Rabu, 26 Juni 2019

BAGAIMANA MENINGKATKAN RASA PERCAYA

Ketika kita tertarik membahas tentang kehandalan sesuatu yang kerap disebut sebagai “rasa percaya”, kita akan diperhadapkan dengan kata tanya:  sesungguhnya apa itu rasa percaya, dan bagaimana caranya menambah ketebalan rasa percaya itu?

"Each of us will one day be judged by our standard of life, not by our standard of living; by our measure of giving, not by our measure of wealth; by our simple goodness, not by our seeming greatness."~William Arthur Ward

Sebagaimana disampaikan oleh William Arthur Ward, ”Suatu hari kelak masing-masing kita akan diadili oleh standar kita hidup, bukan oleh standar kehidupan kita; bukan oleh ukuran kita memberi, bukan oleh ukuran kekayaan kita; (tetapi) oleh kebaikan kita yang sederhana, bukan oleh kebesaran kita yang tampak.

Agar jelas silahkan membacanya berulang-ulang, resapi dan renungkan. Sesungguhnya pesan apa yang disampaikannya?

Mari simak apa yang disampaikan oleh Winston Churcil: “Success is walking from failure to failure with no loss of enthusiasm”.

Menurutnya, sukses keberhasilan adalah melewati kegagalan demi kegagalan tanpa kehilangan antusiasme.

Pastinya, Anda kini paham apa yang dimaksudkan.
Ini tentang hidup Anda.

Sesungguhnya apa keinginan hidup Anda? Susunlah daftar tentang keinginan yang Anda ingin dapatkan dalam hidup ini. 


DAFTAR KEINGINAN: 
Menyusun daftar keinginan tentunya perlu mempertimbangkan langkah apa saja yang diperlukan untuk mewujudkannya. Tetapi itu berikutnya saja.

Mulailah menyusun daftar keinginan, misalnya dengan menuliskan, apa saja yang ingin dimiliki? Setelah itu, apa lagi? Teruskan tambah, jangan berhenti pada satu atau dua tiga puluh keinginan saja. Tambah lagi.

Ingatlah, ini tentang keinginan Anda!

Baca lagi, mungkin susunannya perlu ditata kembali. Mungkin beberapa perlu dikoreksi, ditambah atau dikurangi. Atau mungkin harus dihapus. Terserah, Anda bebas sesuka hati. Ini tentang keinginan Anda. 


DAFTAR LANGKAH TINDAKAN: 
Mengikutkan daftar keinginan itu, langkah-langkah apa saja yang diperlukan? Kegiatan apa saja yang dianggap mendukung untuk mewujudkannya? Susun daftarnya.

Tentukan yang mana yang paling pertama akan dilakukan? Selanjutnya apa lagi? Mungkin satu-dua-tiga kegiatan bisa langsung dikerjakan. Beberapa mungkin memerlukan bantuan dari yang ahli dibidang tertentu.

Atau Anda mungkin malah jadi bingung. Atau bahkan linglung tidak tahu harus bagaimana berbuat apa? Tergagap, caranya bagaimana?

Hei, tidak perlu bingung! Ini tentang tindakan Anda.

Mungkin Anda akan kembali mencermati daftar itu. Terlalu banyak harus dikurangi. Beberapa tidak terlalu penting atau mungkin tidak berkaitan sama sekali.

Mungkin beberapa lainnya masih butuh waktu, masih terlampau jauh dari jangkauan mengingat situasi Anda sekarang ini. Anda mungkin mulai meragu. Mulai menyadari ternyata tidak mudah seperti yang disampaikan para mentor dan strategic coaching itu.

Mungkin Anda yang tidak cukup pintar. Meragu, merasa diri kurang cerdas walau jika itu hanya untuk sekedar memulai. Anda kian semakin meragu. Gamang karena minim relasi. Kecut karena modal pas terbatas. Kurang percaya diri karena tergencet rasa malu, dan lain-lain.

Berulang-ulang memeriksa kembali daftar keinginan serta daftar tindakan yang diperlukan mewujudkannya. Satu demi satu kembali diperiksa ulang, diteliti sedari atas hingga paling bawah. Mengeluh, tangan mulai basah berkeringat. Berpikir lagi untuk memilah-milah. Termenung, merenung dan berpikir.

Mengajak PIKIRAN untuk fokus. Kala PIKIRAN mulai merespon. Terbersit di dalam pemikiran, mungkin yang begini ini tidak akan pernah bisa tercapai. Tetapi jika yang begini-begini mungkin bisa dicapai, tetapi sekian belas tahun lagi. Lama nian!

Kembali merenung. Berpikir menyelaraskan PIKIRAN dengan hati, menyatu membangun tekad.

Jika tidak dimulai, selamanya hanya akan diangan-angan. Ini tentang hidup Anda. Mulai mencari-cari informasi, riset se-bisa-nya, meneliti seksama.

Mungkin ada panduan, mungkin ada kesempatan untuk memulai. Mengincar tiap hal memungkinkan, segala hal diberikan perhatian.

Tercengang setelah tahu banyak yang telah berusaha, dan gagal. Beberapa terlihat terus berjuang berusaha, ulet berupaya. Yang menyerah, berhenti. Terlihat sibuk, berpikir keras merangkai rupa ragam alasan kenapa gagal? Kenapa harus berhenti? Tak lagi mereka percaya bisa mencapai keberhasilan.

Ini tentang “rasa percaya”.


PENYESUAIAN YANG DIPERLUKAN:
Itu yang membedakan keberhasilan dengan kegagalan. Jika tidak percaya, tidak akan Anda pernah berhasil mewujudkan keinginan Anda. Mungkin tidak semuanya yang di daftar bisa diwujudkan, beberapa mungkin perlu disesuaikan. Tergantung situasi dan kondisi.

Demikian halnya dengan daftar langkah tindakan, mungkin tidak semua bisa terlaksana. Beberapa mungkin harus disesuaikan atau dihapus karena tak bisa dilakukan.

Ingatlah, ini tentang “rasa percaya”.


MEMELIHARA PENGHARAPAN:
Anda harus percaya bahwa Anda bisa mewujudkannya, atau segalanya hanya menjadi sebatas bayang-bayang. Sah-sah saja, jika Anda berdoa memelihara pengharapan. Berdoa agar bisa membangun “rasa percaya” Sah saja.

Karena “rasa percaya” akan mendorong PIKIRAN meneruskannya ke alam bawah sadar dengan instruksi untuk mencipta ruang yang dimungkinkan melakukan tindakan. Karena “rasa percaya” itu pula yang akan menolak godaan menyerah, dorongan agar berhenti. Dan bahkan malah memompa semangat.

Terserah jika Anda setengah percaya. Namun sangat disarankan agar Anda bisa Percaya. Jika meragu, latih diri Anda menebalkan “rasa percaya” dengan mengingat slogan singkat: “jika orang lain bisa, saya juga bisa. Itu pasti!”.

Walau belum sepenuhnya berhasil, setidaknya terus berupaya hingga Anda tidak perlu mencari-cari rupa ragam alasan. Bukan gagal karena masih berjuang!

