“It doesn’t matter
where you came from, all that matters is where you are going”~Brian Tracy
Hidup adalah penciptaan. Mungkin dicipta dengan api atau dengan
tiupan angin, atau dengan terjangan topan badai atau mungkin dengan tetesan air
atau malah direndam dalam genangannya - apapun itu, hidup adalah penempaan.
Mari rehat mengaguminya!
Konon hidup kita telah dipalsukan oleh pengalaman
terutama karena sesungguhnya kita punya pilihan untuk ikut berpartisipasi membentuknya.
Bahkan mungkin kita bisa mengarahkan cetakan yang bagaimana yang kita inginkan.
Jika pun yang memalsukan itu punya rencana sendiri, kita bisa saja menolak atau
setuju dan menyesuaikannya mengikutkan keinginan kita.
Caranya bagaimana?
Penempaan diri:
Diantaranya adalah dengan penyerahan diri. Mengenali hidup
menjadi cara penempaan diri tanpa bersifat represif melawannya tetapi lebih
kearah menikmatinya. Itu akan mendorong minat untuk mewarnainya lebih baik
lagi.
Lainnya, dengan ber-eksplorasi menggali hal-hal baru menambah
daftar perjalanan hidup, membuat kita kian terlatih bagaimana kala sedih, bagaimana
ketika didera rasa sesal atas kejadian tertentu. Ketika hal-hal baik terjadi, kepedihan
menjadi sirna terlupakan dan kita tak lagi mempersoalkannya. Pemikiran yang diduga
sulit untuk diterima orang.
Ada juga yang memilih menghadapi sendiri rasa takutnya. Semisal
takut berbicara didepan umum, takut terhadap orang yang tidak dikenal, atau takut
gagal berbisnis, takut dipecat atau mungkin takut cintanya ditolak. Memilih menghadapinya
dengan metode sendiri hingga tenggelam dalam ketakutannya sampai si takut menjadi
takut untuk menakut-nakuti. Takut yang aneh!
Ada juga rasa takut yang diduga malah menimbulkan kekuatan.
Semisal takut akan ketinggian diduga malah melahirkan pilot-pilot handal. Ada juga
rasa takut yang dinilai tidak irrasional hingga melahirkan pakar professional untuk
menangani. Walau terlihat takut-takut tetapi si Pakar takut mengaku. Takut yang
menggelikan - dan dibayar!
Kita bisa menempa diri mengikutkan karakter kita. Semisal
mendapati diri kita menjadi pembicara internasional yang tiap saat harus terbang
ke berbagai penjuru dunia. Sesuatu yang mustahil jika kita takut terbang atau
takut berbicara di depan umum, tetapi oleh laju kemajuan teknologi, itu kini bisa
– melalui video call.
Kita bahkan bisa mengajak orang se-Dunia untuk berubah
dengan cara mengubah lingkungannya hanya dengan memodifikasi pergaulan sosial kita
menjadi tanpa batas. Menjadi warga global – netizen penghuni dunia maya. Mengajak
seisi dunia melakukan penanaman pohon atau dunia akan dilanda kekeringan (global warming). Dimulai dari hal-hal kecil
yang inspiratif untuk mempengaruhi, dan memperlihatkan dengan cara bagaimana kita
berubah – mengubah wajah dunia.
Mendisain Karakter Pribadi:
Dimulai dengan: “apa impian kita, karakter yang bagaimana
yang sesungguhnya kita inginkan?”. Selanjutnya kita susun daftar impian untuk
memilih impian yang mana yang paling kita inginkan menjadi bagian dari karakter
pribadi kita.
Jika diteliti akan ada pola peristiwa yang terjadi secara
berulang – apa itu? daripada menolaknya lebih mudah untuk menerimanya dan menempa
karakter yang diinginkan.
Jika ditelusuri, akan ada pengalaman pahit yang terjadi
berulang-ulang – apa itu? daripada tiap saat menyesalinya akan lebih baik
menghindarinya.
Jika diakui jujur, akan ditemukan perasaan takut yang kerap
menghantui – apa itu?, daripada takut terulang dan terulang lagi, akan lebih
baik berdamai dengannya. Tetapi itu perlu langkah penanganan tersendiri yang
harus kita amini realitasnya.
Keadaan sosial di lingkungan kita bertempat tinggal
diyakini ikut membangun karakter pribadi maka tak heran jika semua menginginkan
hunian yang layak, yang nyaman dimana kita bisa berbaur tanpa merasa terkucil.
Karakter pribadi akan lebih signifikan.
Pertanyaannya, akankah ada jedah waktu untuk menjelajahi yang
kita bangun? Apakah seperti itu karakter yang kita inginkan? Jawab saja sendiri
– kelak!.
"Take up one idea and act on it. Make that one idea your life. Think of it, dream of it, and live on that idea. Let the brain, muscles, nerves, and every part of your body be full of that idea and leave all other ideas alone. This is the way to success."
~Unknown
