Kamis, 26 November 2015

RAHASIA MENULIS -: Saluran Komunikasi Terbaik adalah Menulis

“Komunikasi tertulis sangat penting tetapi bagaimana cara kita untuk bisa menulis dengan baik menjadi pertanyaan yang patut mendapatkan jawaban cerdas.

Membuat “Laporan tertulis atas jalannya sesuatu kegiatan” atau ‘notulensi’ menjadi bukti kemampuan kita mengikuti jalannya sesuatu kegiatan. Tiap orang bisa melakukannya jika terbiasa mencatat hal-hal secara sederhana dengan cara dan bahasanya sendiri. Penataan sistematika kosakata secara alamiah akan meningkat seiring dengan bertambahnya perbendaharaan kata-kata apalagi jika kita selalu berusaha memudahkan pembaca memahami. Membuat “Laporan Bisnis” pada dasarnya sama berbeda hanya pada rancang bangun penataan hal-hal pokok serta jika ada hal-hal khusus semata, terutama karena fungsi kegunaannya sebagai dokumen bisnis dan ditujukan untuk pebisnis/ orang-orang tertentu.

Konsentrasi sembari fokus memperhatikan, mencatat beberapa hal penting secara singkat sederhananya akan meningkatkan keterampilan menulis. Awali dengan mendengarkan baik-baik jalan pembicaraan, menangkap inti pokok dan tujuan pertemuan, menuliskan uraian penting secara sistimatis akan menghasilkan dokumen yang berkualitas. Anda tidak perlu menjadi professor doktor untuk bisa menulis.

1) Konten Tulisan
Mengenal pembaca untuk menyesuaikan konten tulisan, memenuhi spesifikasi informasi yang dibutuhkan - tentang hal apa yang diperlukan. Mengumpulkan data yang relevan, menata dokumen pendukung, memilih kosakata yang tepat agar tidak mengaburkan perhatian. Tambahan grafis, tabel atau gambar yang tepat akan mendukung bahkan mengedit tampilan menjadi upaya maksimal penyajian konten tulisan.

2) Tujuan Penulisan
Mengklarifikasi tujuan tulisan sangat diperlukan jika hendak menulis laporan dan mengklarifikasinya secara ringkas merupakan upaya untuk bisa menetapkan tujuan tulisan serta batasan-batasannya secara jelas.

3) Memetakan Pembaca
Penetapan konten catatan, tujuan penulisan dan adanya upaya memetakan audiens atau pembaca merupakan upaya prasyarat memenuhi kepuasan pembaca.

4) Tampilan Tulisan
Rancang bangun struktur tulisan umumnya dimulai dengan menetapkan struktur awal (outline), tak ubahnya jika kita hendak membangun maka penataan fondasi adalah penting dan diperlukan guna mendapatkan hasil yang baik. Urutan materi awal, yang disajikan di tengah dan akhir tulisan, pengaturan data, grafis atau gambar menjadi bukti upaya membujuk ketertarikan membaca berbagai informasi yang terkandung di dalamnya.

5) Informasi & Gaya Tulisan
Memilih informasi yang hendak disajikan dimulai dengan mengumpulkan serta mengevaluasi informasi, menetapkan informasi yang relevan serta memutuskan batasan detil rinci yang hendak disajikan demi kemudahan memahami. Alur penulisan kosakata serta tampilan rancang bangun akan menjadi gaya penulisan dan Anda tinggal mengembangkannya saja dengan berlatih dan melatih diri menulis dengan baik.

Kalimat pendek sederhana akan dapat meningkatkan potensi keterbacaan, kosakata yang populer serta akrab dapat melahirkan kejelasan makna bahkan bisa menyingkirkan kejenuhan yang membosankan.

Struktur, drafting letak teks memerlukan pola tersendiri untuk menghindarkan pembaca teralihkan, letak teks judul, bullet atau nomor bahkan daftar tabel, grafik, diagram, bahkan jika ada pertanyaan dan jawaban, dll agar disusun berturutan sistematis. Hindarkan kesalahan penggunaan tanda baca, penggunaan kosa-kata yang membingungkan serta bahasa yang buruk, pemanfaatan alat, gambar yang tidak relevan.

Jangan lelah untuk membaca ulang secara berulang-ulang, untuk mengedit serta mengkoreksi agar dampak tulisan bisa maksimal.

