Perlu momentum
untuk berhasil. Banyak yang giat membangun momentum untuk kesuksesan dirinya
dan banyak yang sabar, bersabar menunggu saat yang tepat.
Yang sukses
hanya mereka yang tak lelah.
Kapasitas Diri
Di dunia
maya dikenal rumus sederhana bahwa: 24/7/365= Non-stop! Ahli Hitung bingung, gelisah
– dasar perhitungannya apa?
Konon
katanya, jika diibaratkan Mesin, maka dasar perhitungan itu bagaikan masa pemanasan
sebelum dioperasikan pada kapasitas normal. Bayangkan, pemanasannya saja sudah non-stop.
Barangkali Anda takjub, atau mungkin melengos – mesin apa itu? Ngawur!
Agar akurat,
Anda tergoda menghitung ulang, memeriksanya berulang-ulang hingga lelah dan
berhenti – stop!, dan Anda gagal di kategorial itu.
Kecewa, Anda
berdalih: rancangan perhitungan kapasitas harus realistis, harus masuk akal agar
termotivasi – jika tidak, bisa frustasi.
Anda
terhalang oleh asumsi sendiri tentang “kapasitas” dan asumsi Anda cenderung tidak
benar!
Kapasitas Akal
“Asumsi pribadi”
kerap dicuba-benarkan dengan beralaskan alasan logis – harus masuk akal. Dan “logis”
adalah musuh utama dalam upaya peningkatan “kapasitas”.
Ketahuilah “kapasitas”
tidak kenal ambang batas. Jika pun difungsikan mengikutkan “kapasitas” itu hanya
pengatur ritme penggunaannya saja.
Tak mudah
untuk diterjemahkan oleh alam pemikiran sendiri apalagi jika sedari kecil kita kerap
dibenturkan pada rupa ragam peristiwa berdasarkan – alasanmu apa?
Semua harus
beralasan! Dan harus masuk akal. Jika berbeda disebut “Kurang Akal”
Jika ingin banyak
“Akal” maka perkuatlah. Tetapi sadarilah tiap kekuatan ada kelemahannya. Jika
hanya berkutat pada sisi kekuatannya saja Anda buang waktu, bahkan akan
kehilangan waktu jika hanya fokus mengkoreksi sisi kelemahannya saja. Perlu keseimbangan,
diperlukan orang lain untuk menanganinya.
Tiap orang memerlukan
orang satu lainnya untuk menggerakkan “Akal” roda-roda pintu keberhasilan sekaligus
menjadi tolok ukur keberhasilan itu sendiri.
Dan orang
lain akan membukukan keberhasilan itu.
Berbagi-lah!
Bahkan untuk
berbagi pun tiap orang memerlukan orang satu lainnya. Anda mungkin membantah: “hendak
membagi apa? Saya ini tak punya apa-apa!”
Anda lupa, sedari
lahir Anda itu sudah kaya.
Kaya dalam
berbagai rupa ragam macam dan cara.
Ada banyak yang
bisa Anda berikan.
Jika tak
berkenan memberikan wang, Anda bisa berbagi keterampilan mendapatkannya. Jika merasa
tak elok memberikan mobil, Anda bisa berbagi lelucon dan tertawa bersama didalamnya.
Anda bisa
berbagi pengalaman masa lalu, berbagi inspirasi atau cara memotivasi diri.
Dengan
berbagi, Anda telah memanfaatkan potensi kelimpahan yang sangat mungkin dicari-cari
oleh orang lain.
Semakin banyak
memberi akan semakin banyak yang Anda dapatkan. Tetapi, jangan malah terfokus memilah-milah
kira-kira hal apa yang bisa didapatkan – teruslah berbagi. Dengan berbagi Anda telah
mendapat lebih.
Lebih banyak
dari yang Anda berikan.
Orang bijak
memahami hal itu!
Maka
bijak-lah!
Tuntaskan Masalah Anda
Adalah lajim
jika tiap orang punya masalah. Yang tidak lajim adalah jika ada orang
mencari-cari masalah.
Lajimnya
tiap orang sadar bahwa setiap masalah ada jalan keluarnya, yang tidak lajim
adalah jika ada yang secara sadar menawarkan bahwa tiap jalan keluar akan menjadi
masalah baru – harus bayar lagi-kah?
Permasalahan
hidup dikangkangi siklus imajiner yang berkeliling di alam pemikiran kita dan
kian semakin berat jika kerap tergoda menunda-nunda penyelesaiannya.
Takut gagal-kah?
Padahal jika
pun gagal, itu sudah menjadi langkah indentifikasi awal, setidaknya sudah tahu cara
menyelesaikan.
Akan lebih mudah
– andai mulai menuntaskannya!
Jurnal Harian
Orang sukses
rajin mencatat rangkaian aktivitas hariannya, katanya itu akan membantu otak
mengikuti alur pemikirannya - menjadikan sesuatunya lebih mudah.
Catatan harian
bagaikan hasil wawancara dengan otak sendiri, buang yang jelek simpan yang baik
terutama kelebat ide pemikiran - untuk direalisasikan.
Jurnal
harian bahkan bisa dibukukan dan dijual.
Orang
cenderung melebih-lebihkan apa yang bisa dia kerjakan dalam sehari dan meremehkan
hal-hal yang bisa dikerjakan orang bertahun-tahun.
Pikirkanlah
hal-hal besar tetapi mulailah dengan hal kecil. Fokuslah ke sesuatu hal yang
bisa Anda kendalikan.
Itu cara cerdas
membangun momentum.
"In many ways, the world is always only what it is, good and bad. It
doesn't change. What changes is the way you look at the world, the way you
choose to interact with it. Recognizing gives you amazing power. IF you can
change yourself - and you can - you can change your relationship with the
world."
~Ellis Peters


