Rabu, 23 Mei 2018

ANDAI KITA TAHU MAKNA "MEMAAFKAN"

“Forgiveness isn’t just a blessing you deliver to another human being. Forgiveness is also a gift you give yourself”
~Robin S. Sharma

Oleh Robin S Sharma dikatakan bahwa: “tindakan Memaafkan bukan hanya berkah yang kita berikan ke orang lain. Memaafkan adalah juga merupakan pemberian hadiah untuk diri kita sendiri”.

Kita memang harus mengakuinya, bahwa rada sulit untuk kita bisa memaknainya secara se-sederhana itu. Ada benjolan berontak kecil di hati sanubari bahwa taklah semudah itu memahaminya.

Tetapi jika kita sudi menghabiskan waktu yang cukup untuk menggalinya lebih jauh lagi, maka jelas akan terasa manfaat dari “tindakan memaafkan” yang dimaksudkan. Sejatinya itulah langkah awal yang baik karena tindakan Memaafkan tidak akan menghajar balik diri kita – yang memberikan maaf. Bahkan akan ada waktu untuk mengakui bahwa itu layak, bahwa tindakan itu bak memberi hadiah untuk diri sendiri – memberi tanpa pamrih.

Jamak terdengar orang-orang mengatakan bahwa mereka telah “memberi maaf atas tindakan seseorang” tetapi tiap waktu orang itu tetap memunculkan “peristiwa yang dia maaafkan itu”. Ini menunjukkan bahwa mereka belum benar-benar memaafkannya, atau mungkin yang dia berikan hanya sekedar kata “Maaf” saja. Satu kata yang didengar oleh orang banyak disekitarnya, namun diduga kata itu tidak dari lubuk hatinya. Niatnya hanya untuk sekedar komsumsi orang banyak saja, dan itu tidak disarankan. Maaf yang hampa!

Pemberian maaf haruslah didasari niat tulus, oleh Robin S Sharma diatas dikatakan bahwa itu bukan saja hanya sebuah berkat yang kita berikan ke seseorang, tetapi sekaligus merupakan pemberian hadiah untuk diri kita sendiri. Sesuatu yang jarang kita lakukan!

Ada banyak penjelasan tentang hal ini, beberapa bahkan telah dibukukan, diperjualbelikan hingga membawa manfaat komersil bagi banyak pihak terutama si pembeli yang memanfaatkannya.
  
Dan dalam tulisan ini saya akan berbagi dan kemudian membiarkan Anda menemukan cara sendiri agar benar-benar bisa “memberikan maaf” dan mendapatkan manfaat darinya. Menjadikannya sebagai asupan giji yang diperlukan untuk Anda bisa menemukan jati diri Anda yang sebenarnya.

Kita ketahui, bahwa “Pencarian jati diri” telah berlangsung berabad-abad lamanya, diduga telah dimulai sejak mula peradaban kehidupan manusia berlangsung dan didokumentasikan. Pencarian yang tiada akan pernah tuntas! Apalagi hidup akan terus hidup dan lebih hidup lagi.
  
Hidup memang sebuah mistery!

Para filsuf sejak era kehidupan bermula diduga memiliki kesamaan pemikiran bahwa Alam Semesta hanya memiliki kebaikan untuk tiap manusia yang menikmatinya – tiap diri kita, pribadi lepas pribadi. Terutama karena hidup adalah karunia!

Sebagian malah mempertajamnya dengan menanamkan pemikiran bahwa sesungguhnya mimpi indah itu adalah tanda pertanda keindahan hidup yang dikirimkan oleh alam semesta. Sedangkan mimpi buruk diberi makna bahwa itu menunjukkan ada enerji buruk di sekitar kita dan ditengarai akan mengganggu nikmat hidup atawa kesuksesan kita.

Dan pemikiran positif diyakini akan dapat menjebak enerji positif - sang sumber mimpi indah, untuk berdiam tinggal menetap di alam pemikiran kita. Itu yang berperan mencegah enerji negatif - si sumber mimpi buruk, untuk hinggap atawa tinggal berlama-lama atau bahkan malah akan mencegahnya.

Hidup adalah tanda tanya, dan demikian selamanya!

Vitalitas diri diduga menjadi sumber inspirasi yang memotivasi diri kita bergerak ke arah yang lebih baik dan menjadikan langkah serta alam pemikiran kita bisa selaras dengan kesuksesan yang akan kita raih. Jiwa akan dipenuhi enerji positif, dipenuhi niat baik dan menghadirkan berbagai keindahan hidup untuk diri kita maupun untuk lingkungan sekitar ditempat mana kita berada. Gerbong keindahan alam semesta berpindah ke diri kita.

Hidup memang indah!
Dan itu semua bermula hanya dari satu kata “Memaafkan”.

Andai kita tahu maknanya, kita akan terkagum-kagum didalamnya. Karena ada banyak lagi rahasia hidup untuk diketahui, bahkan malah banyak yang kita tidak akan pernah sempat tahu apalagi paham akan maknanya.

Hidup memang singkat!

"Nobody succeeds beyond his or her wildest expectations unless he or she begins with some wild expectations"
~Ralph Charell

~Salam hidup selalu!

Mysfi!

Terbaru

ANDAI KITA TAHU MAKNA "MEMAAFKAN"

“Forgiveness isn’t just a blessing you deliver to another human being. Forgiveness is also a gift you give yourself” ~Robin S. Sharma ...