Hanya yang gagal yang memerlukan alasan penjelasan, yang sukses menjelaskannya dengan keberhasilannya.


PENDIDIKAN DAN PELATIHAN:
Oprah Winfrey mengatakan bahwa, satu-satunya keberanian yang dibutuhkan oleh siapa pun, adalah keberanian untuk mengikuti impian sendiri.

"I believe that the only courage anybody ever needs is the courage to follow your own dreams."~Oprah Winfrey

Maka harus percaya.

Walau jika terlebih dahulu harus dilatih. Misalnya dilatih untuk mengendarai mobil balap diatas lintasan arena.

Dilatih mengenal lika-liku lintasan sembari membiasakan diri merasakan sensasi kecepatan. Disiplin melaju memacu kecepatan hingga tingkat tertentu. Membangun “rasa percaya” bahwa tujuan latihan adalah agar menang bukan untuk celaka.

Misalnya berlatih kiat jual beli stock saham. Perlu berlatih membangun “rasa percaya”. Walau terkadang dilatih keras untuk memahami teknik-teknik tertentu.

Berlatih membangun “rasa percaya” untuk membiasakan diri beraktifitas ditengah-tengah kesibukan para pialang. Memelihara “rasa percaya” ditengah-tengah ketegangan gonjang-ganjing harga. Harus bisa tenang di tengah situasi kepanikan dealing room. Itu adalah kiat memetik profit.

KENAPA HARUS PERCAYA?
Karena “rasa percaya” itu yang menegaskan bahwa Anda pun punya kesempatan yang sama dengan orang-orang. Kian menegaskan bahwa Anda tak kalah cerdas dibandingkan dengan orang-orang.

Karena “rasa percaya” itu yang akan mendorong PIKIRAN dan dengan alam bawah sadar menciptakan keyakinan.

Terkadang beberapa yang terlihat sinis menyangsikan bahkan memandang rendah tujuan pelatihan, akhirnya gagal memaksimalkan manfaatnya. Beberapa lainnya cenderung meremehkan, ingin segalanya serba instan. Klik dan klik langsung kaya, akhirnya tergoda cenderung menghalalkan segala cara.

Dan itu merusak. Ingatlah, ini tentang kehidupan Anda.

Yang masih sangsi ragu-ragu walau telah dilatih intensif, dipenuhi pikiran negatif akhirnya menyerah, berhenti. Lazim jika pemula diawal-awal terlihat ragu-ragu, namun seiring waktu rasa itu akan tersingkir dengan sendirinya.

Menyingkirkan keraguan bisa dengan berpegang keyakinan bahwa Anda cukup cerdas untuk berhasil. Bisa dengan bergiat menanamkan pemahaman diri bahwa tidak ada kata terlambat untuk mengembangkan kemampuan. Pemahaman itu akan memungkinkan Anda meningkatkan “rasa percaya”.

Ingatlah ini tentang kehidupan Anda.

Ketahuilah, semua bentuk sukses keberhasilan bermula dari “rasa percaya”, fungsinya bagai senjata menguasai keadaan sekaligus menjadi perisai pertahanan diri.

Menurut Spryte Loriano dikatakan bahwa, semua kisah hebat di planet ini terjadi ketika seseorang memutuskan untuk tidak menyerah, tetapi terus berjalan walau apa pun yang terjadi.

“Every great story on the planet happened when someone decided not to give up, but kept going no matter what.”~Spryte Loriano


LAYANAN JASA PROFESIONAL:
Untuk menebalkan “rasa percaya” beberapa memanfaatkan layanan profesional pengembangan diri. Memilih bantuan layanan berbayar hanya untuk membiarkan dirinya dipengaruhi oleh para profesional demi menanamkan “rasa percaya”.

Profesional dibidang ini dikenal sebagai Influencer atau Mentor atau Trainer beberapa menyebutnya Coaching.

Mereka ahli mempengaruhi pikiran. Ahli membantu menentukan cara mengelola perasaan diri, terutama dikala Anda di posisi kritis - akan berhenti karena menyerah. Mampu mempengaruhi suasana hati. Jika diberi kesempatan mereka bisa leluasa menyemangati Anda untuk bisa perlahan bangkit dari keterpurukan.

Mereka juga terlatih membantu orang-orang untuk menentukan pilihan karier yang memungkinkan Anda mendapatkan keinginan Anda – sebagaimana daftar yang Anda inginkan itu.

Katakanlah, Anda sebenarnya ingin berkarir menjadi Akuntan tetapi keluarga menginginkan Anda menjadi Politisi. Mungkin memaksa mendaftar fakultas Sosial Politik.

Bagaimana menghadapinya? Mungkin Anda akan berusaha menyenangkan keluarga tetapi kemudian menyesalinya. Atau mungkin Anda akan bersikukuh menentangnya dan berjuang keras membuktikan bahwa masa depan Akuntan juga sangat menjanjikan.

Keraguan timbul kala ketika hasilnya tidak seperti yang Anda harapkan. Mungkin Anda akan berusaha mendapatkan masukan dari keluarga, tetapi saran pandang yang didapat terdengar bagai memojokkan atau menghakimi. Anda menjadi tersiksa, tetapi ketahuilah hal serupa adalah jamak terjadi dalam hidup.

Oleh Dr.Suess dikatakan bahwa mereka yang peduli tidak penting dan mereka yang penting tidak keberatan.

Mungkin Anda paham maksudnya.

Bahwa Anda hanya perlu mengembangkan diri, karena apa pun pendidikan Anda itu bukan menjadi patokan bahwa karir Anda harus dibidang itu.

Demikian halnya dengan prinsip keinginan, apa pun itu sejatinya itu dimungkinkan mencapainya. Gelar Akuntan Anda bahkan bisa dijadikan pijakan awal untuk merambah karir di berbagai bidang. Yang menurut Anda lebih menjanjikan.

Contoh seperti Mark Zuckerberg ia memilih keluar dari Harvard Business School demi menciptakan media sosial Facebook.

Diawal-awal Dunia tidak peduli, namun akhirnya berhasil mempengaruhi seluruh penghuni Dunia untuk menggunakan ciptaannya. Dia berani menaklukkan dan merubah tatanan aspek sosial dalam pergaulan kehidupan. Kini seisi Dunia patuh mengikuti aturan ketentuan Facebook miliknya atau akan di takedown olehnya.

Konon katanya, jika wajah Anda belum terdaftar di dalam Facebook, Anda belum dikenal dunia. Tak juga kah Anda percaya?

Intinya adalah Percaya!

"Those who mind don't matter and those who matter don't mind."~Dr.Suess

Kiranya Anda kini sudah bisa meningkatkan “rasa percaya” untuk yakin mulai melangkah memanfaatkan kesempatan mewujudkan keinginan sebagaimana dalam daftar keinginan itu.

Sejatinya tidak ada yang mustahil.
Semuanya yang dibutuhkan untuk berhasil telah tersedia dalam diri Anda. Hanya Anda harus Percaya.

Namun, tetaplah mawas diri, atau Anda akan terbenam dalam genangan kesombongan diri.

