Sabtu, 03 Desember 2016

STRATEJIK (7)-; Dicari Partner Bisnis


-->“If you have one true friend, you're wealthy. More than one? You're a billionaire!”.
~Unknown

“Jika kamu punya satu teman baik, kamu akan sejahtera. Jika lebih dari satu? Kamu (bisa) menjadi miilioner?”. Penasehat Bisnis kerap menyarankan klien nya agar mawas memilih partner bisnis, rekanan usaha mencakup vendor, supplier, developer, perencana hingga kontraktor pelaksana, tenaga sales terutama Investor – sang pemodal yang mendanai usaha. Partner bisnis bagaikan rangkaian nadi penghantar jalan darah, teman setia dikala bisnis mengalami kemunduran yang tak bahagia memetik keuntungan dari kesusahan yang timbul.

Sejatinya, partner bisnis sejati hanyalah semangat Anda, lain daripadanya hanya menguatkan atawa bahkan melemahkan saja. Partner bisnis yang paham akan nilai perjuangan Anda akan selalu ada menguatkan, mendorong untuk terus semangat tetapi, jika hanya memetik keuntungan belaka sejatinya hanya akan melemahkan semangat Anda berusaha. Investor pendana berada ditengah - diantara keduanya. Dengan dalih telah menganalisa prospek bisnis Anda, Investor sepakat mendanai operasional bisnis hingga memfasilitasi berbagai kemudahan seyogianyalah untuk demi menguntungkan para pihak.

Dengan caranya Investor berdalih menjadikan Anda sebagai mitra usaha sejati sebaliknya Anda berkilah tak punya alternatif permodalan lainnya – yang penting usaha bisa berjalan. Sesal diakhir tiada ampunan! Pelaku usaha kerap menjadi pihak yang paling dirugikan, tragis bagaikan pejuang tanpa nama ditengah kecamuk perang dengan senjata seadanya.

Pada berbagai peristiwa Investor bahkan berlagak bak orang yang paling tahu seluk beluk bisnis Anda. Dengan alasan demi keamanan investasinya, tiap hal yang dinilai berpotensi (akan) merugikan wajib disingkirkan, tiap hal yang mungkin dimungkinkan (bakal) mengancam kelangsungan investasinya harus dihindarkan. Segudang alasan plus detil penjelasan mencengangkan tersaji mengingatkan rupa macam (potensi) risiko usaha hingga harus dipetakan sedini mungkin. Tiap potensi risiko diperhitungkan (seolah) menambah beban operasional – apapun itu, sehingga Investor akan melakukan penilaian tersendiri terkadang bahkan terlihat berlebihan karena harus mendepak Anda keluar dari bisnis Anda sendiri, digantikan orang lain – seseorang yang dinilai mampu dan lebih berkemampuan. Tragis!

Berbagai istilah bisnis plus rumusan ruwet sedari rasio investasi, rasio hutang piutang hingga rasio risiko, ebitda de-el-el membuat Investor seolah lebih trampil dibandingkan Anda sebagai pebisnis. Demi efisiensi, efektivitas serta ekonomis penugasan tim independen yang profesional dari berbagai bidang keilmuan menjadi tambahan biaya yang diharuskan, dan hasilnya kian menambah alasan dan serta persyaratan yang susah ditolak oleh pebisnis pelaku usaha para pengguna modal.

Tak jarang, pebisnis bahkan diharuskan mengalah dan malah diatur tatacara bagaimana berbisnis dengan benar dan ketika gagal pebisnis akan kehilangan usahanya - bahkan rumah tinggal pun raib binasa. Dan sebagai partner bisnis, Investor ringan berkilah, aman berlindung dibalik definisi bisnis dan menjabarkan apa itu risiko bisnis maka wajib hukumnya bagi pebisnis untuk paham dan mahfum adanya.

Konon, dunia usaha telah berlaku adil memberikan kesempatan berusaha ke tiap pelaku usaha untuk bisa berbisnis dan hanya pebisnis cerdas yang kerap sukses. Dan mereka itulah yang punya partner bisnis bersahaja. Dan itu stratejik usaha juga.
Bagaimana dengan Anda?
~Salam berpartner!

Terbaru

MEMBANGUN MOMENTUM DIRI

Perlu momentum untuk berhasil. Banyak yang giat membangun momentum untuk kesuksesan dirinya dan banyak yang sabar, bersabar menunggu saa...