Rabu, 16 Desember 2015

Tak Usah Takut, Anda Juga Mampu Memecahkan Masalah!

"Put your goals in writing. If you can't put it on a sheet of paper, you probably can't do what it takes to achieve the goal."
~Unknown
http://www.sfimg.com/start

Pola pikir tidak tergantung seberapa tinggi IQ Anda, pendidikan atau sertifikasi keahlian yang Anda miliki, semua berpulang kepada cara Anda bersikap. Tak ubahnya bak ‘keyakinan’. IQ tinggi tidak menjanjikan kepastian akan sukses karena sukses tergantung pada cara kita bersikap. Lihatlah daftar panjang orang-orang yang gagal, mereka bukan kumpulan orang – orang yang memiliki IQ rendah. Bagaimana cara kita bersikap itulah pola pikir bagaimana kita menghadapi keadaan (mindset).

Orang dengan ‘mindset berkembang’ memiliki pola pikir yang mengharamkan keterbatasan semisal: orang itu tidak akan sukses oleh karena lemah, karena miskin, oleh karena berasal dari keluarga terbelakang, oleh karena tidak memiliki modal yang cukup. Bahkan tidak berterima jika hidup menjadi tersia-sia karena sesuatu masalah, menderita dan putus asa. Mereka yakin jika seseorang bisa maka tiap orang pasti bisa. Sejarah peradaban manusia mencatat bahwa tiap orang adalah cermin abadi dari orang satu lainnya, maka bila ada orang yang bisa maka orang satu lainnya pasti bisa pula.

Tetapi orang dengan ‘mindset berkembang’ juga menerima keterbatasan tetapi tidak menjadikannya sebagai alasan untuk tidak berusaha. Mereka mengungguli kegagalan untuk meraih sukses, berpikir positif, mencintai kehidupan dan antusias akan keberhasilan orang lain. Mereka bahkan menunggangi portal penghalang mendaki puncak keberhasilan. Mereka mencintai waktu melebihi dari apapun tetapi tidak menjadikannya sebagai alasan untuk tergesa-gesa dan mengabaikan peraturan. Mereka hidup dalam keteraturan tetapi tidak menjadikannya sebagai alasan untuk mengkuatirkan tiap hal. Mereka menikmati hidup dan mengubah wajah dunia tanpa menyungsangkan perjalanan peradaban. Kreatifitas dan innovasi tidak menjadikan mereka merusak tata peradaban. Dan Anda adalah salah satu dari mereka, selamat untuk Anda!

Terlepas dari sisi mana Anda memulai, Anda bisa berubah dan mengubah apa pun dengan mengembangkan serta menyempurnakan orientasi pola pikir Anda kearah pertumbuhan.

1. BANGKRUT, KECEWA BUKAN BERARTI TIDAK BERDAYA
Kita kecewa ketika tidak berdaya. Bagaimana kita menghadapinya tergantung telur masing-masing, apakah terus bergerak atau terseret hingga terjerembab tak kuasa bangun.
Banyak yang berhasil bangkit dari getirnya kegagalan: Walt Disney, dipecat dari Kansas City Star karena dinilai "tidak punya imajinasi dan tidak ada ide bagus". Oprah Winfrey, dipecat dari penyiar TV di Baltimore karena dinilai "terlalu hanyut dalam emosional di acaranya". Henry Ford dua kali gagal sebelum sukses dengan Ford. Andai mereka hidup dengan ‘mindset tetap’ mereka pasti menyerah dan tidak akan pernah berhasil. Tetapi mereka yakin bahwa jatuh hanya untuk bangun bangkit, kembali tampil beda dan sukses.

2. BANGKRUT, BANGKIT KEMBALI DAN LEBIH BERGAIRAH
Tidak berhenti akan minat berhasil adalah cermin semangat, tidak lelah akan gairah tak berkesudahan menguntit mimpi keberhasilan. Banyak yang lebih giat bahkan malah lebih berbakat tetapi kadar dorongan mencapai sukses tidak sama. Orang yang dendam akan kemelaratan karena pernah gagal lebih bergairah mengangkangi ketertinggalan maju meraih sukses keberhasilan.

3. BERTINDAK SEMBARI BERPIKIR
Orang dengan ‘mindset berkembang’ langsung bertindak sembari berpikir arah tindakannya dan mengabaikan rasa takut yang mendera. Mereka menyadari sekali rasa takut diberi kesempatan, kecemasan akan melumpuhkan emosi gairah semangat. Mengatasinya hanyalah dengan langsung bertindak dan tidak menunggu-nunggu ‘momentum yang tepat’ untuk memulai. Menunggu hanya akan membiarkan rasa takut tumbuh menghalangi, tetapi langsung bertindak agar tetap fokus dan positif.

4. DALAM KETERBATASAN TIDAK PERLU ADA BATASAN
Orang dengan ‘mindset berkembang’ bertindak dalam keterbatasanya dengan bekerja ekstra, tidak mengenal batas maksimal. Menyadari batas kemampuan adalah baik tetapi tidak baik untuk menjadikannya sebagai alasan membatasi ruang gerak. Dalam keterbatasan tidak perlu ada batasan.

5. MENGHARAPKAN HASIL WALAUPUN TIDAK BERHASIL
Orang dengan ‘mindset berkembang’ menyadari bahwa mereka bisa saja gagal dan gagal tetapi itu bukan alasan untuk malah berhenti. Mengharapkan hasil adalah wajar tetapi menjadi tidak wajar jika berhenti karena tidak berhasil. Hasil adalah pemicu motivasi.

6. KUKUH TETAPI TETAP LENTUR DAN FLEKSIBEL
Orang dengan ‘mindset berkembang’ lebih flesksibel ditengah kesulitan yang tak terduga karena mereka memiliki pola pikir yang berorientasi pada kemajuan. Merangkul kesulitan dengan innovasi serta mengendarai kesulitan secara kreatif, memiliki kelenturan saat dihadang situasi tak terduga tetapi tidak mengeluh kala sesuatunya tidak berjalan seperti yang diinginkan. Orang dengan ’mindset berkembang’ tidak mengenal keluhan, tetapi selalu berusaha menemukan cara memanfaatkan tiap lubang dari tiap kesempatan hingga tidak ada waktu untuk mengeluh.

Never cut a tree down in the wintertime. Never make a negative decision in the low time. Never make your most important decisions when you are in your worst moods. Wait. Be patient. The storm will pass. The spring will come.
Robert H. Schuller
Demikian disadur dari berbagai sumber.
~Salam sukses untuk Anda!