Senin, 27 Juni 2016

STRATEJIK (3)-: Stratejik Pertumbuhan

“Stratejik pertumbuhan harus senantiasa dievaluasi karena tiap pertumbuhan memerlukan stratejik pertumbuhannya sendiri-sendiri”~Hotman Sihombing 

Evaluasi stratejik menjadi solusi awal untuk eksis dan terhindar dari risiko status quo. Terkadang stratejik bahkan telah ter-evaluasi sendiri oleh perubahan kebijakan pimpinan puncak ditengah situasi kondisi tertentu. Untuk menghadapi dinamika bisnis yang berubah-ubah diperlukan gagasan baru untuk disesuaikan dengan konsep stratejik dan menjadikannya sebagai konsep “stratejik pertumbuhan”.

STATUS QUO:
Beberapa jenis bisnis terlihat tumbuh pesat diawal-awal kemudian tenggelam, beberapa diantaranya terlihat bertahan – stagnan, seolah kehabisan minat berkembang. Stagnan terjadi karena berbagai faktor bahkan perubahan ketentuan perundang-undangan bisa memutus nadi pertumbuhan bisnis. Penetapan ulang tujuan awal diperlukan untuk menyesuaikannya dengan situasi riel - terkini.

PERILAKU MANAJEMEN:
Perilaku internal manajemen kerap menghambat gagasan perubahan apalagi jika itu diusung oleh level bawah. Kearifan manajemen puncak diperlukan untuk memicu sikap internal manajemen bisa menerima perubahan, dan jangan malah menjadi penghalang.
Nuansa persaingan internal perlu dikelola menambah bekal pertumbuhan, bila perlu disalurkan dengan mendirikan bisnis baru atau dengan membuka divisi tertentu. Misalnya: jika perusahaan fokus diproduksi, bisnis baru bisa fokus pada distribusi.

ARUS KAS:
Tak mudah menentukan kapan waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi “stratejik” tetapi Arus Kas yang memburuk kerap menjadi pemicu. Walau Arus Kas dipengaruhi oleh berbagai macam faktor namun reaksi manajemen umumnya langsung fokus pada penjualan, beban produksi dan tiap hal yang membuat Kas keluar - penghematan di semua lini operasional.
Saran untuk meng-evaluasi pangsa pasar; mencari tahu jenis produk yang stagnan; menganalisa pola perilaku konsumen; mengevaluasi tampilan disain produk, dll., akan dianggap mahal.
Saran untuk menciptakan fleksibilitas pada penjualan dengan memperluas pangsa pasar atau merubah sistim promosi akan dianggap kian membebani Arus Kas.
Kepanikan menggiring tiap tindakan fokus pada upaya memenuhi kebutuhan Kas untuk pembayaran gaji, upah serta biaya produksi. Manajemen puncak sulit mempercayai kehandalan hasil dari evaluasi “stratejik”, kerap terperangkap oleh pendapat bahwa Arus Kas adalah gambaran riel kondisi usaha. Namun, akan dianggap ampuh jika dilakukan untuk tujuan PHK - Pelanggaran!

STRATEJIK PERTUMBUHAN:
Reaksi manajemen terhadap pergolakan bisnis umumnya tidak sama. Ada yang fokus ke kompetisi iklim persaingan; fokus pada pangsa pasar; fokus pada tampilan disain dan kualitas produk; fokus ke kapasitas manajemen; fokus pada perbaikan layanan konsumen, bahkan meniru pesaing untuk tampil lebih baik.
Fokus pada teknologi baru cara berproduksi untuk memacu volume produksi dianggap bisa mengubah harga jual; meng-evaluasi pola perilaku konsumen dinilai penting; menggenjot iklan promosi; diskonto dan rabat potongan harga bahkan hingga cuci gudang merupakan stratejik merebut pasar. Ekspansi usaha pada skala tertentu dan tindakan memotong dana operasional manajemen bisa menjadi bumerang, tetapi itu juga bagian dari “stratejik pertumbuhan”.
Tidak ada stratejik pertumbuhan yang ideal untuk semua bidang bisnis namun fokus pada penghematan biaya kerap dianggap lebih mudah.
 ~Salam stratejik!


