Kamis, 20 Juli 2017

MEMBANGUN MOMENTUM DIRI

Perlu momentum untuk berhasil. Banyak yang giat membangun momentum untuk kesuksesan dirinya dan banyak yang sabar, bersabar menunggu saat yang tepat.

Yang sukses hanya mereka yang tak lelah.

Kapasitas Diri
Di dunia maya dikenal rumus sederhana bahwa: 24/7/365= Non-stop! Ahli Hitung bingung, gelisah – dasar perhitungannya apa?

Konon katanya, jika diibaratkan Mesin, maka dasar perhitungan itu bagaikan masa pemanasan sebelum dioperasikan pada kapasitas normal. Bayangkan, pemanasannya saja sudah non-stop. Barangkali Anda takjub, atau mungkin melengos – mesin apa itu? Ngawur!

Agar akurat, Anda tergoda menghitung ulang, memeriksanya berulang-ulang hingga lelah dan berhenti – stop!, dan Anda gagal di kategorial itu.

Kecewa, Anda berdalih: rancangan perhitungan kapasitas harus realistis, harus masuk akal agar termotivasi – jika tidak, bisa frustasi.

Anda terhalang oleh asumsi sendiri tentang “kapasitas” dan asumsi Anda cenderung tidak benar!

Kapasitas Akal
“Asumsi pribadi” kerap dicuba-benarkan dengan beralaskan alasan logis – harus masuk akal. Dan “logis” adalah musuh utama dalam upaya peningkatan “kapasitas”.

Ketahuilah “kapasitas” tidak kenal ambang batas. Jika pun difungsikan mengikutkan “kapasitas” itu hanya pengatur ritme penggunaannya saja.

Tak mudah untuk diterjemahkan oleh alam pemikiran sendiri apalagi jika sedari kecil kita kerap dibenturkan pada rupa ragam peristiwa berdasarkan – alasanmu apa?
Semua harus beralasan! Dan harus masuk akal. Jika berbeda disebut “Kurang Akal”

Jika ingin banyak “Akal” maka perkuatlah. Tetapi sadarilah tiap kekuatan ada kelemahannya. Jika hanya berkutat pada sisi kekuatannya saja Anda buang waktu, bahkan akan kehilangan waktu jika hanya fokus mengkoreksi sisi kelemahannya saja. Perlu keseimbangan, diperlukan orang lain untuk menanganinya.

Tiap orang memerlukan orang satu lainnya untuk menggerakkan “Akal” roda-roda pintu keberhasilan sekaligus menjadi tolok ukur keberhasilan itu sendiri.

Dan orang lain akan membukukan keberhasilan itu.

Berbagi-lah!
Bahkan untuk berbagi pun tiap orang memerlukan orang satu lainnya. Anda mungkin membantah: “hendak membagi apa? Saya ini tak punya apa-apa!”

Anda lupa, sedari lahir Anda itu sudah kaya.
Kaya dalam berbagai rupa ragam macam dan cara.
Ada banyak yang bisa Anda berikan.

Jika tak berkenan memberikan wang, Anda bisa berbagi keterampilan mendapatkannya. Jika merasa tak elok memberikan mobil, Anda bisa berbagi lelucon dan tertawa bersama didalamnya.

Anda bisa berbagi pengalaman masa lalu, berbagi inspirasi atau cara memotivasi diri.
Dengan berbagi, Anda telah memanfaatkan potensi kelimpahan yang sangat mungkin dicari-cari oleh orang lain.

Semakin banyak memberi akan semakin banyak yang Anda dapatkan. Tetapi, jangan malah terfokus memilah-milah kira-kira hal apa yang bisa didapatkan – teruslah berbagi. Dengan berbagi Anda telah mendapat lebih.

Lebih banyak dari yang Anda berikan.
Orang bijak memahami hal itu!
Maka bijak-lah!

Tuntaskan Masalah Anda
Adalah lajim jika tiap orang punya masalah. Yang tidak lajim adalah jika ada orang mencari-cari masalah.
Lajimnya tiap orang sadar bahwa setiap masalah ada jalan keluarnya, yang tidak lajim adalah jika ada yang secara sadar menawarkan bahwa tiap jalan keluar akan menjadi masalah baru – harus bayar lagi-kah?

Permasalahan hidup dikangkangi siklus imajiner yang berkeliling di alam pemikiran kita dan kian semakin berat jika kerap tergoda menunda-nunda penyelesaiannya.

Takut gagal-kah?
Padahal jika pun gagal, itu sudah menjadi langkah indentifikasi awal, setidaknya sudah tahu cara menyelesaikan.

Akan lebih mudah – andai mulai menuntaskannya!

Jurnal Harian
Orang sukses rajin mencatat rangkaian aktivitas hariannya, katanya itu akan membantu otak mengikuti alur pemikirannya - menjadikan sesuatunya lebih mudah.

