Senin, 26 Februari 2018

Mencari KEAJAIBAN Dalam Hidup

"Learning is the beginning of wealth. Searching and learning is where the miracle process all begins. The great breakthrough in your life comes when you realize it that you can learn anything you need to learn to accomplish any goal that you set for yourself. This means there are no limits on what you can be, have or do. "
~Albert Einstein

Tiap saat setiap orang diperhadapkan pada pertanyaan mendasar: “bagaimana caranya mencapai puncak keberhasilan?” Ini adalah persoalan alami yang menghadang pegiat usaha, sama alaminya dengan bagaimana caranya menyatakan ke orang-orang bahwa “jika saya yang memimpin akan pasti sukses”.

Tiap orang bangun pagi-pagi berangkat kerja dan memulai aktivitas kesehariannya demi mendapatkan pengakuan dari orang-orang bahwa ia bekerja dan sukses. Pekerjaan seolah menjadi penentu perlambang sukses keberhasilan.

Tiap saran nyaris semua sama terdengar senada bahwa untuk sukses harus terlebih dahulu punya rencana matang; harus jelas dulu masa depan yang bagaimana yang diinginkan; harus ditentukan dulu target sasaran agar bisa maksimal mencapainya; harus terlebih dahulu mendefinisikan nilai-nilai kehidupan dan menjalaninya secara riel – bukan angan-angan; harus menggali kapasitas pribadi mengikutkan target sasaran yang harus dicapai; harus sering-sering refleksi diri untuk meningkatkan kapasitas pribadi. Agar jelas harus bayar mentor dulu!

Maka tak heran jika tiap orang membayar untuk kemudian dijejali cara jitu untuk sukses, sama tak herannya jika tiap keluarga seolah dipaksa untuk totalitas memberi dukungan agar anggota keluarga sukses berkarier – katanya demi kebersamaan.

Sampai batas tertentu kita akui bahwa kita terlalu banyak menghabiskan waktu untuk menyenangkan orang lain hingga terlupa memikirkan diri sendiri, ada kekuatiran akan ditinggalkan; cemas engga punya pergaulan; kuatir tidak dihormati dan takut diCap egois, serta segala hal negatif lainnya. Kita terpacu membangun kesan bahwa kita adalah pribadi yang baik – dan yang terbaik.

Seolah dipaksa dari waktu ke waktu kita dipacu untuk menjaga hubungan baik, seolah hidup kita adalah untuk mengubah perilaku orang lain. Seolah didorong, tindakan buruk orang lain karena kita kurang perhatian, serasa menjadi beban. Menjadi menderita.

Diwaktu tertentu, sebagian diri kita berontak teriak karena sesungguhnya kita tak punya kewajiban untuk mengubah siapapun, bahkan tak wajib untuk merubah diri sendiri agar bisa sesuai menjadi seseorang mengikutkan gagasan orang lain tentang ciri khas orang yang punya nilai. Entah nilai apa – terkadang engga jelas.

Sesungguhnya kita punya kewajiban mendasar untuk memperjuangkan kebenaran kata hati kita bahwa kita pun punya kebenaran yang perlu disuarakan. Kita juga punya perasaan dan itu penting untuk disampaikan bahkan punya kepentingan yang harus disuarakan walau jika itu akan membuat orang lain berpaling menjauh dan memilih pergi.

Pertarungan sesungguhnya terjadi didalam diri kita sendiri apalagi ketika kepercayaan diri kita telah direnggut, sampai terguncang kala ketika sudah tidak jelas mana yang benar dan yang mana yang tidak benar. Kita juga sadar untuk tidak ingin dikendalikan orang.

Jaga pikiran jangan sampai rusak oleh informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, bahkan jika itu akan membuat penolakan. Jangan biarkan hal terbaik dari diri kita diambil paksa oleh pemikiran-pemikiran yang menggerogoti akal sehat kita. Kita punya kewajiban untuk menolak tiap hal yang meremehkan hakikat diri kita sendiri. Berjuanglah!

