Jumat, 27 Mei 2016

RAHASIA-(IV): MKD - Antusias Akan Keberhasilan Orang Lain

-->
"The pessimist sees the difficulty in every opportunity. The optimist, the opportunity in every difficulty."
~L. P. Jacks

ALASAN YANG TEPAT:
Alasan yang tepat kerap dikenal sebagai ‘komitmen’. Konon dianggap bak stempel perlambang jati diri, acap diikrarkan di awal memulai sesuatu hubungan. Memulai sesuatu dengan ‘alasan yang tepat’ berarti berpegang pada suatu komitmen yang jelas. Tetapi hindarkan tiap ‘komitmen’ yang dibangun dengan alasan yang tidak tepat – walau itu jelas. Cara menentukan ‘alasan yang tepat’ tak pula mudah bahkan tak semudah membuat sesuatu alasan.
Konon suatu ‘komitmen’ tidak memerlukan sesuatu alasan apa pun karena itu adalah ukuran kadar nurani. Semisal berkomitmen menghormati seseorang, tak diperlukan alasan untuk kita berlaku sedemikian itu. Kita hanya perlu menunjukkan bahwa kita sungguh sangat menghormatinya, entah apa ‘alasan yang tepat’ sama sekali tidak diperlukan.
Ada juga yang berpendapat bahwa ‘komitmen’ adalah gambaran jati diri bak ukuran kejujuran seseorang – apakah dapat diandalkan. Orang yang kerap lupa akan jati dirinya tak akan lupa membanggakan orang satu lainnya, biasanya ia dipenuhi sekarung komitmen, dan hanya dia seorang yang tahu komitmen yang mana yang dia pernah penuhi. Kerap berseru bahwa tindakan jauh lebih penting dibandingkan alasan tetapi selalu membopong berkarung-karung ‘alasan’ – terkenal sebagai mister sejuta kata.

BERBAGI KESEMPATAN:
Hanya orang tua yang rela berbagi kesempatan dengan anaknya dan kita tidak diperkenankan mengakui semua orang adalah orang tua kita. Kita hanya diberi hak untuk memiliki seperlunya – cukup dua saja.
Sebaliknya, kerelaan ‘berbagi kesempatan’ dengan tiap orang tak akan menjadikan kita menjadi orang tua dari setiap orang, tetapi tindakan berbagi kesempatan diharapkan akan melahirkan berbagai rupa kesempatan lainnya untuk banyak orang.
Kerelaan ‘berbagi’ menjadi jalan untuk kita bisa lebih menghargai nilai-nilai kehidupan bahwa tiap orang berkemampuan mengelola sendiri kesempatan dirinya untuk sukses. Sejatinya tiap orang hanya memerlukan ‘kesempatan’.
    
BERSAING BAIK-BAIK MENJADI YANG TERBAIK:
Bersaing adalah peradaban tertua bahkan kehidupan ini pun diduga tercipta adalah oleh karena persaingan – bersaing menjadi yang terbaik. Diri kita sekalipun tak kunjung lepas dari hal persaingan yang kadang bahkan gamang untuk sekedar bisa menjelaskannya. Konon katanya, istilah ‘Niat & Kesempatan’ pun terlahir dari sesuatu persaingan didalam diri kita ditempat mana keduanya bersemayam. Adalah cukup alasan untuk kita bisa mempersiapkan diri 'bersaing baik-baik menjadi yang terbaik’ dengan tetap menjunjung prinsip saling menghormati.
Tiap kita terinspirasi oleh orang satu lainnya, hingga berminat mendalami bahkan kemudian bersaing dengan inspirator kita, maka peliharalah persaingan itu untuk bisa menjaring ragam inspirasi-inspirasi lainnya.
Bersaing baik-baik untuk menjadi yang terbaik adalah langkah terbaik memaksimalkan pencapaian rekor pribadi selama kita hidup.

