“Until you realize how easily it is for
your mind to be manipulated, you remain the puppet of someone else's game.”~
Evita Ochel
Manusia dikenal sebagai makhluk yang tidak bisa hidup sendiri, tidak
pernah berhasil melepaskan diri dari habitatnya, terutama ketergantungannya
pada bayang-bayang lingkungan ditempat mana dia menghabiskan waktunya.
Manusia juga dikenal sebagai makhluk yang tidak pernah benar-benar paham apa keinginannya?
Ada kalanya sesuatu hal dia nyatakan sangat diperlukan, dilain waktu dia nyatakan terlarang bahkan diharamkan.
Namun manusia dikenal memiliki kemampuan beradaptasi, beribu kesaksian tentang hal itu menghiasi sejarah peradaban kehidupan.
Ada kalanya sesuatu hal dia nyatakan sangat diperlukan, dilain waktu dia nyatakan terlarang bahkan diharamkan.
Namun manusia dikenal memiliki kemampuan beradaptasi, beribu kesaksian tentang hal itu menghiasi sejarah peradaban kehidupan.
Manusia dikenal sebagai makhluk yang paling sering berubah dan mengubah-ubah perilaku
serta kelakuannya.
Nyaris sama dengan upayanya mengubah perilakunya untuk memperbaiki kelakuannya memperlakukan sesuatu kelakuan. Tetapi ironis, karena manusia juga diakui sebagai mahluk yang mudah terhasut melanggar aturan tentang perilaku yang disepakati harus dihindarkan.
Nyaris sama dengan upayanya mengubah perilakunya untuk memperbaiki kelakuannya memperlakukan sesuatu kelakuan. Tetapi ironis, karena manusia juga diakui sebagai mahluk yang mudah terhasut melanggar aturan tentang perilaku yang disepakati harus dihindarkan.
Mengaku sebagai makhluk paling sempurna hingga tiap waktu berusaha
mengubah tiap hal demi sempurnanya kesempurnaannya itu.
Karenanya tak heran jika manusia sering terjebak oleh perubahan yang dia lakukan. Senantiasa terkesan abai tidak peduli sudah berapa banyak perubahan yang telah dilakukan demi mencapai tingkat perubahan tertentu.
Karenanya tak heran jika manusia sering terjebak oleh perubahan yang dia lakukan. Senantiasa terkesan abai tidak peduli sudah berapa banyak perubahan yang telah dilakukan demi mencapai tingkat perubahan tertentu.
Lucunya, Manusia cenderung bernafsu melakukan hal-hal yang bertentangan. Dikenal lemah terhadap godaan, bahkan walau dia terancam
oleh godaannya yang berulang-ulang menggoda, manusia tidak pernah bosan akan
godaan.
Dikenal bangga jika digoda, dan sangat membanggakan godaan yang
datang menghampirinya.
Senang akan puja dan puji, bahkan bisa berubah karenanya.
Tetapi tiap waktu berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak lagi mau tergoda.
Senang akan puja dan puji, bahkan bisa berubah karenanya.
Tetapi tiap waktu berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak lagi mau tergoda.
Tetapi, kala ketika gagal mengubah suatu kebiasaan yang dia ingin hentikan,
kerap terlihat jengkel, marah dan kecewa bahkan seketika bisa berubah menjadi
makhluk penindas hingga pembinasa.
Sungguh sangat kompleks!
Sungguh sangat kompleks!
Manusia terkenal sebagai mahluk sesumbar yang mudah mengumbar sumpah janji setia. Terutama jika diminta untuk menghentikan kebiasaan yang dianggap tidak senonoh.
Tiap saat berjanji dan tiap saat pula dilanggar. Cenderung melanggar sumpah untuk kemudian berjanji dan melanggar lagi, dan berjanji lagi untuk tidak lagi mengulangi.
Dipenuhi alasan penjelasan bahwa untuk menghentikan suatu kebiasaan Negatif dia akan berjuang semampunya walau diakui bahwa itu akan menyulitkannya, dikarenakan terbebani faktor ketergantungan yang cenderung menggerogoti kemampuannya untuk menghentikannya.