Yakinlah, tidak akan ada KEAJAIBAN kecuali jika itu diperjuangkan. Mari bangun ruang prositif untuk memberi ijin ke diri sendiri guna memenuhi kebutuhan mendasar kita. Mari hormati perasaan dan emosi diri kita sendiri dengan memprioritaskan nurani yang kita perjuangkan. Berpikirlah tentang hal yang terbaik. Meski melaksanakannya tidak semudah mengucapkannya tetapi dengan memahaminya akan meyakinkan kita untuk lebih mudah merealisasikannya. Ada karunia tersembunyi pada setiap langkah perjuangan.

Dalam banyak hal keajaiban harus kita perjuangkan mendapatkannya.

~salam Ajaib selalu!

Free Games!

Selasa, 20 Februari 2018

Hentikan Kebisingan Di Kepala!

-->
“Mengapa bersusah payah harus menjadi orang lain? Keistimewaan diriMu adalah apa adanya kamu!”.
 
Tidak akan ada keajaiban, semuanya bermula dari kerja keras kita menjaga sikap positif untuk mengubah keadaan. Meski mengalami tekanan hingga penolakan disanan-sini usahakan untuk tetap fokus menuju tujuan. Dan untuk fokus diperlukan ketenangan agar kita bisa memusatkan pikiran.

Semisal kita tengah dalam perjalanan ke suatu tempat berkendara santai ditemani alunan musik radio. Kita yakin sudah di jalan yang tepat walau hanya berbekal petunjuk lisan dari orang yang sempat kita tanyakan. Sekonyong-konyong dipersimpangan jalan kita bingung, berhenti - hendak terus apa berbelok kekiri atau kekanan? Tak jelas! Merasa salah arah, kita butuh ketenangan untuk memusatkan pikiran – refleks seketika mematikan radio. Walau tak yakin apakah radio menguras enerji kita mengingat-ingat kembali petunjuk jalan, tetapi itulah kita. Seolah musik merdu bikin berisik didalam kepala menghisap enerji kemampuan kita pada situasi tertentu.

Menghentikan kebisingan didalam kepala serasa memberi ruang, anehnya kita tak pernah bertanya kenapa? tak pernah memikirkannya mengapa? yang kita tahu itu adalah tindakan pertama - yang benar. Benar begitu?

Mari terapkan prinsip itu, hentikan kebisingan dalam hidup kita, mulailah dari gemerincing suara-suara yang didalam kepala. Tahu caranya-kah? Musnahkan dahulu racun kecanduan yang memicu suara berisik di kepala.

Langkah Pertama: “Jangan pura-pura! Seolah semuanya baik-baik saja”
Walau sudah terbebani tetapi kita malu mengakui. Seyogianya kita tak perlu malu untuk rehat bahkan robot pun butuh waktu perawatan. Tak perlu malu mengaku lelah, itu alamiah. Bahkan untuk berkata ragu pun, itu alamiah. Kita tak perlu berpura-pura kuat memaksakan diri membuktikan bahwa semuanya berjalan baik. Tak usah peduli apa kata orang. Faktanya, bahkan menangis pun adalah cara tepat mengeluarkan airmata dan itu menyehatkan mata.

Langkah Kedua: “Jangan Terbebani Masa Lalu”.
Kesulitan dimasa lalu seyogianya membuat kita lebih bijak menilai situasi. Menjadikan kita lebih mahfum akan arti kesedihan. Situasi sulit bahkan mengundang orang-orang terdekat datang mengajarkan kita cara bagaimana mengelola kesulitan, mengajarkan kita cara agar tidak frustasi, agar tidak kecewa. Agar terhindar dari cengkeraman rasa takut. Pengalaman hidup menjadi guru berharga, membawa berkah tersendiri. Menanamkan pengalaman bahwa tiap hari akan membawa sesuatu yang baru – maka bertindaklah seperti mencuba sesuatu yang baru – antusias-lah!. Jangan terbenam oleh masa lalu.

Langkah Ketiga: “Jangan Hindarkan Perubahan”.
Perlu konsisten memelihara gelora semangat diri untuk selalu siap bertumbuh dan merasa baik karenanya. Walau pertumbuhan tidak selalu terasa baik dan sebaliknya perasaan tidak baik tidak selalu berarti sedang bertumbuh. Perlu keseimbangan, bahkan merasa tidak nyaman juga penting. Tiap pertumbuhan adalah tahap awal dari tepian tahap akhir zona kenyamanan, untuk itu salurkan enerji kearah kemajuan. Ketidaknyamanan adalah akibat perubahan yang terjadi dalam hidup.

