Kegagalan bukan
pilihan tetapi rencana realistis pertanda lebih cerdas memanfaatkan yang terbaik.
"Believe that life is
worth living and your belief will help create the fact."
~William James
Tiap kali memulai bisnis
kita nyaris tak pernah bertanya; saya dapat apa – berapa? Tatkala rekan kita
ajak turut serta, kita cenderung dibawa tenggelam berpikir rumit. Dihadang
berbagai perilaku, ada yang meminta kompensasi diawal, ada yang bersedia dengan
syarat ini dan itu. Ada yang langsung jalan tak lama kembali mengusung alasan; ini
susah diteruskan! Banyak saingan, produk belum dikenal, harga lebih mahal dari yang
sejenis, dll.
Berbagai hal menghadang,
bahkan kelayakan kita dipertanyakan. Tawaran tambahan modal tetapi mengontrol
sepenuhnya untuk alasan kepastian usaha bagaikan intimidasi. Alat kelengkapan menyedot
modal. Mengawali dengan menjual rugi merusak perhitungan awal dan menggerus
kinerja. Tiap orang memilih bertindak sederhana tetapi berpikir serumit
mungkin. Tak ada jaminan sukses, hanya keuletan dan bersikukuh itu lah modal utama.
Tawaran bisnis menjadi
kaya dalam 1x24 jam telah usang bahkan dicemooh. Orang semakin pintar dan lebih
realistis, kita harus siap ditanya tanpa pernah siap gerangan hal apa yang akan
ditanya. Norma kewajaran, aturan dan syarat kelayakan bisnis bertambah semakin menggerus
enerji, menghambat minat berbisnis yang terus bertumbuh.
Modal bukan lagi
masalah utama, jaringan bisnis bukan lagi tantangan, kemudahan internet berhasil
melengkapi prinsip dasar HAM – persamaan hak mendapatkan penghidupan yang
layak. Kini ini, Tim Kerja yang terpenting, dengan siapa Anda berbisnis. Banyak
yang memilih menawarkan ke tiap orang, latar belakang bukan penghalang. Yang luwes
berpikir sukses oleh kemudahan internet. Dunia tanpa batas menjadikan anak usia
belum dewasa kaya raya, melampaui berjibun ilmu yang ditawarkan perguruan
tinggi.
Berpromosi menjadi tergantung
pada kelihaian kita, fasilitas internet hanya sarana dan kita lah pemain utama.
Alat pemasaran menawarkan cara mudah berpromosi; kampanye E-mail, ber-iklan di sosial
media, membuat situs Web atau Blog, ber-iklan gratis atau berbayar, dll. Pemasaran
bukan lagi hak mutlak penjual, semua bisa berpromosi, menjual dan mendapat hasil.
Jaringan internet menciptakan tatanan baru bahkan tipu penipu marak menggerogoti
kerja keras pebisnis tulen. Hati-hati, kejujuran akan menang mengalahkan
tindakan tidak terpuji.
Sebagian pebisnis takut
memanfaatkan internet katanya orang lain akan diuntungkan. Pemikiran benar
tetapi sesat. Membuat keuntungan menjadi terbagi adalah benar tetapi itu akan semakin
lebih menguntungkan. Contoh restoran; mengurangi keuntungan dengan berbagai gaya
seperti diskon untuk acara ulang tahun, rapat berkala, arisan atau fasilitas membership,
dll. Tak ubahnya menjadikan pengunjung bagaikan bagian dari TIM Kerja, dan itu lebih
menguntungkan.
Kontribusi lahir
dari komitmen dan membawa sukses dalam bisnis - apapun. Tambahan ide gagasan
serta injeksi pemikiran menjadi nilai tambah. Tiap orang dipaksa belajar memahami
segala aspek berkenaan, sejatinya tiap orang ingin sukses melebihi apa yang sudah
diperoleh. Membangun TIM Kerja adalah pekerjaan terbesar. Mengajarkan pengetahuan tentang bisnis dipercaya memicu gagasan baru
yang melampaui ide gagasan awal. Tiap orang bertanya, ingin tahu bagaimana melakukan
ini dan itu, apa saja yang menghadang dan cara menghadapinya, bagaimana
kedepan. Innovasi dan kreatifitas bertumbuh. Dan tiap orang menyadari kegagalan
bukan pilihan tetapi memperkaya gagasan mewujudkan mimpi menjadi nyata, dan itu
yang harus ditetapkan.
"Unless commitment is made, there
are only promises and hopes; but no plans."
~Peter F. Drucker
"Kecuali komitmen dibuat, hanya ada janji-janji dan pengharapan;
Tetapi tidak direncanakan" demikian Peter F. Drucker. TIM Kerja
memerlukan rencana kerja karena komitmen dan janji pengharapan mengharuskannya
demikian. Dan itu adalah salah satu tujuan nya, lainnya akan Anda temukan, mengagumkan!
Bisnis SFI mengagumkan, kita dididik untuk berhasil dengan memberhasilkan
orang satu lainnya. Menghindari kesalahan yang menghambat keberhasilan orang
lain. Ingatlah, tidak ada formula tokcer untuk berhasil, lebih cerdas
memanfaatkan yang lebih baik menjadi tahap awal keberhasilan.
~Salam sukses selalu!
