Selasa, 31 Maret 2020

Servant Leadership

something nice that you should know
Click the link below to find out:

https://www.linkedin.com/learning-login/share?forceAccount=false&redirect=https%3A%2F%2Fwww.linkedin.com%2Flearning%2Fken-blanchard-on-servant-leadership%3Ftrk%3Dshare_ent_url

Jumat, 27 Maret 2020

BULAT LONJONG VS BULAT BUNDAR

Ini adalah tentang kebenaran yang dianggap “kontroversial” karenanya layak untuk diuji;
Bahwa, berpikir positif bukan jaminan untuk mendapatkan apa yang diinginkan, tetapi bekerja keras mewujudkannya adalah cara terbaik”. Karena sejatinya; “berpikir positif hanya akan membawa Anda ke jurang kekecewaan jika tidak berusaha mewujudkannya, karena hidup bukan angan-angan. Bagaimana pun berpikir positif memerlukan keterampilan dan kerja keras. Itu yang Anda perlukan”.

Mari mulai dengan ilustrasi sederhana:

“Anda penasaran karena sulit melupakan mimpi Anda. Bertanya kesana-kemari mencari tahu maknanya apa. Beberapa orang menyarankan untuk mempercayai naluri Anda, alasannya mimpi adalah gambaran tentang sesuatu yang nyata, perlu bersabar untuk mewujudkannya, perlu waktu dan harus bekerja keras. Sebagian orang akan menggali potensi kompetensi Anda dan menyarankan untuk meningkatkannya. Lainnya berkata agar Anda sadar akan realita, itu hanya mimpi penghias tidur saja. Tidak perlu diingat-ingat karena akan berubah seiring perubahan warna sprei tilam dan sarung bantal Anda. Hei…bangunlah, jangan kau mau terbawa mimpi!”

Semuanya benar, karena mereka mengungkapkan apa yang di dalam pemikirannya. Itu adalah tentang mimpi Anda, sesuatu yang Anda idam-idamkan, diperlukan tekad dan kerja keras serta fokus.

Intinya adalah kompetensi dan kapasitas.

"Nobody is superior, nobody is inferior, but nobody is equal either. People are simply unique, incomparable.You are you, I am I."~osho

Apakah Anda termotivasi melakukannya? Anda tidak perlu menjawabnya, hanya Anda perlu menunjukkan dengan berusaha, itu yang menjadi bukti pertanda bahwa Anda tengah fokus berusaha mewujudkannya.

Anda perlu berlatih memprogram ulang cara Anda berpikir:

1. Perhatikan Hal-hal Kecil
Hal-hal kecil jangan diabaikan karena banyak peristiwa penting gagal oleh karena hal-hal kecil yang bahkan tidak dipertimbangkan. Ibarat tekanan angin pada roda ban, jika kurang kendaraan bisa berkurang kecepatannya dan menjadikan bensin boros.

2. Jangan Terlalu Khawatir
Lepaskan diri Anda dari tekanan rasa khawatir jika tidak Anda akan kehabisan waktu, lebih baik memanfaatkan waktu untuk mencari solusi. Rasa khawatir tidak akan mengubah apa pun bahkan cenderung menimbulkan rasa khawatir lainnya. Fokuslah mencari solusi yang paling dimungkinkan untuk dilaksanakan. Tertawakan rasa khawatir yang timbul. Tersenyumlah, ambil manfaatnya, itu bisa mengubah beban berat menjadi terasa ringan. Tertawalah, itu akan membuat energi positif memenuhi ruang semangat membuat Anda fokus pada aktivitas yang dilakukan.

3. Menyerah
Anda tidak perlu memaksakan diri berusaha membuat segalanya lebih baik. Mustahil bisa memperbaiki segalanya, menyerahkan pada kehendak semesta terkadang malah menjadikannya lebih baik. Menyerah adalah bentuk pengakuan diri akan keterbatasan diri sendiri, itu yang melahirkan perspektif bahwa kehidupan ini tidak seluas yang Anda pikirkan.

