Tiap orang memiliki alam pemikiran sendiri dengan jangkauan yang berbeda
satu sama lain, acap ditemukan berbeda pendapat walau dilain waktu kemudian bersepakat.
Terdengar agak membingungkan namun sepakat atau tidak hakikatnya terjadi oleh
karena ‘persepsi’ alam pemikiran semata. Persepsi menggiring kita ke situasi
dimana tiap orang bisa berterima dan menerima kenapa harus berbeda. Kita bahkan
diajarkan sedari dini untuk menerima akan pentingnya perbedaan, dididik untuk menerimanya.
Itulah bukti pertanda berlakunya hukum tarik-menarik yang kemurniannya diduga
menjadi dasar terciptanya alam kehidupan yang lebih bermakna.
Orang cenderung
memaknai arti kehidupan adalah titik pencapaian prestasi dengan jumlah perolehan
kontraprestasi atasnya. Tak ada rekam jejak bahwa ada orang yang pernah puas
akan pencapaiannya, yang ada hanya terus mencari dan mencari mata pencarian. Orang
kaya sekalipun bahkan teratur bangun pagi, bekerja dan rehat untuk kemudian
bangun lagi berupaya menambah jumlah perolehan kontraprestasi dalam sejarah hidupnya.
Tidak ada
petunjuk tokcer yang bisa digunakan dan menjamin tercapainya upaya pencapaian
sukses keberhasilan, tetapi disarankan untuk memiliki:
1. Ketekunan
Telah terbukti
bahwa orang yang sukses adalah orang yang berhasil melakoni usahanya – apa pun
itu, secara tekun dan terus-menerus.
2. Kesabaran
Meyakini bahwa
Anda memahami secara cerdas keputusan yang diambil dan itu memerlukan waktu
mencapainya, perlu kesabaran melakukan banyak hal bahkan harus berulang-ulang.
Tidak bosan melakukan pengulangan.
3. Menetapkan Rencana
Menetapkan rencana
jangka pendek atau jangka panjang selamanya menjadi tantangan tersendiri,
tetapi orang sukses melengkapi dirinya dengan rencana. Tidak akan ada sukses mendadak,
tetapi dengan rencana sesuatunya menjadi jelas.
“Tugas
kita sebagai manusia adalah memelihara pikiran-pikiran yang kita inginkan,
memperjelas apa yang kita inginkan di dalam benak, dari situ kita mulai
membangunkan salah satu hukum terbesar di Semesta, dan itulah hukum tarik –
menarik. Anda tidak hanya menjadi apa yang paling Anda pikirkan, tetapi Anda
juga meraih apa yang paling Anda pikirkan.”
~John
Assaraf
Tahap panjang
pencapaian sukses dipenuhi tahapan pembelajaran serta pelatihan kemampuan diri.
Jangkauan pemahaman diperkaya oleh pengalaman, menimbulkan pemahaman baru menembus
batas nalar, semua menjadi terrentang jelas tersaji bagaimana sesuatu itu dilakukan
dengan semestinya. Memberdayakan kemampuan diri seolah menambah warna-warni
perjalanan hidup, tak henti menselaraskannya berulang-ulang. Perlu ketekunan, kesabaran
serta rencana yang terkendali, menyesuaikan pokok-pokok rencana dengan realita
menjadi sesuatu yang diwajibkan, tetapi mengubah-ubah rencana tanpa pernah
melaksanakannya hanya akan membuahkan mimpi.
Bagaikan Anda
berkendara dimalam hari dari Jakarta menuju Surabaya. Secara garis besar Anda
tahu arah dan jalan yang akan ditempuh, namun detil bagian jalan berlubang yang
harus dihindari atau saat harus mengurangi kecepatan hanya akan jelas ketika
Anda tengah berada dalam perjalanan. Jarak pandang mata terbatas, hanya menguak
sepanjang sorot cahaya lampu kendaraan tetapi tidak malah menyurutkan minat melaju.
Tahap demi tahap Anda akhirnya sadar telah tiba di Surabaya – di kota tujuan
Anda. Demikian halnya ketika menetapkan arah perjalanan karir, tahapan yang dilalui
akan memberi gambaran dibagian mana perlu penyelarasan, dan dengan kemampuan
yang Anda miliki Anda pasti akan mampu melaluinya.
Yakinlah, kemampuan Anda itu
tidak akan pernah Anda ketahui jika Anda berhenti dan tidak meneruskan
perjalanan. Untuk itu jangan pernah berhenti di tengah perjalanan tetapi
berharap bisa tiba ditempat tujuan. Memelihara keyakinan berhasil adalah bagian
tersulit dalam perjuangan menuju keberhasilan.
Selamat
berjuang!
