Kamis, 14 Juli 2016

STRATEJIK (6)-; Harus Bagaimana Lagi?

“Pengalaman di hari kemarin menjadikan tiap orang lebih siap dihari ini, dan semakin lebih siap lagi esok harinya”.~Hotman Sihombing

Engga tahu kenapa, tiap kali gagal tiap orang mudah terpancing untuk mengeluh. Andai mertua tak tergoda korupsi tak akan divonnis, disita semua nelangsa jadinya; andai mertua jadi pengusaha tak perlu dia korupsi untuk menjadi kaya. Derita seolah tak komplit tanpa keluh kesah.
Andai tak ikut-ikutan tetangga investasi saham tak bakal ludes merugi - harus bagaimana lagi? Konon katanya, keluh kesah berhasil memicu lahirnya evaluasi, mencari cara bagaimana agar lebih baik.

Abaikan Kekuatiran Anda:
Anda tak perlu percaya bahwa jika hanya mengandalkan penghasilan gaji bulanan semata Anda tak akan bisa kaya. Tetapi Anda boleh percaya bahwa dengan beberapa variasi sumber penghasilan Anda bakal bisa kaya. Dan itu hanya dimungkinkan jika Anda berbisnis.

Jika berhenti bekerja - mau makan apa? Mengeluh lagi! kuatir oleh ketakutan diri sendiri; hendak berbisnis apa lagi? semua sudah ada nyaris tak ada yang tersisa. Lagi-lagi mengeluh! orang kerap lupa bahwa nama nya sendiri pun bisa dibisniskan – jual saja; Jika gagal bagaimana? Cilaka!

Tetapi jangan pula langsung tergoda, lalu berhenti bekerja. Persiapkan dulu rencana bisnis Anda; cuba dulu memanfaatkan waktu luang sehabis bekerja; disiplin, lakukan setiap hari. Fokus menuju tujuan akan mengurangi keluhan.

Abaikan Penghakiman Orang:
Tentangan utama timbul dari kalangan kerabat sendiri. Jangan terbebani, jangan biarkan orang lain menghakimi rencana baik Anda: “jika ingin memanen padi jangan pupuk ilalang”.

Jika ingin berinvestasi di bisnis, cari dulu kemungkinan ada bisnis yang dijual; Lihat-lihat dulu kemungkinan ada pihak yang ingin membeli; Posisikan diri Anda ditengah. Saat keduanya bernegosiasi Anda akan mendapatkan banyak informasi berharga; Investasikan dana Anda mengikutkan mekanisme nya.

Jika hendak berbisnis, Anda tidak harus lulus dari lembaga pendidikan ternama. Kini bahkan Anda bisa memanfaatkan sistim online belajar langsung dari pebisnis yang paham bahwa sukses keberhasilan harus diperjuangkan dan fokus. Itu saja!

Jaga Kesehatan Anda:
Bisnis senantiasa menguras pemikiran, bagaimana kebutuhan operasional, keluarga serta kebutuhan modal kerja, dll. Melelahkan. Istirahat yang cukup untuk menjaga kebugaran phisik.

Untuk beristirahat tidak harus di hotel mewah berada ditengah-tengah keluarga akan lebih menakjubkan. Untuk bugar, tidak harus terdaftar di klub kebugaran ternama, cukup teratur berjalan di lingkungan tinggal Anda.
Kesederhanaan terbukti handal membuat hidup lebih hidup. Dan yang lebih penting lagi, jangan pernah berpikir bahwa masalah tidak akan terhenti jika Anda tidak memikirkannya sepanjang waktu.

Jaga Keunikan Anda:
Kalimat sepele yang kerap disepelekan. Ketahuilah tiap orang memiliki semangat – demikian halnya Anda. Semangat mengusung keunikan sendiri sehingga kadar nya tidak sama pada setiap orang. Pupuk senantiasa kesuburan semangat Anda dengan tetap fokus menggenjot kemampuan Anda berbisnis. Fokus bersemangat – itu lah keunikan Anda.

Jaga Kreatifitas Anda:
Orang yang kreatif akan terlihat lebih kompeten, seakan lebih pintar dari lainnya. Berusahalah menghadirkan sesuatu yang kreatif, mencatatnya baik-baik, itu akan menjadikan Anda kian diperhitungkan.
Dunia berpihak pada orang yang kreatif dipenuhi innovasi tiada henti. Selalulah jujur, tidak terpancing memanipulasi kreasi orang lain seolah kreasi Anda sendiri. Malu! Jaga hubungan baik Anda dengan dunia.
become ECA member!

 
~Salam bagaimana lagi!

Jumat, 08 Juli 2016

STRATEJIK (5)-: Malu Memulai Bisnis - Perlu Stratejik Apa?

