Jumat, 09 Oktober 2015

Mengubah Cakrawala Jagad Pemikiran

“Kita tidak akan pernah bisa merubah apa pun tanpa kita pernah bisa merubah jalan pemikiran dan cara kita bertindak”~Ombing

Ada yang berpendapat menjadi seorang karyawan dinilai tidak pernah serius menggali potensi diri mendapatkan tambahan penghasilan. Sebagian lain berpendapat menjadi pengusaha cenderung dinilai hanya menyusahkan diri sendiri saja. Dengan kemampuannya banyak perusahaan yang bersedia menggaji 10 X lipat dari keuntungan usahanya. Jika bisa mengelola ritme kerja saatnya menjadi pengusaha memulai bisnis sendiri.

Menjadi pengusaha akan mengubah cakrawala jagad pemikiran dan cara bertindak. Gigih berjuang agar karyawannya bisa bekerja, menghargai karya prestasi orang lain dengan kontraprestasi setimpal tetapi nyaris selalu lupa menghargai karya sendiri bahkan berhati-hati menggunakan kekayaannya. Konon ada idiom populer; pengusaha selalu teliti akan barang belanjaannya dan kerap meneliti harga serta uang kembalian pembayarannya, sedangkan direktur utama bahkan tidak pernah berminat menerima wang kembalian belanjaannya.

1. Kerjasama Usaha - Riil:
Menjadi pengusaha membuat kita untuk menjalin kerjasama dengan berbagai pihak seperti; rekanan, supplier, produsen, agen, distributor, dll. Pengusaha memerlukan kemampuan kemandirian, bahkan ditiadakan haknya melamar pekerjaan berbeda dengan pegawai yang bebas kapan pun hengkang pindah tempat bekerja. Pengusaha ditantang mengelola beberapa entitas yang berbeda dalam waktu yang bersamaan semisal: karyawan, supplier, agent, produsen, distributor, pemilik modal serta pemerintah pengelola pajak dan perijinan bahkan masyarakat lingkungan. 
Layaknya menabung, berinvestasi di berbagai bentuk kerjasama usaha menjadikan kita sebagai pemilik modal usaha atau investor. Cara ini menempatkan kita di posisi puncak sebagai kuadran terbaik karena mempekerjakan uang untuk mendapatkan tambahan penghasilan.

2. Kerjasama Usaha - Online:
Kepemilikan blog atau website menjadikan kita sebagai pemilik properti online ini memerlukan bangunan pemahaman yang berbeda dengan pemahaman pada bisnis riil konvesional. Kerjasama online dapat diartikan membangun properti online melalui jasa provider penyedia jasa itu.
Di dunia usaha riil ada istilah kepemilikan ‘intangible assets’ nilainya jauh meninggalkan nilai ‘tangible assets’. Semisal ‘goodwill’ nama baik usaha yang dibangun sedemikian rupa kerap diperlakukan bagaikan nyawa dari usaha itu sendiri. Sederhananya kepemilikan properti online dapat di setarakan seperti itu. Membangun website atau blog memerlukan biaya dan waktu, tak jarang disain dan pemeliharaan kontennya harus melibatkan pihak ketiga yang ahli dibidangnya.

3. Kerjasama Usaha di Merek Dagang:
Kerjasama investasi di usaha merek dagang rada berbeda dengan kerjasama di usaha riil konvesional semisal real estat karena real estate mempunyai lokasi serta fasilitas usaha yang kasat mata. Tetapi keduanya kini memiliki kemiripan karena dikemas sedemikian rupa, dipenuhi image dan bangunan pemahaman baru. Jika dahulu hasil panen padi dihitung dari jumlah kilogram beras maka kini tidak lagi memperdulikan apakah telah digiling menjadi beras atau masih tetap berupa gabah. Kalau dulu penghasilan real estat dihitung dari jumlah unit rumah terbangun dan terjual maka kini gambar disain pun sudah diperjual-belikan.

Berinvestasi layaknya kini menabung, return on investment dan cost of money dll menjadi pertimbangan tersendiri. Kerjasama usaha sudah jamak diterapkan di bidang Merek Dagang. Kepemilikan merek dagang kini bahkan mengungguli dominasi kepemilikan properti gedung. Kemudahan internet menghadirkan kepemilikan property online semakin menggerus kedigdayaan pebisnis property gedung. Kepemilikan hak cipta online dinilai lebih memiliki efek domino yang menguntungkan. Bisnis ini cocok untuk mendapatkan tambahan penghasilan, jangka pendek atau jangka panjang hanyalah pilihan.
Bisnis Affiliasi adalah model bisnis online yang patut dipertimbangkan dimulai sedari dini karena lebih menjanjikan. SFI mendidik rekanan Afiliasi nya untuk berhasil dengan memberhasilkan orang satu lainnya, keberhasilan tim menjadi yang terutama. Tidak ada ‘magic formula’ untuk berhasil tetapi kegagalan adalah awal keberhasilan. Kita adalah penentu apa yang terbaik dari yang tersedia, sejatinya kita telah dibekali kemampuan fantastis untuk itu. Yakinlah akan hal itu. Demikian disadur dari berbagai sumber.
~Selamat berkarya!