Salam Percaya selalu!



Selasa, 18 Juni 2019

CARA MENGOLAH PIKIRAN

Apa, mengolah PIKIRAN? apakah mungkin? Tak soal jika Anda tak percaya, atau mungkin hanya setengah percaya. Tetapi PIKIRAN adalah organ anatomi tubuh yang sangat kuat digdaya.

Jika saja Anda telah terlatih menggunakan PIKIRAN ia dapat difokuskan ke arah hasil yang diinginkan, itu yang menyalurkan instruksi ke alam bawah sadar untuk mengorganisasikan langkah yang diperlukan, dan mencipta ruang gerak untuk mendapatkannya.


Anda hanya perlu berlatih lebih terarah.



Hindarkan pemikiran yang Negatif.

Karena ketika PIKIRAN dipenuhi hal-hal negatif, instruksi yang disalurkan ke alam bawah sadar akan menjadi bobot keyakinan akan kesulitan.

Tiap hal kian menjadi sulit dipenuhi derita, perjalanan hidup menjadi berliku-liku dipenuhi kesengsaraan. Melelahkan.


Untuk bisa mengelolanya, Anda harus bisa menguasai diri, tidak mudah terbawa larut dalam berbagai situasi. Itu langkah awal.

“If you understand others you are smart. If you understand yourself you are illuminated. If you overcome others you are powerful. If you overcome yourself you have strength.’’~Lao Tzu

PIKIRAN terus-menerus terhubung langsung dengan alam bawah sadar meneruskan instruksi gambaran kehidupan yang diinginkan. Jika positif, bayang-bayang akan positif demikian sebaliknya. Alam bawah sadar patuh mengikuti menciptakan gambaran bahwa hidup berjalan sesuai seperti yang diinginkan. Semua terjadi di dalam pemikiran berupa Keyakinan. Itulah buah pemikiran.

Karenanya, berhati-hatilah, hindarkan pikiran negatif. Sebab jika terus-menerus dipenuhi hal-hal negatif, gambaran bayang-bayang kesulitan, situasi kondisi buruk, rasa khawatir dan berbagai hal negatif lainnya, maka hal-hal itu yang diteruskan ke alam bawah sadar.

Dan itu adalah salah. Bahwa Anda tidak akan pernah tiba ke tujuan karena: “begini-begitu, ini dan itu, hingga begini ini menjadi begitu itu, dan seterusnya”.
Yang diteruskan adalah Kesimpulan yang Salah, karena pikiran negatif seperti itu yang tersimpan dalam PIKIRAN.

Bahwa Anda tidak mampu meningkatkan taraf kehidupan.
Hidup menjadi kian semakin susah. Tiap saat tertimpa masalah. Itu yang terjadi karena begitu itu yang diharapkan.


Sudah pasti jika setiap orang mengidam-idamkan kehidupan yang lebih baik! Tetapi mungkin tidak setiap orang mendapat petunjuk bagaimana cara terbaik mengelola PIKIRAN. Beberapa mungkin malu untuk mencari tahu. Lainnya, mungkin sudah berusaha mencari kesana-sini tetapi tidak menemukan petunjuk yang benar.

Itu bukan salah Anda.
Bisa jadi petunjuk itu sudah benar, tetapi PIKIRAN Anda telah dipenuhi pikiran negatif. Anda gagal memperoleh nikmat sukses keberhasilan karena tidak bisa mengelola.

Mari ubah situasi itu, caranya sebagai berikut:

#Tentukan Keinginan Anda

Anda harus menerima bahwa keinginan dalam pikiran itu, itu adalah buah penciptaan Pikiran yang diteruskan ke Alam bawah sadar.

Karenanya, cermati dengan cermat. Pemikiran apa yang timbul. Tentukan pemikiran itulah yang paling diinginkan terjadi dalam hidup.

Misalnya, jika menginginkan hidup menjadi lebih baik, tentukan dengan jelas, hidup yang bagaimana pula itu?

Jika menginginkan sukses keberhasilan, tentukan jelas sukses dalam hal apa itu?
Jika ingin bisa mencapai sesuatu tujuan, apa tujuan itu?

Walau terdengar lucu, tetapi iya begitu itu.
Cermati dan kembangkan menurutkan keinginan hati Anda.

Jika Anda dipenuhi pemikiran bahwa: “itu sulit sekali”, maka pikiran negatif seperti itu tidak akan membantu. Semisal, Anda ingin berhasil mendapatkan uang tetapi punya pemikiran, “itu sulit sekali”. Itu tidak membantu.

Semisal Anda mengidamkan pasangan hidup ideal, pria kaya tampan sukses dalam karir tetapi meragu, “apakah ada pria seperti itu?”. Itu tidak akan membantu.

PIKIRAN negatif hanya membuat sulit segalanya, akhirnya Anda MERASA bagai orang paling sengsara. Karenanya, tentukan dulu dengan jelas. Setelah itu ubahlah!

#Ubah Keinginan Anda

Terkadang pikiran negatif timbul karena Anda terpapar pengalaman buruk. Anda pernah gagal dan gagal tidak berhasil mendapatkan sesuatu. Akibatnya terpapar dampak pikiran negatif.

Gagal dan gagal lagi, berulang-ulang terus begitu itu, hingga Anda menjadi jenuh kelelahan. Anda menabur benih pohon negatif dan menjadi pohon keyakinan negatif. Anda MERASA bagai orang yang terbuang, selamanya.

PERASAAN cenderung membangun enerji negatif, itu akan menarik berbagai bentuk enerji negatif dari macam rupa situasi. Secara perlahan berubah menjadi gelondongan, bergelung menggurita bagai spiral negative.

Tiap hal menjadi kian sulit dan menyulitkan. Tak lama kemudian, Anda akan kesulitan mengingat nama mertua.

Pelanggaran!

Sangat disarankan untuk menyingkirkan pikiran negatif, apa pun itu, menggantikannya dengan pemikiran baru. Caranya, tiap kali pemikiran timbul, cermati baik-baik dan katakan bahwa Anda tidak lagi memperbolehkan hal-hal negatif mewarnai sisa perjalanan hidup Anda.

Perlu yakin agar PIKIRAN negatif bisa disingkirkan dalam tempo singkat. Itu yang terutama. Hal lain yang memerlukan penyesuaian akan diselenggarakan kemudian secara seksama. Intinya itu!

Karenanya, bergegaslah, buang pikiran negatif, hadirkan pemikiran positif agar diteruskan ke alam bawah sadar bahwa kendali pemikiran telah sepenuhnya Anda kuasai. Hanya Anda seorang-lah, pemilik kehidupan Anda.


PIKIRAN adalah organ diri kita yang sangat kuat maka bijaklah menggunakannya agar kehidupan ini menjadi bermanfaat dan membawa kemanfaatannya.

Itulah kehidupan yang Anda idam-idamkan.
“Jangan takut dan jangan ragu, tunjukkan pada Dunia bahwa engkau mampu”.

Kendalikan PIKIRAN Anda, itu akan membuat Alam bawah sadar Anda menjadi lancar terkendali.

