Senin, 21 Desember 2015

Betulkah Tiap Kita Berutang Sukses Ke Orang Lain?

"Look at a day when you are supremely satisfied at the end. It's not a day when you lounge around doing nothing; it's when you had everything to do, and you've done it."
~Margaret Thatcher
Click to see what other say about?

Jika saja pengisi dunia ini diam-diam mendiamkan Anda, apakah Anda bisa tahu siapa diri Anda? Sungguh suatu pertanyaan yang menarik - perlu kecerdasan tersendiri untuk bisa menjawabnya.

Jika saja pengisi dunia ini tidak memberitahukan Anda, apakah Anda tahu kapan waktu yang tepat untuk melakukan sesuatu yang berharga dalam hidup Anda? Bagaimana dengan masa depan Anda?

Jika saja pengisi dunia ini emoh dan tak sudi menanggapi apa pun ucapan Anda, apakah Anda yakin bahwa Anda masih waras?; Apakah Anda yakin jika yang Anda utarakan itu adalah sesuatu yang wajar? Bagaimana Anda bisa yakin jika tiap saat Anda harus bersitegang demi ucapan atau pendapat Anda; bagaimana Anda yakin jika Anda itu sehat dan tidak memiliki kelainan jiwa?!. Harus sedemikian itu kah nasib perjalanan hidup Anda?

Mungkin sukar untuk Anda bisa memahami ketiga paragrap diatas, ini maksudnya apa? Mungkin Anda berpendapat, bukankah ibu bapak saya telah mengumumkan kelahiran saya ke seisi dunia? Bukankah mereka telah berkordinasi dengan bapak ibu guru di sekolah untuk mendidik saya agar berperilaku baik? agar berlaku sopan dan hormat bahkan diajarkan cara bagaimana untuk mandiri. Lalu salah saya apa kah?

Jika kemudian saya berambisi untuk bisa melampaui keberhasilan yang sudah saya capai bukan kah itu adalah bagian dari kompetisi? Bukan kah itu diajarkan ketika di sekolah? bahkan bapak ibu guru telah lelah mempersiapkan saya sedari dini untuk supaya siap bertarung, untuk supaya siap menghadapi persaingan hidup, untuk supaya siap berkompetisi agar saya bisa berkontribusi mewarnai kehidupan ini. Ada yang salah kah?

Adalah wajar jika orang lain sulit untuk bisa memahami diri Anda, untuk itu Anda dibekali bagaimana cara terbaik memperkenalkan diri serta pendapat Anda. Adalah normal jika orang lain sulit untuk memahami ide gagasan Anda, untuk itu Anda dibekali bagaimana cara menjelaskan saran pandang bahkan cita-cita Anda. Ketahuilah, tiap orang memerlukan waktu untuk bisa memahami orang satu lainnya, dan perlu waktu lebih banyak lagi untuk bisa memahami ide serta gagasan, dan semakin akan lebih banyak tambahan waktu lagi untuk bisa mempercayai. Dan itu telah dinubuatkan sebagai corak perilaku orang per orang di muka bumi ini.

Mari ubah paragrap diatas:

Ketika Anda bermimpi mengimpikan impian indah, apakah Anda pernah bertanya – mimpi siapa ini? Apakah Anda pernah berkehendak untuk mempertanyakannya ke orang lain untuk memastikan bahwa mimpi Anda adalah hanya milik Anda seorang?.
Jika ternyata tidak, apakah Anda pernah merasa bersalah terhadap orang lain karena Anda telah berlaku sewenang-wenang sesuka hati menguasai sendiri mimpi Anda? Keterlaluan Anda!

Jika kemudian Anda mempertanyakannya ke seseorang, ternyata orang itu mengaku memiliki mimpi dan impian yang sama, akan kah Anda sudi berbagi? Apakah Anda akan mempermasalahkan dan mensomasi orang itu karena telah membajak mimpi dan impian Anda itu? Anda tak perlu mengaku waras untuk menjawabnya oleh karena perilaku dan kewarasanlah yang kerap meributkannya.

Sekarang: 
Jika Anda diminta mengambil sikap dan bersikap atas peristiwa itu, akan kah Anda berjuang memperjuangkan kebenaran dan pendapat Anda? Atau Anda akan menerima begitu saja demi ketentraman hidup Anda. Kenapa Anda tidak memilih bersikap apatis saja? Acuh tak acuh, biarlah itu menjadi mimpinya, nanti kapan waktu Anda akan bisa mengimpikan impian yang lebih indah lagi. Dan tidak lagi akan pernah memberitahukannya.

Akankah harus seperti itu?, betul mimpi adalah berharga tetapi apakah itu lebih berharga dibanding pengakuan orang akan eksisistensi keberadaan Anda? Sangat beruntung Anda jika mimpi Anda tidak pernah ditagih oleh sesama satu lainnya. Maka jaga lah dengan baik, karena Sukses bermula dari impian!
~Selamat berjaga-jaga!
-Disadur dari berbagai sumber.-