"Everyone has inside of him a piece of good news. The good news is that you don't know how great you can be! How much you can love! What you can accomplish! And what your potential is!"
~Anne Frank

Jamak diketahui pebisnis pemula mengawali bisnisnya hanya karena diajak teman, diajak kerabat, hanya berdasarkan cerpen – bakal untung sekian. Hingga tersadar dan mengubah bisnisnya diubah dan berubah lagi bahkan malah lupa pada rencana bisnis semula. Beberapa diantaranya malah terhenti. Lainnya terus giat, tetapi hanya sebatas berencana dan tak kunjung mulai. Didera rasa kuatir, menjadi tidak percaya diri terbelenggu oleh ketakutan sendiri – jika nanti gagal bagaimana? Cilaka! 
Berikut, disajikan beberapa saran sederhana:

CARI TAHU DULU: 
Pemula disarankan untuk mencari tahu dulu infomasi sebanyak mungkin. Jika memungkinkan dapatkan informasi dari orang yang sudah menjalankannya. Untuk tahu: hal apa saja yang perlu diketahui; hal apa saja yang perlu dipersiapkan; apa saja yang harus dilakukan; yang mana yang harus didahulukan; perijinan apa yang diperlukan. Cari tahu itu dulu!

LIHAT-LIHAT DULU:
Jangan bosan bertanya untuk mengumpulkan jawaban. Jika memungkinkan upayakan untuk bisa melihat-lihat dari dekat - aktivitas nya apa saja? Amati caranya – pelaksanaannya bagaimana? Kemungkinan masih ada informasi lain atau mungkin ada jenis bisnis tertentu yang memiliki keterkaitan – apa itu? Lihat-lihat dulu!

PELAJARI DULU:
Pemula kerap tergopoh-gopoh menyelesaikan tiap hal. Jika diberitahu satu hal cenderung ingin tahu banyak hal. Jika diminta fokus di tiap hal, cenderung menantang ingin bisa segala hal. Mendebat tiap hal, tak sabar seolah lupa perlu waktu untuk tahu apa itu - tiap hal. Maka itu, pelajari dulu!

BERTAHAP DULU:
Pemula kerap digayuti sejuta bayang impian keuntungan yang terkadang mencengangkan, lupa akan tiap situasi yang bisa merugi. Terbuai lamunan untung dan bakal beruntung. Beruntung lagi, dan lagi-lagi beruntung.
Ingin lekas-lekas membeli MONAS. Akan dia taruh buaya berjaga siang malam hingga mertua tetangga tak lagi bebas duduk ngopi di sana. Pemula kerap lupa bahwa tiap sesuatu itu memerlukan tahapannya sendiri-sendiri. Yang sabar, bertahap dulu!

KECIL-KECILAN DULU:
Menjaring informasi akan lebih efektif jika dilakukan sembari berbisnis, barangkali skala kecil bisa membuat leluasa bergaul dengan pebisnis lainnya. Berbisnis kecil-kecilan akan memicu mental kewirausahaan, jika disiplin akan dapat membuka kesempatan besar – mungkin malah lebih menguntungkan. Malu? Bisnis Online dulu!

BISNIS ONLINE DULU:
Pemula tak perlu mengubah-ubah rencana jika tidak pernah memulainya, apalagi jika alasannya hanya karena – akan malu, jikalau gagal! Kini ini, tak lagi perlu malu. Teknologi telah berhasil membuat tiap orang terlihat lebih pintar. Fitur-fitur gadget, tablet, laptop, dll., bahkan berhasil membuat bisnis kian mudah dan murah.

Jika dulu tenaga penjual dianggap memerlukan pelatihan khusus, kini cukup dengan pengetahuan: “bisa email”, langsung bisa “promosi” di sosmed. Langsung berjualan - sembari melamun, engga ada yang tahu!

Laju teknologi kian memudahkan bisnis, seolah mentertawakan pengetahuan yang dipersyaratkan professor angkatan terdahulu. Berlalu sudah era buku tebal-tebal. Sudah tak jaman menghapal macam rupa istilah marketing. Cukup dengan: “Klik dan Klik saja”. Itu saja. Dan itu stratejik juga.
~Salam klik-klik!
Join MySFITeam

Sabtu, 02 Juli 2016

STRATEJIK (4)-: Tentukan Stratejik Bisnis Anda!

Unikat Store

Rencana stratejik mengusung detil tahapan pelaksanaan rencana aksi, hasil evaluasi atasnya menjadi “stratejik pertumbuhan”, yakni penajaman rencana aksi lanjutan, detil yang lebih spesifik saat kapan sesuatu itu akan dilaksanakan; hal apa yang mendasari hingga kenapa sesuatu itu perlu dilaksanakan, dan kapan akan dievaluasi ulang, dll.