Langkah KeEmpat: “Jangan Mau dikuasai Khawatir dan Cemas”.
Kecemasan adalah musuh terbesar yang mencuri tiap kegembiraan hidup. Itu adalah produk dari imajinasi kita, imajinasi yang menciptakan situasi yang tidak diinginkan, yang membangun hal-hal yang serba menakutkan. Harus dihindarkan! Akan lebih bermanfaat lelah karena melakukan sesuatu daripada lelah dihimpit rasa cemas mengkhawatirkan sesuatu yang tak nyata. Jangan sia-siakan jerih payah kita hanya karena didera hantu kecemasan. Perlu keberanian menyelesaikan berbagai hal penting dalam kehidupan kita.

Langkah KeLima: “Mengorbankan Diri untuk orang lain”.
Jangan mengorbankan diri demi seseorang hingga tidak tersisa sesuatu apapun untuk orang-orang yang mengasihi kita. Tiap kali kita terjebak oleh situasi jangan lupa untuk memikirkan kepentingan diri sendiri demi kepentingan orang-orang yang mengasihi diri kita. Itu tidak membuat kita egois tetapi itu akan membuat kita menjadi lebih bijak. Sebenarnya, ini adalah bentuk paling murni dari ketidakberdayaan kita menghargai kehidupan sehingga mengasihi orang lain mengajarkan diri kita untuk tahu cara terbaik bagaimana mengasihi diri sendiri. Dan itulah hidup.

Langkah KeEnam: ”Menjadikan tiap peristiwa bersifat Pribadi”.
Dalam hidup, ada banyak kesempatan untuk kita melakukan sesuatu tindakan yang bersifat pribadi tetapi kita memilih tidak melakukannya. Sebaliknya, jarang orang lain melakukan sesuatu karena oleh kita, umumnya mereka melakukannya untuk kepentingannya sendiri. Jadi walau terlihat pribadi tetapi mungkin tidak. Semisal ketika kita merasa jengkel karena seseorang, cuba telisik lebih jauh apakah orang itu juga terlihat jengkel? Jika tidak, apakah orang itu terlihat lebih hebat hanya karena berhasil menyakiti tanpa merasakan rasa sakit? Penilaian pribadi akan menimbulkan sesal yang berjibun – maka hindarkanlah! Sayangi hidup Anda!

Hakikatnya tiap orang semua sama. Semua bekerja keras untuk bisa lebih baik dengan berusaha berpikir lebih jernih, lebih positif karena tiap orang tertarik membuat perubahan positif dalam kehidupannya.
~Salam Berisik!

Join MySFIteam

 

Rabu, 14 Februari 2018

Rahasia MOTIVASI yang Perlu diKetahui

"Happy are those who dream dreams and are ready to pay the price to make them come true."
~Leon J. Suene

"Berbahagialah mereka yang memimpikan impiannya dan siap menebusnya agar bisa menjadi kenyataan."~Leon J. Suene.
Menginspirasi, bahwa tatkala hidup kita sulit terkadang timbul pemikiran bahwa hidup kita tak akan pernah berubah. Sangat membebani hingga kita kesulitan untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan menuju kearah perubahan. Manakala hidup terasa berat tetaplah fokus pada tujuan, jangan berpaling dari hal-hal yang menjadi impian hati kita. Bagaimanapun kesulitan itu pasti akan berlalu.

“Mungkin saya belum tepat berada persis ditempat yang saya impikan tetapi melihat kembali kebelakang, saya bahagia bisa sampai sejauh ini – sungguh sesuatu yang saya syukuri, tiap saat seiring detak nadi darahku”.