ANTUSIAS AKAN KEBERHASILAN ORANG LAIN:
Bersorak untuk kemenangan orang lain hanya akan ditemukan pada orang-orang yang memegang teguh sportifitas persaingan – jamaknya seperti itu. Mengakui keberhasilan orang lain memang tak mudah, tetapi itu adalah bentuk penghargaan kita akan nilai-nilai perjuangan. Betapa sesuatu itu harus diperjuangkan dan kita jujur mengakuinya.
Antusias akan keberhasilan orang lain bertujuan mengapresiasi pencapaian penciptaan sesuatu keberhasilan. Bersyukur mensyukuri keberhasilan orang lain akan menebalkan keyakinan bahwa kita tidak akan pernah berhasil tanpa orang lain. Kelak orang lain pun akan bersorak mensyukuri keberhasilan Anda.
~Salam antusias!
http://www.sfi4.com/15634647/FREE
 

Rabu, 25 Mei 2016

RAHASIA-(III): MKD – Menjadi Sumber Inspirasi Bagi Sesama

-->
"Great spirits have always encountered violent opposition from mediocre minds."
~Albert Einstein.

Join mySFIteam

CIPTAKAN KEBAHAGIAN DIRI ANDA SENDIRI:
Walau terdengar skeptis, namun bisa jadi Anda gagal tak pernah bisa membahagiakan diri Anda sendiri hingga Anda selalu berharap ada orang lain datang membahagiakan Anda. Ada yang datang kah? Tak lah! Saya ragu akan hal itu! Maka bergegaslah, jangan tunggu orang lain membahagiakan Anda karena kebahagiaan bermula dari diri Anda sendiri. Tersenyumlah!, itu mudah dan gratis, Anda pasti bisa! Tanpa Anda pernah paham, senyuman Anda akan membuat orang lain tersenyum - membalas senyuman Anda.
Dunia ini akan terus berubah mengikuti perubahan yang Anda pilih maka pilihlah yang bisa membahagiakan. Pilihlah kebahagian yang menginspirasi hadirnya berbagai rupa hal positif karena hal macam itu telah disediakan oleh dunia ini untuk Anda.
Kebahagiaan itu tersedia dimana-mana dan bisa terjadi oleh hal apa saja, Anda tidak perlu lelah mencarinya. Bila Anda terus mencari - dan mencari, Anda akan keburu tua, kehabisan waktu dan terlalu jompo untuk bisa menikmatinya. Kebahagiaan itu tersimpan disaku baju Anda. Ada isinya kah?

MENJADI SUMBER INSPIRASI:
Di dunia ini Anda tidak akan pernah ketemu akan hal tentang ‘mendapat kesempatan’. Itu tidak ada, dan tidak akan pernah ada! Yang ada hanya; ‘merebut kesempatan’.
Pendapat yang ekstrim bukan? tetapi itu yang terjadi, itulah kenyataan hidup. Tiap orang serabutan memperebutkan, tiap orang ‘mengambil kesempatan’ tanpa pernah sudi mengembalikan. Memperlakukan ‘kesempatan’ bak warisan moyang nenek moyangnya. Sekalipun sudah tidak punya waktu untuk memanfaatkan tak akan pernah sudi melepas ‘kesempatan’ yang masih tersisa padanya. Harus direbut!
Dunia ini telah lama kekurangan ‘kesempatan’ hingga tiap orang harus merebutnya. Maka berkontribusilah! Jadikan hidup Anda sebagai ‘sumber inspirasi’ yang melahirkan ‘kesempatan’. Isi lah hari-hari Anda akan berbagai ide gagasan yang memicu rupa macam ‘kesempatan’, agar tiap orang berpeluang mendapat ‘kesempatan’ untuk sukses dan berhasil. Menginspirasi orang seorang akan membuat hidup seseorang menjadi lebih berarti - bagai menjadi ‘seseorang’.

