Kala memulai bisnis kita terdorong untuk diam-diam menahan
diri tidak memberitahukannya ke orang-orang terdekat. Ntah malu tak percaya
diri yang pasti: “kerap menunggu saat yang tepat - alasan belum siap”. Menunggu
sampai ada produk dulu atau ada hasil dulu dan berbagai alasan yang
membenarkannya. Dan itu salah!
Kita kerap mengabaikan
lingkungan padahal banyak bisnis yang menggurita dari lingkungan mulut-ke-mulut,
melebar memanjang ke jaringan komunitas, dan sukses.
Menunggu juga terjadi kala mulai produksi. Kerap tergoda:”menunggu
saat yang tepat merilisnya ke pasar”. Ntah karena kurang percaya diri kita terus
berusaha menyempurnakan kualitas, mempercantik disain, memantau pasar dan jaringan
sistim penjualannya, mencari hasil survey pasar seolah tak PEDE dengan harga
jual yang ditetapkan, de-el-el.
Ingin terlihat punya
produk produk andalan. Terbayang impian bakal terjual – untung sekian.
Dan, menjadi
terlambat. Kecewa!
Apalagi jika ada produk yang nyaris serupa lebih dahulu mencuba
menembus pasar dan sepi peminat, remuk gairah usaha. Lemas sendiri, goyah tak
kukuh – letoy tak berdaya!
Tetapi, kala sambutan pasar geliat bergelora, mencengangkan,
sesak berubah warna berganti sesal menjadi: Mengapa telat dirilis? Mengapa selama
ini ditahan-tahan? Kenapa pula harus diubah-ubah, dan diubah lagi? Mengapa tak langsung
dijual?
Modal gosong, hangus
hanya karena si sempurna yang tak kunjung sempurna – sesal tak guna!
Tak juga sempurna-sempurna, kenapa kah? Diduga, itu
karena asumsi Anda belaka!. Asumsi Anda yang salah tentang makna sempurna, tentang
bagaimana keinginan orang, tentang bagaimana pendapat orang. Asumsi Anda yang
tak benar tentang apa kata dunia? tentang orang-orang, tentang pasar, tentang
produk.
Dan itu yang menghalangi
si sukses menghampiri.
Pengusaha yang sukses menjadikan launching rilis produk untuk
menjaring keinginan pasar. Untuk menjaring ide cara bagaimana bikin produk
andalan. Bagaimana agar merek produknya populer dan menjadi sebutan untuk produk
sejenis. Semisal; tiap pasta gigi populer sebagai “Pepsodent” – menjadi merek sepanjang
masa.
Seyogianya, Anda tak perlu takut produknya dianggap tak
sempurna, tetapi jadikanlah ketidaksempurnaan itu untuk menarik minat orang-orang
menyempurnakannya. Seperti; Facebook - Mark Zuckerberg, berawal dari proyek
anak sekolahan berubah seketika menjadi teknologi raksasa. Kini, mengubah wajah dunia!
Ketidakpastian iklim dunia bisnis seyogianya disesuaikan dengan
ritme operasional dan itu adalah tindakan sempurna daripada mengandalkan asumsi
pribadi yang cenderung sesat.
Peradaban bertitah, “jangan kendalikan tiap hal!” karena
banyak hal diluar batas kemampuan kita. Walau kita mumpuni menyusun stratejik
usaha tetapi itu adalah rencana, realitasnya ada banyak ragam hal yang tak bisa
diprediksi. Apalagi dunia usaha – ia punya aturan sendiri.
Stop mengubah-ubah produk tetapi rilislah
segera, karena tidak akan pernah ada produk yang tersia-sia. Dengan caranya, mekanisme
PASAR akan menentukan peminat atawa penggunanya!
"Would you like
me to give you a formula for...success? It's quite simple, really. Double your
rate of failure... You're thinking of failure as the enemy of success. But it
isn't at all...You can be discouraged by failure - or you can learn from it. So, go ahead and make
mistakes. Make all you can. Because, remember that's where you'll find success.
On the far side of failure."
~Thomas J. Watson, Sr.
~salam SempurnA selalu!