JMT

JoinmySFIteam

 

Rabu, 22 Juni 2016

STRATEJIK (2)-: Rencana Stratejik

Jika penyusunan rencana menghasilkan “kerangka rencana” dan menjadi pedoman umum tentang tujuan dan cara mencapainya, maka “rencana stratejik” menjadi pedoman teknis pelaksanaannya.

STRATEJIK ITU APA:
Dikatakan “stratejik” karena bersifat gambaran teknis tentang pengaturan bertahap, mencakup: tata aturan, taktik serta langkah apa yang diperlukan; langkah yang mana yang harus didahulukan; selanjutnya bagaimana. Menjabarkan inti pokok “kerangka rencana”.
Jika itu tentang bisnis, maka “rencana stratejik” menggambarkan tentang barang apa yang akan dijual; berapa harganya; siapa kira-kira yang berminat; bagaimana memasarkan, dll. Oleh karena “promosi” adalah bagian dari kegiatan pemasaran, maka cara bagaimana kegiatan promosi akan dilakukan menjadi bagian dari “rencana stratejik penjualan”. Kira-kira begitu itulah!

KAPAN STRATEJIK DIPERLUKAN:
Pakar umumnya sepakat kalau konsep ini hakikatnya didasarkan pada prinsip efisiensi, efektifitas dan ekonomis, tujuannya memaksimalkan pemanfaatan sumber daya. Didorong oleh faktor ketidakpastian, iklim persaingan, termasuk ketentuan peraturan perundang-undangan. Kehandalan “rencana stratejik” diakui turut menentukan tingkat keberhasilan bahkan banyak yang gagal mengaku gagal karena minus “stratejik”. Jadi diperlukan untuk sukses.

KAPAN STRATEJIK PERLU DIEVALUASI:
“Rencana stratejik” akan memperjelas garis kebijakan antar bagian, bagaimana berkordinasi, berkontribusi dan kompak terpadu. Tanpanya, keputusan sulit diambil karena terhalang banyak faktor yang saling terkait dan bertautan. Jika keputusan hanya didasarkan pada insting pelaksana kuatir terkontaminasi oleh faktor ‘subjektif’.
“Rencana stratejik” juga memperkaya innovasi kreasi pelaksana bahkan menjadi termotivasi memberikan masukan tentang situasi lapangan untuk kesempurnaannya. Tingkat kegagalan bisa diminimalkan dengan tindakan antisipasi berdasarkan kehandalan dan akurasi data. Tatkala input masukan diperoleh saatnya untuk dievaluasi. Jika tiap saat ada masukan maka tiap saatlah dievaluasi.

EVALUASI BERKESINAMBUNGAN:
Terkadang bahkan evaluasi sudah terjadi dan ter-evaluasi oleh kreatifitas pelaksana dan itu tak perlu dipersoalkan jika untuk kemanfaatannya. Konsep “rencana stratejik” harus dinamis karena akan selalu diperhadapkan dengan dinamika lapangan di tataran yang berbeda. Dan akan selalu diberdayakan oleh pemahaman ranah permainan dan pengenalan target serta iklim persaingan yang kian jelas. Diperlukan evaluasi dari waktu ke waktu untuk semakin menegaskan tata aturan bagaimana sesuatu itu dilaksanakan, dan untuk menjabarkannya dengan jelas agar semakin mudah dimengerti.
Misalnya:
Jika itu tentang “rencana stratejik penjualan” maka kebijakan iklan dan cara promosi akan mempengaruhi harga jual hingga ke persediaan bahkan pengiriman dan pergudangan.
Tak perlu heran jika ditiru oleh pesaing, saatnya untuk dievaluasi. Pola perilaku pelanggan yang berubah-ubah serta dinamika lapangan harus dipertimbangkan. Tidak mengapa jika tidak bisa sempurna, tetapi tindakan menyempurnakan adalah keharusan. Maka sempurnakanlah!
Salam stratejik!