Selanjutnya, Anda perlu berlatih memprogram ulang cara berpikir bagaimana Kebijaksanaan Anda akan mengisi dan mewarnai kehidupan Anda.

Mari lihat ilustrasi lainnya:

Konon di suatu masa, seorang pemilik toko kelontong hidup berdua dengan putrinya. Modal toko kelontongnya dipinjam dari orang kaya di kampung sebelah. Dikenal suka membantu walau dengan berbunga tinggi. Pemilik toko kelontong biasanya tidak kesulitan mengembalikan, tetapi kemarau panjang menjadikan panen petani menurun dan peternak gagal menggemukkan sapi peliharaannya. Kering dan gersang. Petani dan peternak itulah yang menjadi pelanggannya mereka kesulitan membayar hutang belanjaannya, imbasnya pemilik toko kelontong gagal membayar hutang modalnya.

Si orang kaya bersama centengnya mendatanginya, dihadapan pelanggannya berkata keras jika jumlah hutangnya sudah menggunung, sepertinya seluruh harta dan nyawanya jika pun laku dijual tidak akan cukup mengembalikannya.

Semua yang mendengar diam. Si pemilik toko kelontong menyahuti perlahan bahwa dia telah membicarakan permintaan si orang kaya yang ingin menikahi putrinya. Tawaran yang sudah lama ditolak karena rasa malu, tetapi merasa terlanjur telah dipermalukan, si pemilik toko kelontong melanjutkan bahwa, tawarannya diterima dengan syarat hutang tokonya dihapuskan. Syarat yang kedua, si orang kaya tidak memanggilnya “bapak mertua” karena usianya jauh lebih mudah. Lebih pantas jika dia yang memanggil “bapak mantu”.

Tawaran baik tetapi terdengar menyepelekan. Si orang kaya mencibir dan berkata bahwa tak perlu berlama-lama memutuskannya. Akan dia masukkan dua batu kerikil ke dalam kantong kulit yang dibawanya. Satu kerikil hitam bulat lonjong, yang kedua kerikil putih bulat bundar. Keduanya diambil dari batu-batu yang berserakan di jalanan depan toko kelontong itu. Putri pemilik toko kelontong akan dipanggil mengeluarkan salah satu dari dalam kantong.

Ketentuannya; jika yang dia keluarkan kerikil hitam bulat lonjong, hutang hapus, putrinya dinikahi; jika kerikil putih bulat bundar hutang hapus tetapi putrinya tidak dinikahi. Jadi jika putrinya bersedia dinikahi itu adalah keputusannya sendiri bukan oleh si pemilik toko kelontong. Orang-orang yang mendengar riuh berpendapat, ketentuan itu adil.

Si orang kaya berjalan ke jalanan, memungut dua kerikil. Putri si pemilik toko kelontong diam-diam mengintip, mengetahui jika si orang kaya sengaja memasukkan dua kerikil hitam bulat lonjong. Nalurinya mengingatkan bahwa hanya ada tiga pilihan tersedia untuknya, yakni:

1, Menolak mengeluarkan kerikil dari dalam tas.

2. Mengeluarkan keduanya, orang-orang akan menghakimi keculasan si orang kaya, namun mempertimbangkannya lagi, bagaimana pun si orang kaya sudah banyak membantu ayahnya.

3. Mengeluarkan salah satu konsekuensi dinikahi, hutang bapaknya hapus.

Si orang kaya berseru memintanya mendekat untuk memasukkan tangannya ke dalam tas kulit dan mengeluarkan satu kerikil. Orang-orang diam ditempat, masing-masing memelihara sendiri pendapatnya.

Putri si pemilik toko kelontong mendekat, tangannya masuk mengeluarkan satu kerikil tetapi tak sengaja menjatuhkannya ke tumpukan kerikil yang berserakan di jalanan. Seolah kaget dia berseru; “Maaf, saya tidak sengaja”. Dia meminta si orang kaya memeriksa tasnya, katanya: “dari kerikil yang tertinggal, pastinya Anda bisa mengetahui warna kerikil yang tadi terjatuh”.