"A positive attitude may not solve all your problems, but it will annoy enough people to make it worth the effort.~Herm Albright

~Salam sukses selalu

Minggu, 15 November 2015

Cara Terbaik Membebaskan Diri dari Kepenatan Pikiran

"To make mistakes is human; to stumble is commonplace; to be able to laugh at yourself is maturity."
~William Arthur Ward

Pekerjaan mudah yang sulit adalah ‘bertanya’ dan pekerjaan sulit yang mudah adalah ‘berpikir’. Tidak mudah menjelaskan detil dari keduanya, tidak heran jika Anda kini turut bertanya ‘saya ini sedang apa kah?’ dan itu tidak memerlukan jawaban. Konon, jika sesuatu pertanyaan diajukan secara cerdas cermat, itu otomatis akan merupakan jawaban yang tepat. Maka jika terjadi sesuatu ‘tanya-jawab’, itu merupakan upaya mempertemukan tingkat kecerdasan si bodoh dengan tingkat kebodohan si cerdas. Membingungkan bukan, ‘kenapa bisa begitu?’.

Diyakini gumpalan pertanyaan berkhasiat membebaskan diri dari kepenatan beban pikiran. Silahkan percaya setelah Anda membaca habis hingga ke titik terakhir.

1. Berapa lama lagi Anda akan hidup?

2. Pernah kah Anda mencari tahu berapa lama lagi usia Anda?

3. Jika ternyata usia Anda begitu singkat, mengapa masih saja melakukan hal-hal yang tidak Anda sukai?

4. Mengingat usia Anda, masih ada lagi kah yang belum Anda lakukan?

5. Jika semua hal sudah Anda lakukan, cuba diingat – ingat lagi, barangkali masih ada yang belum selesai, apa lagi kah?.

6. Barangkali Anda belum mengubah surat wasiat terakhir Anda, bagaimana agar pembagian warisan bisa membahagiakan semua?

7. Andai kebahagian adalah mata uang yang berlaku internasional dan bisa digunakan sebagai alat tukar, harus kerja apa agar Anda bisa kaya?

8. Apakah Anda yakin membahagiakan tiap orang adalah tugas pekerjaan Anda dan kini ini Anda tengah berusaha melakukannya – terakhir kalinya?

9. Jika usia hidup rata-rata manusia hanya 78 tahun saja, bagaimana Anda akan menjalani nya? Bagaimana jika 1.058 tahun?.

10. Apakah diperlukan titel gelar untuk itu?, jika ternyata tidak, kenapa Anda harus lelah mendapatkannya? Kenapa tidak meminta nya saja – barangkali Anda akan ditanya - mau titel gelar apakah?

11. Yakin kah Anda bahwa Anda benar-benar telah melakukan hal-hal yang benar saja atau malah hanya melakukan hal-hal yang salah?

12. Katakanlah Anda memiliki beberapa sahabat, kala dalam satu jamuan terjalin perbincangan dan dalam pada itu beberapa diantaranya mengkritik secara tidak senonoh salah seorang diantaranya tanpa tahu bahwa orang itu adalah sahabat karib terdekat Anda, dan Anda tidak bisa membenarkan itu terjadi, akan kah Anda menghentikan jamuan itu atau mengusir sahabat pengkritik itu atau malah mengajak pergi si orang yang dikritik?.

13. Jika Anda dipersilahkan menasihati Anak yang baru lahir, nasihat apa gerangan yang Anda akan sampaikan?

14. Jika Anda menghalalkan segala cara demi menyelamatkan orang yang Anda kasihi, pernahkah Anda terpikir bahwa itu akan melanggar hukum?

15. Apakah Anda pernah melihat didalam kegilaan tindakan seseorang ada terselip kreativitas unik yang bisa menguntungkan Anda?

16. Apakah Anda tahu bahwa Anda telah melakukan sesuatu yang berbeda dengan kebanyakan orang?

17. Pernahkah Anda mencari tahu bahwa hal-hal yang membuat Anda berbahagia malah telah membuat orang lain tidak berbahagia?

18. Ketika Anda benar-benar sangat ingin melakukan sesuatu tetapi demi sesuatu lainnya Anda tidak tega melakukannya, kecewa kah Anda?

19. Apakah ada rahasia yang ingin Anda sampaikan ke tiap orang?

20. Andai saja Anda dibebaskan memilih ibu bapa Anda, menjadi anak turunan siapa yang Anda inginkan, dan mengapa harus itu?

