Senin, 07 September 2015

BELAJAR DARI PERUBAHAN

Bagaimana menjadi pendengar yang baik di bisnis online?
"Become a student of change. It is the only thing that will remain constant."~Anthony J. D'Angelo

"Menjadi siswa dari perubahan. (karena) Hanya itu yang (selamanya) akan tetap konstan”, demikian dikutip dari Anthony J. D’Angelo. Saya cenderung mencap kalimat ini sebagai kalimat yang memuat tantangan sepanjang jaman. Karena ‘belajar dari perubahan’ adalah proses belajar yang tiada akan pernah selesai seiring perubahan yang konstan terjadi terus-menerus. Senada dengan pepatah tua: ‘diam itu adalah emas’. Dengan diam, kita banyak mendengar, dengan mendengar kita punya waktu untuk mengetahui banyak hal, dan dengan mengetahui segala hal itu menjadi bukti telah tamat belajar. Dulu kita diberikan ‘Surat Tanda Tamat Belajar’ untuk setiap fase yang dilalui. Janggal jika kemudian ada yang nakal menyangkalnya. Bagian terberat dari proses belajar adalah ‘mendengar’, ia mengambil porsi terbesar pada proses komunikasi. Dan ‘komunikasi’ adalah bagian terpanjang dari proses belajar bahkan berlangsung sepanjang jaman, berubah konstan sepanjang hayat dikandung badan. Itulah yang Aku hendak posting kali ini. Bahwa kita harus bisa untuk bisa ‘mendengarkan secara efektif agar komunikatif’. Partus kata tanya; ”bagaimana saya bisa menjadi seorang pendengar yang efektif agar bisa komunikatif - di bisnis Online?".

Jika ‘komunikasi’ ditafsirkan dalam konteks lisan dan tertulis, maka ‘mendengarkan secara efektif’ - di bisnis online, hakikinya adalah komunikasi tertulis. Yakni, menulis untuk mengekspresikan pandangan, menulis untuk memberikan saran dan pendapat, untuk memberi laporan atau untuk meyakinkan orang lain. Dan kita harus mau belajar demi mengubah cara pandang karena fakta 'online' ditambahkan. Jadi menulis yang komunikatif diartikan, jelas ringkas dan harus tidak bertele-tele ambigu menyelubungi maksud dan tujuan. Pihak yang dituju tidak seyogianya memerlukan pendapat orang lain untuk memahaminya. Komunikatif menjadi aspek terpenting di bisnis online, menutup dengan salam menandakan kesopanan. Bagaimana harapan kita saat menerima tulisan orang menjadi pertimbangan, dasar pendorong terciptanya komunikasi yang efektif. Menghormati dan akan dihormati. Walau tidak bertatap muka tetapi 'sentuhan nilai-nilai kemanusiaan' harus dipertahankan. Ketegasan bersikap tercermin pada sudut pandang yang disampaikan. Hindarkan kecerobohan dalam bersikap, bila perlu sertakan dengan ekspresi fakta permasalahan – apalagi jika itu untuk meyakinkan orang lain.

Pada komunikasi lisan ada istilah ‘ekspresi’ yakni, nada bicara, volume suara, rona dan sorot mata serta cara berkomunikasi. Bahasa tubuh bahkan diberi nilai 85% dan kosakata 15%, ini menekankan perlu kehati-hatian ketika berbicara. Kita mungkin berniat mengatakan sesuatu tetapi jika bahasa tubuh kita mengungkapkan hal lain, itu akan dinilai gagal. Cara kita melihat, cara kita duduk, berdiri, rona dan sorot mata mengungkapkan sikap dan nilainya. Demikian pula ketika mendengarkan; cara kita melakukannya akan membawa kita ke alam konteks yang berbeda. Harfiahnya, ketika kita mendengar (dengan hanya pendengaran) diartikan bahwa, dengan cara ini kita tidak menaruh hati sedikitpun. Cukup orang lain mengatakan sesuatu dan kita mendengar. Berbeda ketika orang mengatakan ide atau pendapatnya, jika kita tetap berlaku sama, penyampainya akan kecewa - merasa diremehkan. Meskipun tidak dipermalukan tetapi ia akan malu!

Setiap kali berbicara kita berharap orang mendengarkan, sama halnya dengan orang lain, ia pun memelihara harapan yang sama. Saat mendengarkan perlu menunjukkan gambaran bahwa kita serius, bisa dengan sedikit mengangguk, dengan menatap langsung pembicara atau dengan mimik ekspresi minat, dll. Kesan yang akan mendorong terciptanya dialog - bukan monolog. Untuk meyakinkan orang lain diperlukan kemampuan tersendiri, tidak setiap orang memilikinya. Tetapi untuk ‘mendengar secara efektif’ diperlukan perhatian, konsentrasi dan fokus. Bagian tersulit adalah menulis, karena kita harus berpikir, dan menuliskan poin-poinnya, kemudian menulis rangkaian uraiannya. Ada yang berpendapat; menulis lebih sulit dari berbicara karena diperlukan kemahiran dalam hal mendengarkan, kemahiran dalam hal pemahaman materi dan kemahiran dalam hal menguasai reaksi ber-reaksi, dan kesemuanya itu harus dilakukan secara imajiner.

Di bisnis online, itu dilakukan dengan menganalisa kebutuhan, menaksir selera dan tingkat kepuasan, mengamati hobby, kesukaan atau alasan membeli. Ada yang membeli karena kualitas, tetapi lebih banyak karena memiliki uang. Beberapa hal spesifik dinilai akan dapat menggeser opsi pilihan dan itu dicoba nilai melalui survei; apa yang dibeli secara online; mengapa berbelanja online; dll. Mendengarkan dengan efektif di bisnis online, tidak hanya melibatkan hubungan Anda dengan pelanggan tetapi pengetahuan akan spesifikasi produk, akan kualitas, cara berpromosi dan efektifitas iklan serta jaringan bisnis turut mempengaruhi. Mengikuti tip pemasaran serta program pengembangan dan stratejik usaha akan menjadikan Anda menjadi pendengar yang efektif. Di SFI Anda dididik menjadi entrepreneur bisnis online berbasis rumahan. Menjadi pengusaha sejati yang bekerja sembari belajar, selamanya begitu. Menjadi siswa dari perubahan.

 We all here because it is work

~Selamat berkarya!