Jumat, 16 Maret 2018

PENEMPAAN DIRI UNTUK HIDUP SUKSES


“It doesn’t matter where you came from, all that matters is where you are going”~Brian Tracy

Hidup adalah penciptaan. Mungkin dicipta dengan api atau dengan tiupan angin, atau dengan terjangan topan badai atau mungkin dengan tetesan air atau malah direndam dalam genangannya - apapun itu, hidup adalah penempaan.

Mari rehat mengaguminya!

Konon hidup kita telah dipalsukan oleh pengalaman terutama karena sesungguhnya kita punya pilihan untuk ikut berpartisipasi membentuknya. Bahkan mungkin kita bisa mengarahkan cetakan yang bagaimana yang kita inginkan. Jika pun yang memalsukan itu punya rencana sendiri, kita bisa saja menolak atau setuju dan menyesuaikannya mengikutkan keinginan kita.

Caranya bagaimana?

Penempaan diri:
Diantaranya adalah dengan penyerahan diri. Mengenali hidup menjadi cara penempaan diri tanpa bersifat represif melawannya tetapi lebih kearah menikmatinya. Itu akan mendorong minat untuk mewarnainya lebih baik lagi.

Lainnya, dengan ber-eksplorasi menggali hal-hal baru menambah daftar perjalanan hidup, membuat kita kian terlatih bagaimana kala sedih, bagaimana ketika didera rasa sesal atas kejadian tertentu. Ketika hal-hal baik terjadi, kepedihan menjadi sirna terlupakan dan kita tak lagi mempersoalkannya. Pemikiran yang diduga sulit untuk diterima orang.

Ada juga yang memilih menghadapi sendiri rasa takutnya. Semisal takut berbicara didepan umum, takut terhadap orang yang tidak dikenal, atau takut gagal berbisnis, takut dipecat atau mungkin takut cintanya ditolak. Memilih menghadapinya dengan metode sendiri hingga tenggelam dalam ketakutannya sampai si takut menjadi takut untuk menakut-nakuti. Takut yang aneh!

Ada juga rasa takut yang diduga malah menimbulkan kekuatan. Semisal takut akan ketinggian diduga malah melahirkan pilot-pilot handal. Ada juga rasa takut yang dinilai tidak irrasional hingga melahirkan pakar professional untuk menangani. Walau terlihat takut-takut tetapi si Pakar takut mengaku. Takut yang menggelikan - dan dibayar!

Kita bisa menempa diri mengikutkan karakter kita. Semisal mendapati diri kita menjadi pembicara internasional yang tiap saat harus terbang ke berbagai penjuru dunia. Sesuatu yang mustahil jika kita takut terbang atau takut berbicara di depan umum, tetapi oleh laju kemajuan teknologi, itu kini bisa – melalui video call.

Kita bahkan bisa mengajak orang se-Dunia untuk berubah dengan cara mengubah lingkungannya hanya dengan memodifikasi pergaulan sosial kita menjadi tanpa batas. Menjadi warga global – netizen penghuni dunia maya. Mengajak seisi dunia melakukan penanaman pohon atau dunia akan dilanda kekeringan (global warming). Dimulai dari hal-hal kecil yang inspiratif untuk mempengaruhi, dan memperlihatkan dengan cara bagaimana kita berubah – mengubah wajah dunia.

Mendisain Karakter Pribadi:
Dimulai dengan: “apa impian kita, karakter yang bagaimana yang sesungguhnya kita inginkan?”. Selanjutnya kita susun daftar impian untuk memilih impian yang mana yang paling kita inginkan menjadi bagian dari karakter pribadi kita.

Jika diteliti akan ada pola peristiwa yang terjadi secara berulang – apa itu? daripada menolaknya lebih mudah untuk menerimanya dan menempa karakter yang diinginkan.

Jika ditelusuri, akan ada pengalaman pahit yang terjadi berulang-ulang – apa itu? daripada tiap saat menyesalinya akan lebih baik menghindarinya.

Jika diakui jujur, akan ditemukan perasaan takut yang kerap menghantui – apa itu?, daripada takut terulang dan terulang lagi, akan lebih baik berdamai dengannya. Tetapi itu perlu langkah penanganan tersendiri yang harus kita amini realitasnya.

Keadaan sosial di lingkungan kita bertempat tinggal diyakini ikut membangun karakter pribadi maka tak heran jika semua menginginkan hunian yang layak, yang nyaman dimana kita bisa berbaur tanpa merasa terkucil. Karakter pribadi akan lebih signifikan.

Pertanyaannya, akankah ada jedah waktu untuk menjelajahi yang kita bangun? Apakah seperti itu karakter yang kita inginkan? Jawab saja sendiri – kelak!.

"Take up one idea and act on it. Make that one idea your life. Think of it, dream of it, and live on that idea. Let the brain, muscles, nerves, and every part of your body be full of that idea and leave all other ideas alone. This is the way to success."
~Unknown

~salam tempa diri!