Selasa, 15 Desember 2015

Untuk Sukses Berhasil Anda Tidak Perlu Pintar

“You never know how strong you are, until being strong is your only choice”
~Bob Marley

Jamak pendapat yang menyatakan bahwa untuk sukses berhasil tergantung pada tingkat kepintaran kepandaian seseorang; bahwa sukses adalah milik orang-orang yang diberkati orang yang memiliki otak cemerlang dengan IQ tinggi. Tidak salah jika Anda setuju dan membenarkan pendapat itu. Namun Anda juga harus menerima pendapat yang menyatakan bahwa seseorang yang tidak memiliki otak cemerlang bisa sukses dan berhasil, bahwa IQ yang tinggi pada dasarnya tidak akan menjanjikan apa-apa dan sukses keberhasilan adalah buah dari sikap Anda.

Carol Dweck psikolog di Universitas Stanford Carol telah berhasil meneliti sikap dan kinerja dan menunjukkan bahwa sikap Anda masih merupakan penentu utama kesuksesan. Bahwa sikap Anda menghadirkan sudut pandang yang dikategorikan sebagai: ‘mindset tetap’ dan ‘mindset berkembang’.

MINDSET TETAP:
Bahwa ‘mindset tetap’: berhasil menanamkan keyakinan kedalam benak Anda bahwa Anda adalah siapa Anda. Anda tidak cukup pintar, tidak terlalu pandai dan Anda tidak akan bisa berubah bahkan tidak berkemampuan mengubahnya. Anda tidak akan bisa menghasilkan karya besar, tidak akan bisa berhasil, tidak bisa memperjuangkan perubahan nasib Anda. Bahwa Anda hanya penuh dengan masalah dan bermasalah, tidak bisa menangani pekerjaan bahkan hidup Anda hanyalah kesia-siaan belaka. Anda menderita dan menjadi putus asa!. Sungguh kasihan Anda!

MINDSET BERKEMBANG:
Namun ‘mindset berkembang’: percaya bahwa jika seseorang bisa maka ia pun pasti bisa, jika ada orang yang berhasil maka ia pun pasti bisa berhasil. Jika ada orang pintar maka ia pun bisa pintar, bahkan jika pemilik matahari tidak memberikan cahayanya ia akan menaklukkan matahari itu. Jika para ahli menyatakan ia hanya memiliki IQ yang rendah, ia akan berpendapat bahwa IQ orang itu jauh lebih rendah darinya. Orang dengan ‘mindset berkembang’ melihat dinding sebagai pintu jalan keluar, melihat suasana kegelapan sebagai sesuatu yang harus ditaklukkan dengan cahaya penerang, bahkan berhasil membuat sendiri matahari versi miliknya. Orang dengan ‘mindset berkembang’ percaya bahwa mereka dapat meningkatkan kemampuannya, dapat membuat apa saja hanya jika berusaha. Mereka berhasil mengungguli orang-orang yang berkubang dengan ‘mindset tetap’, bahkan walau mereka diketahui memiliki IQ yang lebih rendah.

Merekalah para penemu, para inventor yang mengejek berbagai rupa jenis ketertinggalan dengan semburat teknologi. Merekalah yang mengejek berbagai rupa pembatasan hak asasi manusia dengan teknologi mudah dan murah meriah. Kini mereka tertawa melihat seisi dunia sibuk menikmati ekses dari usaha tiada henti yang mendasari langkah temuan-temuan mereka. Mereka tidak pernah mempersoalkan tingkat pendidikan bahkan titel pun dijadikan gurauan. Mereka mensertifikasi sendiri dirinya dengan sebutan ‘profesor bisnis online’, mendirikan dimana-mana ‘universitas bisnis online’ yang menghasilkan para wirausaha hingga dikenal sebagai ‘Net’s entrepreneurship’ – para pebisnis internet. Mereka tak pernah jenuh oleh hal baru, bahkan temuan baru pun mereka anggap sebagai temuan lama, mereka hidup dari kreatifitas dan hidupnya dipenuhi inovasi berkelanjutan.

Akal sehat mengarahkan kita untuk memiliki kemampuan, untuk itu kita belajar agar pintar untuk bisa menginspirasi kepercayaan, tetapi itu semua temporer sementara saja. Penentu keberhasilan adalah bagaimana kita berhasil menangani kemunduran, menunggangi tantangan penghalang laju kemajuan.

Orang dengan ‘mindset berkembang’ memiliki pola pikir yang wajar, mereka menyambut kegagalan dengan tangan terbuka, wajar dan tidak panik. Mereka memiliki pola pikir bahwa keberhasilan adalah tentang bagaimana mengenali kegagalan dan menghadapinya dengan menghadirkan sesuatu cara yang lain. Mereka terlahir sebagai ‘pemecah masalah’ – Anda salah satunya!
~Selamat memecahkan masalah!
Tak Perlu Pintar Untuk Dapat Dollar