~Salam PIKIRAN selalu!


Post terkait:

Kamis, 13 Juni 2019

BAHAYA LATEN TERPAPAR KEBOHONGAN

Terancam bahaya apakah jika kita beramai-ramai mengamini suatu kebohongan?

Apa pula kerugian kita, jika kita diam saja melihat kebohongan dibenarkan?

Bukankah Palu Kebenaran Penegak Keadilan, berada ditangan para Hakim yang dikenal sebagai orang-orang yang memiliki integritas tinggi?


Ini bukan hanya tentang dampaknya yang mengakibatkan kita menjauh dari kebenaran, bukan hanya itu. Lebih fatal lagi.
Ini tentang kebohongan yang dipaksakan sebagai kebenaran. 
Akibatnya, secara perlahan-lahan kita tak lagi percaya pada kebenaran sejati. Selamanya begitu.

Kita menjadi abai akan harapan menemukan kebenaran. Tak lagi kita bisa mengenali kebenaran. 
Tak lagi peduli akan prinsip kebenaran. Lebih memilih diam, berpuas diri dengan rupa ragam corak kebohongan.

Walau sebagian diri kita berbisik mengingatkan bahwa itu adalah kebohongan, tetapi bagian terbesarnya tak lagi berminat mempersoalkannya. Sudah tak lagi berharap akan kebenaran sejati. Urat nadi kesejatian jati diri sebagai anak manusia yang hakikatnya mencintai ketulusan jiwa mengusung kebenaran telah putus. Tak lagi tertarik menjunjung tinggi prinsip kebenaran.
Mengisi sisa perjalanan hidup dalam bingkai kebohongan. Kita telah turut serta membenarkan suatu kebohongan, dan mewariskannya ke anak cucu kita. Bisakah Anda membayangkan bahayanya?

Moga-moga Anda bisa menangkap bau najis pada warisan yang
kelak akan diwariskan ke anak bangsa tercinta.
Terus bagaimana selanjutnya?
Apa yang bisa kita lakukan?
Ini bukan tentang siapa yang paling benar, bukan tentang menjadi pahlawan pem-benar, tetapi tentang siapa yang harus dipersalahkan? Ini tentang bahaya laten terpapar dampak racun kebohongan!

Mungkin Anda masih ingat peristiwa Chernobyl bencana nuklir yang mengguncang seantero dunia. Atau mungkin Anda pernah menonton tayangan mini seri tentangnya di saluran HBO. Mungkin Anda masih ingat bagaimana dikisahkan Valery Legasov sang Ketua Komisi penyelidik bencana itu berakhir bunuh diri.

Ini bukan tentang pelaku kebohongan sebagai yang paling bertanggung jawab harus pula bunuh diri! Ini juga bukan tentang jika kematian menjadikan segalanya selesai. Sudah mati, habis perkara! Tetapi, ini tentang skenario kucuran informasi dari raksasa teknologi informasi, yang kesemuanya nyaris punya narasi yang sama.

Tindak-tanduknya nyaris semuanya senada, bahwa kebohongan akan diselesaikan dengan upaya mem-framing seseorang. Orang ini harus disalahkan! Semua pemberitaan fokus, berjudul inilah orang yang paling bertanggungjawab.
Perkara selesai! Tetapi, betulkah akan sedemikian itu?

Tanpa daya orang yang disasar tak kuasa membantah, bahkan walau diberi kesempatan membela diri serta didampingi ahli-ahli hukum, tetap tak berdaya.

Apakah harus dipersalahkan(?). Dijawab mudah, Benar! Dia harus bertanggungjawab! Semua Berita isinya sama. Televisi serta semua media offline serta online. Kita tak kuasa jika harus membantah sang penguasa!

Ini tentang ketidakberdayaan kala ketika diperhadapkan pada raksasa teknologi informasi, yang punya posisi sempurna mengatur ruang waktu peristiwa. Memanipulasi, sesuai sumber dari instansi terpercaya.

Tak guna membantah kapabilitas instansi-instansi yang membenarkannya, diberitakan di media mainstream, atau Anda akan dicap gila. Dianggap depressi, akan dimintai pernyataan menyesal atau mungkin harus bunuh diri pula?

Ini tentang dunia nyata, dimana kehidupan nyata, ternyata, nyata-nyata bukan hanya kita yang punya. Dan itu nyata. Benar-benar nyata!
Ini tentang raksasa teknologi informasi yang berakibat dahsyat jika difungsikan untuk mencetak masalah, dalam waktu singkat bakal menjadi masalah. Sama halnya, jika ia difungsikan menyelesaikan masalah. Apa pun itu, akan selesai dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Ini tentang kedigdayaan perangkat hukum dan konsep tatanan masyarakat terlihat merana tak berdaya kala berhadapan dengan raksasa teknologi informasi, apalagi kala menghadapi ekses yang ditimbulkannya.

Pastinya kini Anda bisa menangkap isyarat ini!

Ini tentang upaya bagaimana membungkam kedigdayaan teknologi informasi yang berlagak bagai makhluk paling tahu. Makhluk yang tahu tentang permasalahan kebohongan ciptaannya, dan yang paling mumpuni menyelesaikannya.

Ini tentang kegilaan yang dimungkinkan timbul kala teknologi raksasa informasi berada dalam genggaman kontrol orang-per-orang. Dikendalikan oleh kelompok yang gila kekuasaan, yang gila akan kebenaran menurut versinya.

Gila berbohong, bahkan tergila-gila akan kebohongannya. Kala terungkap, kian menggila mempertontonkan, hingga akhirnya, semua berakhir pada satu kata: “tindas, mereka-mereka inilah pihak yang bertanggung jawab”.

Sangat memungkinkan bagi penguasa pemegang kendali teknologi informasi untuk menyetir kebenaran sesukanya, bahkan menurut maunya. Mencipta kebohongan baru untuk menutupi kebohongan lama, begitu itu seterusnya. Dan kita hidup di tengah-tengah pusaran itu. Dan kelak kita akan mewariskannya ke anak cucu kita.

Kini Anda paham yang dimaksudkan!

Ketahuilah, keterbatasan Anda dan saya terlihat kian melemah kala ketika dipertontonkan oleh raksasa teknologi informasi, bisa berupa Facebook, Twitter, Instagram, Google, serta rupa-rupa jenis media sosial lainnya. Kian memburuk ketika digoreng oleh media mainstream. Secara perlahan, maka punah lah kebenaran sejati.

Tak juga kah Anda bisa menangkapnya?

Bagaimanapun kita telah diingatkan bahwa dalam hidup ini tiap kita akan berhadapan dengan tirani algoritma teknologi. Sia-sia berupaya menentang teknologi informasi itu. Begitu-kah? Entahlah!

Versi terbaiknya, telah difungsikan sesuai tujuan semula. Yakni memudahkan urusan peningkatan pendidikan, memudahkan perdagangan, memudahkan transaksi keuangan, memudahkan riset dan penelitian.