Ungkapan bijak - saya lupa membacanya dimana, tetapi tertanam dalam-dalam dibenak saya. Seolah memberitahu bahwa terkadang kita menutup diri hingga terkesan seolah tak punya pilihan selain menjalani rutinitas hidup, hingga tiba-tiba tersadar kita sudah melangkah menjauh dari himpitan beban yang menggelantung membebani hidup kita. Dan kita mengisi sisa perjalanan hidup kita dengan syukur yang tiada terhingga. Membuat kita terdorong untuk berbagi kepada sesama,

Bahwa:
1. “Keberhasilan Tidak Tergantung Pada Jumlah Modal Yang Kita Punya”:
Punya uang banyak adalah anugrah, menjadikan kita lebih leluasa membuka bisnis menuju sukses. Punya gelar titel tinggi memang benar adalah karunia, bisa membuat kita lebih percaya diri memilih karir yang mencengangkan. Tetapi, walau dengan keterbatasan uang bahkan bertitel seadanya pun, bukan berarti pintu sukses tertutup untuk kita. Kita hanya perlu melipatgandakan kemauan kita dan memenuhinya dengan akal serta kerja keras. Anda boleh tidak percaya, tetapi peradaban dunia telah mencatat sejarahnya bahwa orang yang punya keterbatasan yang malah berhasil menembus batas keberhasilan. Sukses tak terhingga!

Diduga mereka berhasil menerapkan prinsip dasar sederhana, yakni: bahwa daripada membiarkan rasa takut akibat keterbatasan menghentikan langkah dan kemauan, akan lebih baik menjadikannya sebagai tambahan tantangan yang harus ditaklukkan. Kreatifitas menjadi kunci utama!

Bahwa:
2. Jangan pernah berhenti hanya oleh karena: “Selanjutnya Apa?”:
Banyak yang semangat kala memulai, seketika terhenti tatkala diperhadapkan pada situasi “Selanjutnya Apa?”, waduh,,,,!
Memilih berhenti tidak melanjutkan usahanya, hanya karena khawatir didera rasa cemas yang menghantui – Selanjutnya Apa? seolah tak putus tantangan menghadang. Mengganti bisnisnya dengan jenis usaha yang katanya lebih dia kuasai – aturan mainnya.

Yang terus fokus tidak mau berhenti hanya karena harus memahami sesuatu yang baru. Walau takut-takut tetapi siap membuka diri menghadapi tantangan baru hingga akhirnya sukses. Fokus menuju tujuan yang diinginkan.

Banyak yang memilih kesulitan demi terlepas dari derita beban rasa takut akan hal baru – sesuatu yang baru yang sama sekali tidak diketahuinya terasa menyeramkan. Memilih keluar walau rugi sejumlah tertentu (saat ini) karena itu dianggap lebih bisa diterima akal daripada nanti bisa kian semakin merugi - engga jelas. Berhenti tidak mau keluar dari zona nyaman.

Bahwa:
3. Jangan berhenti menciptakan “jaringan lingkaran sehat”:
Ketika rasa takut menghantui salah satu cara terbaik yang disarankan adalah dengan bertanya pada tiap orang disekitar lingkungan kerja kita, lebih positif dan menyehatkan. Terkadang kita tidak perlu jawaban lengkap untuk bisa memutuskan langkah berikutnya, bahkan terkadang rencana yang ada kurang memadai menghadapi situasi ditahapan tertentu. Tetapi lingkungan yang positif akan membantu untuk memutuskan yang terbaik.

Orang dilingkungan kerja bisa menjadi sumber ilham, menjadi sumber ide gagasan baru yang diperlukan menghadapi berbagai tantangan, tetapi jangan terlena, jangan sampai kita ragu akan kemampuan diri sendiri hingga melumpuhkan langkah bisnis kita. Hati-hati adalah kunci keberhasilan!

~salam Motivasi!
JoinMySFIteam
 

Rabu, 07 Februari 2018

Menjadi Rentan Sangat Berbahaya!

-->
"Do not wait; the time will never be 'just right.' Start where you stand, and work with whatever tools you may have at your command, and better tools will be found as you go along."
~Napoleon Hill

Email seseorang membuatku tertegun mengalihkan perhatian karena mengusung sesuatu hal penting - untuk disimak!
Katanya, ketika berusia dua puluhan, saya memiliki visi seolah berharap hidup ini hanya akan berjalan mengikutkan lorong lingkar memutar, masuk dan terjebak. Kegagalan demi kegagalan Saya pelajari ulang hingga merasa bahwa saya tidak pernah sukses. Mengingat-ingat kembali mimpi yang dialami. Dicekam rasa takut, Saya bahkan mengurung diri agar jangan sampai pernah bahagia dicinta dan mencinta. Saya menghabiskan waktu dengan merenung tertanya-tanya; ada gerangan apa hingga kehidupan ini begitu menyedihkan?”.

