Minggu, 21 Mei 2017

Mengharapkan yang Tidak diharapkan

"What you choose to focus your mind on is critical because you will become what you think about most of the time."
~Noel Peebles

Mengharapkan yang tidak diharapkan atau populer dengan istilah “expected unexpected – diharapkan tidak terduga” menjadi bayangan sumir mengisi kehidupan tanpa kita pernah menyadarinya. Tiap kita ditempa dalam jaringan lingkungan penganut kehidupan yang sistematis bertahap, turun-temurun sedari kakek ke ayah hingga kemudian diturunkan ke anak cucu dari anak-anaknya.
 
Tiap generasi dibina untuk menjadi kader terbaik di generasinya. Ditempa untuk berharap serta diajarkan cara memelihara pengharapan. Hidup dalam bayang pengharapan termasuk pengharapan mengharapkan pengharapan yang tidak diharapkan. Sumir!!
 
Hidup tersita untuk berjuang mencari dan mencari peluang hingga begitu banyak peluang yang tercipta oleh ketidaksengajaan abai terlepas dari perhatian, beberapa bahkan sengaja tidak dimanfaatkan. Kita terlalu sibuk menciptakan peluang agar pas sesuai persis dengan keinginan yang mendasarinya.

Dalam banyak hal kita terlalu sibuk untuk tertarik mentertawakan perilaku orang lain tetapi kita tidak pernah tertarik untuk mentertawakan perilaku diri sendiri. Kita bahkan tidak menyukai tindakan seseorang yang mentertawakan perilaku kita. Ironi, tetapi sungkan mengakuinya!

Peluang yang tercipta oleh karena pilihan menjadi ukuran sukses keberhasilan, sedangkan peluang yang diperoleh karena faktor keberuntungan semata – dianggap berhasil tanpa perjuangan yang berarti. Diakui keberhasilan tidak bisa dimiliki oleh orang-per-orang bahkan tidak untuk pegiat yang setia mengisi hidupnya dengan lembaran perjuangan. Faktor keberuntungan dinilai merendahkan hakikat dirinya sebagai pejuang. Dalam banyak peristiwa faktor keberuntungan bahkan menjadi sesuatu yang harus dihindarkan. Ironi pengharapan sesat!

Sesuai judulnya, mengharapkan yang tidak diharapkan tak ubahnya bak ironi dari nilai-nilai pengharapan. Tidak mudah memahami makna arti pengertiannya terutama ketika Anda menganggapnya bak ujung lancip yang menghunjam kualitas pribadi dalam memaknai sesuatu.

Contoh sederhana pada kehidupan sehari-hari. Semisal ‘pengawasan’. Secara umum ‘tindakan pengawasan’ diartikan sebagai bahagian dari upaya fungsi pencegahan terjadinya kesalahan. Suatu “tindakan yang sangat diperlukan untuk meminimalkan potensi kerugian dari akibat terjadinya sesuatu kesalahan” ditengah proses pencapaian. Artinya, “bilamana ada kesalahan!”. Hingga sulit menemukan alasan untuk mempersalahkan pihak yang berpendapat bahwa ‘tindakan pengawasan’ menjadi ironi dari sesuatu pengharapaan – yakni mengharapkan yang tidak diharapkan. Dinilai perlu walau akan menelan biaya yang bahkan terkadang melebihi nilai kerugian yang kemungkinan timbul – jika kelak terjadi kesalahan.

Tetapi, orang pintar menyatakan bahwa, ‘tindakan pengawasan’ adalah bagian dari ‘fungsi perencanaan’. Itu diperlukan karena itu adalah upaya tindak lanjut akan ‘kelangsungan proses dari fungsi perencanaan’ sedari tahap awal hingga proses berlangsung sampai ke tahap akhir.

Oleh kelompok yang lebih pintar, ‘skala tindakan pengawasan’ dijadikan patokan menilai ‘kematangan rencana’. Terkadang skala pengawasan dinilai berlebihan hingga menghambat laju tahapan proses. Dan itu dianggap menjadi ekses langsung dari ‘fungsi perencanaan yang tidak matang’. Untuk mana itu harus dihindarkan.