Menambah pengetahuan tentang tatanan sosial, bahkan membuat kita populer dalam pergaulan sosial. Membuat kita terlihat lebih hebat dari yang sebenarnya, lebih sukses dari yang sebenarnya. Semuanya kian menyadarkan kita akan ketidakmampuan kita.

Walau hati sanubari tahu bahwa kita punya perangkat hukum, punya perangkat tatanan sosial serta punya prinsip yang hidup ditengah-tengah masyarakat, namun terkadang malah menjadi lelucon kala berhadapan dengan raksasa teknologi informasi.

Apakah pihak penunggang raksasa teknologi informasi itu yang pegang kendali tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara? Tentang ini Anda boleh setuju atau bahkan mendebatnya.

Kini kita hidup dalam zaman setengah kebenaran. Fokus pada konsep “harus menyalahkan siapa?”. Kita tak lagi berminat pada jawaban yang benar, tak lagi tertarik pada solusi.

Jika dulu kebohongan kerap dianggap melekat pada sekelompok orang licik mempertahankan kekuasaannya, ternyata jauh di sanubari, kelicikan itu juga bersemayam di diri, dan kita bangga merawatnya. 

“We are struggling with the global war on the truth”.
~Craig Mazin, the writer of Chernobyl

Menurutnya, kini kita hidup di tengah-tengah dunia yang tengah berjuang dalam perang global tentang kebenaran. Bagaimana para ilmuwan terlihat kerap diejek, diragukan kebenaran yang diusungnya.
Kerap terlihat pendapatnya dibenturkan dengan pendapat para pakar ahli yang telah jinak jiwa raganya, tak lagi kukuh mengusung mempertahankan semangat kebenarannya. Dan kita menderita karenanya!

Mari lihat, PERISTIWA KEBAKARAN HUTAN:
Betapa dahsyat meluluh-lantakkan kehidupan satwa dan marga penghuni rimba raya. Menghanguskan benih mata air sumber relung-relung alur sungai yang dikenal mengalir sampai ke laut. Menjadi kering kerontang.

Kini berbagai wilayah menderita kekeringan kala kemarau, tetapi menderita kebanjiran di musim hujan. Beberapa bahkan telah menjadikan musibah banjir bagai kegiatan rutin yang dijadwalkan mesti dilewati pada musim tertentu. Sepanjang tahun begitu itu.

Dan ketika pembakaran hutan didesak untuk dihentikan, terlihat masyarakat kecil yang menjadi korban. Sebagai peladang yang berpindah-pindah, dihukum dikenai pasal tuduhan telah melakukan pembakaran hutan di lokasi perladangan baru. Aneh-kah?

Nelangsa, ada kelompok masyarakat ikut menyalahkan. Namun, si peladang tak surut paham, mengapa kah? Itu sudah dilakukan sejak Indonesia belum ada.

Namun, kala ketika sejumlah perusahaan perkebunan di kenai hukuman Denda karena membakar hutan untuk membuka lahan perkebunannya, tak terdengar suara sumbang. Lambat laun berita kebakaran hutan perlahan menghilang, terutama karena masyarakat telah disibukkan lagi dengan berbagai kisah-kisah sedih lainnya. Aneh-kah?

Mari lihat, ANCAMAN MUSIBAH TSUNAMI:
Ketika didengungkan potensi dampak perubahan iklim yang mengancam, diputuskan untuk melindungi Anak bangsa dengan sains dilengkapi peralatan teknologi tinggi.

Waspada akan ancaman Tsunami serta gelombang laut.
Tak berselang lama, sekelompok politisi penjilat penguasa berhasil meyakinkan penguasa hingga kebijakan kemudian dibatalkan. Alasan, penghematan Anggaran Belanja.

Semua sontak kaget kala disuguhi berita peristiwa kemarahan alam, begitu dahsyat, ribuan korban jiwa. Anehnya, tak terdengar ada kelompok yang menyesalkan pembatalan kebijakan upaya perlindungan anak bangsa. Tak pula terdengar ada upaya menyadarkan penguasa lalim, bahwa tindakan tak terpuji seperti itu tak akan membuatnya berkuasa hingga seribu tahun.

Perlahan akan menua, tutup usia. Mewariskan kehidupan ini ke anak cucunya. Dengan catatan pernah terjadi musibah kelam yang sejatinya bisa diantisipasi, jika saja – jika saja, dan seterusnya.

Bagaimanapun telah tercatat pada lembaran sejarah peradaban bahwa perubahan iklim telah menyebabkan kekeringan serta kelaparan hingga membinasakan kejayaan Romawi dan Inggris Raya. Konflik kawasan regional hingga peperangan antar bangsa bisa terjadi karena diakibatkan perubahan iklim.

Menyangkal kebenaran bukanlah solusi!
Meninggalkan sain dan teknologi juga bukan jawaban.

Menjadi penguasa wajib berkemampuan mengantisipasi dan menangani dampak akibat perubahan iklim, atau akan tertimpa musibah. Sayangnya, penguasa kini cenderung memilih solusi yang salah, terlihat kukuh bersikeras membangun mufakat yang salah, bahwa itu sepenuhnya adalah kesalahan anu dan nganu-nganu.

Hingga akhirnya dicarilah seseorang untuk disalahkan. Itu yang menjadi solusi trendy di abad teknologi informasi.

Karena si Anu salah nganu! menjadi jalan keluar paling mumpuni dewasa ini.
~Salam Boong pemimpi Boong!

Minggu, 09 Juni 2019

MEDIA SOSIAL RACUN KEKACAUAN DUNIA

“Don't be afraid to surround yourself with people who know things or are better at things that you aren't, whether that's a mentor, business coach or an employee”.
~Ann Smith, president, A.wordsmith

Sulit menyadari bahwa kini kita hidup di tengah kekacauan dunia. Hal baik dan hal buruk silih berganti terjadi setiap hari, terkadang kita bahkan gagal memisahkan keduanya.

Kecanduan akan posting-posting bernada mengejutkan, baik di Media Sosial atau Media mainstream.

Beberapa menyantapnya bagai suplemen, sarapan pagi sembari membolak-balik timeline Facebook, Instagram, Twitter. Mencari-cari posting pelecehan intelektualitas diri. Gosip selebritis paling laris.

Kita sadar itu tak baik untuk asupan rohani tetapi kita suka dan menyukainya.

Memang ada posting-posting yang berguna semisal tentang peristiwa di kota tempat kerabat bertempat tinggal. Atau peristiwa di lokasi kerabat tengah berlibur.

Beberapa mungkin tentang gosip yang wajib kita ketahui agar tidak terkucil di kantor atau setidaknya membuktikan kita tahu informasi paling muktahir up-to-date.

Walau kita sadar bahwa gossip lebih banyak mudaratnya daripada maslahatnya namun situasi seolah memaksa untuk kita melahap nya. Kita juga tahu itu beracun tetapi kita diwajibkan situasi untuk berkomentar.

RACUN CANDU MEDSOS:
Tak kuasa kita telah terpapar dampak racun kecanduan sosial media, tetapi kita membantah.