Catatan harian bagaikan hasil wawancara dengan otak sendiri, buang yang jelek simpan yang baik terutama kelebat ide pemikiran - untuk direalisasikan.

Jurnal harian bahkan bisa dibukukan dan dijual.

Orang cenderung melebih-lebihkan apa yang bisa dia kerjakan dalam sehari dan meremehkan hal-hal yang bisa dikerjakan orang bertahun-tahun.

Pikirkanlah hal-hal besar tetapi mulailah dengan hal kecil. Fokuslah ke sesuatu hal yang bisa Anda kendalikan.

Itu cara cerdas membangun momentum.

"In many ways, the world is always only what it is, good and bad. It doesn't change. What changes is the way you look at the world, the way you choose to interact with it. Recognizing gives you amazing power. IF you can change yourself - and you can - you can change your relationship with the world."
~Ellis Peters
Join mySFITeam

~salam Momentum selalu!

Rabu, 12 Juli 2017

BUTUH TIGA PINTU SUKSES

“Perseverance is the hard work you do after you get tired of doing the hard work you already did.”
~Newt Gingrich

Sedari lahir tiap kita dilatih untuk inti permasalahan pokok yakni: Ada pekerjaan – sesuatu yang harus dikerjakan; Ada yang dicinta – seseorang untuk  dicintai; Ada yang dipercaya – yang kita percayai; Ada pengharapan – bahwa semuanya akan lebih baik.

Dan Anda boleh membantahnya - betulkah begitu? Setelahnya, yakinilah! Agar Anda layak untuk disertifikasi “sehat walafiat!”.

Beranjak besar, kita dipaksa untuk patuh, mematuhi aturan ketentuan undang-undang negara, aturan lingkungan, ketentuan keluarga dan paham meng-atur diri sendiri. Kita bahkan dilarang mencelakai diri karena diri kita dianggap mengusung rupa-rupa kepentingan. Jika sembrono, eksesnya akan menyeret kepentingan lainnya.

Untuk sukses kita diyakinkan untuk paham makna tiga pintu keberhasilan,

Yakni:

Pintu PERTAMA: Lakukan dengan benar!
Jika  serampangan tidak benar, kita akan disertifikasi sebagai “Pelaku”. Diberi pembatasan. Jika salah dan salah melulu, akan diwisuda dengan gelar “Narpid”. Diberi tempat terbatas untuk menebus kesalahan.

Dan kita diwarisi gagasan pemikiran bahwa kita telah diperlakukan tidak adil – itu betul! Tetapi, andai kita menerima makna “keadilan” maka akan ketemu bahwa keadilan tiap orang telah dikorting untuk dibagi merata ke orang satu lainnya. Orang sedunia, se-negara, selingkungan sekeluarga dan untuk diri kita sebagai bagian darinya.

Maka berdamailah dengan ketentuan perilaku dunia karena mustahil bisa hidup di dunia sendiri.

Pintu KEDUA: Lakukan semampunya!
Lakukan dengan baik, tepat waktu sesuai batasan yang diperbolehkan, terutama karena tiap orang diyakini bisa melakukan tiap hal. Harus berterima jika Anda dinilai dan diawasi sepanjang waktu – selama hayat dikandung badan.

Jika Anda bagian dari tim, lakukanlah sesuai porsi Anda, jangan rusak porsi orang lain. Jika tidak, Anda akan disertifikasi – tidak cermat, tidak disiplin, tidak kompeten, tidak bisa kerja tim serta segudang cap stempel “Tidak” lainnya.

Pintu KETIGA: Lakukanlah untuk yang Terkasih!
Ketika sesuatu itu dilakukan untuk menyenangkan orang-orang yang kita sayangi, hasilnya akan luar biasa apalagi jika itu didorong keinginan untuk membantu sesama.

Itulah aturan mendasar penggerak roda kehidupan yang diyakini akan terus berlangsung abadi karena kehidupan dunia terperangkap oleh 3-Pertanyaan mendasar,

Yakni:

Tanya Ke-1: Bisa dipercaya-kah?
Jika tak dipercaya, tak pernah akan ada kesempatan. Habis percaya terbitlah kesempatan. Percaya dulu prestasi kemudian, setelahnya bicarakanlah produk.

Tanya Ke-2: Komitmen-kah?
Jikapun “prestasi” telah menjelaskan segalanya, tetapi “prestasi” terbentuk oleh standar kategorial ketentuan tertentu – didasarkan pada kesepakatan dunia, sesuai kesepakatan negara – sesuai ketentuan lingkungan – sesuai aturan keluarga. Sesuai kesepakatan antara Anda dengan kolega Anda.
Maka jagalah standar itu. Jaga komitment Anda!

Tanya Ke-3: Peduli-kah?
Ketika kita peduli akan orang satu lainnya maka kita dianggap telah membantu mensukseskan orang itu, dan itu adalah cara terbaik untuk kita mensukseskan diri sendiri.

