Rabu, 18 April 2018

MEMIMPIN DIRI SENDIRI

"Before you are a leader, success is all about growing yourself. When you become a leader, success is all about growing others."~Jack Welch

Siapa bilang kita tak bahagia? Siapa bilang kebahagiaan hanya milik orang berpunya?

Kebahagiaan hidup tergantung pada kualitas pikiran kita, bukan pada sesuatu hal apa yang kita katakan ke orang lain. Tetapi peperangan terbesar berlangsung didalam pikiran sendiri ditempat mana kekuatan terbesar saling memenangkan seolah apa yang kita katakan ke orang lain menjadi penentu.

Seolah kebahagian kita tergantung pada keputusan orang lain.

Konflik terbesar terjadi didalam pemikiran kita, terjadi kekacauan terbesar yang kita anggap nyata – ternyata tidak benar. Pada kenyataannya diri kita adalah apa yang kita pikirkan, bahwa kita tidak akan dapat mengubah sesuatu apapun jika kita tidak bisa mengubah pemikiran kita.

Bagaimana kita bisa menenangkan pikiran kita, menjadi kunci utama. Bagaimana kita bisa meluangkan waktu untuk meneliti pemikiran sendiri. Saat pemikiran kita sedang rileks, semisal saat ketika bangun pagi, ngopi pagi, perlahan seteguk demi seteguk, luar biasa nikmat, mengaguminya menjadikan pikiran rileks. Saat seperti itu akan menjadi mudah untuk bisa fokus memikirkan apa gerangan yang bisa dicapai diminggu depan.

Mudah mengatakannya tetapi tidak mudah melakukannya, maka berlatihlah, mulailah mengingatkan diri sendiri, memimpinnya kearah yang benar-benar kita ingin capai.

Masalah terbesar ada didalam kepala ketika kita berpikir berlebihan bahwa kita tak akan bisa berhasil seperti orang lain, bahwa kita tak mungkin bisa hidup seperti orang-orang yang sukses. Menjadi tertekan demi melihat kehidupan seseorang yang melebihi kita, hanya karena langsung berpikir bahwa kita tak akan bisa seperti dia.

Jika kita tidak bisa menerima keadaan itu, kenapa tidak dibiarkan saja begitu. Kenapa harus merusak kehidupan hanya karena tidak bisa seperti mereka? Kenapa kita harus memaksakan diri untuk hal-hal diluar kendali - diluar kemampuan kita?

Jika kita tidak bisa menerima bahwa hidup adalah sebuah perjalanan setidaknya belajarlah menerima keadaan pada situasi tertentu, walau kita tak paham bagaimana sesuatu itu terjadi. Bagaimana tiba-tiba yang terlihat tidak mampu malah bisa melebihi sukses keberhasilan orang lain yang merendahkannya.

Dalam hidup tiada yang mustahil. Hanya kita jangan memberatinya dengan pemahaman sendiri.

Pemahaman sendiri cenderung menyesatkan hingga kita terlupa sesungguhnya kita memiliki hak yang sama seperti orang-orang.

Ambil contoh, kala tiba-tiba kita dibantu oleh seseorang yang kita tidak kenal. Tak terduga kita alami begitu saja, terasa aneh diluar kebiasaan. Sebaliknya, kita melihat orang-orang yang mengemis dijalanan dan tertidur di sembarang tempat, terlihat saling mengenal tetapi tidak saling membantu satu sama lain bahkan jika itu berurusan dengan orang yang mengambil paksa uang mereka.

Menyedihkan, apalagi bangsa kita katanya hidup di bumi yang konon “gemah ripah loh jinawi” negara yang makmur akan segalanya. Namun anak-anak terlantar, orang lanjut usia tidak terurus, itu sangat menyedihkan.

Mudah untuk kita menuduh bahwa mereka menjadi demikian itu karena kemauannya sendiri atau karena ada yang mengatur, atau mungkin karena kecanduan narkotika atau akibat berjudi dan melarat. Kita cenderung menyimpulkan bahwa berapapun uang yang didapat akan habis untuk narkotika. Tanpa kita pernah mencari tahu!

Alam semesta jagad raya ini tidak perduli dengan apa yang kita pikirkan, bahkan tidak membeda-bedakan antara niat baik kita dengan apa yang akan terjadi terkait bantuan yang kita berikan.

Minat kita membantu tidak akan begitu saja dihakimi oleh alam semesta, apakah akan digunakan sekehendak hati untuk hal tak bermanfaat bahkan tak perduli apakah digunakan untuk menghancurkan dirinya. Apalagi orang-orang itu melarat bukan karena kita, bahkan kita tidak diberikan hak untuk menghakimi.

Sejatinya, membantu adalah sesuatu anugerah, berbagi ke sesama adalah berkah. Andai kita luangkan waktu untuk merasakan hakikat perasaan syukur karena bisa berbagi niscaya akan terlihat betapa sipenerima sangat bersyukur, hanya tidak berani menunjukkannya. Sorot matanya cukup menceritakan kekuatan rasa terima kasih yang tak bisa terukur.

“Leadership is lifting a person’s vision to high sights, the raising of a person’s performance to a higher standard, the building of a personality beyond its normal limitations".

"My job is not to be easy on people. My job is to take these great people we have and to push them and make them even better".
~Steve Jobs

Pimpinlah diri sendiri melakukan kebiasaan baik, kelak kita akan takjub dengan hidup kita.

~salam memimpin selalu!
Join MySFIteam
 

Terbaru

MEMIMPIN DIRI SENDIRI

"Before you are a leader, success is all about growing yourself. When you become a leader, success is all about growing others.&quo...