Selasa, 30 Oktober 2018

ANDAI KITA PAHAM MAKNA KATA MANIPULASI

“To believe in something, and not to live it, is dishonest.”~Mahatma Gandhi

Yakinkah Anda akan mendapatkan yang sangat Anda idam-idamkan? Tak heran jika Anda berjuang mewujudkannya. Namun ketika segalanya terasa melambat, Anda mungkin mulai meragu. Goyah, seiring waktu Anda mulai tak percaya diri, bisakah mendapatkannya? Perlahan semangat mengendur, minat impas pupus niat, Anda malah mulai berusaha mengubur bayang-bayangnya. Impian sirna digerogoti akumulasi kekecewaan, dampak lingkungan ditempat mana Anda tinggal yang tak begitu mendukung kian semakin melemahkan. Anda tak salah juga lingkungan, diduga sang Waktu yang memanipulasi.

Berikut ada tawaran pemahaman bagaimana mengitari keajaiban sang Waktu, dan memanipulasinya menguasainya apalagi ia kerap mengalahkan kita - sang pemilik Waktu.

Tiap kali terdengar kata “manipulasi” lawan bicara cenderung bereaksi Negatif. Kita diperlakukan bagai telah melanggar hukum, terkadang pembahasan malah menjadi terhenti, dianggap Negatif. Enerji terkuras menjelaskannya.

Kata “manipulasi” diartikel ini adalah mengendalikan. Memanipulasi waktu adalah mengendalikannya agar bisa dimanfaatkan maksimal. Caranya dengan menekuknya, membentuknya menjadi sesuatu dimensi yang bisa diraih, bisa dikuasai, menggiringnya mengikutkan proses pencapaian tujuan.

Jika diartikel sebelumnya diuraikan bagaimana alam bawah sadar memanipulasi potensi kemampuan otak kita, kali ini dijabarkan bagaimana kita memanipulasi sang Waktu, terutama agar sudi menunggu kita menyelesaikan sesuatu.

Konon, jika keajaiban yang dimiliki sang Waktu bisa dikendalikan, tak ayal akan lebih mudah untuk kita mengakses berbagai pintasan pintu sukses keberhasilan. Hidup menjadi sensasional kaya raya, terkenal, bahkan bisa menjadi visioner handal, menjadi penasihat bisnis hebat, menjadi penulis inovatif, atau menjadi motivator yang mumpuni, dan sebagainya. Berbagai kesempatan dari seluruh penjuru datang menghampiri. Menggiurkan!

Kita hanya perlu membuka potensi tak terbatas dari alam pikiran kita! Rahasianya disitu. Katanya begitu, hanya itu!

Katanya, pikiran kita itu bernilai Miliaran, bahkan tak terbatas. Dengan rahasia sederhana itu, kita bahkan akan kewalahan dibuatnya, kekuatannya bisa menarik Uang dari seluruh dunia. Semudah kita mencabut bulu hidung! Semudah itu! Mutlak bebas menjelajah berkeliling Dunia mengenal peradaban berbagai bangsa. Tak lagi menderita. Ajaib, bagaikan sihir!
Konon katanya, ini adalah rahasia terbesar yang tersimpan sepanjang jaman, hanya dikuasai segelintir kelompok penguasa pengatur roda kehidupan dunia, dijaga demi kepentingan tatanan peradaban bumi ini.

Memanipulasi Waktu bermula dari batasan yang melekat padanya. Katanya, Waktu adalah elastis, karenanya bisa dimanipulasi, ditekuk mengikutkan bentuk yang diinginkan untuk dimasukkan kedalam dimensi phisik - sedemikian rupa. Berbagai dimensi bergerak lebih cepat daripadanya tetapi lainnya bergerak lebih lamban, tetapi kita tak perlu terkecoh diperdaya olehnya, itu hanya manipulasi dimensi Waktu.
Tak ubahnya bagaikan sesuatu elemen, Waktu adalah elemen yang dipercaya bisa dimanipulasi seperti cara bagaimana kita memanipulasi elemen listrik atau magnet, atau apa pun itu.

