Selasa, 20 Februari 2018

Hentikan Kebisingan Di Kepala!

-->
“Mengapa bersusah payah harus menjadi orang lain? Keistimewaan diriMu adalah apa adanya kamu!”.
 
Tidak akan ada keajaiban, semuanya bermula dari kerja keras kita menjaga sikap positif untuk mengubah keadaan. Meski mengalami tekanan hingga penolakan disanan-sini usahakan untuk tetap fokus menuju tujuan. Dan untuk fokus diperlukan ketenangan agar kita bisa memusatkan pikiran.

Semisal kita tengah dalam perjalanan ke suatu tempat berkendara santai ditemani alunan musik radio. Kita yakin sudah di jalan yang tepat walau hanya berbekal petunjuk lisan dari orang yang sempat kita tanyakan. Sekonyong-konyong dipersimpangan jalan kita bingung, berhenti - hendak terus apa berbelok kekiri atau kekanan? Tak jelas! Merasa salah arah, kita butuh ketenangan untuk memusatkan pikiran – refleks seketika mematikan radio. Walau tak yakin apakah radio menguras enerji kita mengingat-ingat kembali petunjuk jalan, tetapi itulah kita. Seolah musik merdu bikin berisik didalam kepala menghisap enerji kemampuan kita pada situasi tertentu.

Menghentikan kebisingan didalam kepala serasa memberi ruang, anehnya kita tak pernah bertanya kenapa? tak pernah memikirkannya mengapa? yang kita tahu itu adalah tindakan pertama - yang benar. Benar begitu?

Mari terapkan prinsip itu, hentikan kebisingan dalam hidup kita, mulailah dari gemerincing suara-suara yang didalam kepala. Tahu caranya-kah? Musnahkan dahulu racun kecanduan yang memicu suara berisik di kepala.

Langkah Pertama: “Jangan pura-pura! Seolah semuanya baik-baik saja”
Walau sudah terbebani tetapi kita malu mengakui. Seyogianya kita tak perlu malu untuk rehat bahkan robot pun butuh waktu perawatan. Tak perlu malu mengaku lelah, itu alamiah. Bahkan untuk berkata ragu pun, itu alamiah. Kita tak perlu berpura-pura kuat memaksakan diri membuktikan bahwa semuanya berjalan baik. Tak usah peduli apa kata orang. Faktanya, bahkan menangis pun adalah cara tepat mengeluarkan airmata dan itu menyehatkan mata.

Langkah Kedua: “Jangan Terbebani Masa Lalu”.
Kesulitan dimasa lalu seyogianya membuat kita lebih bijak menilai situasi. Menjadikan kita lebih mahfum akan arti kesedihan. Situasi sulit bahkan mengundang orang-orang terdekat datang mengajarkan kita cara bagaimana mengelola kesulitan, mengajarkan kita cara agar tidak frustasi, agar tidak kecewa. Agar terhindar dari cengkeraman rasa takut. Pengalaman hidup menjadi guru berharga, membawa berkah tersendiri. Menanamkan pengalaman bahwa tiap hari akan membawa sesuatu yang baru – maka bertindaklah seperti mencuba sesuatu yang baru – antusias-lah!. Jangan terbenam oleh masa lalu.

Langkah Ketiga: “Jangan Hindarkan Perubahan”.
Perlu konsisten memelihara gelora semangat diri untuk selalu siap bertumbuh dan merasa baik karenanya. Walau pertumbuhan tidak selalu terasa baik dan sebaliknya perasaan tidak baik tidak selalu berarti sedang bertumbuh. Perlu keseimbangan, bahkan merasa tidak nyaman juga penting. Tiap pertumbuhan adalah tahap awal dari tepian tahap akhir zona kenyamanan, untuk itu salurkan enerji kearah kemajuan. Ketidaknyamanan adalah akibat perubahan yang terjadi dalam hidup.

Langkah KeEmpat: “Jangan Mau dikuasai Khawatir dan Cemas”.
Kecemasan adalah musuh terbesar yang mencuri tiap kegembiraan hidup. Itu adalah produk dari imajinasi kita, imajinasi yang menciptakan situasi yang tidak diinginkan, yang membangun hal-hal yang serba menakutkan. Harus dihindarkan! Akan lebih bermanfaat lelah karena melakukan sesuatu daripada lelah dihimpit rasa cemas mengkhawatirkan sesuatu yang tak nyata. Jangan sia-siakan jerih payah kita hanya karena didera hantu kecemasan. Perlu keberanian menyelesaikan berbagai hal penting dalam kehidupan kita.

Langkah KeLima: “Mengorbankan Diri untuk orang lain”.
Jangan mengorbankan diri demi seseorang hingga tidak tersisa sesuatu apapun untuk orang-orang yang mengasihi kita. Tiap kali kita terjebak oleh situasi jangan lupa untuk memikirkan kepentingan diri sendiri demi kepentingan orang-orang yang mengasihi diri kita. Itu tidak membuat kita egois tetapi itu akan membuat kita menjadi lebih bijak. Sebenarnya, ini adalah bentuk paling murni dari ketidakberdayaan kita menghargai kehidupan sehingga mengasihi orang lain mengajarkan diri kita untuk tahu cara terbaik bagaimana mengasihi diri sendiri. Dan itulah hidup.

Langkah KeEnam: ”Menjadikan tiap peristiwa bersifat Pribadi”.
Dalam hidup, ada banyak kesempatan untuk kita melakukan sesuatu tindakan yang bersifat pribadi tetapi kita memilih tidak melakukannya. Sebaliknya, jarang orang lain melakukan sesuatu karena oleh kita, umumnya mereka melakukannya untuk kepentingannya sendiri. Jadi walau terlihat pribadi tetapi mungkin tidak. Semisal ketika kita merasa jengkel karena seseorang, cuba telisik lebih jauh apakah orang itu juga terlihat jengkel? Jika tidak, apakah orang itu terlihat lebih hebat hanya karena berhasil menyakiti tanpa merasakan rasa sakit? Penilaian pribadi akan menimbulkan sesal yang berjibun – maka hindarkanlah! Sayangi hidup Anda!

Hakikatnya tiap orang semua sama. Semua bekerja keras untuk bisa lebih baik dengan berusaha berpikir lebih jernih, lebih positif karena tiap orang tertarik membuat perubahan positif dalam kehidupannya.
~Salam Berisik!

Join MySFIteam

 

Terbaru

Hentikan Kebisingan Di Kepala!

--> “Mengapa bersusah payah harus menjadi orang lain? Keistimewaan diriMu adalah apa adanya kamu!” .   Tidak akan ada keajaiban...