"You don't lead by lip service, you lead by example."
~Jim Leyland
We are because it is works

Kamis, 16 Juni 2016

STRATEJIK (1)-: Rencana Me-Rencana-kan Rencana

Judulnya lucu, tetapi anggap saja sebagai "Perencanaan" yang artinya konsep meng-konsep tentang gambaran tujuan dan cara mencapainya. Karena sifatnya masih 'konsep' maka ia bermula dari 'bagaimana' - terus begitu sampai 'si bagaimana itu mentok'. Maka tak heran jika ia kerap berubah-ubah mengikutkan berbagai kemungkinan. Memilih satu daripadanya yakni yang paling memungkinkan.

RENCANA:
Kata orang pintar, “Rencana” itu adalah merupakan rangkaian kisi-kisi pembatas akan gambaran dari berbagai potensi kemungkinan yang mungkin terjadi atau akan terjadi untuk mencapai tujuan. Tetapi kita bukan pintar-pintaran untuk tahu bahwa walau tidak semua tujuan mengalami proses yang sama tetapi mencari tahu gambaran potensi keterjadian memang diperlukan.

MENYUSUN RENCANA:
Ini adalah langkah awal dari sesuatu kegiatan. Sedari membahas tujuan, arah sasaran dan cara bagaimana mencapainya; Apa kemungkinan yang akan terjadi; Apa kemungkinan yang akan mengganjal; dan dengan Cara apa menanganinya; langkah-langkah Apa yang diperlukan; Apa yang tersedia; serta yang mana Yang memungkinkan untuk dilaksanakan, dll.
Pokok nya penuh dengan kegiatan mengumpulkan keping-keping bagaimana dan bagaimana serta bagaimana dengan si bagaimana-bagaimana itu. Sederhananya begitu itu.

KERANGKA RENCANA:
Keping-keping bagaimana dan bagaimana plus segala itu-itu dikumpulkan, dirangkai sampai menjadi gundukan ini-itu, dirapikan hingga menjadi “begini-begitu”.
Bila nanti terjadi begini-ini, maka begitu-itu lah menghadapinya. Tetapi bila nanti yang terjadi adalah begitu-itu, maka ini-itu lah cara menanganinya. Bila berbeda, tambahkan saja ke ‘ini’, jika lain tambahkan ke ‘itu’.
Semua ini-itu dikumpulkan, satu satu diperiksa ulang. Tiap ini-itu yang tidak mungkin dilaksanakan, disingkirkan satu per satu.
Begitu terus sampai gundukan ini-itu menipis, kian berkurang demi alasan macam rupa prihal yang mungkin dimungkinkan. Mengkerucut dan menjadi “Kerangka Rencana”; dan ditetapkan, dan itu menjadi keputusan akhir tentang bagaimana kegiatan itu dilaksanaan. Dan itu lah pedoman, menjadi ketentuan peta arah jalan yang akan ditempuh dan harus ditempuh. Penyimpangan terhadapnya – salah! Jika ada alasan – kenapa salah, itu merupakan keputusan para petinggi.

PELAKSANAAN RENCANA:
Kedengaran nya Rumit juga ya, sedari penyusunan hingga penetapan nya. Tak apa, memang begitu itu untuk menghasilkan gambaran utuh tentang tujuan. Perubahan demi perubahan terus berubah dan berubah, bahkan berubah lagi untuk mengubah perubahan itu. Bila perlu yang mengubah ikut diubah daripada terus berulah mengubah-ubah.
Pada skala tertentu, penyusunan “Rencana” melibatkan banyak pihak dari banyak latar belakang serta banyak rupa macam pengalaman.
Terjadi banyak pembahasan karena banyak yang harus dibahas dan banyak yang membahas, tetapi tak banyak yang tahu “apa sebenar Tujuan itu”. Tak heran jika tak banyak yang yakin, dan malah bertanya “bisa tercapai kah?”
Dan semakin banyak yang turut berebut ikut memperebutkan posisi “pelaksana”, tergiur bayangan bonus dan perolehan hasil apalagi anggaran biaya nya menggiurkan. Tetapi yang itu tidak direncanakan! 
~Salam sukses berencana!
Join My SFI Team
 

Senin, 13 Juni 2016

RAHASIA – (VII): MKD – Masih Waras Kah Anda?