Disaat dia mengakui keunggulannya dia juga mempertontonkan kekonyolannya. Sangat kompleks!
Mari bedah lebih jauh lagi. Konon katanya, berdasarkan pengalaman ada beberapa cara yang diakui bisa digunakan untuk memerangi kebiasaan negatif dan menghentikannya.
Sebagai berikut:
KALAHKAN YANG TERKECIL:
Pilih yang terkecil yang menurut Anda mudah ditaklukkan. Hentikan si Lemah satu tiap waktu, mungkin akan lebih berhasil daripada menghentikan semuanya.
Berhati-hatilah akan imbas yang ditimbulkan, terutama pada hal-hal yang terdampak, semisal terhadap perasaan. Jika drastis dampaknya bisa bisa dramatis.
Lakukan bertahap, lihat implikasi yang timbul.
Semangati upaya perubahan itu dengan cara menonjolkan tujuan positif yang hendak dicapai, bandingkan dengan daya rusak efek negatif yang diakibatkan oleh faktor ketergantungan.
Amati hasil positif yang diperoleh.
LAKUKAN PERHITUNGAN:
Tiap saat berjanji dan tiap saat pula dilanggar. Cenderung melanggar sumpah untuk kemudian berjanji dan melanggar lagi, dan berjanji lagi untuk tidak lagi mengulangi.
Dipenuhi alasan penjelasan bahwa untuk menghentikan suatu kebiasaan Negatif dia akan berjuang semampunya walau diakui bahwa itu akan menyulitkannya, dikarenakan terbebani faktor ketergantungan yang cenderung menggerogoti kemampuannya untuk menghentikannya.
Disaat dia mengakui keunggulannya dia juga mempertontonkan kekonyolannya. Sangat kompleks!
Mari bedah lebih jauh lagi. Konon katanya, berdasarkan pengalaman ada beberapa cara yang diakui bisa digunakan untuk memerangi kebiasaan negatif dan menghentikannya.
Sebagai berikut:
KALAHKAN YANG TERKECIL:
Pilih yang terkecil yang menurut Anda mudah ditaklukkan. Hentikan si Lemah satu tiap waktu, mungkin akan lebih berhasil daripada menghentikan semuanya.
Berhati-hatilah akan imbas yang ditimbulkan, terutama pada hal-hal yang terdampak, semisal terhadap perasaan. Jika drastis dampaknya bisa bisa dramatis.
Lakukan bertahap, lihat implikasi yang timbul.
Semangati upaya perubahan itu dengan cara menonjolkan tujuan positif yang hendak dicapai, bandingkan dengan daya rusak efek negatif yang diakibatkan oleh faktor ketergantungan.
Amati hasil positif yang diperoleh.
LAKUKAN PERHITUNGAN:
Hitung berapa bungkus rokok yang habis dalam sehari, kalkulasi berapa uang yang habis untuk itu. Mulailah menghitung, itu saja dulu. Sembari merokok berhitung, lakukan setiap hari tanpa dibebani pemikiran berusaha mengurangi.
Selanjutnya fokuskan perhitungannya. Misalnya, berapa batang rokok yang habis sebelum tengah hari? Berapa batang setelahnya sebelum malam hari. Berapa bungkus sedari bangun tidur hingga tiba waktunya untuk tidur? Hitung berapa jumlah uang yang habis.
Kelak akan ada waktunya untuk Anda kaget berapa kilogram sudah nikotin yang Anda bakar dan asapnya dijejalkan masuk bersarang menempel di dinding paru-paru Anda.
Jika kebiasaan negatif itu tentang surfing Internet atau Medsos, mulailah hitung berapa jam sehari? Tak perlu berjanji mengurangi, tetapi tetaplah pada ritme itu sembari terus menghitungnya.
