu Harus Memulai Dari Mana?
Jangan Anda biarkan Energi Negatif yang seperti ini berhasil menguasai Anda. Yakinkan diri Anda bahwa batas penghalang di antara Anda dengan sukses keberhasilan yang Anda idam-idamkan hanyalah kebohongan yang tercipta seperti sedemikian rupa.

Jangan Anda bohongi diri Anda sendiri.

Ketahuilah, nyaris semua orang sukses tidak pernah tahu akan memulai dari mana. Tidak pernah diberitahu oleh orang-orang akan memulainya seperti apa. Mereka hanya terus saja berusaha, berusaha dan berusaha, tanpa terasa sudah mencapai sukses keberhasilannya.

Kini Anda bisa dengan mudah menemukan kisah-kisah seperti ini dalam berbagai kisah sukses “orang-orang sukses”.

2. Saya Sudah Tidak Punya Modal?
Anda tidak perlu modal untuk memulai sesuatu. Keinginan yang kuat itu sudah menjadi modal yang tidak terhingga. Anda hanya perlu memulai dan itulah modal awal Anda mencapai sukses keberhasilan Anda.

Energi Negatif yang timbul akan selalu berusaha mengingatkan Anda bahwa perlu modal untuk ini dan itu, hingga Anda menjadi tertahan memulainya.

Dan Anda harus bisa menyingkirkan pikiran Negatif seperti itu. Bergegaslah memulai dan Anda akan melihat kenyataan bahwa memulai itulah modal awal Anda, berikutnya akan mengalir modal-modal lainnya yang diperlukan.

Energi Negatif akan terus berusaha mengajak Anda untuk membohongi diri Anda sendiri bahwa diperlukan modal untuk ini dan itu. Tetapi dengan menaklukkannya Anda sudah berada dalam setengah perjalanan menuju puncak keberhasilan yang diidam-idamkan.

Faktanya, tidak satu pun orang sukses pernah berhasil menemukan mentor dalam perjalanan karirnya. Mereka memulai, orang-orang kemudian terpancing untuk menyempurnakannya. Terjadi sinergi diantara berbagai pihak hingga tercipta mutual simbiosis, saling menguntungkan.

3. Saya Tidak Bisa Melakukannya Sendiri?
Saya perlu pendamping, saya perlu guru, saya perlu Mentor, Coach, Trainer, saya tidak bisa melakukannya sendiri. Pemikiran seperti ini adalah bentuk Energi Negatif yang berhasil menanamkan kebohongan di dalam diri Anda sendiri untuk membohongi diri Anda sendiri.

Anda tidak perlu takut akan hasilnya yang jauh dari kesempurnaan. Ketahuilah, sempurna itu adalah musuh abadi yang tidak akan pernah terkalahkan. Jangankan Anda, orang-orang malah menjadikannya sebagai musuh yang paling baik untuk diingat dan dijadikan sebagai pembanding pencapaian.

Karenanya, jangan tunggu hingga punya Rencana Sempurna baru memulai. Terus saja memulai dan berusaha, di tengah perjalanan Anda akan menemukan kesempurnaan yang diharapkan.

“Fall down seven times, stand up eight”
~Japanese Proverb

Dari berbagai kisah sukses “orang-orang sukses” ternyata nyaris semua mereka memiliki kesamaan yakni masing-masing mereka memiliki kesamaan dalam memacu tingkat kreativitasnya menemukan cara untuk menjadikan mimpi sukses menjadi realitas.

Sebagai berikut:

1. Pertanyakan Tiap Hal:
Orang-orang sukses itu tidak pernah henti bertanya-tanya. Mereka mempertanyakan tiap hal dan berusaha menemukan jawabannya.

Mereka sadar bahwa peluang tidak akan pernah datang dari mana pun, tetapi perlu menggali, mencari dan menemukannya dengan cara bertanya-tanya.

Mengajukan pertanyaan sederhana akan bisa menemukan posisi keberadaan sukses keberhasilan yang hendak dicapai. Dengan mendengarkan pertanyaan orang-orang lain akan bisa menentukan posisi keberadaan sukses keberhasilan. Dan kemudian bergerak menggapainya.

Jangan khawatir untuk bertanya. Tidak perlu menunggu hingga pertanyaan yang hendak diajukan terlebih dahulu sempurna baru diajukan, tetapi dengan memulai bertanya, itu akan membentuk arti. Karena tidak akan pernah ada pertanyaan yang benar. Yang diperlukan hanyalah jawaban yang benar.

2. Perjuangkan Tiap Peluang:
Tiap hal bisa jadi adalah peluang sukses keberhasilan, dan Anda hanya perlu menangkapnya, mengenalinya, dan menguasainya untuk dijadikan menjadi kendaraan mendapatkan sukses-sukses keberhasilan lainnya.

Peluang tidak ada yang mendarat dengan mulus di haribaan Anda, tidak ada yang dibungkus bagai Kado. Peluang terhebat seringkali di samarkan dibalik penderitaan yang berkepanjangan. Karenanya jangan mengeluh jika peluang sukses belum terjangkau. Mungkin Anda diharuskan bersakit-sakit dahulu bahagia kemudian.

3. Perhitungkan Tiap Resiko:
Jangan menghindar dari resiko, ketahuilah resiko kegagalan itu akan selalu ada membungkus sukses keberhasilan. Yang penting Anda menghadangnya dengan penuh perhitungan. Tetapi, jangan pula tiap resiko yang muncul langsung dihadang dan asal dihadang walau jika harus berkalang tanah, itu tidak diperkenankan karena tindakan sedemikian itu hanya akan menjadikan segalanya tersia-sia.

Namun, walau Anda mengenal prinsip “high risk high profit” Anda harus tetap memperhitungkan segala resiko dan berbagai kemungkinan yang membungkusnya.

Tiga model Energi Negatif dan tiga model Energi Positif diatas, dimaksudkan adalah untuk menambah khasanah pengetahuan dan wawasan pemikiran yang Anda perlukan.

Tiga Energi Negatif diatas dapat Anda gunakannya untuk menguasai ruang kehidupan pribadi Anda untuk mencapai sukses kebahagian dalam hidup Anda. Sedangkan tiga model langkah positif diatas, dapat digunakan untuk membuka pintu sukses keberhasilan yang diidamkan.

Bayangkan bagaimana rasanya ketika Anda memikirkan ide positif yang melintas dalam pikiran Anda dan menyaksikannya terwujud dalam bentuk realitas.

Dan itu hanya dimungkinkan jika Anda bisa menguasai diri untuk tidak pernah mau membohongi diri Anda sendiri.

“Fall down seven times, stand up eight”~Japanese Proverb

~Salam Jawahir Selalu