"To
make mistakes is human; to stumble is commonplace; to be able to laugh at
yourself is maturity."
~William Arthur Ward
Pekerjaan mudah yang
sulit adalah ‘bertanya’ dan pekerjaan sulit yang mudah adalah ‘berpikir’. Tidak
mudah menjelaskan detil dari keduanya, tidak heran jika Anda kini turut
bertanya ‘saya ini sedang apa kah?’ dan itu tidak memerlukan jawaban. Konon, jika
sesuatu pertanyaan diajukan secara cerdas cermat, itu otomatis akan merupakan jawaban
yang tepat. Maka jika terjadi sesuatu ‘tanya-jawab’, itu merupakan upaya
mempertemukan tingkat kecerdasan si bodoh dengan tingkat kebodohan si cerdas. Membingungkan
bukan, ‘kenapa bisa begitu?’.
Diyakini gumpalan
pertanyaan berkhasiat membebaskan diri dari kepenatan beban pikiran. Silahkan percaya
setelah Anda membaca habis hingga ke titik terakhir.
1. Berapa lama lagi Anda akan hidup?
2. Pernah kah Anda mencari tahu berapa lama lagi usia Anda?
3. Jika ternyata usia Anda begitu singkat, mengapa masih saja melakukan hal-hal
yang tidak Anda sukai?
4. Mengingat usia Anda, masih ada lagi kah yang belum Anda lakukan?
5. Jika semua hal sudah Anda lakukan, cuba diingat – ingat lagi, barangkali
masih ada yang belum selesai, apa lagi kah?.
6. Barangkali Anda belum mengubah surat wasiat terakhir Anda, bagaimana agar
pembagian warisan bisa membahagiakan semua?
7. Andai kebahagian adalah mata uang yang berlaku internasional dan bisa
digunakan sebagai alat tukar, harus kerja apa agar Anda bisa kaya?
8. Apakah Anda yakin membahagiakan tiap orang adalah tugas pekerjaan Anda
dan kini ini Anda tengah berusaha melakukannya – terakhir kalinya?
9. Jika usia hidup rata-rata manusia hanya 78 tahun saja, bagaimana Anda
akan menjalani nya? Bagaimana jika 1.058 tahun?.
10. Apakah diperlukan titel gelar untuk itu?, jika ternyata tidak, kenapa Anda
harus lelah mendapatkannya? Kenapa tidak meminta nya saja – barangkali Anda
akan ditanya - mau titel gelar apakah?
11. Yakin kah Anda bahwa Anda benar-benar telah melakukan hal-hal yang
benar saja atau malah hanya melakukan hal-hal yang salah?
12. Katakanlah Anda memiliki beberapa sahabat, kala dalam satu jamuan terjalin
perbincangan dan dalam pada itu beberapa diantaranya mengkritik secara tidak
senonoh salah seorang diantaranya tanpa tahu bahwa orang itu adalah sahabat karib
terdekat Anda, dan Anda tidak bisa membenarkan itu terjadi, akan kah Anda menghentikan
jamuan itu atau mengusir sahabat pengkritik itu atau malah mengajak pergi si
orang yang dikritik?.
13. Jika Anda dipersilahkan menasihati
Anak yang baru lahir, nasihat apa gerangan yang Anda akan sampaikan?
14. Jika Anda menghalalkan segala cara
demi menyelamatkan orang yang Anda kasihi, pernahkah Anda terpikir bahwa itu akan
melanggar hukum?
15. Apakah Anda pernah melihat didalam
kegilaan tindakan seseorang ada terselip kreativitas unik yang bisa
menguntungkan Anda?
16. Apakah Anda tahu bahwa Anda telah
melakukan sesuatu yang berbeda dengan kebanyakan orang?
17. Pernahkah Anda mencari tahu bahwa
hal-hal yang membuat Anda berbahagia malah telah membuat orang lain tidak berbahagia?
18. Ketika Anda benar-benar sangat
ingin melakukan sesuatu tetapi demi sesuatu lainnya Anda tidak tega
melakukannya, kecewa kah Anda?