Orang-orang riuh berpendapat, ada yang berkata itu kerikil putih, lainnya berkata itu kerikil hitam. Si orang kaya termangu, pastinya dia tahu kerikil yang tersisa. Memahami jika putri si pemilik toko kelontong tidak ingin mempermalukannya serta tidak ingin menyinggung perasaan bapaknya. Pasti dia  mengetahui situasi keuangan bapaknya.

Si orang kaya kemudian melirik sebentar ke dalam tas kulitnya, memilih untuk tidak mengekspos warna kerikil yang tersisa. Dia simpan rahasia itu untuk dirinya. Kemudian berseru, bahwa sejak saat itu hutang si pemilik toko kelontong telah hapus dan putrinya tidak akan dinikahi. Bersama centengnya berlalu meninggalkan toko kelontong itu.

Orang-orang gaduh berkerumun, masing-masing bersitegang kukuh menjaga pendapat dan pemahamannya sendiri.

Pesan moral yang dituju adalah, Anda bisa mengatasi sesulit apapun permasalahan yang terjadi, hanya saja Anda harus berpikiran positif. Setiap hal pasti ada hal ihwal muasal penyebabnya karenanya jangan menyerah pada pilihan yang ditetapkan orang lain untuk dilakukan. Anda juga memiliki pilihan, hanya saja Anda perlu meyakini orang-orang pastinya bisa menerimanya setidaknya mempertimbangkan karena setiap orang akan bisa menerima pilihan yang berbeda.

Anda hanya perlu berpikiran positif dan berdamai dengan masa lalu Anda. Jangan terganggu dengan apa yang dipikirkan orang-orang tentang Anda. Waktu akan bekerja dengan caranya, menyembuhkan segalanya, hanya saja Anda harus bertanggung jawab terhadap hidup Anda. Itulah kebahagiaan sejati.

Berhentilah membanding-bandingkan hidup Anda dengan orang lain dengan cara jangan pernah mau menilai orang lain. Karena Anda tidak tahu apa saja yang telah dilalui orang lain dalam hidupnya. Berhentilah memikirkan segalanya apalagi berusaha membuat segalanya lebih baik menurut versi Anda.

Tersenyumlah dan bebaskan dirimu dari hal-hal yang bukan tanggung jawabmu.

~salam sukses selalu



Selasa, 10 Maret 2020

PENDONGENG LUAR BIASA

"What you Think, You Create. What you Feel, You Attract. What you Imagine, You Become."~Unknown

Kau akan menciptakan (sesuatu) apa yang kau pikirkan. Kau akan menanggapi (hal) apa yang kamu rasakan. Kau akan menjadi (seperti) apa yang kau bayangkan. Ini adalah tentang konsep dasar hukum tarik-menarik yang diakui kedashyatannya.

Bahwa apapun kejadian yang menimpamu, sejatinya itulah yang kau inginkan. Jika ternyata itu kejadian buruk itu karena keinginanmu yang mendasari hingga terjadi sedemikian itu. Jika kau ingin sebaliknya, maka kau harus bisa berpikir positif untuk memancing terjadinya hal-hal yang menyenangkanmu.

Peristiwa seru yang mengisi perjalanan hidupmu, yang membanggakan, suatu peristiwa yang kelak bisa kau ceriterakan. Karena manusia adalah pendongeng luar biasa yang menyukai kisah hidupnya sendiri. Tetapi kau bukanlah kisahmu..

Bahkan ada peristiwa dalam hidupmu, dimana kau sama sekali tidak punya hak menceriterakannya yakni saat kelahiranmu serta detik-detik kematianmu.

Jika pun kau mendengar kisah tentang kelahiranmu, itu kisah yang diceriterakan oleh orang yang mengetahuinya. Misalnya ibu-bapamu atau bidan yang membantu persalinan ibumu, yang menceriterakannya menurutkan versinya maka bisa jadi akan ada dua kisah tentang kelahiranmu, karena semua orang adalah pendongeng dan menyukai kisahnya sendiri.

