Tidak mudah untuk berbaikan dengan diri
sendiri, bahkan walau sekedar mencuba. Tetapi, untuk mempertahankan pikiran
positif, ini diharuskan, apalagi pikiran negatif akan selalu menggerogoti pikiran.
Berbaikan dengan diri sendiri menjadi
cara jitu untuk menendang keluar pikiran negatif itu.
Cubalah cara berikut:
TERSENYUM:
Walau terdengar konyol, tetapi ini
adalah solusi sederhana dan Gratis! SENYUMAN akan memandu mu menemukan jalur yang
benar. Mulailah hari-harimu dengan SENYUMAN maka akan banyak kegiatan yang bisa
selesai.
Bandingkan jika hari-harimu kau mulai
dengan tangisan, hanya akan mengeringkan handuk basah yang bisa kau lakukan
dihari itu.
Mulailah hari-harimu dengan menuliskan catatan
tentang hal-hal yang indah, maka akan banyak hal yang mencengangkan luput dari
perhatian.
Mungkin, akan terlhat seekor tikus yang
ragu-ragu takut menyeberang jalan, dan dari jauh terlhat seekor kucing
tergopoh-gopoh bergegas membantunya menyeberang hingga selamat diseberang,
setelah itu, diterkam dan ditelan.
Indah nian! Senyumlah, itulah rupa
warna kehidupan. Sudah ada yang atur!
Catatan indah yang seperti itu mungkin
akan membuat mu untuk tetap berpikiran positif dan SENYUM mu akan menambah gairah beraktivitas.
TERTAWA:
Tertawalah bagai pahlawan penentu
keberhasilan, bukan meraung-raung menangis bagai korban. Artinya, berperanlah sebagai
pahlawan, jangan mau tergoda bagai korban yang kerap butuh belas kasihan atau pelaku
yang butuh perlindungan pembelaan.
Mungkin Anda sulit memahaminya,
bagaimana bisa?
Ketahuilah, memilih peranan dalam hidup
semua bermula di alam pikiran, maka yakinilah bahwa peranan mu telah sesuai
aturan ketentuan.
Karena hanya pahlawan yang dianggap taat aturan. Sedangkan yang dicap pelaku atau bahkan korban dianggap karena
tak patuh pada aturan.
Tentang ini, Anda boleh tidak percaya
atau debat membantahnya, tetapi demikian itulah halnya.
Jika pun berbeda, tersenyumlah, SENYUMMU
yang akan membenarkannya.
Benar juga!
Peranan dalam hidup, semua itu bermula
dari alam pikiran. Ketika percaya atau ketika Anda tidak percaya bermula di alam
pikiran. Ketika Anda setuju atau membantah karena tidak setuju, bahkan rasa
benci dan rasa tidak suka yang timbul pun, semuanya bermula dari alam pikiran.
Karenanya, SENYUMLAH. Jadilah pahlawan sejati
dalam drama kehidupan mu, caranya dengan menjadi seorang pahlawan yang menyelamatkan
dirimu sendiri dari berbagai hal yang tidak menyenangkanmu.
Kontrol hidupmu!
Kontrol hidupmu!
Hanya dirimu yang bisa menjernihkan
alam pikiranmu. Ini tentang hidupmu, bukan tentang hidup orang-orang, caranya?
sederhana, jangan lakukan hal-hal yang bertentangan dengan aturan.
Hindarkan orang-orang yang hanya akan
menambah negatif alam pikiran mu, atau akan kian terperosok lubang kenistaan. Bangun
kebersamaan dengan orang-orang yang membuatmu merasa lebih baik dalam hidup
kehidupan ini.
Dan SENYUMMU akan menambah warna indahnya kehidupan dunia ini.
MENANGIS:
Menangislah jika itu akan membuatmu
menjadi orang yang mengusung kebajikan untuk orang lain tanpa harus takut
apakah akan dianggap salah melanggar aturan.
Menangis demi untuk membantu sebisanya
orang-orang yang membutuhkan pertolongan akan membuat dunia sekitar menjadi lebih baik. Itu yang akan menyebarkan benih berbagai kebajikan lainnya.
BERISTIRAHAT:
Beristirahatlah yang cukup, demi
kebaikan diri mu sendiri. Jangan memaksakan diri melakukan sesuatu, atau akan
dianggap telah menghianati diri mu sendiri. Ini adalah tentang batas kemampuan
diri. Tiap orang punya keterbatasan diri.
Jangan hinakan diri mu dengan memaksa diri mu melakukan hal-hal yang sesungguhnya kau tidak mampu. Biarkan orang yang
lebih mampu melakukannya. Semakin kau campuri akan semakin rusak, hasilnya kian
dipenuhi kejanggalan - warna kegagalan.
TAHU DIRI lah!
TAHU DIRI lah!
Memaksakan diri melakukan sesuatu yang
tidak dipahami akan dianggap oleh dirimu sebagai tindakan penghianatan terhadap diri mu
sendiri.
Benar, adalah wajar jika membuat
kesalahan. Tetapi memaksakan diri, itu bukan hal yang wajar. Maka itu, yang wajar-wajar
sajalah!
Jika kapasitas diri adalah kapasitas
jangkrik, iya sudah terima saja. Itu krikkk... krikkk... krikkkk... juga ada fungsi manfaatnya. Bikin lucu!
Adalah wajar, jika butuh waktu untuk
belajar dan tiap orang memerlukannya, dan bahkan belajar terus menerus hingga tiba
dengan selamat masuk liang lahat.
Tetapi jika tidak bisa menerima
kenyataan, Anda hanya akan memperburuk keadaan. Apalagi jika itu menyangkut kehidupan
bangsa, ini tentang masa depan anak-anak bangsa, ini tentang berbangsa.
Tahu diri lah!
Tahu diri lah!
Jika kapasitas diri adalah kapasitas
jangkrik, iya sudah terima saja. Itu krikkk... krikkk... krikkkk... dalam hal tertentu memang ada fungsinya, tetapi tak lucu.
Betul, menjadi gagal karena salah itu adalah
lumrah. Itu adalah bagian dari proses kehidupan, tetapi Anda harus tahu bahwa
tiap hal seyogianya harus menjadi lebih baik.
Jadi jika malah kian semakin semrawut,
iya sudahlah.
Mundurlah, mengalah adalah cara jitu menyelamatkan bangsa.
Beristirahatlah.
Beristirahatlah.