BERSIAPLAH UNTUK LANGKAH BERIKUTNYA:
Jika tiap orang ditanya; ‘siapkah Anda untuk maju dan berhasil?’ jawabannya pasti; ‘siap!’. Nyatanya, tidak setiap orang ‘siap’ untuk berhasil. Yang banyak hanya ‘siap mencapai titik awal keberhasilan’. Hanya itu, hingga ia tak bisa menikmatinya. Itu yang terjadi! Tak heran jika banyak yang menyesal tetapi ia tak pernah mampu untuk mengembalikannya.
Tiap situasi membuktikan bahwa tidak tiap orang berhasil mengisi keberhasilannya dengan gemilang. Hanya segelintir orang yang ‘siap’ melangkah ke tahap berikutnya. Hanya yang memahami bahwa nun di dalam dirinya ia telah diperlengkapi oleh dunia dengan semua modal yang dia perlukan. Cukup dengan ayunan langkah kecil, sukses keberhasilan akan pasti ia raih, dan akan pasti ia nikmati, hanya perlu bergegas ‘untuk langkah realistis berikutnya’ - merealisasikannya.
Pada macam rupa peristiwa, banyak yang hanya ‘siap’ merangkul ‘kesempatan’, menimang sembari mempertontonkan ke seisi dunia bahwa dia berhasil menghunjam balik arah perjalanan hidupnya hanya karena ‘merealisasikannya’ dengan cara tidak senonoh.
Orang cenderung mengisi sukses keberhasilan secara serampangan oleh karena berbagai kemudahan yang melekat pada si ‘sukses keberhasilan’ itu. Hingga terperangkap terkungkung oleh kerangkeng keberhasilan itu sendiri. Sejatinya tidak tiap orang ‘siap’ untuk berhasil.
~Salam sukses selalu!

Minggu, 22 Mei 2016

RAHASIA-(II): MKD - Hindari Kesalahan Yang Sama

"I found it easier to get rich than I did to make excuses. "
~Jim Rohn

KESALAHAN DIRI SENDIRI:
Jangan persamakan kesalahan orang lain seolah sama dengan kesalahan diri Anda sendiri. Jangan nilai sendiri kesalahan Anda tetapi pelajarilah dan menerimanya, mengingatnya serta menjaganya baik-baik agar tidak lagi terulang. Itulah undakan loncatan. Menerima keterjadiannya, bahwa bilamana Anda tidak pernah gagal Anda tidak akan belajar, tidak akan berusaha melepaskan diri darinya. Anda bisa kukuh berdiri hanya setelah tersandung jatuh, tertatih bangkit, berupaya melangkah dan memulai lagi. Maka hargailah upaya Anda meraih kembali kesempatan itu - setidaknya hindari kesalahan yang sama.
Uletlah, dorong diri Anda untuk kukuh tegak berdiri ditengah terpaan angin kegagalan, karena gagal adalah sesuatu tahap yang harus dilalui. Jangan takut menata ulang hidup Anda. Jangan menyandarkan segalanya ke orang lain, sekalipun bayangan  diri sendiri akan hilang pergi ketika sorot sinar cahaya menghilang. Jangan salahkan orang lain atas tiap kesalahan yang terjadi – apa pun itu, disamping buang waktu tidak bermanfaat itu tidak akan menghasilkan apapun; tetapi dengan menerimanya sebagai kesalahan diri sendiri setidaknya itu menjadi bekal untuk kewaspadaan tersendiri.