Kelak akan tiba waktunya untuk Anda tercengang-cengang, sudah habis berapa ribu jam terbuang hanya untuk sekadar berlaku bodoh terhadap diri sendiri. Klik-klik-klik sana-sini, percuma tersia-sia.
Kala ketika Anda tersadar akan pemborosan yang dilakukan lazimnya akan timbul keinginan hati untuk mulai mengontrolnya.
Secara perlahan Anda akan timbul niat untuk mengambil keputusan, apakah akan menghentikan semuanya sekaligus atau menguranginya secara perlahan-lahan.
Tiap ingat, berhenti surfing sia-sia. Tiap waktu begitu. Biasanya Anda akan termotivasi untuk mengurangi.
Secara perlahan Anda akan timbul niat untuk mengambil keputusan, apakah akan menghentikan semuanya sekaligus atau menguranginya secara perlahan-lahan.
Tiap ingat, berhenti surfing sia-sia. Tiap waktu begitu. Biasanya Anda akan termotivasi untuk mengurangi.
Pemikiran itu akan timbul dari kemauan sendiri. Anda akan menjadi lebih waspada diri untuk mulai fokus menggunakan waktu, perlahan-lahan Anda akan hanya bersedia melakukan hal-hal yang lebih bermanfaat.
Mulailah mengubah konteks hidup dengan memperlihatkan hasil akibat dari perubahan yang dimulai dari diri sendiri. Tak perlu kaget jika kemudian beberapa orang atau tetangga terdekat mulai mengikutinya. Mulai melakukan sendiri perubahan di lingkungannya.
Secara perlahan seluruh lingkungan akan bergerak perlahan menjadikan perubahan yang Anda lakukan sebagai pilot proyek yang layak untuk diikuti.
Terkadang dimulai dari hal-hal kecil, semisal mulai menjauhkan asbak rokok dari jangkauan anak-anak remaja. Menggantikannya dengan raket bulu tangkis. Atau mulai menghadirkan meja pingpong di tempat anak-anak remaja biasa nongkrong.
Kemudahan akses mendapatkan faktor pemicu diduga ikut menimbulkan lahirnya kebiasaan negatif, karenanya faktor pemicunya harus dijauhkan terlebih dahulu. Dengan demikian, diharapkan akan tercipta kecenderungan antipati terhadapnya.
Secara perlahan akan terlupakan. Bila memungkinkan, perangi faktor pemicu itu agar dilarang atau dihapuskan dari lingkungan tinggal.
Atau dengan secara sedemikian rupa menjadi sulit untuk dijangkau. Antara lain asbak rokok, kaleng botol minuman keras, termasuk makanan cepat saji ‘junkfood’ sumber penyakit obesitas kegemukan.
Mengubah lingkungan dapat mengubah kebiasaan.
INGAT DIRI SENDIRI – KONSISTENLAH:
Ini tentang upaya menghentikan kebiasaan negatif dengan cara mengingatkan diri sendiri telah banyak yang berhasil diraih.
Tentunya, tidak semudah menuliskannya, tetapi agar bersemangat perlu mengingatkan diri sendiri agar fokus dan konsisten berupaya menghentikan kebiasaan negatif. Anda akan tercengang-cengang dengan perolehan hasil yang didapatkan.
Terkadang akan ada suatu Hari dimana Anda menentang sendiri keinginan berubah bahkan mungkin menyerah.
Bisa saja, mungkin karena hasilnya tidak memuaskan. Tetapi, dengan tetap konsisten bertahan, umumnya lingkungan sekitar dan teman-teman terdekat akan terpanggil mendukung dengan cara ikut mengingatkan.
Terkadang, akan ada Hari dimana Anda tertarik menganalisa hasil yang diperoleh dan kemudian terpacu meningkatkan ritme perubahan.
Barangkali menganalisa dan memperbandingkan keuntungan versus kerugian yang timbul jika berhenti secara total, sekaligus.
Mungkin timbul pemikiran tentang imbas dampak yang ditimbulkan. Mungkin takut akan akibatnya, terpikir bagaimana mengatur hidup jika berhenti total?
