Kamis, 17 September 2015

Rahasia: Beruang Mencari Uang

"A man always has two reasons for doing anything: a good reason and the real reason."~J.P. Morgan

“Hanya ada dua alasan untuk kita mengerjakan sesuatu; alasan yang baik dan yang diterima akal”, demikian J.P. Morgan. Jika kedua itu adalah ‘tujuan’ mungkinkah kita mencari uang tanpa berbekal uang? Mustahil, hanya dengan uang kita bisa menghasilkan uang. Titik!

Walau ekstrim, itu benar dan itu yang harus kita terima. Kenyataannya tidak semua hal ‘benar’ menuai tuah, banyak malah berbuah maki tulah caci hingga fitnah. Apalagi jika itu menyangkut ‘uang’. Sekalipun ‘uang bukan segalanya’ tetapi ia bernilai dalam segala cuaca. Walau bukan ‘nilai’ penentu kemanfaatannya tetapi ia mencerminkan pengggunaannya. Bahkan untuk menentukan ‘nilai wajar’ uang dikepung berbagai istilah seperti; efektif, efisien dan ekonomis. Semuanya bermuara ke se-ukuran sejumlah uang atau setara dengannya.

Terkecuali pecundang, tiap satu dari kita sejatinya adalah beruang – yang memiliki uang, hanya saja kemelaratan alam pemikiran kita tak kunjung pernah bisa menerimanya.

WAKTU ADALAH UANG:
Mari tafakur, kita gali kandungan hakikinya. Katanya: ‘time is money’ artinya waktu adalah uang. Maka ketika kita menggunakan ‘waktu’ kita harus mengapresiasinya sebagai penggunaan sesuatu yang bernilai, ada harganya. Soal diberi harga berapa itu lain urusan. Yang harus kita ingat hanyalah bahwa ia bernilai, jangan tersia-sia terbuang percuma. Bayar!

TENAGA ADALAH KARUNIA:
Mari telisik kata: ‘nothing is free’ artinya tidak ada yang gratis. Jika itu adalah penggunaan ‘tenaga’, seyogianya diapresiasi sebagai penggunaan sesuatu yang bernilai. Itu karunia milik kita, melekat erat ke diri kita, ada harganya. Apakah mahal atau diberi diskon itu lain urusan, termasuk jika ada potongan harga. Hindarkan penggunaan yang sia-sia, bisa kelelahan selama-lamanya. Bayar!

ILMU ADALAH ANUGERAH:
Tetua bersabda: ‘knowledge is valueable’ artinya ilmu pengetahuan yang kita miliki mengandung nilai yang tidak ternilai, modal utama penghidupan kita. Harus diapresiasi penggunaannya, ada harganya itu. Apakah diberi harga setimpal itu lain soal, jika pun nego dan malah disepakati gratis itu tidak soal. Yang terutama ada pengakuan, itu anugerah. Ingat bagaimana dulu ketika belajar, maka layak jika menghasilkan, ada harganya. Bayar!

Seru,,nian! Tak heran jika timbul resistensi penolakan: ‘dasar mata duitan!’. Itu hujatan yang salah dan Anda tahu itu! Itu karena kita terninabobokkan oleh kalimat: ’uang bukan segalanya’. Tentu tiap kita sangat memuja inti sifat kebenaran namun sisi terdalam nurani kita tak kunjung bisa menerima. Kenapakah? karena hakikatnya sangat menyakitkan. Semisal: ‘uang bukan segalanya’ pada dasarnya itu sangat TIDAK MANUSIAWI. Tak heran jika kita menyumpahinya dikala lelah sehabis bekerja hanya diberi: ‘terima kasih ya’. Sialan! itu yang terdepan, bukan: ‘terima kasih kembali’. Malah: “dasar tidak tahu berterimakasih!”. Ketika diingatkan bahwa ‘uang bukan segalanya’ Dijawab tandas: ‘itu mah ayat-ayat setan!’.

Senada dengan teman: ‘uang bukan segalanya’ asal bisa membantu sesama. Tak lama terdengar ia tengah negosiasi harga. Ketika ditanya, memelas berkata: ‘ginjal bukan segalanya asal pas harganya!’. Untuk uang sorga pun dipersewakan. Bisakah,,,berapa?

Hakiki kebenaran selalu berbenturan dengan sisi terdalam nurani kita yang dipenuhi kebutuhan untuk sombong dan malu. Keperluan akan iri dengki cemburu serta takut dipersalahkan. Semuanya mendera martabat harkat insani tetapi malah kita selimuti dengan kalimat yang menyengsarakan jagad hayat dikandung badan. Sadarilah, kita beruang. Hanya ‘penerimaan’ satu-satunya jalan untuk kita bisa mentolerir bahwa diri kita bernilai, bahkan tidak ternilai. Bersediakah?

SFI menilai Anda berhak berhasil jika dididik mengasah minat, diarahkan serta dilengkapi perangkat peralatan yang diperlukan. Hanya Anda harus yakin dan bersabar serta tidak takut akan kesalahan. Hanya itu jalan untuk Anda mengetahui kebenaran untuk kemudian berhasil. Saya akan bantu! Banner di kanan atas adalah jejak rekam sebagai Team Leader. Daftar gratis, tegakkan hak Anda untuk berhasil.
~Salam sukses Selalu.

“If you're going to go through hell ... I suggest you come back learning something."~Drew Barrymore.