“Perseverance is the hard work you do after you get tired of doing the hard work you already did.”
~Newt Gingrich
~Newt Gingrich
Akhirnya Anda telah mencapai yang Anda inginkan. Tujuan dan keberhasilan Anda telah tercapai. Pada titik ini Anda harus menyaring beberapa hal khusus. Anda harus mempertahankan apa yang telah Anda bangun, semuanya berubah dan sebagainya. Anda harus berhati-hati agar tidak kehilangan segalanya.
Jangan memaksakan kehendak tetapi cobalah untuk menerima batasan dan carilah waktu untuk menemukan keseimbangan dan harmoni. Dengan bantuan bintang-bintang, Anda akan dapat menjernihkan perselisihan dengan rekan, membangun kembali komunikasi dan keinginan untuk berbagi lebih banyak.
Sisi emosional Anda selalu terlihat menonjol, tetapi pada hari seperti hari ini, itu adalah nilai tambah bagi Anda dan orang-orang di sekitar Anda. Ini adalah saat ketika Anda bisa merasakan kebaikan mengalir melalui Anda ke dunia luar.
Semua hal berakhir baik - termasuk hal buruk yang dilakukan. Inilah momen yang tepat untuk mencerabut kayu mati, meninggalkan kapal yang tenggelam dan, beristirahatlah sejenak. Anda tidak perlu memperpanjang penderitaan apalagi, sesuatu yang lebih baik menunggu di sisi lain.
Seperti itulah untaian kalimat penyemangat dari orang yang dengan senang hati berbagi memberi saran, dan berusaha menyenangkan kita.
Tak mudah mendengarkan apa yang dikatakan orang lain tentang hidup kita, apalagi memahaminya. Dan, kita perlu awas terhadapnya, jika tidak diwanti-wanti akan pecah perang dibenak kepala, sebagian menerima dan bagian terbesar akan membantah, menolak mentah-mentah. Terbebani, khawatir akan berbenturan dengan kehendak serta keinginan anak sanak saudara atau bahkan akan berbenturan dengan kepentingan orang-orang yang terbiasa di sekitar kita. Mungkin diperlukan penjelasan tambahan atau mungkin kita malah akan goyah kala menjadi tidak sependapat.
Tak mudah mendengarkan apa yang dikatakan orang lain tentang hidup kita, apalagi memahaminya. Dan, kita perlu awas terhadapnya, jika tidak diwanti-wanti akan pecah perang dibenak kepala, sebagian menerima dan bagian terbesar akan membantah, menolak mentah-mentah. Terbebani, khawatir akan berbenturan dengan kehendak serta keinginan anak sanak saudara atau bahkan akan berbenturan dengan kepentingan orang-orang yang terbiasa di sekitar kita. Mungkin diperlukan penjelasan tambahan atau mungkin kita malah akan goyah kala menjadi tidak sependapat.
Ketahuilah, ada banyak orang yang tampaknya punya segudang gagasan tentang hidup orang satu lainnya, punya pendapat bahkan saran tentang apa yang orang lain harus lakukan dalam kehidupannya. Namun, kala ketika balik ditanyakan ke orang tersebut bagaimana dengan kehidupannya sendiri? Terlihat banyak yang goyah! Karena didalam benaknya pun, orang itu juga punya pemikiran yang mengakui bahwa dirinya tidak sama dengan orang lain, bahwa orang lain bukanlah dirinya. Berbeda dan punya kehidupan yang berbeda juga.
Karenanya, apa yang dikatakan orang lain tentang kehidupan kita, akan berbeda ketika dibalik tanya apa yang dia akan katakan tentang kehidupannya. Mari lihat contoh sederhana! Ibarat tukang cukur rambut, tidak setiap orang bisa mencukur sendiri rambut di kepalanya, jika pun ada yang bisa, hasilnya tidak akan sebagus jika tukang cukur itu diminta mencukur rambut orang lain dan rambutnya sendiri dicukur oleh orang satu lainnya. Sekilas tidak berarti apa-apa, tetapi jika disimak, sesungguhnya begitu itulah hidup dan kehidupan!
Mari masuk ke Alam angan-angan!
Cuba bayangkan apa yang akan terjadi jika Anda berhenti mendengarkan orang lain? Dan sebaliknya, apa yang akan terjadi jika tiap orang berhenti mendengarkan orang satu lainnya?
Apakah kehidupan Anda menjadi lebih damai? Belum tentu juga!
Atau, apakah kehidupan Dunia menjadi kacau balau? Tak tahu juga! karena sejarah peradaban tidak pernah mencatatkannya!
Apakah kehidupan Anda menjadi lebih damai? Belum tentu juga!
Atau, apakah kehidupan Dunia menjadi kacau balau? Tak tahu juga! karena sejarah peradaban tidak pernah mencatatkannya!
Yang pasti, tak seorang pun pantas melanjutkan hidupnya dengan konsekuensi pilihan orang lain. Biarlah setiap orang menjalani hidupnya, jika pun salah itu adalah tentang hidup dan kehidupannya. Bagaimanapun dia akan menemukan kesalahannya di sepanjang perjalanannya. Beri kesempatan memperbaikinya!
Jika siorang itu memutuskan ingin hidup dimasa lalu maka akan selamanya dia berada dalam penyesalan hidup, namun jika berkeinginan melanjutkannya ke masa depan, maka tidak akan dia mengulangi kesalahan yang membebaninya.
Bilamana menolak belajar dari kesalahan masa lalunya maka dia tidak akan pernah tahu berapa banyak rasa perasaaan menyakitkan yang ditimbulkannya, dan kelak rasa sakit itu akan berbalik menghampiri.
Dan, akan timbul rasa takut akan membuat kesalahan! Dan itulah rasa takut yang luar biasa menyakitkan dari tiap rasa takut yang paling menakutkan yang dia pernah ketahui.
Itu yang disebut, rasa takut melepaskan haknya hidup!
Karena, hidup adalah takut maka hiduplah dalam takut!
~Salam Takut luar biasa!


