~Bob Marley
Jamak pendapat yang menyatakan bahwa untuk sukses berhasil
tergantung pada tingkat kepintaran kepandaian seseorang; bahwa sukses adalah
milik orang-orang yang diberkati orang yang memiliki otak cemerlang dengan IQ
tinggi. Tidak salah jika Anda setuju dan membenarkan pendapat itu. Namun Anda juga
harus menerima pendapat yang menyatakan bahwa seseorang yang tidak memiliki otak
cemerlang bisa sukses dan berhasil, bahwa IQ yang tinggi pada dasarnya tidak akan menjanjikan apa-apa
dan sukses keberhasilan adalah buah dari sikap Anda.
Carol Dweck psikolog di Universitas Stanford Carol telah berhasil
meneliti sikap dan kinerja dan menunjukkan bahwa sikap Anda masih merupakan
penentu utama kesuksesan. Bahwa sikap Anda menghadirkan sudut pandang yang
dikategorikan sebagai: ‘mindset tetap’ dan ‘mindset berkembang’.
MINDSET TETAP:
Bahwa ‘mindset tetap’: berhasil menanamkan keyakinan
kedalam benak Anda bahwa Anda adalah siapa Anda. Anda tidak cukup pintar, tidak
terlalu pandai dan Anda tidak akan bisa berubah bahkan tidak berkemampuan mengubahnya.
Anda tidak akan bisa menghasilkan karya besar, tidak akan bisa berhasil, tidak
bisa memperjuangkan perubahan nasib Anda. Bahwa Anda hanya penuh dengan masalah
dan bermasalah, tidak bisa menangani pekerjaan bahkan hidup Anda hanyalah
kesia-siaan belaka. Anda menderita dan menjadi putus asa!. Sungguh kasihan
Anda!
MINDSET BERKEMBANG:
Namun ‘mindset berkembang’: percaya bahwa jika seseorang
bisa maka ia pun pasti bisa, jika ada orang yang berhasil maka ia pun pasti
bisa berhasil. Jika ada orang pintar maka ia pun bisa pintar, bahkan jika
pemilik matahari tidak memberikan cahayanya ia akan menaklukkan matahari itu.
Jika para ahli menyatakan ia hanya memiliki IQ yang rendah, ia akan berpendapat
bahwa IQ orang itu jauh lebih rendah darinya. Orang dengan ‘mindset berkembang’
melihat dinding sebagai pintu jalan keluar, melihat suasana kegelapan sebagai
sesuatu yang harus ditaklukkan dengan cahaya penerang, bahkan berhasil membuat
sendiri matahari versi miliknya. Orang dengan ‘mindset berkembang’ percaya
bahwa mereka dapat meningkatkan kemampuannya, dapat membuat apa saja hanya jika
berusaha. Mereka berhasil mengungguli orang-orang yang berkubang dengan ‘mindset
tetap’, bahkan walau mereka diketahui memiliki IQ yang lebih rendah.
Merekalah para penemu, para inventor yang mengejek
berbagai rupa jenis ketertinggalan dengan semburat teknologi. Merekalah yang
mengejek berbagai rupa pembatasan hak asasi manusia dengan teknologi mudah dan
murah meriah. Kini mereka tertawa melihat seisi dunia sibuk menikmati ekses
dari usaha tiada henti yang mendasari langkah temuan-temuan mereka. Mereka
tidak pernah mempersoalkan tingkat pendidikan bahkan titel pun dijadikan
gurauan. Mereka mensertifikasi sendiri dirinya dengan sebutan ‘profesor bisnis
online’, mendirikan dimana-mana ‘universitas bisnis online’ yang menghasilkan
para wirausaha hingga dikenal sebagai ‘Net’s entrepreneurship’ – para pebisnis
internet. Mereka tak pernah jenuh oleh hal baru, bahkan temuan baru pun mereka
anggap sebagai temuan lama, mereka hidup dari kreatifitas dan hidupnya dipenuhi
inovasi berkelanjutan.
Akal sehat mengarahkan kita untuk memiliki kemampuan,
untuk itu kita belajar agar pintar untuk bisa menginspirasi kepercayaan, tetapi
itu semua temporer sementara saja. Penentu keberhasilan adalah bagaimana kita
berhasil menangani kemunduran, menunggangi tantangan penghalang laju kemajuan.
Orang dengan ‘mindset berkembang’ memiliki pola pikir
yang wajar, mereka menyambut kegagalan dengan tangan terbuka, wajar dan tidak panik.
Mereka memiliki pola pikir bahwa keberhasilan adalah tentang bagaimana mengenali
kegagalan dan menghadapinya dengan menghadirkan sesuatu cara yang lain. Mereka
terlahir sebagai ‘pemecah masalah’ – Anda salah satunya!
~Selamat memecahkan masalah!