19. Apakah ada rahasia yang ingin Anda
sampaikan ke tiap orang?
20. Andai saja Anda dibebaskan memilih
ibu bapa Anda, menjadi anak turunan siapa yang Anda inginkan, dan mengapa harus
itu?
21. Kala tengah di dalam lift, telah
berkali–kali terbukti cukup sekali penjet Anda akan tiba di lantai yang dituju.
Apakah Anda benar-benar yakin hal itu akan terus begitu, atau malah terdorong berulang-ulang
memenjet tombol itu agar tidak keliru?
22. Andai diperbolehkan memilih, apakah
Anda lebih suka memilih menjadi seorang berpredikat jenius tetapi
mengkhawatirkan tiap orang atau akan lebih memilih berpredikat bodoh tetapi
menyenangkan?
23. Penah kah Anda bertanya ke diri
sendiri, mengapa Anda menjadi seperti sekarang ini? Masih bisa kah Anda
berubah?
24. Dari sekian banyak orang yang Anda
kenal, tipikal orang yang bagaimana yang benar-benar Anda inginkan menjadi
sahabat karib Anda?
25. Pernahkah Anda merasa sangat menderita
ditinggal pergi seorang sahabat dan menjadi penyendiri sepeninggalnya bukan
malah membangun persahabatan baru dengan orang–orang di sekitar Anda?
26. Dari tiap hal yang Anda sesali
yang mana yang paling Anda syukuri?
27. Kenapa Anda kerap menyesali
kenangan lama Anda dari pada membangun ulang bagian–bagian awal kenangan yang baru
untuk kelak menambah lembar kenangan yang sudah ada?
28. Kenapa Anda selalu menuntut
kebenaran akan tiap hal tanpa Anda yakin akan mampu menerima konsekuensinya tanpa
mencemooh? Sekuat apakah batin Anda menerima kekecewaan?
29. Dari tiap hal yang Anda takuti,
ketakutan yang bagaimana yang benar-benar terjadi dan menjadi kenyataan; Kenapa
Anda masih takut jika itu akan terulang kembali? bukankah Anda telah
berpengalaman akan hal yang seperti itu?
30. Masih ingat kah Anda akan kemarahan
Anda di bulan lalu? Kepada siapa? dan perihal apakah itu?
31. Kenapa kebencian yang membekas di
hati Anda perlu untuk diingat dan dikenang tiap detil nya?
32. Apakah Anda ingat masa kecil Anda yang
bahagia? saat kapan kenangan istimewa itu? Masih adakah keinginan Anda untuk
mengulangi nya?
33. Kapan terakhir kali Anda merasa
sangat hidup dan bersemangat penuh?
34. Jika saat-saat seperti itu tidak
Anda alami kini, lalu kapan? Sudahkah Anda berusaha mendapatkan kembali saat-saat
seperti itu? Benarkah Anda merasa berbahagia disaat seperti itu?
35. Jika saat–saat berbahagia seperti itu
belum tercapai, apakah Anda merasa kehilangan sesuatu? Apa gerangan itu?
36. Apa kah Anda pernah berbicara ke seseorang
semisal sesuatu kata – tentang hal apa saja, kemudian Anda melengos pergi
begitu saja tak lagi menghiraukannya dan Anda merasa bahwa si orang tersebut tidak
pantas untuk ikut membicarakannya? Hal apa itu? Dan kepada siapa kah itu?
37. Tiap Agama pastilah mengajarkan
kasih sayang serta cinta kasih terhadap sesama, tetapi tiap para penganutnya tak
lelah berperang dan saling membenci satu sama lainnya seakan menjauh dari
prinsip cinta kasih yang diajarkan itu? Apa gerangan penyebabnya? – apa ada
alasan lainkah?
38. Kenapa tiap orang dipenuhi
keraguan ketika tahu mana yang baik dan mana yang jahat hingga tiap orang ketika
hendak menyampaikan pendapatnya memerlukan dukungan pendapat orang satu lainnya?