PERTUMBUHAN:
Pertumbuhan dianggap terjadi jika ada peningkatan keuntungan, peningkatan penjualan, asset, persediaan, pelanggan, modal dan sumber daya, dll. Untuk tumbuh manajemen lajimnya fokus ke penghematan biaya dan maksimal memanfaatkan peluang, termasuk kemudahan oleh laju pertumbuhan teknologi. Kini bisnis berbasis online membuat penjualan dan promosi menjadi lebih mudah dan murah dan bisa oleh siapa saja, dari mana saja.

STRATEJIK PERTUMBUHAN:
Pola perilaku manusia yang berubah-ubah membuat pembahasan stratejik pertumbuhan selalu menarik. Ada bisnis tertentu saat awal didirikan dicemooh dan malah tumbuh pesat, sebaliknya bisnis yang umumnya sukses malah gagal. Dinamika bisnis terus memicu laju pertumbuhannya sekaligus menghancurkannya. Teknologi kini bahkan mendominasi hingga untuk eksis dunia bisnis harus bisa menyesuaikan diri.

Kategori stratejik pertumbuhan meliputi: (1) pertumbuhan konsentrasi dan (2) diversifikasi.

Pertumbuhan Konsentrasi:
Mencakup: (1) stratejik pertumbuhan Konsentrasi Vertikal dan (2) Horisontal. Model ini mudah terlihat pada jenis bisnis bidang tertentu yang pesat bertumbuh dan memiliki potensi akan terus tumbuh - dan semakin bertumbuh.

Konsentrasi Vertikal:
Stratejik pertumbuhan Konsentrasi Vertikal dicapai dengan meng-akuisisi semua lini produksi sedari pemasok hingga distribusi, pertumbuhan eksternal diharapkan akan memicu pertumbuhan internal. Model ini diminati di industri populer dimana posisi kompetitif dimungkinkan diraih di sepanjang rantai nilai.
Misalnya: “Zara”; 
Perusahaan Spanyol; pengecer pakaian lebih memilih memproduksi sendiri untuk alasan kualitas dan kontrol terhadap pemasok.

Konsentrasi Horizontal:
Stratejik pertumbuhan Konsentrasi Horizontal dicapai dengan memperluas pangsa pasar, melebarkan target pengguna melalui cara aliansi strategis.
Misalnya: “United Airlines”; 
Maskapai penerbangan komersil Amerika Serikat; menjadikan perusahaan sejenis “Continental Airlines” menjadi aliansi strategisnya. Walau pangsa pasar keduanya berbeda namun dengan ber-aliansi keduanya menjadi dimudahkan meningkatkan pasarnya, dan akan memicu pertumbuhan internal.

Contoh lain - peristiwa terkini:
#Microsoft has bought #Linkedin for £138 per share in a transaction which has been valued at £18.5bn

Pertumbuhan Diversifikasi:
Mencakup: (1) stratejik pertumbuhan Diversifikasi Konsentris dan (2) Konglomerasi. Model ini kerap ditempuh oleh perusahaan berkategori matang bahkan mungkin sudah melalui stratejik pertumbuhan vertikal dan horizontal.

Diversifikasi Konsentris:
Perusahaan tetap fokus pada karakteristik keunggulan kompetitifnya, Diversifikasi ditujukan untuk mengamankan posisinya dalam bidang bisnis baru dimana perusahaan telah mapan dan memiliki tingkat keterampilan signifikan. Misalnya: perusahaan telepon yang menjual layanan internet.

Diversifikasi Konglomerasi:
Perusahaan melakukan ekspansi ke bidang bisnis lain yang sama sekali tidak terkait dengan bidangnya, disisi lain perusahaan tidak memiliki keterampilan yang cukup dibidang bisnis utamanya. Kekuatiran akan arus kas menjadi alasan utama hingga perusahaan berupaya meminimalkan risiko dengan diversifikasi usaha.
Misalnya: “Disney”; 
Perusahaan Amerika Serikat; bergerak dibidang industri film tetapi malah sukses dibidang properti liburan dan dunia hiburan.

Kiranya Anda pun punya stratejik bisnis yang handal. 
~Salam stratejik!

"The strongest oak of the forest is not the one that is protected from the storm and hidden from the sun. It's the one that stands in the open where it is compelled to struggle for existence against the winds and rains and the scorching sun."
~Napoleon Hill

Terbaru

MEMBANGUN MOMENTUM DIRI

Perlu momentum untuk berhasil. Banyak yang giat membangun momentum untuk kesuksesan dirinya dan banyak yang sabar, bersabar menunggu saa...