Tetapi walau demikian kau bukanlah kisahmu, karena kau tidak akan pernah bisa menceriterakan kisah selengkapnya tentang segala peristiwa yang kau alami.

Apalagi kisah ceritera tentang kematianmu adalah peristiwa terpenting yang tidak akan pernah kau ketahui bahwa itu benar-benar terjadi menimpamu.

Anda boleh membantah kebenarannya! Namun sejarah peradaban mencatat manusia adalah pendongeng luar biasa bahkan tiap orang berminat mendengarkan kisah tentang orang satu lainnya. Semua punya keinginan yang sama hingga bersama menciptakan kegiatan berkala agar bertemu saat arisan perkumpulan, reuni, aniversari peringatan ke-seratus, kegiatan napak tilas, dan lain-lain.

Walau dengan thema, sub-thema yang berbeda, tetapi tujuannya nyaris sama, yakni agar setiap orang punya kesempatan bertemu untuk berbagi kisah tentang peristiwa apa saja. Semuanya kangen mendengar kisah kehidupan sesamanya, ada yang takjub, kagum terheran-heran, banyak juga yang mencemooh tetapi konsentrasi mendengarkan tersedot ke dalam ranah peristiwa yang terjadi disaat itu.

Manusia adalah pendongeng.  Ada yang kangen mendengar pidato tokoh, ada yang bahkan berusaha agar kembali bisa berpidato, bila perlu bikin acara sendiri agar bisa pidato mengenang saat kejayaannya.

Banyak yang berharap dapat kesempatan berbagi kisah tentang apa saja, ada juga yang harus memaksakan diri tetapi banyak yang harus dipaksa menjelaskan hal-hal yang terjadi. Ada yang yang sukarela, beberapa lainnya bahkan harus dibayar untuk sekedar memberikan testimoni. Semua berusaha berceritera tentang bagaimana kehidupan ini mewarnai dunia ini. Orang tua, tokoh, pastur, pendeta, ulama, guru sekolah, artis, aktor hingga produser film serta politisi semuanya adalah pendongeng kategori modern.

Jika narasi kata dianggap kurang memadai menggambarkan kejadian beberapa bahkan membayar agar disajikan dengan gambar-gambar illustrasi, rekaman suara atau bahkan membuat film yang menyerupai. Ini adalah bukti pertanda nyata bahwa manusia adalah pendongeng. Semua orang menyukai film, acara talk-show radio dan televisi hingga testimoni. Dan semuanya bersikeras berceritera menurutkan versinya karena setiap orang menyukai kisah ceriteranya sendiri.

Maka tak heran jika kisah tentang virus penyakit “corona-corvid19” bisa berubah menjadi kisah ceritera tentang “karena dan oleh karena” setiap orang menceriterakannya ke orang satu lainnya menurutkan versinya. Benar-benar virus cilaka. Cilaka 12 jika terpapar.

Mari lihat kisah lainnya:

Ini adalah kisah tentang hantu penasaran. Kejadiannya saat saya berusia belasan tahun. Sering sekali memanjat pohon beringin besar yang tumbuh rimbun di pinggir sungai di kampung. Airnya yang jernih mengalir tenang, kedalaman hanya sebatas paha orang dewasa. Menjelang sore hari kerap digunakan ibu-ibu dan wanita untuk mandi selepas mencuci pakaian. Semua orang mengetahuinya.

Kepada teman-teman sepermainan, saya selalu berceritera bahwa pohon beringin itu ada hantunya. Bercambang lebat hitam putih dengan kepala botak plontos, besar sekali, harus hati-hati jika tidak bisa celaka, hingga teman-teman ketakutan ikut-ikutan memanjat. Nongkrong sendirian di celah cabang pohon bebas memandangi keindahan seluk beluk warisan semesta alam yang terpampang dibawahnya.