21. Kala tengah di dalam lift, telah berkali–kali terbukti cukup sekali penjet Anda akan tiba di lantai yang dituju. Apakah Anda benar-benar yakin hal itu akan terus begitu, atau malah terdorong berulang-ulang memenjet tombol itu agar tidak keliru?

22. Andai diperbolehkan memilih, apakah Anda lebih suka memilih menjadi seorang berpredikat jenius tetapi mengkhawatirkan tiap orang atau akan lebih memilih berpredikat bodoh tetapi menyenangkan?

23. Penah kah Anda bertanya ke diri sendiri, mengapa Anda menjadi seperti sekarang ini? Masih bisa kah Anda berubah?

24. Dari sekian banyak orang yang Anda kenal, tipikal orang yang bagaimana yang benar-benar Anda inginkan menjadi sahabat karib Anda?

25. Pernahkah Anda merasa sangat menderita ditinggal pergi seorang sahabat dan menjadi penyendiri sepeninggalnya bukan malah membangun persahabatan baru dengan orang–orang di sekitar Anda?

26. Dari tiap hal yang Anda sesali yang mana yang paling Anda syukuri?

27. Kenapa Anda kerap menyesali kenangan lama Anda dari pada membangun ulang bagian–bagian awal kenangan yang baru untuk kelak menambah lembar kenangan yang sudah ada?

28. Kenapa Anda selalu menuntut kebenaran akan tiap hal tanpa Anda yakin akan mampu menerima konsekuensinya tanpa mencemooh? Sekuat apakah batin Anda menerima kekecewaan?

29. Dari tiap hal yang Anda takuti, ketakutan yang bagaimana yang benar-benar terjadi dan menjadi kenyataan; Kenapa Anda masih takut jika itu akan terulang kembali? bukankah Anda telah berpengalaman akan hal yang seperti itu?

30. Masih ingat kah Anda akan kemarahan Anda di bulan lalu? Kepada siapa? dan perihal apakah itu?

31. Kenapa kebencian yang membekas di hati Anda perlu untuk diingat dan dikenang tiap detil nya?

32. Apakah Anda ingat masa kecil Anda yang bahagia? saat kapan kenangan istimewa itu? Masih adakah keinginan Anda untuk mengulangi nya?

33. Kapan terakhir kali Anda merasa sangat hidup dan bersemangat penuh?

34. Jika saat-saat seperti itu tidak Anda alami kini, lalu kapan? Sudahkah Anda berusaha mendapatkan kembali saat-saat seperti itu? Benarkah Anda merasa berbahagia disaat seperti itu?

35. Jika saat–saat berbahagia seperti itu belum tercapai, apakah Anda merasa kehilangan sesuatu? Apa gerangan itu?

36. Apa kah Anda pernah berbicara ke seseorang semisal sesuatu kata – tentang hal apa saja, kemudian Anda melengos pergi begitu saja tak lagi menghiraukannya dan Anda merasa bahwa si orang tersebut tidak pantas untuk ikut membicarakannya? Hal apa itu? Dan kepada siapa kah itu?

37. Tiap Agama pastilah mengajarkan kasih sayang serta cinta kasih terhadap sesama, tetapi tiap para penganutnya tak lelah berperang dan saling membenci satu sama lainnya seakan menjauh dari prinsip cinta kasih yang diajarkan itu? Apa gerangan penyebabnya? – apa ada alasan lainkah?

38. Kenapa tiap orang dipenuhi keraguan ketika tahu mana yang baik dan mana yang jahat hingga tiap orang ketika hendak menyampaikan pendapatnya memerlukan dukungan pendapat orang satu lainnya?

39. Mari lamunkan undian berhadiah, jika saat ini Anda diumumkan sebagai pemenang senilai sejuta dolar, akan kah Anda keluar dari pekerjaan Anda yang sekarang?

40. Mana yang paling Anda sukai, memiliki sedikit pekerjaan dan selesai tepat waktu atau memiliki seabrek-abrek pekerjaan dan tak tahu kapan selesainya tetapi Anda menikmatinya.

41. Pernahkah Anda merasakan bahwa sepertinya sudah beratus-ratus kali Anda mengalami hal-hal seperti sekarang ini jauh sebelumnya?

42. Pernahkah Anda merasa seakan sedang memasuki sesuatu lorong panjang gelap gulita tanpa tahu kapan berakhir? dan hanya ide Anda yang menyinari tiap langkah Anda dan Anda sepenuhnya percaya bahwa Anda akan berhasil dan terus giat meneruskan nya?