Nelangsa! Didekap keyakinan beracun. Selang beberapa waktu, saya tergerak memunguti kembali ceceran nurani sembari menghindar dari jebak kekosongan jiwa. Menyibukkan diri dan saya berhasil menemukan lagi jati diri. Ini saya sampaikan karena saya tahu Anda  pun tengah berjuang mengusir si iblis yang meracuni nurani Anda. Dan kita semua melakukannya!

Telah banyak peristiwa yang saya telah hadapi hingga tahu bagaimana perihnya dihimpit keyakinan yang beracun. Kini saya ingin berbagi.

#“Masa lalu adalah indikasi saat ini”:
Pikiran cenderung menganggap peristiwa masa lalu kelak akan kembali menimpa dan akan kian banyak peristiwa yang sama menimpa.

Untuk beberapa alasan aneh, hal mengingat-ingat masa kelam seperti itu tidak terjadi jika keadaan berjalan baik. Hilang jika hidup penuh sukacita - menyenangkan. Tetapi disaat kita tengah berjuang, bayang-bayang buruk masa lalu kian mudah menumpuk. Semakin larut terhanyut, pikiran kita sendiri kian ikut membebani bahkan dipenuhi ramalan serba tidak menyenangkan.

Semakin dibiarkan semakin kita tersudut, semakin tenggelam seolah kita sendiri yang berupaya menghidupkan kembali kegetiran peristiwa masa lalu. Itu yang memicu persepsi yang seharusnya tidak perlu ada sejak sedari awal.

#“Sudah terlambat untuk melakukan perubahan”:
Pikiran kerap membuat kita memelihara perilaku buruk. Seolah tidak ada yang tepat. Seolah kehidupan ini adalah garis lurus bersambung tidak putus-putus.

Meski sadar bahwa tiap peristiwa ada waktu masa terjadinya. Dan bahkan peradaban dunia pun ada era terjadinya, tiap sejarah tunduk pada ketentuan waktu saat terjadinya peristiwa – pada jamannya. Tetapi tekanan teman dan dorongan keluarga serta tekanan beban pekerjaan dan image ditengah masyarakat bisa membuat kita merasa hancur.

Jika menganggur tidak punya pekerjaan, hubungan keluarga yang retak, gaya hidup yang tidak senonoh bahkan jika ada perbedaan usia yang tidak sepadan pun, bisa membuat kita merasa bersalah. Dan berpikir, diri kita entah bagaimana telah begitu rusak.

Itu tidak benar - sama sekali salah! Karena kita boleh mundur, kita bahkan diijinkan mencari tahu borok kelakuan yang salah, diberi waktu menata ulang kehidupan. Diberi dispensasi tambahan waktu - jika membutuhkannya.

Meski hidup tak beraturan seolah pasang surut zig-zag berantakan, itu pertanda kita tengah tumbuh - sedang berupaya. Tak ubahnya ketika menyusuri jalanan, terlihat naik turun bergelombang mengikutkan permukaan jalanan hingga disuatu ketika kita putuskan mengubah arah – agar nyaman, dan itulah hidup.

Hidup adalah tumpukan pengalaman bersambungan dari satu momen ke etape momen berikutnya. Jadi apapun dirimu sekarang ini ketahuilah itu akan berubah jika kita menginginkannya. Malah terkadang hanya perlu memilih sesuatu yang baru.

#“Menjadi rentan sangat berbahaya”
Pikiran cenderung menghantui, takut berkata jujur! Khawatir menyampaikan. Cenderung diam, memilih membiarkan orang lain tahu apa artinya itu bagi kita. Dan ini tidak sehat!

Cinta dan Kebahagiaan mengakibatkan kerentanan. Ini tidak dimaksudkan untuk memoles diri agar tidak terlihat buruk, tetapi tentang kekasaran diri yang kerap kita sembunyikan dari realitas dunia. Kita tak pernah jujur menilai dunia, sulit karena kejujuran beresiko tinggi. Bisa-bisa kita diblokir pergaulan, kehilangan teman atau malah dikucilkan keluarga.

