"Look at a day when you are supremely satisfied at
the end. It's not a day when you lounge around doing nothing; it's when you had
everything to do, and you've done it."
~Margaret Thatcher
Jika saja pengisi dunia ini diam-diam mendiamkan
Anda, apakah Anda bisa tahu siapa diri Anda? Sungguh suatu pertanyaan yang menarik - perlu
kecerdasan tersendiri untuk bisa menjawabnya.
Jika saja pengisi dunia ini tidak
memberitahukan Anda, apakah Anda tahu kapan waktu yang tepat untuk melakukan
sesuatu yang berharga dalam hidup Anda? Bagaimana dengan masa depan Anda?
Jika saja pengisi dunia ini emoh dan tak
sudi menanggapi apa pun ucapan Anda, apakah Anda yakin bahwa Anda masih waras?; Apakah Anda yakin jika yang Anda utarakan itu adalah sesuatu yang wajar? Bagaimana
Anda bisa yakin jika tiap saat Anda harus bersitegang demi ucapan atau pendapat Anda; bagaimana Anda yakin jika Anda itu sehat
dan tidak memiliki kelainan jiwa?!. Harus sedemikian itu kah nasib perjalanan
hidup Anda?
Mungkin sukar untuk Anda bisa memahami ketiga paragrap diatas, ini maksudnya apa? Mungkin Anda berpendapat, bukankah ibu bapak saya telah mengumumkan kelahiran saya ke seisi dunia? Bukankah mereka telah berkordinasi dengan bapak ibu guru di sekolah untuk mendidik saya agar berperilaku baik? agar berlaku sopan dan hormat bahkan diajarkan cara bagaimana untuk mandiri. Lalu salah saya apa kah?
Jika kemudian saya berambisi untuk bisa
melampaui keberhasilan yang sudah saya capai bukan kah itu adalah bagian dari
kompetisi? Bukan kah itu diajarkan ketika di sekolah? bahkan bapak ibu guru telah
lelah mempersiapkan saya sedari dini untuk supaya siap bertarung, untuk supaya siap
menghadapi persaingan hidup, untuk supaya siap berkompetisi agar saya bisa
berkontribusi mewarnai kehidupan ini. Ada yang salah kah?
Adalah wajar jika orang lain sulit untuk
bisa memahami diri Anda, untuk itu Anda dibekali bagaimana cara terbaik
memperkenalkan diri serta pendapat Anda. Adalah normal jika orang lain sulit untuk
memahami ide gagasan Anda, untuk itu Anda dibekali bagaimana cara menjelaskan saran
pandang bahkan cita-cita Anda. Ketahuilah, tiap orang memerlukan waktu untuk bisa
memahami orang satu lainnya, dan perlu waktu lebih banyak lagi untuk bisa memahami
ide serta gagasan, dan semakin akan lebih banyak tambahan waktu lagi untuk bisa
mempercayai. Dan itu telah dinubuatkan sebagai corak perilaku orang per orang di muka bumi ini.
Mari ubah paragrap diatas:
Ketika Anda bermimpi mengimpikan impian
indah, apakah Anda pernah bertanya – mimpi siapa ini? Apakah Anda pernah
berkehendak untuk mempertanyakannya ke orang lain untuk memastikan bahwa mimpi
Anda adalah hanya milik Anda seorang?.
Jika ternyata tidak, apakah Anda pernah
merasa bersalah terhadap orang lain karena Anda telah berlaku sewenang-wenang sesuka
hati menguasai sendiri mimpi Anda? Keterlaluan Anda!
Jika kemudian Anda mempertanyakannya
ke seseorang, ternyata orang itu mengaku memiliki mimpi dan impian yang
sama, akan kah Anda sudi berbagi? Apakah Anda akan mempermasalahkan dan
mensomasi orang itu karena telah membajak mimpi dan impian Anda
itu? Anda tak perlu mengaku waras untuk menjawabnya oleh karena perilaku dan
kewarasanlah yang kerap meributkannya.
Sekarang:
Jika Anda diminta mengambil
sikap dan bersikap atas peristiwa itu, akan kah Anda berjuang memperjuangkan
kebenaran dan pendapat Anda? Atau Anda akan menerima begitu saja demi
ketentraman hidup Anda. Kenapa Anda tidak memilih bersikap apatis saja? Acuh
tak acuh, biarlah itu menjadi mimpinya, nanti kapan waktu Anda akan bisa
mengimpikan impian yang lebih indah lagi. Dan tidak lagi akan pernah memberitahukannya.
Akankah harus seperti itu?, betul mimpi
adalah berharga tetapi apakah itu lebih berharga dibanding pengakuan orang akan
eksisistensi keberadaan Anda? Sangat beruntung Anda jika mimpi Anda tidak
pernah ditagih oleh sesama satu lainnya. Maka jaga lah dengan baik, karena Sukses bermula dari impian!
~Selamat berjaga-jaga!
-Disadur dari berbagai
sumber.-
