"Within you right now is the power to do things you never dreamed possible. This power becomes available to you just as soon as you can change your beliefs."~Maxwell Maltz
Mari bertanya ke diri sendiri: "Apakah saya menghargai diri sendiri? Kenapa harus menanggalkan harkat pribadi hanya oleh sesuatu yang menguntungkan?" Tak usah dijawab! Hidup adalah tentang kehormatan yang harus dirawat secara benar, tak soal apakah menguntungkan atau akan merugi. Harkat diri harus dijaga.
Jangan berdalih takada yang tahu jika kita curang, tetapi reputasi menjadi taruhannya. Jagalah itu, jangan sekali-kali curang! Ingat pepatah tua “sepandai-pandai tupai melompat pasti akan jatuh”. Ntah untuk alasan apa, perbuatan tercela kelak akan membebani reputasi, jangan sampai tergoda oleh sejumput materil yang bakal sirna disita waktu.
Reputasi itulah kepribadian kita, dan kita harus Antusias merawatnya!
Mari tanya lagi: "Cukup antusias kah saya menghargai diri sendiri? Kenapa saya lupa merawatnya dengan baik?" Tak perlu dijawab!
Dan mengakulah, bahwa tanpa sadar kita kerap meremehkan harkat diri dan kita antusias melakukannya. Boleh dibantah, tetapi bantahlah setelah benar-benar berpikir bahwa tak sekalipun Anda pernah meremehkan diri sendiri!
Betulkah? Yang betul-lah!
Kita kerap bersikeras membuat teman terkesan, bahwa kita bisa diandalkan, bahwa kita kita tak akan mengecewakan, kita layak dijadikan sahabat dan pantas dibanggakan. Dan kita antusias berusaha! Walau kita harus berubah menjadi orang lain, walau harus mengkhianati diri sendiri bahkan membuat orang lain takut akan topeng kepalsuan kita.
Kita telah berbuat tidak senonoh terhadap diri sendiri. Kita telah berbuat culas hanya untuk menyenangkan teman. Hanya demi seseorang yang kita kata layak disebut sahabat, seseorang yang membuat kita berkhianat ke diri sendiri. Sesal telat, batin tersiksa!
Kelak akan tiba waktunya untuk kita bisa melihat banyak hal secara berbeda, dan kita tersadar bahwa kita telah meremehkan diri sendiri. Itu tak masuk akal, berontak kita melepaskan diri, tak peduli jika orang menjadi tidak suka. Waktunya menegakkan harkat diri. Tak soal apakah orang lain setuju, tetapi kita layak memperjuangkannya atau kian terbebani sesal di sisa hidup kita.
Berubah. dan kita harus antusias melakukan-nya! Saatnya untuk berpikir dengan pikiran sendiri, saatnya untuk bertindak demi alasan sendiri tanpa harus merusak kepentingan orang lain! Tanpa harus merebut hak orang satu lainnya. Mungkin kita akan kesulitan atau kalah oleh penolakan orang-orang, tetapi kita berhak menegakkan hak menolak meremehkan diri sendiri.
“Hidup adalah perjuangan. Baik atau buruk itu adalah pilihan apalagi hidup bahagia bukan berarti tidak punya masalah, tetapi kemampuan mengatasinya akan timbul dari kejujuran yang terpelihara. Hadapilah dengan apa yang dimiliki bukan karena apa yang akan dimiliki atau oleh karena apa yang pernah dimiliki.”
BANTING STIR!:
Sabar bukan berarti terus menunggu, tetapi merawat semangat juang bahwa itu sepadan dengan apa yang diperjuangkan. Jika tidak, segera tinggalkan. Mungkin hidup kita akan menjadi tak nyaman tanpa penghasilan, mungkin tak lagi makan enak, tak lagi tidur nyaman. Mungkin panik, sampai kapan? Kepahitan hidup mungkin akan merusak hubungan dengan teman atau bahkan keluarga dekat. Mungkin dicemooh.
Kita diperhadapkan pada situasi uji tekad, bisa berubahkah? Dan beban kesulitanlah yang membuat ruang yang dibutuhkan untuk mencipta hal-hal besar. Melangkahlah, sekecil apapun itu, itu karunia!
Mungkin kita akan menghadapi penolakan, atau terkendala karena kerap gagal dan gagal, namun jika benar-benar menginginkannya, kita tak akan lelah berjuang. Dan kita harus antusias memperjuangkannya!
Perlahan, tiap langkah akan membawa hasil, seiring waktu akan terasa lebih baik dan hidup akan lebih nikmat. Sejatinya, perjuangan memerlukan titik awal pemberangkatan, dan itu tak akan ditemukan ditengah perjalanan, tetapi itu-lah jalannya.
Teruskanlah! Hidup akan terasa lebih hidup.
TERBANTING-BANTING:
Kala terbanting-banting, hal terbaik yang bisa dilakukan adalah dengan terus berjalan meliwatinya. Jangan habiskan waktu mengerjakan hal-hal yang tak bisa diubah.
Mungkin akan kelelahan, rehatlah hingga segar dan bangkit lagi mencoba sembari berjuang memelihara impian. Jangan berhenti karena terbanting-banting, karena pelajaran terbaik hanya akan bisa dikuasai kala diperhadapkan pada masa-masa terburuk. Ketika salah tiap hal akan terasa serba salah, seolah terjebak dalam pusaran kegagalan hingga timbul keinginan untuk berhenti. Kala itu muncul, ingatlah bahwa hal-hal harus salah terlebih dahulu untuk bisa tahu yang benar. Bergegaslah, lalui yang terburuk menemukan yang terbaik.
Sulit nian! Hidup memang sulit, tetapi Anda lebih tangguh. Tanamkan pikiran itu, tak berselang lama akan ditemukan alasan mentertawakan kesalahan-kegagalan yang terjadi. Disitu itu jawabannya. Jika kesalahan ditemukan, kebenaran pun telah ditemukan.
Hidup itu indah, dan kita lahir untuk itu! Saatnya untuk berbagi. Karena perjuangan kita tak lepas dari dorongan orang-orang, ada teman ada keluarga yang menginginkan kita sukses dan tiap satu daripadanya antusias akan keberhasilan kita. Maka Antusiaslah menjaga keharmonisan hidup.
~salam Antusias selalu!
"In many ways, the world is always only what it is, good and bad. It doesn't change. What changes is the way you look at the world, the way you choose to interact with it. Recognizing gives you amazing power. IF you can change yourself - and you can - you can change your relationship with the world."
~Ellis Peters