Katanya, dimensi Waktu adalah simultan. Karenanya kita tak lagi perlu fokus pada apa peristiwa sebelumnya? Atau, nanti apa yang akan terjadi? Itu tidak ada dan tidak akan pernah ada. Sekarang semua berada di dalam dimensi Waktu yang terkendali. Ini adalah permulaan. Inilah awal - awal dari segalanya. Kita yang menciptakannya, kita yang mencipta awal permulaan yang diinginkan - dan itu terjadi, sekarang. Dan setiap saat akan seperti itu. Apalagi semuanya juga terjadi secara bersamaan, bergerak simultan. Kita yang menciptakannya. Kita yang membuat momen sesuai diinginkan. Dan momen itu adalah apa yang kita percayai saat sekarang ini! Tak soal apa yang sebelumnya kita percayai, kita kini berada disaat sekarang - saat ini! Yakinkan diri kita bahwa kita berada disaat ini - setiap saat seperti itu. Itu kuncinya!

Artinya, bahwa segala hal yang terjadi, semuanya terjadi saat sekarang ini secara bersamaan. Semua terjadi dalam semua dimensi, kita perlu fokus dan sadar, menyadari semua terjadi, dalam waktu yang singkat, terjadi dalam keadaan menjadi. Sedang terjadi! Tak ada masa lalu, tidak juga masa depan! Semua terjadi dimasa kini - saat ini. Tidak ada awal, juga tidak ada akhir, bahkan tidak akan berakhir. Abadi, inilah sifat keabadian si sang Waktu. Waktu adalah dimensi yang ada didalam dimensi yang terkendali tanpa sifat keabadian. Karena keabadian adalah kenyataan sejati, dan itulah Waktu - saat ini, Waktu bagi kesadaran kita membuat penciptaan untuk bagaimana mengalami proses penciptaan. Ini adalah realitas pikiran!

Apa yang disajikan adalan realitas pikiran! Tak perlu mencari tahu bagaimana cara menjelaskan cara kerja alam semesta. Ketahuilah, walau kita berkali-kali gagal namun jangan pernah menyerah, karena kemuliaan pribadi mulia sejatinya berkembang meningkat setiap kali kita jatuh tersandung gagal.

Ini adalah realitas pikiran!

”Never limit yourself because of others’ limited imagination; Never limit others because of your own limited imagination”.~Mae Jemison

~Salam Realitas selalu!
FREE

Jumat, 26 Oktober 2018

ANDAI KITA PAHAM MAKNA KATA KEAJAIBAN

“All our dreams can come true, if we have the courage to pursue them”~Walt Disney

Konon Albert Einstein pernah berkata bahwa kita baru menggunakan sepuluh persen dari potensi kemampuan otak kita, yang sembilan puluh persen lagi masih dalam kendali alam bahwa sadar. Tak terbayang bagaimana besarnya potensi kemampuan yang masih terperangkap dalam alam bawah sadar, hingga pada bagian terbesar perjalanan hidup yang kita lalui, kita itu tak ubahnya bagai boneka mainan dari keperkasaan alam bawah sadar kita sendiri. Dan itu menjadi Keajaiban yang bisa dicatatkan, diduga begitu!

Penelitian banyak diterapkan untuk bisa memanfaatkan potensi kemampuan alam bawah sadar, digali melalui berbagai pelatihan bahkan cara hipnotis. Diyakini potensi yang terkandung bisa mendukung kemampuan penggunaan otak, setidaknya diketahui potensi apa yang bisa dimanfaatkan; apa saja yang terkandung pada porsi yang sembilan puluh persen itu. Bisa digunakankah? Mungkin telah semua digunakan atau mungkin sama sekali belum terjamah!

Terkadang kita begitu percaya diri bahwa segala sesuatunya sudah terkendali tiba-tiba tergagap tersadar kenapa kita begitu sangat percaya diri? Ajaib, seolah kita mampu mengendalikan tiap hal. Seolah semua terlihat rapi, beres! Kita menjadi ragu sendiri, apakah benar telah semuanya? Mungkin beberapa masih tertinggal? Pada ketika itu dialami, diduga alam bawah sadar telah ikut serta berusaha membantu memaksimalkan pencapaian kita.