NIKMATILAH HAL-HAL YANG TELAH ANDA MILIKI:
Nikmatilah berbagai hal yang telah Anda miliki – apapun itu, dan mulailah hidup dengan bekal itu. Perseteruan dalam hidup kerap timbul oleh karena waktu kita terlalu banyak digunakan untuk melihat hal apa yang tidak kita miliki. Lebih tergoda menghabiskan waktu untuk menggunjingkan hal apa saja yang dimiliki orang lain, menyesali kekurangan itu tanpa pernah bersyukur atas apa yang kita telah miliki. Kita tidak diberi hak untuk memilih ibu bapa kedua orang tua kita. Jangan tergoda akan pemahaman bahwa bahwa hidup Anda akan lebih baik jika Anda memiliki berbagai hal yang tidak Anda miliki. Ukuran keberhasilan tidak sepenuhnya begitu itu, tetapi mampu menerima apa yang kita telah miliki menjadi sukses tersendiri. Maka bergegaslah, hiduplah dengan itu, jadikan sebagai modal awal meraih hal lainnya yang belum Anda miliki.
Rumah mewah, mobil mewah serta kemewahan lainnya tidak sepenuhnya menjadikan hidup Anda lebih “mewah”. Tiap kemewahan akan menggoda kemewahan lainnya – terus begitu itu. Tergoda akan hal yang lebih baru, mencurahkan waktu demi sesuatu yang baru – dan yang baru, hingga hilang kesempatan menikmatinya. Hidup menjadi tersia-sia pupus sirna dalam pencapaian. Kasihanilah diri Anda, sebagaimana Anda mengasihani diri orang lain – yang Anda kasihi!

SOPAN TERHADAP DIRI SENDIRI:
Agak lucu! Terdengar mudah dan sederhana. Lebih sopan terhadap diri sendiri kerap luput pada proses pembelajaran diri, hal ini jelas terlihat ketika Anda tidak berterima saat seseorang mengingatkan Anda untuk tidak salah dan salah lagi, didalam hati bersungut-sungut mengomel seolah orang itu lebih pintar. Anda telah tidak berlaku sopan terhadap diri Anda sendiri. Telah merendahkan sendiri - diri Anda sendiri.
Anda tersinggung ketika teman menyampaikan sesuatu yang menurut Anda caranya sangat tidak hormat, jauh dari kessopanan, didalam hati berbisik; ‘tak lama lagi orang ini pun akan saya singkirkan’. Anda telah berlaku tidak senonoh terhadap diri sendiri. Anda telah menghinakan sendiri - diri Anda sendiri, bahkan dengan permufakatan jahat.
Ingatlah, dengan menerima kekurangan diri dan berupaya memperbaiki sikap perilaku diri itu telah menjadi bukti awal bahwa Anda telah berusaha untu bisa berlaku lebih sopan terhadap diri Anda sendiri. Jika masih agak susah – setidaknya berlakulah proporsional.
~Salam sopan selalu!
Join mySFIteam

Jumat, 20 Mei 2016

RAHASIA-(I): Membangun Kemampuan Diri

-->

 Join MySFIteam

MEMANFAATKAN WAKTU DENGAN ORANG YANG TEPAT:
Susah menerima pendapat bila kita dianggap menghabiskan waktu dengan orang-orang yang tidak tepat. ‘Apa iya begitu itu?’. Diperlukan penalaran mendalam demi pemahaman tersendiri; bagaimana kita bisa menilai apakah teman-teman kita adalah orang-orang yang tepat untuk ditemani?. Ada formula tokcerkah untuk menilai orang-orang yang menerima kita - apa adanya, yang menghargai namun belum pasti apakah akan mendorong kita menuju keberhasilan? Orang-orang yang membuat kita tertawa bahagia menikmati hidup namun akankah mereka mendukung kemajuan karir kita? Sahabat sejati tidak akan membebani hidup Anda.

MENGHADAPI SENDIRI PERMASALAHAN YANG TIMBUL:
Jangan biarkan masalah yang menentukan hidup Anda tetapi bagaimana Anda bereaksi dan menanganinya, menjadi langkah awal penyelesaian. Seriuslah menangani permasalahan yang ada jika tidak permasalahan Anda tidak akan selesai. Selesaikanlah tanpa menimbulkan masalah baru. Lakukanlah yang terbaik! Bereaksilah, bahkan jika itu mengharuskan kita untuk sudi mengakui apa yang kita telah lakukan. Menghadapi sendiri menjadi langkah awal hingga terakumulasi ke arah penyelesaian, dan itu adalah kebiasaan baik.