39. Mari lamunkan undian berhadiah, jika
saat ini Anda diumumkan sebagai pemenang senilai sejuta dolar, akan kah Anda
keluar dari pekerjaan Anda yang sekarang?
40. Mana yang paling Anda sukai,
memiliki sedikit pekerjaan dan selesai tepat waktu atau memiliki seabrek-abrek pekerjaan
dan tak tahu kapan selesainya tetapi Anda menikmatinya.
41. Pernahkah Anda merasakan bahwa sepertinya
sudah beratus-ratus kali Anda mengalami hal-hal seperti sekarang ini jauh sebelumnya?
42. Pernahkah Anda merasa seakan
sedang memasuki sesuatu lorong panjang gelap gulita tanpa tahu kapan berakhir? dan
hanya ide Anda yang menyinari tiap langkah Anda dan Anda sepenuhnya percaya
bahwa Anda akan berhasil dan terus giat meneruskan nya?
43. Andai saja Anda tahu bahwa semua
orang yang Anda kenal tiap satu daripadanya akan meninggal wafat besok, kira-kira
siapa yang akan Anda kunjungi di hari ini?
44. Sudikah Anda mengorbankan usia
hidup Anda sepuluh tahun lebih cepat meninggal hanya untuk menjadi orang terkenal
di saat kini ini?
45. Tahukah Anda apa perbedaan antara “menjadi
hidup” dengan “menjadi benar-benar hidup”?
46. Bagian yang manakah yang bikin
hidup lebih hidup?
47. Apakah Anda ingat kapan Anda hendak
melakukan sesuatu yang Anda yakini benar tanpa menghiraukan untung rugi akibat
tindakan itu?
48. Jika Anda mengingatnya dan tersadar
bahwa itu adalah salah dan Anda sudah memperbaikinya, mengapa Anda masih takut
berbuat salah?
49. Jika Anda tahu tak ada seorang pun
akan menilai tindakan Anda, apa yang akan Anda lakukan secara berbeda?
50. Pernahkah Anda melihat warna suara
seseorang?
51. Jika Anda tidak pernah bisa
melihat suara seseorang yang sedang Anda dengar, apakah Anda pernah melihat bunyi
nafas Anda sendiri?
52. Sesungguhnya apa yang
sungguh-sungguh Anda sukai, pernahkah Anda mengutarakannya secara terbuka?
53. Dalam lima tahun ke depan, akankah
Anda ingat apa yang Anda telah lakukan sekarang ini?
54. Masihkah Anda ingat apa yang Anda telah lakukan kemarin? Bagaimana
dengan yang sehari sebelumnya?
55. Katakanlah, saat
sekarang ini Anda membuat keputusan atas sesuatu – tentang hal apa saja: Jika
itu Anda lakukan, apakah itu murni keputusan Anda seorang atau orang lain yang
memutuskan untuk Anda?
56. Cuba ingat lagi,
kapan terakhir kali Anda bebas memutuskan sesuatu dan itu benar-benar keputusan
Anda seorang?
57. Kapan terakhir
kali Anda mempertanyakan perbuatan seseorang yang menurut Anda kurang tepat
untuk dia lakukan?
58. Kapan terakhir
kali Anda mempertanyakan perbuatan Anda sendiri, yang menurut Anda kurang tepat
untuk Anda lakukan?
59. Hal yang paling
mudah dalam hidup kita adalah mempertanyakan tindakan orang lain hingga tiap
orang satu lainnya kerap terdorong berusaha melakukannya secara sempurna. Tetapi,
pernahkah Anda mempertanyakan tindakan diri sendiri?
60. Konon katanya,
hanya orang yang mati rasa nan tega yang tidak tega mempertanyakan tindakan
dirinya sendiri. Dan ia membutuhkan itu untuk menghindar dari sebutan ‘monster’
bahkan menjadikan tindakannya sebagai perlambang sifat kejujuran nurani dari
mahluk sempurna.
Masih kah Anda sudi mengaku diri sebagai mahluk sempurna? Tega
nian Anda!
~Selamat
bertanya-tanya!.
Disadur dari
berbagai sumber.