"Put
your goals in writing. If you can't put it on a sheet of paper, you probably
can't do what it takes to achieve the goal."
~Unknown
Pola pikir tidak tergantung seberapa tinggi IQ Anda, pendidikan
atau sertifikasi keahlian yang Anda miliki, semua berpulang kepada cara Anda
bersikap. Tak ubahnya bak ‘keyakinan’. IQ tinggi tidak menjanjikan kepastian akan
sukses karena sukses tergantung pada cara kita bersikap. Lihatlah daftar panjang
orang-orang yang gagal, mereka bukan kumpulan orang – orang yang memiliki IQ
rendah. Bagaimana cara kita bersikap itulah pola pikir bagaimana kita
menghadapi keadaan (mindset).
Orang dengan ‘mindset berkembang’ memiliki pola pikir
yang mengharamkan keterbatasan semisal: orang itu tidak akan sukses oleh karena
lemah, karena miskin, oleh karena berasal dari keluarga terbelakang, oleh
karena tidak memiliki modal yang cukup. Bahkan tidak berterima jika hidup
menjadi tersia-sia karena sesuatu masalah, menderita dan putus asa. Mereka yakin
jika seseorang bisa maka tiap orang pasti bisa. Sejarah peradaban manusia mencatat
bahwa tiap orang adalah cermin abadi dari orang satu lainnya, maka bila ada orang
yang bisa maka orang satu lainnya pasti bisa pula.
Tetapi orang dengan ‘mindset berkembang’ juga menerima keterbatasan
tetapi tidak menjadikannya sebagai alasan untuk tidak berusaha. Mereka mengungguli
kegagalan untuk meraih sukses, berpikir positif, mencintai kehidupan dan
antusias akan keberhasilan orang lain. Mereka bahkan menunggangi portal penghalang
mendaki puncak keberhasilan. Mereka mencintai waktu melebihi dari apapun tetapi
tidak menjadikannya sebagai alasan untuk tergesa-gesa dan mengabaikan peraturan.
Mereka hidup dalam keteraturan tetapi tidak menjadikannya sebagai alasan untuk
mengkuatirkan tiap hal. Mereka menikmati hidup dan mengubah wajah dunia tanpa menyungsangkan
perjalanan peradaban. Kreatifitas dan innovasi tidak menjadikan mereka merusak tata
peradaban. Dan Anda adalah salah satu dari mereka, selamat untuk Anda!
Terlepas dari sisi mana Anda memulai, Anda bisa berubah
dan mengubah apa pun dengan mengembangkan serta menyempurnakan orientasi pola
pikir Anda kearah pertumbuhan.
1. BANGKRUT, KECEWA BUKAN BERARTI TIDAK BERDAYA
Kita kecewa ketika tidak berdaya. Bagaimana kita menghadapinya
tergantung telur masing-masing, apakah terus bergerak atau terseret hingga terjerembab
tak kuasa bangun.
Banyak yang berhasil bangkit dari getirnya kegagalan: Walt
Disney, dipecat dari Kansas City Star karena dinilai "tidak punya imajinasi
dan tidak ada ide bagus". Oprah Winfrey, dipecat dari penyiar TV di
Baltimore karena dinilai "terlalu hanyut dalam emosional di acaranya".
Henry Ford dua kali gagal sebelum sukses dengan Ford. Andai mereka hidup dengan
‘mindset tetap’ mereka pasti menyerah dan tidak akan pernah berhasil. Tetapi mereka
yakin bahwa jatuh hanya untuk bangun bangkit, kembali tampil beda dan sukses.
2. BANGKRUT, BANGKIT KEMBALI DAN LEBIH BERGAIRAH
Tidak berhenti akan minat berhasil adalah cermin semangat,
tidak lelah akan gairah tak berkesudahan menguntit mimpi keberhasilan. Banyak
yang lebih giat bahkan malah lebih berbakat tetapi kadar dorongan mencapai
sukses tidak sama. Orang yang dendam akan kemelaratan karena pernah gagal lebih
bergairah mengangkangi ketertinggalan maju meraih sukses keberhasilan.
3. BERTINDAK SEMBARI BERPIKIR
Orang dengan ‘mindset berkembang’ langsung bertindak
sembari berpikir arah tindakannya dan mengabaikan rasa takut yang mendera.
Mereka menyadari sekali rasa takut diberi kesempatan, kecemasan akan melumpuhkan
emosi gairah semangat. Mengatasinya hanyalah dengan langsung bertindak dan
tidak menunggu-nunggu ‘momentum yang tepat’ untuk memulai. Menunggu hanya akan
membiarkan rasa takut tumbuh menghalangi, tetapi langsung bertindak agar tetap fokus
dan positif.
4. DALAM KETERBATASAN TIDAK PERLU ADA BATASAN
Orang dengan ‘mindset berkembang’ bertindak dalam
keterbatasanya dengan bekerja ekstra, tidak mengenal batas maksimal. Menyadari
batas kemampuan adalah baik tetapi tidak baik untuk menjadikannya sebagai alasan
membatasi ruang gerak. Dalam keterbatasan tidak perlu ada batasan.
5. MENGHARAPKAN HASIL WALAUPUN TIDAK BERHASIL
Orang dengan ‘mindset berkembang’ menyadari bahwa mereka bisa
saja gagal dan gagal tetapi itu bukan alasan untuk malah berhenti. Mengharapkan
hasil adalah wajar tetapi menjadi tidak wajar jika berhenti karena tidak
berhasil. Hasil adalah pemicu motivasi.
6. KUKUH TETAPI TETAP LENTUR DAN FLEKSIBEL
Orang dengan ‘mindset berkembang’ lebih flesksibel
ditengah kesulitan yang tak terduga karena mereka memiliki pola pikir yang
berorientasi pada kemajuan. Merangkul kesulitan dengan innovasi serta mengendarai
kesulitan secara kreatif, memiliki kelenturan saat dihadang situasi tak terduga
tetapi tidak mengeluh kala sesuatunya tidak berjalan seperti yang diinginkan. Orang
dengan ’mindset berkembang’ tidak mengenal keluhan, tetapi selalu berusaha menemukan
cara memanfaatkan tiap lubang dari tiap kesempatan hingga tidak ada waktu untuk
mengeluh.
“Never cut a tree down in the
wintertime. Never make a negative decision in the low time. Never make your
most important decisions when you are in your worst moods. Wait. Be patient.
The storm will pass. The spring will come.
Robert H. Schuller
Robert H. Schuller
Demikian disadur dari berbagai sumber.
~Salam sukses untuk
Anda!