Tetapi, ketahuilah mempertaruhkan sesuatu yang berharga tidak akan aman! Apalagi Cinta dan Kebahagiaan partus dari diri kita sendiri. Sangat berharga tak heran jika kita rentan karenanya. Dan itu terjadi merata menimpa semua. Dan kita perlu berjuang melepaskan diri dari himpitan ini agar bisa hidup lebih baik dan berpikir jernih. Jujur menjalani hidup dan terbebas dari sakit hati.

Kembangkan kapasitas pribadi walau terkadang kita tak tahu apa yang sesungguhnya kita inginkan namun waktu pasti akan menjawabnya!

~salam Berubah!
JoinMySFIteam!
 

Senin, 05 Februari 2018

Kewenangan Hidup!

"A person struggles. You help. A door needs to be opened. You open it. A piece of trash is in your path. You pick it up and throw it away. A child needs some extra attention. You give it. A job needs to be completed. You do it. One more act of kindness a week will add 52 moments of inspiration to your year. Push it to two a week and you add more than 100. Imagine the possibilities."
~Sam Parker and Mac Anderson

Konon tanpa kemajuan hidup akan mandek menjadi depresi. Satu-satunya yang konstan dalam hidup adalah perubahan, jadi jika kita tak berminat mengembangkan bakat keterampilan, hidup akan stagnan.

Baru-baru, ada teman yang memberi wejangan perihal Kunci Istimewa, olehnya disampaikan Kunci ini mampu menghadirkan kebahagian, menjadikan kita lebih percaya diri. Dunia seolah menjadi pemandangan yang menakjubkan. Mengagumkan!

Katanya, kita harus selalu ingat hidup kita sangat unik dan istimewa apalagi kita telah diberkahi benih kebesaran. Punya tujuan masing-masing dan kita telah diberi pekerjaan dan tidak ada orang lain yang bisa melakukannya sebaik kita! Dibekali bakat dan diberikan ukuran iman untuk melakukan apa yang Dia minta untuk kita lakukan. Meski berbeda tetapi itu menjadikan perbedaan yang indah.

Jika pun kita diperhadapkan pada perbantahan hingga penolakan, tetapi kita harus terus yakin melangkah maju.

Daripada fokus membuat alasan mengapa kita tidak bisa melakukan apa yang ingin kita lakukan, akan lebih bermanfaat jika kita fokus mencari satu saja alasan - mengapa kita bisa melakukannya! Lebih mudah melakukan satu hal daripada memelihara alasan untuk menunda-nunda tiap-hal.

Kita harus percaya betapa diri kita ini tidak selemah yang dikhawatirkan. Ketika kita benar-benar percaya, tak akan ada yang bisa menghentikan upaya kita mencapai apa yang diinginkan.

Kemauan menjadi awal pemicu rasa percaya diri, dan itu akan membangun Niat dan Kesempatan. Meski penolakan tak putus berkesinambungan namun dengan keuletan akan menggiring sukses keberhasilan berpihak ke kita.

"You can experience rejection for free or you can do it for money. Nobody likes rejection but it is a fact of life in just about every thing you do. In business, deal with it or stay poor."
~Jack M. Zufelt

Katanya - lagi, kita harus yakin kala satu pintu tertutup akan ada pintu lain yang terbuka menuju keberhasilan. Kita bahkan tidak pernah berpikir untuk bisa mencapainya dengan berbagai cara yang berbeda. Tetapi rasa percaya diri akan mengarahkan semua dukungan. Partus-lah motivasi dan inspirasi!

Bahkan keberhasilan orang lain akan menjadikan orang satu lainnya menjadi lebih percaya diri melakukan yang lebih baik untuk mereka. Sejarah peradaban telah mencatatkannya!

Pengalaman pahit seolah pelatihan unik. Kesalahan kegagalan menginspirasi pemanfaatan semua materi, menjadikan tiap hal menjadi sangat berharga. Akumulasi rasa ingin tahu menjadi pengetahuan lebih trampil membangun hal yang lebih berarti. Hidup adalah pengulangan!

Alasan ketiadaan modal yang dinilai kerap menjadi ganjalan terjawab dengan gelora keinginan bekerjasama dengan orang lain. Tiap orang akan memerlukan orang satu lainnya, berkelompok dan membangun aturan sosial. Itulah yang menghadirkan kewenangan hidup! Yakni, tak lelah memberangus penghambat keberhasilan!