Dan peradaban mencatat bahwa Trust, Commitment, Love diatas segalanya. Ketiganya mewakili nilai-nilai universal, bukti valid bahwa kasih sayang adalah landasan abadi untuk tiap tindakan kita – pengisi dunia.

Dan, itu tidak mudah! Tetapi, Anda pasti bisa!

"Have you ever thought there'd be a day when people think a different way? And on that day, what would you say, if you still thought the other way?"\
~Paul McMillan

~Salam Pintu untuk Anda!
Join mySFIteam

Minggu, 02 Juli 2017

HANCURKAN Versi Lama Diri Anda!

Untuk maju Anda perlu berubah dan untuk berubah Anda perlu berpikir radikal. Tak ubahnya produk handphone atau ibarat android yang diproduksi bertahap sesuai jenjang kemajuan teknologi.

Anda perlu menghancurkan versi diri Anda yang lama agar diri Anda - versi yang terbaru, bisa bertumbuh berkembang bertunas dan berbuah.

Tinggalkan Kepastian Nikmatilah Ketidakpastian
Ibarat terlahir kembali, diri Anda akan diperbaharui dan menjadi versi terbaik dari diri Anda. Hakikatnya Anda membangun jarak membangun batas pemisah batas kesenjangan antara diri Anda dengan orang-orang dan lingkungan sekitar Anda.

Upaya ini akan ditentang ditolak oleh versi diri Anda yang lama, untuk itu jangan lemah! Hajar maju terus dan tinggalkan versi lama Anda.

Anda harus bisa meninggalkan nuansa kepastian yang tertanam pada versi diri Anda yang lama, bergerak maju menyongsong wahana ketidakpastian dari versi diri Anda yang baru.

Sejatinya tidak ada yang pasti.
Dan semakin Anda sadar akan hal ini, semakin Anda terpacu untuk memperbaiki diri.

Takut? Akui saja!
Jika Anda takut, berarti masih sehat wala’afiat! Takut akan hal baru – sesuatu tentang yang baru, itu wajar. Apalagi jika itu adalah wahana ketidakpastian akan versi terbaru diri sendiri, maka walau takut – akui saja takut,,,!

Dan malengganglah menjinakkannya.
Si-Takut itu pun akan takut berurusan dengan hasrat Anda – hasrat untuk berubah mengikutkan versi terbaru diri Anda.

Jangan biarkan rasa takut menjadi tembok penghalang ruang gerak Anda, tinggalkan zona kenyamanan Anda sebelum Anda dininabobokkan olehnya.

Jadilah berani.
Tak apa jika salah – karena itu nantinya akan mengarahkan Anda ke arah pintu benar!

Prioritaskan Hasil – Jangan Terjebak oleh Studi!
Tuntutlah ilmu hingga ke liang lahat – itu pepatah tua yang tak lekang oleh waktu. Jangan pernah berhenti membaca membuka gerbang wahana baru. Jangan lelah mengamati Mentor menjelaskan.

Orang pandai tak sudi berhenti belajar, dan versi terbaru diri Anda perlu asupan pengetahuan muktahir.

Pendidikan formal membuat hidup Anda menjadi lebih hidup tetapi pengalaman hidup membuat Anda mandiri.

Jangan biarkan hasil akhir pendidikan formal sekolah menghambat pembelajaran realitas hidup menuju versi terbaru diri Anda.

Tiap kita punya keterbatasan melahap semua ilmu pengetahuan sekolah tetapi itu semua tidak akan berarti jika tanpa hasil.

Dan dunia hanya mencatatkan hasil.

Hentikan Kepuasan Instan!
Tiap kita senang akan hal yang instan, yang mudah dicerna dan enak dipandang, diduga itu yang menyebabkan kebanyakan kita doyan nonton televisi.

Berhematlah, jangan boros menghabiskan waktu jongkok seharian melototin televisi, bisa habis enerji penglihatan Anda. Bisa habis enerji pendengaran Anda.

Ludes perhatian untuk tujuan tak bertujuan.

Lebih baik dimanfaatkan meng-instal ide pemikiran gagasan baru yang potensil menghasilkan yang riel.

Belajarlah menunda kesenangan instan!
Go ahead and made mistakes!

"Would you like me to give you a formula for...success? It's quite simple, really. Double your rate of failure... You're thinking of failure as the enemy of success. But it isn't at all...You can be discouraged by failure - or you can learn from it. So, go ahead and make mistakes. Make all you can. Because, remember that's where you'll find success. On the far side of failure."
~Thomas J. Watson, Sr.
~salam SukseS selalu!

Terbaru

MEMBANGUN MOMENTUM DIRI

Perlu momentum untuk berhasil. Banyak yang giat membangun momentum untuk kesuksesan dirinya dan banyak yang sabar, bersabar menunggu saa...