JUJUR TERHADAP DIRI SENDIRI:
Apapun itu bermula dari diri sendiri maka jujurlah akan diri sendiri. Jadikan kejujuran sebagai kebiasaan hidup, sebagai kiblat diri dalam mengisi perjalanan hidup. Jujur ​​terhadap kebenaran, jujur tentang hal apa saja yang perlu diubah, jujur tentang hal apa yang ingin dicapai dan dengan siapa Anda mencapainya. Jujur adalah modal awal dan menjadi pertanda bahwa Anda mengenal dengan baik siapa diri Anda. Kejujuran menjadi bagian dari pencarian jati diri, bagian dari rangkaian perjalanan hidup mengumpulkan keping kebenaran demi pemahaman yang lebih baik tentang; dari mana Anda sebelum ini? di mana Anda kini ini? bagaimana Anda hingga sampai di sini? Sudahkan Anda siap mengidentifikasi arah berikutnya? dengan cara apakah Anda ke sana?

KEBAHAGIAAN DIRI SENDIRI MENJADI PRIORITAS:
Kebahagiaan terikat erat dengan sifat diri akan perilaku jujur maka jadikanlah itu menjadi prioritas. Sifat peduli akan orang lain menjadi kebutuhan oleh karena kebahagian mereka akan membawa kebahagiaan tersendiri untuk Anda. Janggal jika kita menghargai orang lain tetapi menyangkal diri sendiri. Menangani kebutuhan orang lain demi pemenuhan kebutuhan diri sendiri menjadi perlambang sukses keberhasilan dari orang- orang sukses. Belajarlah akan hal itu. Sekali kebutuhan Anda terpenuhi, Anda akan lebih leluasa dan lebih berkemampuan membantu orang lain yang membutuhkan. Anda akan mendapatkan hikmah kebahagiaan tersendiri.

BANGGA MENJADI DIRI SENDIRI:
Jangan pernah mau menjadi orang lain tetapi berjuanglah untuk menjadi diri sendiri - dan banggalah akan hal itu. Jadilah dirimu sendiri! Dan itu akan membangunkan potensi individu yang terpendam dalam diri Anda, individu yang dipenuhi oleh ide gagasan yang sepenuhnya bisa menjadi kekuatan, kecantikan atau bahkan menjadi keunikan yang tidak dimiliki oleh orang lain. Itulah versi terbaik dari diri Anda.

HIDUPLAH DIMASA SEKARANG:
Masa sekarang adalah sebuah keajaiban yang luput dari perhatian atau bahkan tidak pernah terpikirkan oleh Anda. Masa saat sekarang ini adalah satu-satunya ‘masa’ yang peruntukannya dijamin untuk Anda. Itulah hidup serta kehidupan Anda. Maka itu, berhentilah bermimpi akan hal–hal besar tetapi di masa depan; berhentilah menyesali berbagai hal-hal dari masa lalu Anda. Belajarlah menerima bahwa Anda hidup dimasa ‘kini’ – di sini sekarang ini. Hanya dengan cara itu Anda bisa membangkitkan keunikan kekuatan yang terpendam di dalam diri Anda. Hargailah keindahan hidup yang Anda miliki – saat kini ini.

"Keep away from people who try to belittle your ambitions. Small people always do that, but the really great make you feel that you, too, can become great."
~Mark Twain
~Salam Sukses selalu

Terbaru

MEMBANGUN MOMENTUM DIRI

Perlu momentum untuk berhasil. Banyak yang giat membangun momentum untuk kesuksesan dirinya dan banyak yang sabar, bersabar menunggu saa...