Tetapi dengan menyadari bahwa perubahan telah membawa sedikit perbaikan, hidup serasa menjadi baru.
Timbul pertimbangan untuk mempersiapkan langkah-langkah mengatur ulang ritme kehidupan Anda seiring perubahan itu. Perubahan kian lebih bermanfaat.
GANTI SAJA LAH ITU!
Terkadang, ada kalanya ketika Anda tengah berusaha melakukan perubahan tetapi gagal tidak berhasil.
Semakin diusahakan semakin menggoda dan tergoda.
Jika fokus malah semakin terbuka peluang mengulang-ulang kebiasaan negatif, akhirnya tersiksa.
Diduga, kegagalan itu terjadi disebabkan oleh energi konstan yang telah tertanam di alam bahwa sadar bahwa bagaimanapun Anda berusaha, Anda akan gagal menghentikannya. Jika sedemikian itu halnya, ganti saja!
Mengapa begitu?
Karena kegagalan itu bersumber dari pemikiran alam bawah sadar, karenanya diganti saja dengan sesuatu kegiatan yang disukai, tetapi lebih tidak merusak.
Misalnya katakanlah jika Anda berusaha membangun pemikiran bahwa makanan junkfood adalah dosa, tetapi gagal tidak berhasil mengurangi.
Ganti saja pemikiran itu dengan pemikiran bahwa makanan junkfood itu menjadi tidak berdosa jika dimakan bersama buah-buahan atau sayuran.
Niscaya hasilnya akan berbeda, setidaknya lebih sehat dan bermanfaat.
Bahkan, walau jika penggantinya itu terlihat kurang bermutu tetapi berhasil menghentikan kebiasaan negatif, sepanjang tidak berbahaya tetapkan itu saja.
Ini tentang cara jitu membantu mendapatkan hasil yang akan dicapai. Teknik ini biasanya dilakukan dengan terencana. Intinya fokus pada pengaturan waktu. Ini tentang manajemen waktu.
Misalnya, memutuskan kapan waktunya? Atau jam berapa persisnya untuk melakukan sesuatu? Kemudian menetapkan jadwal apa lagi setelahnya? Hasilnya, umumnya memuaskan.
Misalnya, upaya mengurangi Biaya Golf, tetapkan bahwa main Golf hanya diperbolehkan di hari Sabtu setelah menghadiri undangan Pesta kerabat handai taulan atau pesta pernikahan Adat.
Itu wajib atau dikenakan sanksi, mungkin dicabut keanggotaannya dari Klub. Umumnya teknik ini berhasil signifikan. Biaya Golf menurun, kemampuan mendisiplinkan diri menjadi meningkat.
Silahkan contoh lainnya dikembangkan.
Perlu dicatat, bahwa ini adalah tentang teknik terencana untuk menemukan cara alternatif yang terukur dalam upaya mencapai tujuan.
Walau terkesan sederhana, tetapi teknik ini membuat alam bawah sadar menjadi terpacu untuk memprogram benak pemikiran agar konsisten.
AMPUNILAH DIRI SENDIRI:
Setelah sekian waktu Anda berhasil mengubah kebiasaan negatif tetapi oleh karena satu dan lain hal, Anda kembali melakukannya, Anda bisa mengalahkan nafsu mengulangi kebiasaan buruk itu dengan cara mengampuni diri sendiri.
Maafkan diri Anda dan Restart kembali – start over!
Jangan pelit untuk memberi kesempatan kedua. Luangkan waktu dan pelajari mendalam tentang sisi positif yang sebelumnya pernah dicapai.
Yakinkan diri bahwa sudah sejauh ini berhasil menaklukkan kebiasaan negatif maka cintailah hidup dengan meninggalkannya. Ini tentang memaafkan diri sendiri.
“Until you realize how easily it is for your mind to be manipulated, you remain the puppet of someone else's game.”~ Evita Ochel
Kiranya membawa kemanfaatan.
~Salam berubah selalu!
~Salam berubah selalu!