Mari bertanya ke diri sendiri:

Begitu bangun tidur apakah Anda terlebih dahulu memeriksa Gadget atau minum air putih? Apakah sekaligus melakukan keduanya?

Konon katanya, itu menjadi bukti pertanda jika Anda telah terpapar racun Media Sosial.

Jujurlah, pastikan sendiri, apakah menjelang tidur Anda mematikan Gadget atau tertidur bersamanya?

Konon katanya, jika Anda terlelap bersama-sama dengan Gadget Anda, Anda telah terpapar racun Medsos. Berhati-hatilah! sudah waktunya untuk membatasi diri sebelum membahayakan diri atau keluarga.

Tak mengapa, jika Anda hanya setengah percaya, atau membantah. Itu hak Anda. Ini tentang Anda.

Barangkali Anda berdalih, Gadget hanya Anda gunakan dua jam setiap hari. Satu jam saat istirahat makan siang, satu jam saat menunggu jam pulang kerja. Jika pun lebih, itu karena iseng melihat-lihat timeline Facebook.

Mungkin Anda tak yakin berapa jam saat diperjalanan menuju tempat kerja, dan saat kembali pulang ke rumah, setiap hari. Berapa jam sebelum tertidur.

Tetapi Anda jujur menyadari bahwa tidak merasa diri lebih baik walau telah berjam-jam scrolling membolak-balik timeline Facebook, Instagram, atau twitter.

Anda jujur mengakuinya, itu permulaan yang baik. Dan berdalih, orang-orang juga melakukan hal yang sama dan mereka baik-baik saja.
Betul, walau itu juga tak betul.

RACUN MEMBANDING-BANDINGKAN DIRI:
Kita kerap terpancing membanding-bandingkan perilaku diri dengan orang lain, itu adalah racun kehidupan.

Kita suka menonton kehidupan keluarga orang yang di upload dipertontonkan, dan kita terpancing membanding-bandingkannya dengan kehidupan diri sendiri.

Kenapa begitu?

Heran jika orang-orang terlihat mudah menjadi kaya, sedangkan kita terus saja kekurangan. Kenapa-kah?

Orang-orang yang hidupnya berkecukupan terlihat lebih bahagia, berlibur ke tempat-tempat wisata, kelelahan menghabiskan uangnya.

Hidup mereka terlihat sempurna, berbeda dengan kita yang kerap mengeluh saat tunjangan kehadiran dipotong karena bolos tidak kerja. Uang makan dipotong karena terlambat masuk kerja.

Dua kali terlambat, hati was-was dapat Surat Peringatan.
Sekali lagi terlambat bakal PHK.

Kehidupan orang-orang kaya di sosial media terlihat tak terbebani dengan kenaikan beban listrik. Berbeda dengan token listrik di rumah yang senantiasa berbunyi minta asupan pulsa.

Mereka terlihat tak terlalu pusing akan kuota pulsa, rajin nge-Vlog, setiap saat siaran “live streaming”, berbeda dengan kita, tidak bisa men-download, harus irit kuota.

Orang-orang itu punya segalanya, sedangkan kita tak boleh lelah berharap dan berharap agar dapat tempat duduk di Trans Jakarta.

Orang-orang itu terlihat begitu mewah, jauh berbeda dengan kita yang sedari dini hari sudah bergegas siap-siap berdiri berjejalan di Kereta Api komuter menuju tempat kerja. Hal yang sama terjadi saat pulang ke rumah.

Tiap hari begitu, sedari tahun ke tahun, penghasilan tetap pas, bersyukur cukup ke akhir bulan.

Kenapa hidup mereka terlihat begitu mudah? Kenapa hidup kita begitu susah?

Tak lelah Anda menonton sajian kisah hidup mereka. Tak terbesit pikiran untuk mencari tahu realitasnya, benarkah seperti postingan di Timeline?

Kian terperosok membanding-bandingkan. Ketidaktahuan membuat kita terlelap oleh sajian unggahan kemewahan.

Beberapa terpancing pemikiran sesat, jika mereka bisa kenapa kita tidak? Pastinya kita bisa juga. Hingga akhirnya terperosok menjauhi norma tatanan sosial.

Bagaimana mereka bisa mewah, ganti mobil tiap waktu, Anda tak pernah berpikir hal apa yang diperbuat untuk mendanai gaya hidup fantastis seperti begitu itu? Harus gonta-ganti pasangan kah agar kebagian jatah pelesir ke tempat-tempat mewah?

Mungkin iya, mungkin juga tidak! 

Tergantung telur masing-masing.

Lajimnya, penghasilan yang didapat dengan bercucuran keringat lebih bijaksana penggunaannya. Pakai akal sehat membelanjakannya. Apakah mereka tidak punya akal sehat?
Tidak juga.

Sesat pemikiran akan memancing kesesatan hidup.

Terkadang melihat unggahan aktivitas orang-orang yang bisa jadi kita kenal menjadikan kita merasa rendah diri.

Perasaan memburuk. Terpancing memelihara pikiran negatif tentang kemampuan diri.

Karenanya jangan suka membanding-bandingkan diri.

Itu Beracun!

RACUN KERASUKAN ENERJI NEGATIF:
Terkadang kita tak sadar jika enerji negatif telah masuk menyelinap merasuki akal sehat dan malah bersemangat memeliharanya.

Membuat kecanduan menonton kehidupan orang-orang, beberapa malah dijadikan ukuran sukses keberhasilan.

Pikiran menjadi serong, bahwa orang-orang sukses itu makan di restoran, jangan sampai terlihat nongkrong makan pecel lele di warung tenda pinggir jalan.

Menjadi jauh dari nikmat kebebasan hidup. Menjadi abai dan melecehkan nikmat kehidupan pribadi. 

Pelanggaran!

Jika yang di upload tentang kehancuran hidup seseorang kita tak lagi empati bersimpati, tetapi menanggapi miring. Kita tak sadar, itu malah membuat hancur hidup orang itu.

Hancur!

Kerasukan enerji negatif menjadikan ketagihan menonton kisah kehidupan orang-orang hingga lupa akan nikmat kehidupan sendiri. Tetapi tidak menjadikan diri kita menjadi lebih baik dari orang itu. Hanya kita harus jujur untuk bisa mengakuinya.

Mari lihat lebih jauh efek dari kerasukan enerji negatif:

Ketika mendapatkan informasi yang di upload tentang tragedi suatu keluarga, apakah kita tahu kejadiannya? Tentu tidak! Yang kita ketahui hanya sebatas informasi yang di upload orang-orang.

Tetapi itu membuat kita seolah terlibat, cenderung menilai negatif perilaku orang-orang yang kita tidak kenal. Berkomentar malah menghakimi korban, kita malah berempati ke si pelaku kejahatan.

Saya ragu, jika Anda mengatakan bahwa itu menjadikan hidup Anda bertambah baik? Tetapi tidak meragu untuk menyatakan bahwa kejadian itu menjadi bukti pertanda bahwa aktivitas Sosial Media mengusung enerji negatif.

Membuat tatanan sosial kehidupan terlihat memburuk.