Keajaiban berikutnya bisa didapat dengan percontohan makna “Uang” dalam kehidupan kita. Apa arti uang bagiMu? Sebagian orang mengartikan, Uang adalah alat tukar untuk mendapatkan jasa atau barang dan atau keduanya. Lainnya berpendapat, disamping sebagai alat tukar, juga diartikan sebagai ukuran tingkat keberhasilan. Uang adalah ukuran standar taraf penghidupan. Orang hebat atau biasa-biasa saja? Punya banyak Uang cenderung dicap sebagai orang punya kelebihan. Mudah baginya menjalin hubungan dengan penguasa hingga sulit untuk membantah kebenaran informasi yang diusungnya, mahal pertaruhannya. Layaknya penguasa, status kedudukannya membuatnya mudah mendapatkan Uang, si empunya Uang mudah mendapatkan informasi akurat.

Tanpa perlu mendapatkan pengakuan, Uang berhasil mengendalikan perjalanan hidup orang-perorang. Tanpanya bahkan ada yang tidak mau keluar rumah. Ada yang malah tak lagi bersemangat, menjadi stress sakit. Bahkan ada orang yang mati karena tidak punya Uang hingga tidak diberikan tindakan medis yang layak. Membingungkan!

Pertanyaannya, Apa yang membuat hingga begitu besar kuasa Uang? Apakah betul standar hidup akan pasti meningkat jika punya Uang? Apakah kau yakin bisa membeli segala apa yang kau butuhkan jika punya sejumlah Uang? Sulit membantah karena berbagai kemudahan melekat pada segepok Uang.

Uang tak lagi diartikan sekedar sebagai balas jasa, tak lagi diartikan sebagai kontraprestasi. Peranannya bahkan telah melebihi standar ukuran kekayaan. Kini ini, segala hal tergantung pada berapa jumlah Uang Anda? Tak soal dapat dari mana, tak masalah jika itu dari hutang; bahkan haram untuk bertanya, itu hasil Korupsi kah?

Uang dimaknai telah melebihi batas pemahaman tertinggi akan makna yang kita pernah pelajari semasa bersekolah. Kita bahkan akan dianggap tidak akan bisa sukses jika kita tidak punya Uang. Uang adalah segalanya, Uang diperlukan disegala bidang kehidupan. Yang ini diduga telah tercetak tebal di alam bawah sadar kita. Dan itu menjadi catatan keajaiban nomer kesekian!

Keajaiban lainnya berkembang keyakinan bahwa potensi kemampuan hidup bisa dijembatani untuk mengetahui berapa jumlah Uang yang bisa diperoleh disepanjang hidup kita. Berapa yang kini dimiliki? Apakah akan tetap segitu-gitu saja atau akan berlipat ganda? Apakah bisa meningkat melampaui jumlah yang bisa dibayangkan? Kita dilatih untuk bisa benar-benar paham akan makna sebenar dari Uang - apa arti sesungguhnya? Jika sudah begitu, barulah kita dianggap mumpuni untuk memetik manfaat hidup dari Uang.

Karena, Uang adalah komoditas yang bisa ditransasksikan untuk tiap hal!

”Only one who devotes himself to a cause with his whole strength and soul can be a true master. For this reason mastery demands all of a person”
~Albert Einstein
reca

~Salam Ajaib selalu!

Selasa, 23 Oktober 2018

ANDAI KITA PAHAM MAKNA KATA DIPERTANGGUNGKAN

“In prosperity our friends know us; In adversity we know our friends”~John Churton Collins

Setiap kita menginginkan hidup sehat dan sejahtera, tetapi jika kita menyadari bahwa kita tengah berjuang mendapatkan keduanya atau bahkan salah satunya, saatnya untuk kita meninjau ulang pemahaman kita atasnya.

Konon katanya, didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat, dan oleh waktu telah terbukti kebenarannya. Manakala kita merasa fit serasa siap melakukan apa saja, dan kala itu terjadi segala hal baik akan datang menghampiri.