Pertentangan sudut pandang menemukan titik tengah hingga tidak jarang ‘tindakan pengawasan’ dilengkapi dengan peralatan canggih yang bahkan melebihi kecanggihan peralatan yang dipakai dalam berproses. Ironis,,,,! Tetapi dijawab dengan label yang berbeda, bahwa itu adalah tindakan ‘pengendalian’. Nama lain untuk ‘pengawasan melekat’. Ini WasKat, bro!

Hal lajim dan itu dinilai biasa-biasa saja. Bahkan – kelompok terbesar lainnya (kelompok yang dikendalikan) sama sekali tidak tertarik mempersoalkannya. Katanya itu adalah bagian dari tahapan proses pencapaian hasil. Ironi, tragis menyesatkan!

“Mengharapkan yang tidak diharapkan” akrab mengisi lembar kehidupan pengisi dunia, dan masing—masing daripadanya membangun sendiri makna pengertiannya seiring kualitas kapasitasnya. Dan tiap pihak yang paham makna dan arti pengertiannya lebih memilih membangun sendiri pemahamannya sesuai kualitas kepentingan pribadinya.



Selasa, 16 Mei 2017

RULES No.#13 - Focus,,,,,!!!

FYI:
You cannot become successful in anything when you're trying to do too many things at once. As they say, chase two rabbits and you'll catch neither!

"Most people have no idea of the giant capacity we can immediately command when we focus all of our resources on mastering a single area of our lives."
~Anthony Robbins

"Nothing can add more power to your life than concentrating all your energies on a limited set of targets."
~Nido Qubein

"What you choose to focus your mind on is critical because you will become what you think about most of the time."
~Noel Peebles

"Concentrate all your thoughts upon the work at hand. The sun's rays do not burn until brought to a focus."
~Alexander Graham Bell

"Success demands singleness of purpose."
~Vincent Lombardi

"No life ever grows great until it is focused, dedicated, disciplined."
~Harry Emerson Fosdick

Pada dasarnya setiap orang diberkahi keinginan untuk berhasil maka adalah wajar jika tiap orang terkesan tergopoh-gopoh mengejar segala prihal yang dianggap bisa menghantarkannya ke pintu sukses keberhasilannya.

Dan hanya mereka-mereka yang tetap FOKUS yang kerap berhasil tiba ditujuannya.

Go Big Today!
"I hear and I forget. I see and I remember. I do and I understand."
~Chinese Proverb 


To your ultimate success
Hotman Sihombing
Join My Team

Selasa, 02 Mei 2017

TUJUAN CERDAS

"Nothing is impossible to the willing heart."~Thomas Heywood

Kita kerap mendengar kata “tujuan cerdas” tetapi kita kerap membangun pemahaman sendiri tentangnya seolah enggan mengakui bahwa pada dasarnya kita pun tidak begitu paham akan makna pemahamannya. Oleh sekelompok pengusaha kosakata ‘Cerdas’ dimaknai sebagai makna dari kata “SMART” singkatan dari Specific; Measurable; Attainable; Relevant; Time bound. Lebih kurangnya: Jelas; Terukur; Terjangkau; Terkait; Tertentu (J4T).

Tujuan Spesifik: Tujuan harus disusun “sejelas mungkin” agar bisa menjadi suluh penerang arah bagaikan lampu yang menyinari jalan yang akan ditempuh demi untuk memicu kinerja pencapaian yang lebih tinggi. Tujuan yang tidak jelas akan membuat berbagai ketertundaan – tertunda untuk berpikir tentang hasil, tertunda untuk memikirkan kegiatan yang diperlukan, tertunda untuk tahu apa ukuran keberhasilan yang realistis.