WAKTU TERSITA ENERJI NEGATIF:
“The Law of Attraction doesn’t care whether you perceive something to be good or bad, or whether you don’t want it or whether you do want it. It’s responding to your thought”, and, “That’s what you’re going to get more of.”
~Bob Doyle, The Secret

Waktu habis tersita enerji negatif, tak sadar kita malah berupaya memancing kehadirannya. Hidup tersia-sia, kian jauh dari manfaat dan kemanfaatannya.

Menurut Bob Doyle, Hukum tarik-menarik tidak peduli apakah Anda menganggap sesuatu itu baik atau buruk, apakah Anda menginginkannya atau tidak. Semua yang terjadi mengikutkan isi pemikiran, akhirnya kian banyak yang akan terjadi - menimpa.

Jika Anda membiarkan hal-hal negatif merasuki pemikiran, itu akan memancing timbulnya berbagai pemikiran negatif lainnya. 

Hidup akan terus-menerus dipenuhi hal-hal negatif, hingga Anda tak lagi mempersoalkannya. Dijejali pemikiran negatif orang-orang membuat hidup tersia-sia.

Kita kerap mengeluh tidak punya waktu untuk tiap hal. Alasan tersita oleh kemacetan jalan dan beban pekerjaan. Lelah memaksa ingin istirahat hingga tak cukup waktu untuk bercengkrama dengan anggota keluarga.

Beberapa mungkin harus bekerja hingga belasan jam, setiap hari begitu hingga tidur pun terbatas, mengeluh kurang istirahat.

Namun, bisa aktif di Media Sosial. Waktu tersita membuat Anda abai akan masa depan yang lebih baik.

Waktu produktif tersita enerji negatif, sirna percuma oleh kekacauan dunia.

KEDAMAIAN BATIN HILANG TAK TERSISA:
Walau kita sadar tak ada kaitan dengan tiap berita yang berseliweran di upload di timeline Facebook, Twitter, Instagram, tetapi dorongan rasa ingin tahu membuat kita tak kuasa menghindar.

Rasa ingin tahu membuat kita seolah tahu tiap hal, berperangai seolah tahu peristiwa dunia.

Bangga ada orang-orang yang secara teratur meng-upload informasi yang kita perlu ketahui. Hingga walau tidak dibayar kita juga setia memuktahirkan informasi.

Mungkin itu tak salah. Namun, tidak seyogianya kita turut serta memuktahirkan informasi kekacauan dunia, jauh lebih bermanfaat jika kita memuktahirkan kehidupan sendiri.

Tahu setiap hal akan membuat kita hidup gelisah.

Hilang kedamaian hati.

MENEMUKAN KEDAMAIAN BATIN YANG HILANG:
Perlu bersungguh-sungguh mengatur waktu setidaknya terbebas dari gangguan informasi.

Dewasa ini, serasa kian sulit menemukan waktu tenang.

Mungkin kita perlu memblokir diri dari informasi tentang kekacauan dunia. Di jam-jam tertentu, di hari tertentu, blokir diri dari Gadget, hidup tanpa Whatsapp, tanpa Facebook, tanpa Twitter, tanpa internet.

Banyak hal yang tidak memerlukan internet. Nikmat kopi tak berkurang tanpa Gadget. Berupaya agar bisa terbebas dari beban rencana kerja, skedul rapat, proposal proyek, dll.

Mungkin, meditasi bisa berdampak positif.

Tak mengapa, jika saran diatas terdengar berlebihan, tetapi tidak apa-apa juga, jika sekiranya sudi mengikuti.

Tak apa-apa jika Anda mendebat bahwa membiarkan Televisi hidup sembari melakukan sesuatu tak membuat Anda terganggu.

Namun tak apa-apa juga jika mengakui bahwa tayangan acara apa pun itu, secara perlahan akan menyerap enerji emosi diri. Tetapi Anda tak perlu membanting hancur Televisi Anda.

Ini tentang rasa nyaman memelihara tingkat enerji emosi diri. Namun, apakah itu memungkinkan?

Ini tentang upaya Anda membebaskan perhatian dari informasi tentang kekacauan dunia.

Demi mendapatkan kembali privasi kehidupan pribadi yang hilang terutama karena internet sukses merangsek menerobos ruang-ruang paling pribadi.

Tak soal jika Anda belum merasakannya? Bagaimanapun diperlukan keseimbangan alam kehidupan, hingga tak lagi perlu terlompat saat bangun tidur hanya karena teringat belum memeriksa inbox email.

Tak lagi perlu menunda makan siang hanya karena seseorang meng-upload sesuatu di Timeline Facebook.

Tak lagi perlu menunda jam pulang kerja hanya karena melihat-lihat terbaru di Instagram.

Tak lagi perlu menjadi tak tidur karena gossip di grup Whatsapp atau membalas Telegram teman.

Bagaimanapun ada sendi-sendi privasi kehidupan yang kini terganggu karena Wifi sudah sampai Toilet, apalagi sebagian kita rindu ketenangan hidup.

Walau terdengar sinis, tetapi mungkin keinginan itu juga bersemayam di lubuk hati sanubari Anda.

“Everyone is a genius. But if you judge a fish by its ability to climb a tree, it will live its whole life believing that it is stupid.”
~Albert Einstein

~Salam Kacau selalu! 
 MyMan

-->

Kamis, 06 Juni 2019

LOA - RAHASIA PRIBADI PECUNDANG?

"If you are not willing to risk the usual you will have to settle for the ordinary."~Jim Rohn

Jika Anda tidak mau mengambil risiko, biasanya Anda harus puas dengan hasil yang biasa-biasa saja.

Sejatinya, tidak seorang pun sudi jika disebut gagal, walaupun tidak ada orang yang tidak pernah gagal dalam perjalanan hidupnya.

Setiap orang dimungkinkan pernah gagal mendapatkan keinginannya, bisa berupa gagal masuk sekolah favorit, tidak dapat tiket nonton konser band kesayangan, mungkin gagal menilpon karena tak dapat signal, dan lain-lain. 
Tetapi kegagalan bukan akhir segalanya. Itu hal yang lazim, itu hanya masalah ketertundaan.

Anda boleh setengah percaya, karena memang tak ada orang yang berlapang dada menerima kegagalannya, karenanya adalah wajar jika maksimal dan terus berusaha.

Karena hidup adalah kompetisi, nyaris semua orang berusaha menolak dikalahkan oleh siapa pun. Jika disuatu ketika Anda gagal, pastinya akan berusaha menolak keadaan itu dan berusaha membuktikan bahwa bukan itu realitasnya.


Anda akan memilih untuk membela diri dan mengatasinya.

Gagal dimasa lalu bisa menjadi ganjalan dalam perjalanan hidup, kerap dilekatkan bagai catatan hitam sejarah hidup.

Terkadang, bahkan dianggap mempengaruhi keputusan atau tindakan-tindakan.

Menyebabkan ketidakseimbangan, hidup bisa kian menjadi semakin sulit karena tidak fokus menyelesaikan hal-hal yang harus disegerakan.

Menjadi tersesat lupa akan arah tujuan.