“Ketika tak lagi ada orang untuk bisa Anda ajak bicara, Anda tak akan kehabisan kata-kata walau Anda tak lagi memerlukannya”
~Hotman Sihombing
Join My Team!
Konon katanya, KEWARASAN Anda akan sangat tergantung pada tingkat kewarasan orang satu lainnya. Ketika Anda ditanya: “waras kah Anda?” akan sia-sia jika dijawab sendiri – harus orang lain. Itu menjadi bukti betapa tiap orang memerlukan orang satu lainnya setidaknya untuk membantah kata; “Anda tidak waras!” Tak soal apakah Anda dibela karena kasihan atau karena simpati atau kecewa, atau oleh karena takut? Anda bahkan akan dinilai paling waras jika Anda membayar untuk itu. Kian tak waras saja!
Manakala kemampuan Anda dipertanyakan oleh orang-orang atau bahkan diragukan, Anda akan bersikukuh menjabarkan detil bukti pertanda - Anda mampu! Tetapi, jika hanya diri Anda seorang yang mengakui - masih waras kah?
Bila tiap orang mempertanyakan keabsahan tujuan Anda melakukan sesuatu, bahkan meragukan alasan yang membenarkannya, dan Anda berjuang menjelaskan sedari titik koma hingga tanda kutip berikut garing yang menyertai. Tetapi, jika hanya diri Anda seorang yang mengakui – masih waras kah?
Ketika orang banyak ragu akan kejujuran Anda dan bahkan meragukan tolok ukur penguji tingkat kejujuran Anda, dan Anda bersumpah tujuh lapis langit tujuh lapis bumi - bahwa Anda jujur! Bahkan sumpah pocong pun Anda lakoni. Tetapi, jika hanya diri Anda seorang yang berterima – masih waras kah Anda?
Saat orang-orang memojokkan Anda, seolah tiap perilaku Anda salah semua; seolah apapun yang Anda kerjakan salah adanya, apapun keputusan Anda – tak ada dasar hukumnya. Bahkan tiap alasan yang membenarkan pun menjadi alasan tambahan memojokkan Anda. Semakin Anda bersikukuh semakin Anda dicemooh, dan Anda kian terpojok. Tetapi Anda sendiri menolak untuk ‘Mojok’! Masih waras kah?
Andai kian banyak orang ragu akan kewarasan Anda, bahkan tiap kali Anda membantah dianggap kian tidak waras saja; Semua keputusan Anda diragukan, seolah tiap satu daripadanya didasarkan pada ketidakwarasan semata - semakin tak waras saja!
Jika sebelumnya hanya diduga tidak waras, kini ini Anda didakwa telah berlaku tidak waras. Kian hari orang kian khawatir akan simpanan ketidakwarasan Anda yang lain - diduga masih banyak tersusun rapi di ubun-ubun Anda. Cilaka, bakal keluar semua!
Semakin tegas Anda membantah kian tak waras Anda. Semakin Anda berlagak waras makin terlihat tidak waras. Tetapi, Anda tak mau mengaku - masih waras kah Anda?
Apalagi Anda pun mahfum bahwa tingkat KEWARASAN Anda sepenuhnya tergantung pada orang banyak, karena oleh karena sebab musabab itulah mengapa ada orang bermilyar-milyar bisa bersama hidup damai menghuni dunia ini. Maka patuhi lah peraturan demi keteraturan. Jika menyimpang - mengapa pula bersitegang kukuh mengaku WARAS? Sungguh tak waras Anda!
~Salam waras selalu!