43. Andai saja Anda tahu bahwa semua orang yang Anda kenal tiap satu daripadanya akan meninggal wafat besok, kira-kira siapa yang akan Anda kunjungi di hari ini?

44. Sudikah Anda mengorbankan usia hidup Anda sepuluh tahun lebih cepat meninggal hanya untuk menjadi orang terkenal di saat kini ini?

45. Tahukah Anda apa perbedaan antara “menjadi hidup” dengan “menjadi benar-benar hidup”?

46. Bagian yang manakah yang bikin hidup lebih hidup?

47. Apakah Anda ingat kapan Anda hendak melakukan sesuatu yang Anda yakini benar tanpa menghiraukan untung rugi akibat tindakan itu?

48. Jika Anda mengingatnya dan tersadar bahwa itu adalah salah dan Anda sudah memperbaikinya, mengapa Anda masih takut berbuat salah?

49. Jika Anda tahu tak ada seorang pun akan menilai tindakan Anda, apa yang akan Anda lakukan secara berbeda?

50. Pernahkah Anda melihat warna suara seseorang?

51. Jika Anda tidak pernah bisa melihat suara seseorang yang sedang Anda dengar, apakah Anda pernah melihat bunyi nafas Anda sendiri?

52. Sesungguhnya apa yang sungguh-sungguh Anda sukai, pernahkah Anda mengutarakannya secara terbuka?

53. Dalam lima tahun ke depan, akankah Anda ingat apa yang Anda telah lakukan sekarang ini?

54. Masihkah Anda ingat apa yang Anda telah lakukan kemarin? Bagaimana dengan yang sehari sebelumnya?

55. Katakanlah, saat sekarang ini Anda membuat keputusan atas sesuatu – tentang hal apa saja: Jika itu Anda lakukan, apakah itu murni keputusan Anda seorang atau orang lain yang memutuskan untuk Anda?

56. Cuba ingat lagi, kapan terakhir kali Anda bebas memutuskan sesuatu dan itu benar-benar keputusan Anda seorang?

57. Kapan terakhir kali Anda mempertanyakan perbuatan seseorang yang menurut Anda kurang tepat untuk dia lakukan?

58. Kapan terakhir kali Anda mempertanyakan perbuatan Anda sendiri, yang menurut Anda kurang tepat untuk Anda lakukan?

59. Hal yang paling mudah dalam hidup kita adalah mempertanyakan tindakan orang lain hingga tiap orang satu lainnya kerap terdorong berusaha melakukannya secara sempurna. Tetapi, pernahkah Anda mempertanyakan tindakan diri sendiri?

60. Konon katanya, hanya orang yang mati rasa nan tega yang tidak tega mempertanyakan tindakan dirinya sendiri. Dan ia membutuhkan itu untuk menghindar dari sebutan ‘monster’ bahkan menjadikan tindakannya sebagai perlambang sifat kejujuran nurani dari mahluk sempurna. 
Masih kah Anda sudi mengaku diri sebagai mahluk sempurna? Tega nian Anda!
~Selamat bertanya-tanya!.
Disadur dari berbagai sumber.

Selasa, 03 November 2015

eTALASe

eTALASe

Bertanya itu Mudah, Semudah Menjawab dengan kata "Lupa"

“Bertanya ke sesama serumit apapun itu adalah mudah, semudah kita memberi jawaban ‘lupa’, namun bilamana kita ‘lupa’ bertanya ke diri kita sendiri akan kah kita dinilai ‘lalai?’
Sudikah Anda dihukum karenanya? Saya pilih Remis!

Bertanya sembari berpikir mustahil bisa dilakukan serentak di waktu yang bersamaan, bahkan para Ahli pemikir tidak pernah diketahui telah pernah melakukannya. Yang lajim hanyalah berpikir sebelum bertanya atau ditanya - gerangan apa lagi yang perlu dipikirkan untuk ditanya?.

‘Bertanya’ itu mudah, sama mudahnya dengan ‘menjawab’. Bahkan ada cara mudah untuk menjawab misalnya; ‘tidak tahu!’. Jika konotasinya dinilai tidak tepat ada pilihan lain lagi yakni: ‘lupa’. Lupa atau tidak tahu sejatinya sama tidak berbeda tetapi intonasi seakan menjadi plus minus bagi pihak yang menjawab. ‘Lupa’ bahkan dianggap karunia hingga tak perlu dihukum. Jika ‘lupa’ si pelupa harus dihukum ia diberi istilah pengganti misalnya; ‘lalai’. Anda boleh mendebat, kenapa begitu? Namun para Ahli hukum memutuskan bahwa ‘lupa’ bukan tindakan melawan hukum, tetapi ‘lalai’ berakibat hukum. Kadar ‘lupa’ si pelupa oleh si penghukum dinilai berapa karat; jika memenuhi kategori ‘lalai’ akan dikenai hukuman. Wah,,,pelanggaran!

