"A man always has two reasons for doing anything: a
good reason and the real reason."~J.P. Morgan
“Hanya ada dua alasan untuk kita mengerjakan sesuatu;
alasan yang baik dan yang diterima akal”, demikian J.P. Morgan. Jika kedua itu adalah
‘tujuan’ mungkinkah kita mencari uang tanpa berbekal uang? Mustahil, hanya
dengan uang kita bisa menghasilkan uang. Titik!
Walau ekstrim, itu benar
dan itu yang harus kita terima. Kenyataannya tidak semua hal ‘benar’ menuai
tuah, banyak malah berbuah maki tulah caci hingga fitnah. Apalagi jika itu
menyangkut ‘uang’. Sekalipun ‘uang bukan segalanya’ tetapi ia bernilai dalam segala
cuaca. Walau bukan ‘nilai’ penentu kemanfaatannya tetapi ia mencerminkan pengggunaannya.
Bahkan untuk menentukan ‘nilai wajar’ uang dikepung berbagai istilah seperti; efektif,
efisien dan ekonomis. Semuanya bermuara ke se-ukuran sejumlah uang atau setara
dengannya.
Terkecuali pecundang, tiap satu dari kita sejatinya adalah
beruang – yang memiliki uang, hanya saja kemelaratan alam pemikiran kita tak
kunjung pernah bisa menerimanya.
WAKTU ADALAH UANG:
Mari tafakur, kita gali
kandungan hakikinya. Katanya: ‘time is
money’ artinya waktu adalah uang. Maka ketika kita menggunakan ‘waktu’ kita
harus mengapresiasinya sebagai penggunaan sesuatu yang bernilai, ada harganya. Soal
diberi harga berapa itu lain urusan. Yang harus kita ingat hanyalah bahwa ia
bernilai, jangan tersia-sia terbuang percuma. Bayar!
TENAGA ADALAH
KARUNIA:
Mari telisik kata: ‘nothing is free’ artinya tidak ada yang
gratis. Jika itu adalah penggunaan ‘tenaga’, seyogianya diapresiasi sebagai penggunaan
sesuatu yang bernilai. Itu karunia milik kita, melekat erat ke diri kita, ada
harganya. Apakah mahal atau diberi diskon itu lain urusan, termasuk jika ada potongan
harga. Hindarkan penggunaan yang sia-sia, bisa kelelahan selama-lamanya. Bayar!
ILMU ADALAH ANUGERAH:
Tetua bersabda: ‘knowledge is valueable’ artinya ilmu
pengetahuan yang kita miliki mengandung nilai yang tidak ternilai, modal utama penghidupan
kita. Harus diapresiasi penggunaannya, ada harganya itu. Apakah diberi harga
setimpal itu lain soal, jika pun nego dan malah disepakati gratis itu tidak
soal. Yang terutama ada pengakuan, itu anugerah. Ingat bagaimana dulu ketika belajar,
maka layak jika menghasilkan, ada harganya. Bayar!
Seru,,nian! Tak
heran jika timbul resistensi penolakan: ‘dasar
mata duitan!’. Itu hujatan yang salah dan Anda tahu itu! Itu karena kita terninabobokkan
oleh kalimat: ’uang bukan segalanya’.
Tentu tiap kita sangat memuja inti sifat kebenaran namun sisi terdalam nurani kita
tak kunjung bisa menerima. Kenapakah? karena hakikatnya sangat menyakitkan. Semisal:
‘uang bukan segalanya’ pada dasarnya itu
sangat TIDAK MANUSIAWI. Tak heran jika kita menyumpahinya dikala lelah sehabis
bekerja hanya diberi: ‘terima kasih ya’.
Sialan! itu yang terdepan, bukan: ‘terima kasih kembali’. Malah: “dasar tidak tahu berterimakasih!”. Ketika
diingatkan bahwa ‘uang bukan segalanya’
Dijawab tandas: ‘itu mah ayat-ayat setan!’.
Senada dengan teman:
‘uang bukan segalanya’ asal bisa membantu
sesama. Tak lama terdengar ia tengah negosiasi harga. Ketika ditanya, memelas
berkata: ‘ginjal bukan segalanya asal pas
harganya!’. Untuk uang sorga pun dipersewakan. Bisakah,,,berapa?
Hakiki kebenaran selalu
berbenturan dengan sisi terdalam nurani kita yang dipenuhi kebutuhan untuk sombong
dan malu. Keperluan akan iri dengki cemburu serta takut dipersalahkan. Semuanya
mendera martabat harkat insani tetapi malah kita selimuti dengan kalimat yang
menyengsarakan jagad hayat dikandung badan. Sadarilah, kita beruang. Hanya ‘penerimaan’
satu-satunya jalan untuk kita bisa mentolerir bahwa diri kita bernilai, bahkan
tidak ternilai. Bersediakah?
SFI menilai Anda
berhak berhasil jika dididik mengasah minat, diarahkan serta dilengkapi perangkat
peralatan yang diperlukan. Hanya Anda harus yakin dan bersabar serta tidak
takut akan kesalahan. Hanya itu jalan untuk Anda mengetahui kebenaran untuk
kemudian berhasil. Saya akan bantu! Banner di kanan atas adalah jejak rekam sebagai
Team Leader. Daftar gratis, tegakkan hak Anda untuk berhasil.
~Salam sukses Selalu.
“If
you're going to go through hell ... I suggest you come back learning something."~Drew Barrymore.