"The Great use of life is to spend it for something that will outlast it."~William James
Your Inspiration!
You don't need money or fancy toys to be fulfilled. The world is full of things that can delight you - the sound of a spring robin, the scent of a flower, the smile on a child's face. Today, make it a point to count the things that delight you - and I bet you will find that most of them are the simple things and don't cost a thing.
Your Inspiration!
You don't need money or fancy toys to be fulfilled. The world is full of things that can delight you - the sound of a spring robin, the scent of a flower, the smile on a child's face. Today, make it a point to count the things that delight you - and I bet you will find that most of them are the simple things and don't cost a thing.
Mungkin terasa aneh pada awalnya, dan mungkin kita telah sering melakukannya. Jika tidak, saya tak punya hak untuk mendesak agar Anda segera melakukan hal yang sama dan menjadikannya sebagai kebiasaan baik dalam perjalanan hidup Anda.
Kita semua tahu bahwa perihal tunawisma adalah mereka yang oleh karena satu dan lain hal tidak punya atau kehilangan tempat tinggal, tempat dimana selayaknya keluarganya berteduh. Kita juga tahu bahwa hal yang sama seperti itu mudah ditemukan di belahan bumi ini, bahkan Amerika negara super digdaya pun punya permasalahan tunawisma. Anehnya, semua pemimpin negara merdeka, diawal mula kemerdekaannya mengajak warganya untuk bersama mendukung menyatakan kemerdekaannya agar terbebas dari penjajah, dan punya tempat tinggal yang layak dan nyaman.
Seiring waktu, semua diserahkan ke-keadaan yang kini dikenal sebagai kebebasan ekonomi. Pemodal akan selalu mendapatkan tempat untuknya bisa berusaha, sedangkan pekerja hanya akan mendapatkan pertimbangan layak tidaknya diberi pekerjaan. Pekerja yang ditugaskan untuk mengatur beberapa bawahan, tak lama kemudian menyatakan diri bahwa mereka adalah tenaga profesional yang dibayar sesuai keahliannya.
Jika punya akal sehat, jangan pernah mengomentarinya - terima saja! Semua telah jelas apa adanya. Tak cukup alasan untuk bertanya mengapa negara lebih memilih membangun jalan bebas hambatan daripada menyediakan rumah layak untuk warganya? Konon katanya, itu demi untuk pertumbuhan ekonomi nasional, demi rakyat juga - nantinya. Percaya sajalah. Itu benar dan itulah kebenarannya, karenanya tak perlulah dibahas.
Dan tulisan kali ini, bukan untuk membahas itu, tetapi sesuatu yang bisa atawa sama sekali tidak terkait akan hal itu.
Nyaris semua orang pintar berpendapat senada seirama, bahwa tunawisma adalah buah dari sifat malas. Malas belajar, malas mencari pekerjaan, malas bekerja bahkan malas bermalas-malasan. Konon kabarnya, mereka menjadi seperti itu karena mereka punya kebiasaan alkohol atawa narkoba. Mudah mengatakannya, bahwa mereka akan membelanjakan berapa pun uang miliknya untuk bisa membeli alkohol dan narkoba yang kian merusak dirinya.
Akan letih mengulasnya, lebih mudah jika diabaikan saja. Dan kita semua suka akan hal-hal yang mudah. Mungkin, bisa jadi begitu itu!
“We think too much and feel too little. More than machinery, we need humanity. More than cleverness, we need kindness and gentleness”
~Charlie Chaplin.
~Charlie Chaplin.
Apapun itu, sejarah akan mencatatnya. Alam semesta tidak peduli apa yang kita pikirkan. Itu tidak membedakan antara niat kita dan apa yang sebenarnya terjadi jika kita memberi bantuan.
Alam semesta tidak pernah memandang rendah niat membantu, apakah mereka menggunakannya untuk tujuan baik atau menghabiskannya untuk hal tidak baik. Tak cukup keahlian kita untuk bisa menilai apa yang membuat mereka itu menjadi tuna di Nagari yang dikenal kaya akan alam dan potensi pemberdayaannya. Walau dikata Negara wajib memberdayakan mereka, jangan kita mau terjebak dalam pusaran adu jawab adu tanya, adu titik adu koma, argumentasi tak akan kunjung habis. Jika kita suka hal-hal mudah maka mari kita bikin mudah.
Alam semesta tidak pernah memandang rendah niat membantu, apakah mereka menggunakannya untuk tujuan baik atau menghabiskannya untuk hal tidak baik. Tak cukup keahlian kita untuk bisa menilai apa yang membuat mereka itu menjadi tuna di Nagari yang dikenal kaya akan alam dan potensi pemberdayaannya. Walau dikata Negara wajib memberdayakan mereka, jangan kita mau terjebak dalam pusaran adu jawab adu tanya, adu titik adu koma, argumentasi tak akan kunjung habis. Jika kita suka hal-hal mudah maka mari kita bikin mudah.
Memberi bukan hal mudah, itu betul dan Anda jujur akan hal itu. Tetapi jika itu mulai dilakukan dan menjadikannya menjadi kebiasaan rutin, tak lama berselang hal itu akan mudah. Berilah dengan penuh makna dan lihatlah betapa bersyukurnya mereka menerima. Terasa aneh, ternyata bukan jumlah yang terutama. Kita akan merasakan debaran perasaan syukur yang mereka alami, dan kemudian apa yang kita beri akan kembali sebagai berkat. Percaya saja akan hal itu!
Lakukanlah rutin, Anda tak akan bakal bangkrut karenanya. Justru sebaliknya, Anda akan mendapat kekaguman sendiri dalam hidup, akan banyak yang kembali dalam berbagai cara. Tercengang-cengang pastinya, jika dirunut seolah mendapat imbalan lebih banyak dari yang pernah diberikan. Perhatikan hidup Anda, dan Anda akan lihat.
Mungkin Anda berkata, saya rutin menyumbang sesuai kemampuan. Atau mungkin Anda berkata, saya ini donatur tetap pada badan amal tertentu, itu sah-sah saja. Tetapi menyerahkan langsung memberikannya ke mereka-mereka yang membutuhkan akan membangun koneksitas nurani yang belum pernah Anda rasakan sebelumnya. Sulit menjelaskannya. Lakukanlah, ada rasa berdebar di dada, Anda akan merasakannya.
Mungkin Anda berkata, saya rutin menyumbang sesuai kemampuan. Atau mungkin Anda berkata, saya ini donatur tetap pada badan amal tertentu, itu sah-sah saja. Tetapi menyerahkan langsung memberikannya ke mereka-mereka yang membutuhkan akan membangun koneksitas nurani yang belum pernah Anda rasakan sebelumnya. Sulit menjelaskannya. Lakukanlah, ada rasa berdebar di dada, Anda akan merasakannya.
Kekuatan rasa syukur dibalik ucapan terima kasih penuh makna menjadi imbalan kala berbagi ke sesama. Anda akan kagum akan hidup Anda.
Berbagi ke sesama satu lainnya akan membawa kita ke satu titik pembelajaran rahasia hidup, sesuatu yang kita perlu tahu. Akan ada banyak rahasia lagi yang kita perlu ketahui walau lebih banyak yang kita tak akan sempat bisa ketahui.
Belajar menjadi satu-satunya cara yang dipersyaratkan oleh hidup untuk kita bisa mengisi hidup agar kita tetap diperlukan dalam kehidupan ini.
~salam berbagi selalu!

