"Hemat Pangkal Kaya Boros Pangkal Miskin" demikian petuah tetuah yang tertua. Bagaimana caranya agar
bisa berhemat dan tidak susah? Mengurangi
pengeluaran menjadi cara terampuh, dan mengontrol pengeluaran menjadi hal yang
terutama. Artinya hati-hati, teliti dahulu sebelum membeli, sesal kemudian
tidak berguna. Semakin besar penghasilan semakin terdorong untuk
membelanjakannya, bahkan kita terdorong untuk menggadaikan penghasilan kita –
penghasilan yang masih akan diterima. Semakin besar yang tergadai kita menilai
diri kita semakin mendapat kepercayaan. Pemahaman yang keliru. Hingga kita
bekerja dan bekerja untuk sekedar mengurangi jumlah sisa tagihan biaya, bunga dan denda turut serta membebani. Tidak
terasa hidup menjadi terbebani oleh lilitan gumpalan tagihan yang seakan tiada
akan berhenti didesak keinginan berbelanja.
Bagi yang berpenghasilan pas-pasan tidak banyak pilihan
selain membelanjakan apa yang diperoleh, pergantian tanggal sangat menyiksa,
andai bisa tiap hari akhir bulan maka tiap hari pula akan gajian. Lamunan yang
sangat menyiksa. Bagaimana agar terlepas dari jeratan jaring beban biaya hidup?
Sejauh ini tidak ada formula efektif selain yang sudah ada didalam diri kita
sendiri. Bagaimana? Cara gampang yang sulit dimengerti sebagai berikut:
Hindarkan membeli janji yang tidak diperlukan. Kelihaian
agen penjual yang menawarkan berbagai kemudahan sejatinya tidak begitu dibutuhkan,
semisal, berinvestasi di bursa saham atau bursa valas bisa menyesatkan jika
tidak ada bekal dasar pengetahuan. Tawaran membeli barang berhadiah voucher
potongan harga hanya akan menambah konsumsi dan menggerus penghasilan. Tawaran
wisata ke Bulan dengan opsi dapat dipindahtangankan hanyalah istilah pengganti
dari purna jual, dan itu bisa menjerumuskan arah pemanfaatan sisa penghasilan.
Hemat pangkal kaya boros pangkal susah senantiasa
mendorong kita untuk bisa menabung. Tetapi lebih banyak yang hanya berhasil
mencicil sisa tagihan hingga penghasilan tak bersisa. Paham arti pentingnya
menyisihkan penghasilan tetapi malah lebih paham menyisahkan sisa tagihan.
Menabung kerap didesak kebutuhan bahkan ada yang menilai berbelanja adalah gaya
hidup. Terdapat pemahaman keliru bahwa berhutang adalah bukti pertanda dipercaya
dan itu menyesatkan sebagian orang. Menabung sangat dianjurkan tetapi selalu
kita pertentangkan, bagaimana bisa? hingga jamak orang berhemat diberi medali
‘orang yang kikir’ terhadap dirinya.
"Kita harus memiliki uang untuk bisa menghasilkan
uang", bukan berarti bahwa jika tidak punya uang kita tidak bisa menghasilkan
uang, hingga harus berhutang. Penalaran yang salah hanya akan menjerumuskan
kita kekegelapan kegagalan. Kita harus mengubahnya dan percaya akan menemukan
cara menghasilkan lebih banyak uang. Mulailah menahan diri dari desakan
berbelanja seperti orang lain – menghamburkan uang untuk impian kosong.
Sebagai konsultan stratejik bisnis gagasan mengurangi
pengeluaran adalah dengan menambah upaya menabung, itu lah cara efektif menghentikan
pengeluaran yang tidak diperlukan. Ide gagasan ini disadur dari berbagai sumber
offline dan online. Ingatlah, hanya Anda seorang yang menjadi penentu apa yang
terbaik, sejatinya Anda telah dibekali kemampuan Fantastis. Yakinlah akan hal
itu.
~Salam sukses selalu!