‘Menjawab’ itu susah, sama susahnya dengan ‘Bertanya’ tak heran jika yang bertanya bahkan rela melupakan ‘pertanyaannya’, terutama jika itu membuat nya lelah penat menantikan ‘jawaban’. Dalam banyak peristiwa bahkan si penanya rela untuk turut serta berlelah-lelah ikut ‘mencari jawaban’. Sungguh melelahkan bukan?

Mari berlelah-lelah ‘mencari jawaban’ akan berbagai kemungkinan:

Kesatu:
“Andai ‘rasa lelah’ adalah  ‘mata uang’ yang berlaku dan bisa digunakan untuk sebagai alat tukar, Anda harus bagaimana kah?”
Jika Anda merasa ‘lelah’ maka timbangan penakar bobot ‘lelah’ yang tengah dialami akan menentukan jumlah ‘uang’ yang diperoleh. Dan ‘kelelahan’ yang dirasakan saat membelanjakannya, menjadi tambahan perolehan – demikian seterusnya. Diperlukan ‘kelelahan-senantiasa’ untuk menghasilkan ‘uang’. Sungguh sangat melelahkan bukan – dan Anda menjadi kaya.

Kedua:
“Andai penderitaan adalah ‘mata uang’ yang berlaku dan bisa digunakan untuk sebagai alat tukar, Anda harus bagaimana kah?”
Anda memiliki hak untuk membelanjakan ‘penderitaan’ Anda, nilainya sesuai timbangan penakar karat ‘penderitaan’ yang tengah Anda alami. Jika kemudian Anda menjadi senang mengetahui jumlah ‘uang’ yang diperoleh, maka rasa senang itu akan mengurangi jumlah nya. Anda akan menjadi sedih kecewa karenanya, dan itu akan menghasilkan uang yang berkelimpahan. Hati-hati ‘uang’ Anda bisa tergerus habis kalau senang. Sungguh menderita Anda - tetapi menjadi kaya.

Ketiga:
“Andai kebahagiaan adalah mata uang yang berlaku dan bisa digunakan untuk sebagai alat tukar, Anda harus bagaimana kah?”
Manakala Anda ‘bahagia’ penakar karat ‘kebahagiaan’ akan menghitung jumlah ‘uang’ yang Anda peroleh. Anda akan sangat senang karenanya, dan rasa itu akan menambah perolehan ‘uang’ - demikian seterusnya. Jika saja Anda bahagia bisa membahagiakan orang satu lainnya, Anda akan semakin bertambah kaya. Yang menderita susah tidak pernah bisa membelanjakan kesusahannya. Anda tidak perlu khawatir ‘uang’ Anda tidak akan pernah bisa berkurang, hanya dengan ‘senantiasa-senang’ Anda akan semakin kaya. Sungguh berbahagia Anda – dan kaya raya.

Keempat:
“Andai kekayaan Anda HARUS dipergunakan untuk meniadakan penderitaan sesama, Anda harus bagaimana kah?”
Untuk menjawab ini Anda harus benar-benar memiliki kekayaaan yang dimaksudkan. Walau saya ragu akan kesediaan Anda, namun pertanyaan ini saya tinggalkan untuk Anda seorang saja.

Kelima:
“Andai kekayaan Anda HARUS dipergunakan membahagiakan sesama, Anda harus bagaimana kah?”
Alangkah baiknya Anda, tetapi akan lebih baik lagi jika Anda menemukan jawaban yang tepat atau Anda akan dinilai ‘lalai’. Dan Anda harus terlebih dahulu yakin bahwa Anda benar memiliki kekayaaan yang dimaksudkan atau Anda akan kembali dinilai ‘lalai’ – untuk kedua kalinya. Saya memilih ‘lupa!’.
Demikian disadur dari berbagai sumber.
~Salam hangat selalu!

Terbaru

MEMBANGUN MOMENTUM DIRI

Perlu momentum untuk berhasil. Banyak yang giat membangun momentum untuk kesuksesan dirinya dan banyak yang sabar, bersabar menunggu saa...