-->“If you have one true friend, you're wealthy. More than one? You're a billionaire!”.
~Unknown
“Jika
kamu punya satu teman baik, kamu akan sejahtera. Jika lebih dari satu? Kamu (bisa)
menjadi miilioner?”. Penasehat
Bisnis kerap menyarankan klien nya agar mawas memilih partner bisnis, rekanan
usaha mencakup vendor, supplier, developer, perencana hingga kontraktor
pelaksana, tenaga sales terutama Investor – sang pemodal yang mendanai usaha.
Partner bisnis bagaikan rangkaian nadi penghantar jalan darah, teman setia dikala
bisnis mengalami kemunduran yang tak bahagia memetik keuntungan dari kesusahan yang
timbul.
Sejatinya, partner bisnis sejati hanyalah
semangat Anda, lain daripadanya hanya menguatkan atawa bahkan melemahkan saja. Partner
bisnis yang paham akan nilai perjuangan Anda akan selalu ada menguatkan, mendorong
untuk terus semangat tetapi, jika hanya memetik keuntungan belaka sejatinya hanya
akan melemahkan semangat Anda berusaha. Investor pendana berada ditengah - diantara
keduanya. Dengan dalih telah menganalisa prospek bisnis Anda, Investor sepakat mendanai
operasional bisnis hingga memfasilitasi berbagai kemudahan seyogianyalah untuk demi
menguntungkan para pihak.
Dengan caranya Investor berdalih menjadikan
Anda sebagai mitra usaha sejati sebaliknya Anda berkilah tak punya alternatif permodalan
lainnya – yang penting usaha bisa berjalan. Sesal diakhir tiada ampunan! Pelaku
usaha kerap menjadi pihak yang paling dirugikan, tragis bagaikan pejuang tanpa
nama ditengah kecamuk perang dengan senjata seadanya.
Pada berbagai peristiwa Investor bahkan berlagak
bak orang yang paling tahu seluk beluk bisnis Anda. Dengan alasan demi keamanan
investasinya, tiap hal yang dinilai berpotensi (akan) merugikan wajib disingkirkan, tiap hal yang mungkin
dimungkinkan (bakal) mengancam kelangsungan
investasinya harus dihindarkan. Segudang alasan plus detil penjelasan mencengangkan
tersaji mengingatkan rupa macam (potensi)
risiko usaha hingga harus dipetakan sedini mungkin. Tiap potensi risiko diperhitungkan
(seolah) menambah beban operasional
– apapun itu, sehingga Investor akan melakukan penilaian tersendiri terkadang bahkan
terlihat berlebihan karena harus mendepak Anda keluar dari bisnis Anda sendiri,
digantikan orang lain – seseorang yang dinilai mampu dan lebih berkemampuan.
Tragis!
Berbagai istilah bisnis plus rumusan ruwet
sedari rasio investasi, rasio hutang piutang hingga rasio risiko, ebitda de-el-el
membuat Investor seolah lebih trampil dibandingkan Anda sebagai pebisnis. Demi efisiensi,
efektivitas serta ekonomis penugasan tim independen yang profesional dari
berbagai bidang keilmuan menjadi tambahan biaya yang diharuskan, dan hasilnya
kian menambah alasan dan serta persyaratan yang susah ditolak oleh pebisnis
pelaku usaha para pengguna modal.
Tak jarang, pebisnis bahkan diharuskan mengalah
dan malah diatur tatacara bagaimana berbisnis dengan benar dan ketika gagal pebisnis
akan kehilangan usahanya - bahkan rumah tinggal pun raib binasa. Dan sebagai
partner bisnis, Investor ringan berkilah, aman berlindung dibalik definisi bisnis
dan menjabarkan apa itu risiko bisnis maka wajib hukumnya bagi pebisnis untuk paham
dan mahfum adanya.
Konon, dunia usaha telah berlaku adil memberikan
kesempatan berusaha ke tiap pelaku usaha untuk bisa berbisnis dan hanya
pebisnis cerdas yang kerap sukses. Dan mereka itulah yang punya partner bisnis
bersahaja. Dan itu stratejik usaha juga.
Bagaimana dengan Anda?
~Salam berpartner!