Jabarkan Se-spesifik mungkin: Rangkaian kegiatan apa yang diperlukan, berapa lama proses waktu yang realistis. Kapan hari tanggal dimulai dan kapan selesainya, berapa biayanya dan lain sebagainya agar lebih terukur. Semisal, daripada berkata “kita harus bisa menekan biaya sepuluh persen” akan lebih terukur andai kita menyampaikannya dengan mengatakan “kita harus menekan biaya produksi sepuluh persen dalam dua belas bulan kedepan”. Dengan begitu itu, jelas ditekankan bahwa biaya produksi sudah ditetapkan untuk jangka waktu tertentu - itu pedoman. Jelas terukur serta terjangkau dan realistis untuk bisa memvisualisasikan gambaran akhirnya. Ketidakjelasan hanya akan melahirkan rasa frustasi, sama halnya dengan penetapan tujuan yang jelas terukur tetapi tidak realistis  -  itu juga bikin frustasi.
Jabarkan secara realistis, kelola kerjakan dan berhenti saat selesai, selaraskan dengan tujuan yang diinginkan. Menyeimbangkan keselarasan jangka panjang dengan pencapaian ditahapan tertentu bisa membuat kita tetap fokus akan hal apa saja yang dibutuhkan serta kegiatan apa yang akan dijalankan. Penetapan jangka waktu akan membuat kita tahu saat kapan kegiatan itu harus selesai hingga dalam proses pengerjaannya akan terlahir rasa urgensi akan pentingnya pemanfaatan tengggat waktu.

Tuliskan Tujuan Itu: Orang cerdas umumnya tekun menuliskan kegiatannya setiap hari hingga ia bisa mendapatkan gambaran apa berikutnya, menyimpannya dan melakukan cross check atas hal-hal yang dicapai. Sebagian orang mungkin menilai kegiatan itu membosankan, nyatat,,,mulu!, tetapi orang cerdas memaknainya sebagai upaya tanggungjawab mempertahankan kenyataan gambaran yang relevan dan menyelaraskannya dengan tujuan agar arahnya tidak menyimpang.
Teknik menulis dengan penggunaan kata “pasif” akan membuat pembaca teralihkan, semisal ketika menyampaikan kata “saya akan menekan anggaran produksi sepuluh persen” dan bandingkan ketika menulis “saya ingin anggaran produksi ditekan sepuluh persen dalam dua belas bulan kedepan”.
Disamping intonasi, kosakata yang digunakan pun akan membangun pengertiannya hingga kerap mewarnai pemahaman makna.

Laksanakan sesuai Rencana: Proses pelaksanaan kerap membuat kita lupa akan langkah-langkah yang masih akan diperlukan - sebagaimana direncanakan. Sumbang saran dari para yang terdahulu akan menambah penyempurnaan rencana. Menuliskan tiap hal di sepanjang proses pelaksanaan menjadi bahan tambahan ketika evaluasi, dan kian memperkaya ramuan stratejik saat ketika analisa kinerja dilakukan.
Tak heran jika orang sukses umumnya memetakan tujuannya, mengembangkannya bahkan menciptakan kerangka alur proses pencapaiannya. Baginya, rencana juga dimanfaatkan untuk memerangi hantu keraguan yang kadang timbul menghantui. Pada skala tertentu Rencana bahkan dijadikan sebagai rujukan masukan untuk menambah khasanah wawasan.

Pencapaian Terencana: Pada proses pelaksanaan kegiatan kita diperhadapkan dengan berbagai variabel yang terkadang kontras bersinggungan tidak sesuai rencana, terkadang bahkan memaksa kita untuk bertindak fleksibel menyesuaikan beberapa tahapan-tahapan pelaksanaan. Dinamika dan realitas lapangan semakin memperkaya masukan untuk terus melakukan evaluasi sedari waktu ke waktu. 
Walau ada yang berpendapat bahwa evaluasi akan menambah biaya dan membuat rencana kian sulit dipahami namun jangan mengkedepankan ketangguhan diri semata tetapi tetaplah berpegang pada rencana. 

Bahwa itu memang sulit – itu harus diakui, hingga tidak tiap orang berhasil sesuai rencana. Jika saja itu mudah maka tiap orang akan melaksanakannya.
"Without goals, and plans to reach them, you are like a ship that has set sail with no destination."
~Fitzhugh Dodson
~salam Cerdas selalu
~disarikan dari berbagai sumber.

Terbaru

MEMBANGUN MOMENTUM DIRI

Perlu momentum untuk berhasil. Banyak yang giat membangun momentum untuk kesuksesan dirinya dan banyak yang sabar, bersabar menunggu saa...