Selasa, 20 Maret 2018

5 Kiat Sukses untuk Menantang Hidup

-->
I was once asked if a big business man ever reached his objective. I replied that if a man ever reached his objective he was not a big business man."
~Charles M Schwab

Kebebasan diakui sebagai  bentuk pencapaian tertinggi dalam hidup. Bebas menikmati hidup bebas membelanjakan uangnya tanpa takut kehabisan, dll. Tetapi mencapainya diperlukan Waktu yang di-Dedikasi-kan serta Komitmen kukuh melalui proses tahapannya, perlu punya keterampilan, kesiapan diri dan memenuhinya dengan segala daya ikhtiar sedemikian rupa. Itulah “investasi” terbaik dalam hidup.

Perlu Kiat Sukses untuk itu, Yakni:

1. Mengelola Waktu:
Sekeras bagaimanapun kita bekerja, kita hanya punya waktu 24Jam sehari. Hanya itu yang bisa dimanfaatkan, yang harus dikendalikan secara Fokus agar efisien, agar kita tidak kehilangan momentum – untuk sukses.

Mengelola waktu dengan benar menjadikan kita terlihat professional, teliti dan tidak tergesa-gesa memenuhi jadwal aktivitas kita, bahkan punya waktu menikmati hidup, bersantai. Kita terlihat lebih siap menghadapi tiap perubahan dan mengubahnya demi untuk kemanfaatan maksimal.

Kita akan dikenal sebagai pribadi yang tidak gegabah, teliti meneliti detil tiap pilihan yang muncul hingga kecil kemungkinanya untuk membuat keputusan yang salah.

Ada tekniknya itu!

2. Punya Empati:
Empati berarti mampu memahami perasaan orang lain. Berbeda dengan ‘simpati’ karena “Simpati” layaknya ditujukan untuk rasa berbelas kasihan. Seumpama ketika kita tahu ada rekan dipecat, kita langsung mempertanyakan secara terbuka. Itulah “empati” bahwa kita memahami perasaannya, kita dapat merasakan betapa getir nanti kehidupannya.

Empati menjadi kunci sukses oleh karena pola pikir dan cara kerja kita menunjukkan kita berkemampuan untuk memimpin. Perlu nyali menerapkannya - langsung bertanya secara terbuka, tidak malah mendiamkannya.

Hanya cara komunikasi yang baik yang bisa membuat penyampaiannya tidak terdengar seolah bersifat menghakimi.

Ada caranya itu!

3. Meminta Bantuan:
Perlu keberanian kala ketika benar-benar mengharapkan bantuan orang lain, sulit mengutarakannya karena kita cenderung menduga-duga negatif. Ini adalah salah satu keterampilan yang harus dikuasai.

Orang kerap salah, menganggap bahwa jika meminta bantuan itu berarti pertanda lemah. Hingga banyak yang memilih mengerahkan kemampuannya sendiri, terhenti setelah tak tertolong lagi - baru meminta bantuan. Adalah salah menganggap rasa malu sebagai bukti kelemahan, terutama karena perlu keberanian melakukannya, dan itu adalah pertanda jika kita punya kekuatan – berani melakukannya.

Alasan lainnya, orang enggan meminta bantuan karena khawatir akan kehilangan kendali atas kondisi tertentu. Ada juga karena menganggap orang lain tidak setrampil dirinya atau sebaliknya karena tak mau ketahuan tingkat keterampilannya. Ada juga karena tidak mau kelak terhutang budi. Yang pongah beralasan, karena tak mau membebani orang lain.

Sejatinya, jika kita  meminta bantuan maka kita memberi kesempatan ke orang lain untuk tampil menunjukkan keahliannya. Ini tentang memberdayakan orang lain.

Bahwa kita tidak sempurna, itu adalah sama seperti semua orang, dan kita harus menerimanya. Meminta bantuan ke orang lain menjadi bukti bahwa kita mengakui ketidaksempurnaan kita itu. Itu kiat sukses juga.

4. Harus Konsisten:
Kita perlu fokus pada tujuan dan kukuh berjuang mencapainya. Jika tiap waktu kita mengubah dan mengubah-ubah tujuan maka kita akan kehilangan arah karena tidak konsisten. Konsisten merupakan kunci sukses untuk mencapai keberhasilan.

Ada pelatihannya itu!

5. Mampu Mendengar:
Punya dua telinga dan satu mulut mungkin ditujukan agar kita bersedia mendengar dua kali dan berbicara satu kali - saja. Mendengar bukan berarti lemah tetapi hanya itu cara agar kita bisa benar-benar paham apa pendapat orang lain.

Jika mau mendengarkan baik-baik kita akan terhindar dari salah paham, bisa menghemat waktu pengerjaan sesuatu bahkan bisa terhindar dari rasa frustasi.

Karenanya tak heran jika banyak pemimpin mengirimkan karyawannya untuk kembali bersekolah hanya untuk dilatih bagaimana cara mendengarkan dengan baik, belajar cara terbaik bagaimana memahami sesuatu.

Kemampuan mendengarkan dengan baik adalah keterampilan yang diperlukan untuk bisa ber-komunikasi dengan efektif.

Ada tekniknya itu!

“I am thankful for all of those who said ‘No’ to me. It’s because of them I’m doing it myself”.
~Albert Einstein

~salam sukses!