Kita sadar tidak pernah mendapatkan latihan phisik yang cukup, masuk akal jika banyak yang berusaha berolahraga untuk mendapatkan kebugaran disela-sela rutinitasnya. Tak perlu malu untuk mengakui bahwa kesegaran jasmani adalah sumber kesehatan dan itu adalah asupan giji sehat untuk otak kita. Tanpa kesehatan segala pencapaian menjadi tak begitu berarti, kekayaan maupun kebahagiaan terganggu jika tubuh tidak sehat pikiran pun terganggu.

Orang moderen bahkan membayar mahal untuk bisa ikut menggunakan fasilitas pelatihan atau untuk pendampingan pelatih tertentu. Tak ayal kini kesehatan menjadi sesuatu yang mahal, komoditas dengan pangsa pasar tersendiri.

Orang takut sakit, takut biaya rumah sakit yang tak kenal batas maksimal, hingga orang dipaksa rela membayar asuransi kesehatan. Orang dirawat di Rumah sakit kini tak lagi karena benar-benar sakit, terkadang hanya rehat atau uji coba klaim asuransi kesehatannya.

Orang takut akan banyak hal. Takut mati. Takut kemalingan, takut tergores, takut hartanya hilang kecurian, takut ketubruk, takut kebakaran, takut sesuatu terjadi dalam perjalanan, bahkan takut kukunya terkelupas. Takut terjadi, takut mengalami menjadi momok hingga orang-orang berusaha meminimalkan risiko kerugiannya. Penyedia jasa perlindungan kian berkembang hingga tak lagi jelas mana ekses, mana sebab dan yang mana akibat. Apalagi tiap hal kini bisa diasuransikan, bahkan rasa takut akan takut pun bisa, dengan bungkus asuransi tambahan - additional excess.

Ekses perlu ditakutkan. Karena hidup adalah Takut maka takut bakal tak lagi hidup pun kerap dihitung berdasarkan taksasi matematis. Jika sampai dengan batas akhir taksiran yang bersangkutan tak juga Mati, maka jumlah premi yang dibayar dikembalikan - layaknya bonus. Karena Tak mati-mati, dibayar! Jika selang beberapa saat kemudian mati, maka pewaris mendapat uang sebesar jumlah yang pernah dipertanggungkan - walau tak lagi membayar premi.
Bisnis yang aneh!

Takut adalah dagangan yang menggelikan!

Petuah berkata bahwa:“Pelajari masa lalu jika akan menentukan masa depan!”.

Konon katanya, sejak dahulu kala rasa takut jamak dijadikan komoditi transaksi, semisal: dalam situasi tertentu rombongan pedagang takut dirampok, atau penghuni sekampung takut panennya dijarah, atau pengiriman logistik ke wilayah tertentu takut dirampas. Ditawarkan sejumlah uang sebagai balas jasa jika melakukan pengawalan.

Tetapi hal yang ditakutkan kerap terjadi, dan itu dianggap lumrah terjadi, namun tak lajim jika membebankan seluruh kerugian kepada si pengawal. Si pengawal hanya Rugi sebesar jumlah balas jasanya saja, ditangguhkan atau tidak dibayarkan. Sedari dulu pun telah berkembang pemikiran bahwa, adalah: “Haram membebankan kerugian melebihi batas kemampuan orang yang menanggungkannya”.

”Study the past if you would define the future”~Confucius

Menjadi terlihat Ganjil jika bisnis “Takut” di dua jaman itu diperbandingkan!

Disarankan, jika kita menjadi “seseorang yang sehat, sejahtera serta bijaksana tak bakal ada yang akan mengabaikan”. Ini adalah pembelajaran masa lalu juga, karena lajim tiap orang diajarkan agar berlaku demikian, hingga menjadi tauladan, pasca kematiannya pun dikenang menjadi orang berkebajikan. Ditiap jaman lajim dicatatkan berbagai kebijaksanaan serta orang-orang bijaksananya namun hakiki kebenaran “Confucius” tak pernah surut dijaman yang berbeda.

“Karena hidup adalah takut maka berlaku begitu terutama agar bisa selalu waspada apalagi hanya mereka yang paham makna kata bijaksana”.~Hotman Sihombing

~Salam Bijaksana selalu!
Astro