Minggu, 05 Juni 2016

RAHASIA-(VI): MKD – Fokus Menuju Tujuan

"Happiness is not a when or a where; it can be a here and a now. But until you are happy with who you are you will never be happy because of what you have."
~Zig Ziglar

KESEMPURNAAN ADALAH MUSUH:
Belajarlah menerima ketika sesuatu hal perihal itu masih kurang sempurna. Menerima ‘ketidaksempurnaan’ adalah tantangan terbesar dalam hidup apalagi disaat Anda tengah belajar menerima realitas dunia. Jangan paksa orang lain untuk bisa sama persis seperti Anda karena itu adalah cermin ketidakmampuan Anda. Mustahil segala sesuatunya bisa ‘ideal’ mengikutkan keinginan Anda. Dalam situasi yang bagaimanapun belajarlah menerima realitas keragaman perilaku hidup dan pengisinya, dan bangunlah nilai-nilai kesempurnaan karena sesuatu itu tak bakal ia pernah sempurna.

FOKUS MENUJU TUJUAN:
Ingatlah, tiap perjalanan bermula dari langkah kecil maka fokus lah melangkah untuk memicu ayunan langkah berikutnya. Keberuntungan hanya berpihak pada orang cerdas yang fokus mewujudkan mimpinya. Banyak yang bekerja keras tetapi hanya beberapa yang cerdas dan mereka yang sukses. Hanya karena hanya mereka yang konsisten berorientasi ke hasil akhir.

TAKLUKKAN PERASAAN ANDA:
Perasaan hati kerap menggerus ekses gejolak pemikiran dan menjadi ganjal penghalang pencapaian tujuan. Rasa enggan kerap menghalangi upaya penyampaian atas sesuatu karena tiap orang perasa kerap menyembunyikan minat serta niatnya. Dan mencari alasan ‘nanti dulu, sikon nya engga pas’. Sejatinya, Anda senantiasa bisa menciptakan kenyamanan itu tetapi menjadi terhalang oleh perasaan Anda. Biarkan orang lain mendengar Anda karena itulah langkah awal bagaimana Anda menguasai perasaan Anda. Kedepannya akan lebih baik lagi.

KONSENTRASI KE HAL-HAL YANG BISA ANDA KONTROL:
Hanya Anda satu-satunya orang yang paling bertanggungjawab atas tiap tindakan Anda. Hanya Anda yang paling berhak menjalani hidup Anda sendiri, yang tercatat sebagai pemilik sah dari berbagai kesalahan yang terjadi disepanjang perjalanan hidup Anda. Yang paling layak memperbaikinya, merealisasikannya dan mengontrol hasilnya. Hanya Anda yang paling akuntabel menyipak mental ganjal penghambat hidup Anda, walau tak mudah tetapi - apa pun itu, akan menambah royalti kemampuan Anda.
Walau mustahil mengubah segalanya tetapi Anda bisa mengubah sesuatu, maka berkonsentrasilah ke hal-hal yang bisa Anda kontrol. Jangan sia-siakan bakat Anda, jangan buang energi untuk hal-hal di luar kendali Anda. Fokus ke hal yang berpotensi menghasilkan.

FOKUS MENUJU TUJUAN:
Pikiran Anda bisa melakukan sesuatu sebelum Anda berkemampuan merealisasikannya. Hindarkan pikiran negatif serta emosi destruktif. Walau tak bisa mengontrol segala apa yang terjadi, tetapi Anda bisa mengontrol reaksi diri Anda bagaimana menghadapinya. Hidup ini memiliki aspek positif dan negatif dan sukses keberhasilan Anda tergantung pada aspek mana Anda fokus. Jagalah perspektif itu, dan bersyukur lah atas tiap hal yang Anda miliki – kini. 
~Salam fokus selalu!
“Unless you try to do something beyond what you have already mastered, you will never grow.”
~Ronald Osborn

Rabu, 01 Juni 2016

RAHASIA-(V): MKD – Remajakan Pikiran Anda

-->
"It's all about dreams. If I had to attribute my success in life to any one thing it is this. I believed in my dreams, even when no one else did."
~Oprah Winfrey