Yang berwenang paham akan hal itu!

"Obstacles are like wild animals. They are cowards but they will bluff you if they can. If they see you are afraid of them...they are liable to spring upon you; but...if you look them squarely in they eye, they will slink out of sight."
~Orison Swett Marden

~salam Yang berWenang!
JoinMySFI-It is Free


Kamis, 01 Februari 2018

Hidup Menjadi Lebih Berarti!

-->
"As long as you know what it is you desire, then by simply affirming that it is yours - firmly and positively, with no ifs, buts, or maybes - over and over again, from the minute you arise in the morning until the time you go to sleep at night, and as many times during the day as your work or activities permit, you will be drawn to those people, places, and events that will bring your desires to you."
~Scott Reed

Konon katanya tipikal individu perseorangan cenderung terbagi kedalam 3 (tiga) kategori, Yakni:

1) Yang ber-Orientasi pada Tugas:
Yaitu mereka yang kehidupannya monoton terjebak dalam pusaran kegiatan melaksanakan pekerjaan sesuai “daftar kegiatan yang harus dikerjakan (to-do-list)”. Tiap saat melakukan hal yang sama, berulang-ulang secara terus-menerus terhanyut dalam kehidupan - Demi Tugas!

2) Yang ber-Orientasi pada Tujuan:
Disematkan kepada individu yang setiap saat fokus pada “apa target yang harus dicapai”. Kesehariannya dimulai dengan Target, target,,, istirahat tidur bangun keesokan harinya dengan ‘apa target?’ Hidup untuk tujuan tanpa pernah menikmati proses pencapaian saat melakukannya.

3) Yang berOrientasi pada Fungsional-nya:
Yakni perorangan yang tiap saat menyelaraskan aktivitasnya sesuai panggilan talentanya. Semata-mata hanya itu. Tidak ada minat lain! Tidak ada keinginan lain. Tiap hal harus sesuai bakatnya yang dia anggap sebagai panggilan jiwa! Merekalah penikmat hidup yang begitu-begitu saja - hingga tiba waktunya.

Konon ketiga kategori diatas perlu dilengkapi dengan kategori ke-empat, Yakni:

4) Yang ber-Orientasi pada Keseimbangan:
Disebut begitu karena kesehariannya diisi dengan kegiatan lebih pada upaya menjaga keseimbangan alam dan pengisinya. Nyaris tanpa tujuan tanpa tugas, pun tidak bersedia diserahi penugasan, bahkan fungsional-nya sebagai individu perseorangan pun diabaikan.

Dikalangan pencinta damai mereka dielu-elukan sebagai tokoh pengusung cinta pembopong kasih sayang. Tetapi bagi kalangan pejuang mereka diberi stigma sebagai individu mati rasa, tak bernyali - tapi ingin dicinta.

Mengisi kehidupannya dengan prinsip dasar keseimbangan. Memelihara kuat pemahaman bahwa tiap hal yang diambil dari alam seyogianya dikembalikan lagi dalam bentuk yang menurutnya setara mengikutkan konsekwensi logis berdasarkan standar ukuran pribadinya.

Dalam banyak peristiwa kategorial ini disanjung selangit untuk kemudian dicerca kala menerima pendapat bahwa kedamaian pun hanya akan bisa dicapai dengan jalan kekerasan - perang. Realitas! dan itu telah ada sejak manusia mendokumentasikan sejarah peradabannya.

Kita disarankan untuk berupaya mengenal jati diri agar tahu masuk kategori yang keberapa? tujuannya untuk menyelaraskan visi jiwa dengan impian kita. Agar hidup menjadi terbarukan, menjadi lebih bisa menerima keadaan serta menjadi lebih percaya diri dan tidak lagi mencemaskan ketidaksempurnaan. Menjadi lebih leluasa memahami muasal keterjadian sesuatu peristiwa. Perjalanan hidup kita akan dipenuhi intuitif belas kasih berkelimpahan cinta dengan didukung kesadaran bahwa diri kita adalah manifestasi dari Yang Ilahi.

Hidup menjadi lebih berarti!

"Take a second look at what appears to be someone's 'good luck.' You'll find not luck but preparation, planning, and success-producing thinking... "
~David Joseph Schwartz

~Salam Berarti!
FREE