“The
more a man knows, the more he forgives."~Confucius, philosopher.
‘Semakin seseorang berpengetahuan luas akan semakin bijaksanalah
dirinya’ demikian Confucius berkata, dan dengan itu Aku awali posting ini. Agar kiranya mencapai relung
hati kita, agar lebih teliti tidak tergopoh-gopoh membeli berbagai tawaran
bisnis online. Ketahuilah berbisnis tidak akan berhasil jika dengan hanya
membeli petunjuk bisnis. Petunjuk itu bagus, tetapi pastikan itu bukan dari
orang yang hanya mendengar keberhasilan orang lain dan menjualnya dengan berkata
"Cara Mendapatkan Uang dari Bisnis Internet". Jangan tergoda oleh pengakuan
berhasil memimpin di lini industri online tetapi menjual "petunjuk bisnis"
dengan Autoresponder. Periksa lebih seksama daripada rugi waktu, materi. Bila
sudah terjadi jangan sesali diri, bergegaslah melupakannya. Tak usah lelah
menirunya karena bukan bisnis seperti itu ‘bisnis online yang kita inginkan’.
Kegigihan adalah ciri pekerja keras tetapi jika tidak percaya diri, pebisnis penyedia layanan jasa petunjuk bisnis akan terus berdatangan menjual obat kuat percaya diri - diskon 99%. Dan akan terus seperti itu hingga rasa percaya diri kita terkubur dalam kemilau lamunan. Bukan keberhasilan seperti itu yang kita inginkan. Bisnis itu penuh akan janji keberhasilan tetapi yang dijual hanya sebatas pengharapan keberhasilan. Sulit membedakannya, sama sulitnya untuk menemukan orang yang mengajarkannya setelah ia berhasil membuktikannya sendiri. Bahkan bila pun itu ada, khawatir kita sudah lelah bermimpi akhirnya lebih memilih untuk berkata ‘Tidak!’. Ketahuilah prinsip dasar bisnis online adalah ‘MENGAJARKAN’-nya. Itu alasan yang menjadikan bisnis ini sukses menggurita. Yang dijual adalah ‘KEMUDAHAN’. Agar bebas berkreasi, berinovasi dalam batas kelayakan koridor bisnis. Itulah “ALASAN” yang menjadikan ‘bisnis online berbasis rumahan’ serasa susah tetapi tidak sepenuhnya mudah.
Adakalanya, sebuah alasan baik tidak pernah ditemukan, dan bila kita tidak bisa memahami itu ‘apa dan kenapa’ maka itupun bukan alasan yang tidak baik. Dalam banyak hal, alasan wajib dicari demi sebuah jawaban. Tetapi selalu ada banyak alasan untuk tetap menjaga sesuatu ‘alasan’ agar tetap menjadi ‘ALASAN’. Yang ini bukan ‘alasan’ untuk kita berdebat. Tetapi itulah ‘alasan’ untuk mengatakan bahwa; 'salah satu karakteristik utama dari seorang pemimpin di bisnis online adalah ‘memimpin dengan contoh’. Lihatlah para millioner yang terus termotivasi seolah tak henti menghela uang, semisal; Oprah, Bill Gates, Warren Buffet, Mark Cuban, Gerry Carson, dll.. Selalu berpacu dengan waktu seakan bakal kehabisan waktu - nyata memimpin dengan contoh. Bergegas mengawali hari, semangat, uang yang berkelimpahan tidak membuat mereka berhenti berusaha agar orang lain bisa ‘MENIRU’ keberhasilan mereka, dan bisa DITIRU orang satu lainnya. Apakah itu, ‘ALASAN’ yang mereka perjuangkan?
Meniru dengan ‘MENGAJARKAN”-nya adalah kunci keberhasilan. Internet pun ditiru dari tipikal telekomunikasi, bisnis layanan online juga ditiru dari bisnis riil. Tiap orang meniru satu lainnya, hidup kini ini pun ditiru dari hidup era sebelumnya. Meniru adalah cerminan kreatifitas memompa keluar imajinasi hingga tiap elemen berubah dan bertumbuh. Akan terus seperti itu, meniru ditiru dan menirukannya lagi. Serasa geli jika ada yang gembar-gembor seolah dialah penemunya. Telisiklah, tidak satupun hal baru, tetapi setiap satu daripadanya adalah tiruan baru. Barangkali, hanya karena keberadaan pendatang baru di bisnis ini yang membuatnya menarik dan terus menghasilkan. Dan kita disini bergabung untuk ‘ALASAN’ itu, bergabung demi melihat orang lain berhasil. Sukses menjadikan bisnis layanan online berbasis rumahan jadi jembatan rangkaian keberhasilan lainnya. Keinginan kita sama yakni ingin berbisnis dengan tetap berada bersama keluarga.
Setiap orang menginginkan yang terbaik. Bila kita antusias membantu orang lain dengan ‘MENGAJARKAN” bagaimana meniru keberhasilan dengan terlebih dahulu menirunya, maka bisnis ini milik kita. Dan akan besar menggurita atas dasar prinsip itu semata, dan tiap pribadi dari kita memiliki apa yang diperlukan untuk itu. Kita HANYA harus percaya bahwa segalanya sudah ada pada tempatnya. Persis seperti janji ibu kita, bahwa sejatinya kita itu terlahir bersama-sama dengan kejayaan kita. Dan poin itulah yang Aku hendak sampaikan yakni: ‘Rasa Percaya Diri’. Itulah warisan terbesar dari ibu kita. Warisan itulah pendamping pemandu sejati ketika kita melalui labirin lorong waktu menggapai lembar terakhir dari buku perjalanan bisnis ini. Tidak perlu mencarinya kemana-mana, tidak perlu membeli obat untuknya. Dan kita akan berhasil hanya bila kita menginginkannya dan PERCAYA DIRI. Itu saja! Kiranya dapat memahaminya.
Salam Sukses
Selalu