Semuanya bercengkerama, tertawa lepas, dan sI hantu tekun melotot dengan jantung berdegup, berdebar tidak karu-karuan. Hingga suatu ketika, sI hantu menjerit berteriak karena terpeleset jatuh, tergantung kaki keatas tersangkut pada akar-akar beringin besar yang banyak menjuntai. Orang-orang berkerumun datang berusaha menurunkan.

Sejak itu, kisah ceritera hantu perlahan sirna apalagi orang-orang tua kampung sepakat memotong habis cabang batang pohonnya hingga terlihat menjadi terang benderang. Tiap kali si hantu naik memanjat naik, tidak lagi ada celah batang pohon untuk nongkrong.

Seiring waktu, air sungai mulai keruh kuning dan semakin dangkal hingga akhirnya mengering, banjir saat musim tertentu tetapi si hantu sudah puluhan tahun tidak lagi pernah kesana. Sudah tidak ada orang yang menceriterakan kisah tentang hantu tersangkut di akar pohon, mungkin sudah tidak ada yang menyukai kisahnya.

Manusia adalah pendongeng luar biasa.

Dia bisa menceriterakan kisah tentang apa saja, tetapi perlahan dia akan terdorong menceriterakan kisah tentang dirinya sendiri. Ini adalah kodrat mutlak yang dianggap erat melekat pada setiap orang. Tak heran jika kemudian ceritera itu juga yang akan membatasinya bahkan menjadi batas perjalanan kehidupannya membelenggu memenjarakan dirinya. Penjara yang dia ciptakan sendiri untuk dirinya sendiri.

Walau jika diawal-awal orang-orang bisa menyajikan kisah ceritera hebat dramatis, namun, akan tiba saatnya dimana kisahnya menjadi tak lagi relevan dan kemudian dia terdorong untuk menceritakan kisah ceritera tentang dirinya sendiri. Dikala itu terjadi, dia tengah membangun penjaranya sendiri. Penjara yang kekal abadi.

Kisah ceritera itu perlahan-lahan akan memimpin dirinya, mengaturnya maju mundur dan melumpuhkan segala hal menyangkut diri dan kehidupannya. Dan itu yang akan menjadi beban di sisa perjalanan hidupnya.

Anda boleh membantah kebenarannya, tetapi itu yang sebenarnya. Kisah ceritera tentang diri sendiri diawal-awal akan membawanya melanglang buana kesana kemari seakan benar-benar bebas tidak terbatas. Seakan-akan sangat hebat, tetapi pada akhirnya kisah itu kemudian akan membatasi kebebasan dirinya, akhirnya memberhentikannya.

Mungkin dirinya akan berdalih jika kisah tentang kehidupannya adalah lampiran dari sejarah perjalanan sukses keberhasilannya. Tetapi tidak semua orang hidup dengan pemahaman segampang itu. Orang-orang mungkin akan bisa menerima dengan dasar alasan pembenaran berdasarkan macam rupa alasan, namun bagian terbesar lainnya pasti akan menolaknya.

Sebagian orang-orang kemudian tercatat telah terlambat menyadari keteledoran yang terjadi. Terlambat menyadari jika mereka benar-benar telah dibohongi. Akan kerap terjadi kegamangan besar, karena orang-orang akan kian berminat mengintip dan melihat dengan kepala sendiri memastikan ketidakmampuannya. Dan dirinya ternyata benar-benar tidak punya kapasitas, tidak bisa apa-apa tentang sesuatu apa pun itu yang dia ceriterakan. Dia hanya mampu menceriterakan kisah ceritera tentang sesuatu yang sedapatnya dia rangkai-rangkai berdasarkan penuturan orang-orang di sekitarnya.

Tidak akan nyambung dibawa kemanapun.

Mereka akhirnya memberinya gelar stigma honoris causa bahwa dia adalah mister pendongeng luar biasa yang pernah menghiasi perjalanan kehidupan anak bangsa didalam upayanya mengisi kemerdekaan hasil sumbangsih darah perjuangan anak bangsa dari era terdahulu.

Sejarah bangsa akan mencatatkannya sebagai pemimpin pendongeng luar biasa.

~salam dongeng selalu