Yang terburuk, bisa mengakibatkan kerenggangan dalam hubungan antar tetangga di lingkungan, dengan relasi bisnis atau malah berdampak negatif dalam hubungan kekeluargaan, kebangsaan hingga hubungan internasional.

"The greatest of all mistakes is to do nothing because you can only do a little. Do what you can."~Sydney Smith

Jika suatu situasi membuat frustasi, Anda dapat memilih menerima keadaan itu sebagai sesuatu yang akan memperindah warna-warni perjalanan hidup.

Menerimanya sebagaimana adanya, akan mengurangi rasa jengkel, imbas rasa kekecewaan yang merugikan masa depan Anda.

Mengatur langkah lanjutan, bagaimana mengatasinya, bagaimana mengatur baik-baik bentuk perlawanan yang realistis berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku.

Tidak merajuk atau cengeng, tetapi juga tidak disarankan untuk membiarkan diri menjadi korban perlakuan tindakan kesewenang-wenangan.

Setidaknya, Anda harus siap memerangi bentuk kecurangan. Anda harus menemukan jalan keluar yang realistis, elegan, terhormat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sebagai berikut:

Langkah 1: Mencermati kembali apa yang terjadi:
Teliti dan cermati kembali apa yang terjadi dan apa-apa saja yang menjadi hal ikhwal muasal penyebabnya.

Banyak yang gagal malah merajuk bersembunyi dari khalayak umum. Tidak perlu harus begitu.

Anda tidak perlu menjauh dari realita kehidupan, walau itu nyaman, tetapi hanya sesaat.

Ganjalan pemikiran akan tetap menghantui, sewaktu-waktu bisa menghunjam, meledak dan itu akan lebih menyakitkan.

Amati apa penyebab kegagalan itu, tabahlah! Kuatkan diri. Tak perlu menyalahkan orang-orang, siapapun itu.

Tanggung jawablah!

Catatkan baik-baik urut-urutan peristiwanya. Evaluasi semua aspek situasi dan gambaran keadaan yang berlangsung.

Cermati, perlahan-lahan akan terlihat secercah cahaya dititik mana awal bermulanya persoalan yang kemudian dipersoalkan, dan di titik mana Anda bisa mulai beranjak bergerak leluasa menyelesaikannya.

Tak soal, apa itu persoalan yang dipersoalkan. Apa pun itu, hanya akan menguji kadar kepemimpinan.

Si Kerdil akan maksimal berusaha melindungi diri. Berucap kata apa saja! Melengkapi diri dengan peralatan apa saja. Bahkan jerami hanyut pun akan diraih dia kira itu kapal selam untuk pertahanan diri.

Baginya menyelamatkan diri adalah segalanya.

Bongkahan batang kayu hanyut pun akan dianggap musuh, bagaikan Buaya raksasa yang mengintai.

Semuanya harus dibasmi, diperlakukan bagai musuh. Tuduh kan hal apa saja, tersangka kan saja, tuntut pasal apa saja yang bisa.

Tak soal jika tiap soal kelak akan dipersoalkan.

Sikat habis, kerdilkan semuanya!

Tetapi, pejuang patriot, selamanya akan menjadi pejuang sejati. Walau emosi tak tertahankan, namun tindakan dan ucapannya akan didasarkan pertimbangan matang.

Semuanya demi kenyamanan orang-orang yang memberikan mandatnya untuk diperjuangkan.

Sekecil apa pun potensi gangguan akan diupayakan untuk dihindarkan.
Bahkan, jika diharuskan, mereka yang memperlakukannya bagai musuh pun akan dilindungi, keselamatan menjadi yang terutama.

Tak heran jika patriot sejati kerap terlihat berjuang sendiri. 

Langkah 2: Jangan salahkan diri sendiri:
Sayangi diri Anda sebagaimana layaknya Anda menyayangi sesama satu lainnya.

Walau wajar jika Anda menyalahkan diri sendiri, tetapi berbaik hatilah, berikan kesempatan kedua setidaknya kesempatan untuk belajar dan melepaskan kegalauan hati.

Memaafkan diri sangat disarankan, jangan terlalu keras menghakimi diri sendiri.

Bagaimanapun tiap kesalahan terjadi untuk suatu alasan.

Langkah 3: Lihat lagi dari sudut yang berbeda:
Diibaratkan melihat cahaya, ia akan berbeda jika dipandang dari sudut yang berbeda.

Demikian halnya dengan kegagalan, jika dilihat dari sudut pandang yang berbeda mungkin akan menimbulkan inspirasi baru, mungkin akan menemukan jalan terbaik menyelesaikannya.

Analisa hal-hal apa saja yang baik dan berguna, susun daftar tentang hal-hal yang negatif yang merugikan perjuangan.

Mengevaluasi, mungkin Anda terlalu fokus pada hal-hal yang salah atau yang merugikan, sehingga banyak hal-hal positif yang menguntungkan menjadi tertutupi.

Disarankan untuk Anda memfokuskan perhatian kepada hal-hal yang berbeda dengan cara yang berbeda.

Niscaya hal sederhana pun bisa membalikkan keadaan. Mulailah melakukan perbaikan dari sana, selesaikan masalah kegagalan Anda.

Ketahuilah, sukses Anda terletak pada orang satu lainnya.

Langkah 4: Nikmati hidup Anda:
Percayalah, jika pun gagal Anda tidak diharamkan untuk tetap menikmati hidup Anda. Berlakulah wajar dan usahakan mental Anda tidak terbebani melakukan perbaikan.

Ketahuilah tidak setiap orang diberikan kesempatan kedua untuk memperbaiki kesalahan dan menghindari kegagalan.

Rangkullah kesempatan yang ada, taklukkan tantangan dengan cara-cara elegan. Tunjukkan bahwa kegagalan yang dialami sejatinya membawa hikmah tersendiri.

Hargailah kesempatan yang diberikan untuk membalikkan keadaan dari kegagalan menjadi keberhasilan.

Berjuanglah seakan Anda mati keesokan harinya, tetapi jalani hidup Anda seakan Anda akan hidup seribu tahun lagi.

Sejatinya, penolakan pada dasarnya terdorong oleh rasa khawatir berlebihan atau karena ketakutan akan terbongkar ketidaksempurnaan, bahkan kedunguannya.

Sejarah selalu berhasil mencatatkan tindakan-tindakan perilaku dungu versus akal sehat.

Berpijak lah pada hal itu.

Kegagalan adalah wajar, bahkan walau jika gagal dalam banyak hal itu hanya akan membuat Anda menjadi berkemampuan menghadapi berbagai hal, dan menjadi sukses dalam setiap hal.

Bagaimanapun, kegagalan akan menciptakan kesempatan emas menuju keberhasilan.

"If you do what you always did, you will get what you always got."
~Anonymous

Ketahuilah, jika Anda melakukan apa yang selalu Anda lakukan, Anda akan mendapatkan apa yang selalu Anda dapatkan.

Pengalaman buruk adalah batu loncatan mencapai sukses keberhasilan.

~Salam Dungu Pecundang!
 RECA