BANGKIT DARI SITUASI SULIT:
Tiap orang akan pernah melalui masa-masa sulit, melalui keterpurukan semangat atau terbebani kemerosotan mental, terhimpit situasi seolah tertimpa reruntuhan dunia, gontai rubuh kehilangan harapan. Semua mengalaminya - tanpa terkecuali, hingga bahkan ada yang berpendapat bahwa masa-masa sulit adalah suatu warna di suatu perjalanan masa.
Terkecuali sumbang saran tak pernah ada formula tokcer bagaimana cara menghadapinya. Sekalipun ‘pakar saran’ paling hanya akan menyumbang saran dan pendapat; “agar selalu tabah, tawakal dan tetap bersemangat”. Hanya itu - dan itu bagus. Dan bangkitlah perlahan hirup nafas dalam-dalam, ingatkan diri Anda bahwa keterpurukan hanya suatu tahap yang harus dilalui kala sedang berusaha mencapai sukses keberhasilan.
Halau rasa malu, tetap fokus pada apa yang Anda miliki, bukan pada apa yang tidak Anda miliki atau yang pernah dimiliki. Secuil harapan dapat memutar roda situasi bangkit dari keterpurukan. Sejatinya Anda lebih kuat dimasa sulit.

AMPUNI ORANG LAIN DAN MAAFKAN DIRI SENDIRI:
Mudah mengatakan tetapi sulit melaksanakan! Tak apa, karena waktu akan mengubahnya. Tiap kita terluka – siapapun Anda, kita dengan mudahnya menyalahkan orang lain dan kita kerap lupa bahwa kita pun turut serta dan berperan aktif melukai. Menyalahkan orang lain bukan jalan keluar malah bertambah ruwet, akan lebih mudah menariknya dan menjadikannya sebagai tanggungjawab sendiri. Memahami siksa sakit menjadi pengalaman berharga.
Kala teringat lagi, renungkanlah. Betul sulit untuk tak teringat apalagi hal sebab muasal musababnya. Sibukkan diri Anda, kerjakan berbagai hal berharga kelak itu pasti akan memupusnya.
Pengampunan adalah obat, walau tak bisa menghapus tetapi akan melepaskan Anda dari siksa sakit yang mendera. Bebaskan diri dari kebencian untuk memacu proses melupakan. Anda akan semakin kukuh melanjutkan hidup Anda – dan itu yang berharga.

DENGARKAN SUARA HATI ANDA:
Lakukan sesuatu, bahkan jika itu untuk membantu orang lain mencapai sukses keberhasilannya. Bantu orang-orang di sekitar Anda, bimbing mereka memahami cara yang lebih baik, semakin banyak membantu semakin Anda terbantu menemukan kebijaksanaan diri.
Cinta dan kebaikan terlahir dari nurani, maka cubalah mendengarkan suara hati Anda. Mendiskusikan ide-ide gagasan Anda dengan orang-orang terdekat Anda akan membentuk ruang tempat intuisi Anda berkembang. Berlaku jujur terhadap diri sendiri dengan mengatakan apa yang perlu dikatakan, itu adalah kata hati Anda. Lakukan yang benar menurutkan suara hati Anda.

REMAJAKAN PIKIRAN ANDA:
Kontrol tingkat stres Anda dengan istirahat yang cukup, sejenak berhenti mengumpulkan enerji untuk kemudian maju bergerak lagi. Kesibukan memompa habis daya pikir dan istirahat akan meremajakannya kembali untuk lebih produktif. Istirahat akan membantu Anda mendapatkan kembali tingkat kewarasan Anda dan merefleksikannya kedalam tindakan.
Beristirahat sembari menikmati momen-momen dalam hidup serasa nikmat daripada menunggu hal-hal yang besar. Kebahagiaan bisa ditemukan pada hal-hal kecil dari berbagai peristiwa sehari-hari. Nikmat secangkir kopi bahkan bisa menjadi kesenangan kecil yang meningkatkan kualitas hidup Anda.
~Salam nikmat selalu!
http://www.tripleclicks.com/15634647/pbgw
 

Terbaru

MEMBANGUN MOMENTUM DIRI

Perlu momentum untuk berhasil. Banyak yang giat membangun momentum untuk kesuksesan dirinya dan banyak yang sabar, bersabar menunggu saa...