Minggu, 21 Agustus 2016
Kamis, 14 Juli 2016
STRATEJIK (6)-; Harus Bagaimana Lagi?
“Pengalaman di
hari kemarin menjadikan tiap orang lebih siap dihari ini, dan semakin lebih
siap lagi esok harinya”.~Hotman Sihombing
Engga tahu kenapa, tiap
kali gagal tiap orang mudah terpancing untuk mengeluh. Andai mertua tak tergoda
korupsi tak akan divonnis, disita semua nelangsa jadinya; andai mertua jadi
pengusaha tak perlu dia korupsi untuk menjadi kaya. Derita seolah tak komplit
tanpa keluh kesah.
Andai tak ikut-ikutan
tetangga investasi saham tak bakal ludes merugi - harus bagaimana lagi? Konon
katanya, keluh kesah berhasil memicu lahirnya evaluasi, mencari cara bagaimana
agar lebih baik.
Abaikan Kekuatiran Anda:
Anda tak perlu
percaya bahwa jika hanya mengandalkan penghasilan gaji bulanan semata Anda tak
akan bisa kaya. Tetapi Anda boleh percaya bahwa dengan beberapa variasi sumber penghasilan
Anda bakal bisa kaya. Dan itu hanya dimungkinkan jika Anda berbisnis.
Jika berhenti
bekerja - mau makan apa? Mengeluh lagi! kuatir oleh ketakutan diri sendiri; hendak
berbisnis apa lagi? semua sudah ada nyaris tak ada yang tersisa. Lagi-lagi
mengeluh! orang kerap lupa bahwa nama nya sendiri pun bisa dibisniskan – jual
saja; Jika gagal bagaimana? Cilaka!
Tetapi jangan pula
langsung tergoda, lalu berhenti bekerja. Persiapkan dulu rencana bisnis Anda; cuba
dulu memanfaatkan waktu luang sehabis bekerja; disiplin, lakukan setiap hari. Fokus
menuju tujuan akan mengurangi keluhan.
Abaikan Penghakiman Orang:
Tentangan utama timbul
dari kalangan kerabat sendiri. Jangan terbebani, jangan biarkan orang lain menghakimi
rencana baik Anda: “jika ingin memanen
padi jangan pupuk ilalang”.
Jika ingin berinvestasi
di bisnis, cari dulu kemungkinan ada bisnis yang dijual; Lihat-lihat dulu kemungkinan
ada pihak yang ingin membeli; Posisikan diri Anda ditengah. Saat keduanya
bernegosiasi Anda akan mendapatkan banyak informasi berharga; Investasikan dana
Anda mengikutkan mekanisme nya.
Jika hendak berbisnis,
Anda tidak harus lulus dari lembaga pendidikan ternama. Kini bahkan Anda bisa
memanfaatkan sistim online belajar langsung dari pebisnis yang paham bahwa sukses
keberhasilan harus diperjuangkan dan fokus. Itu saja!
Jaga Kesehatan Anda:
Bisnis senantiasa menguras
pemikiran, bagaimana kebutuhan operasional, keluarga serta kebutuhan modal
kerja, dll. Melelahkan. Istirahat yang cukup untuk menjaga kebugaran phisik.
Untuk beristirahat tidak
harus di hotel mewah berada ditengah-tengah keluarga akan lebih menakjubkan. Untuk
bugar, tidak harus terdaftar di klub kebugaran ternama, cukup teratur berjalan di
lingkungan tinggal Anda.
Kesederhanaan terbukti
handal membuat hidup lebih hidup. Dan yang lebih penting lagi, jangan pernah berpikir
bahwa masalah tidak akan terhenti jika Anda tidak memikirkannya sepanjang
waktu.
Jaga Keunikan Anda:
Kalimat sepele yang kerap
disepelekan. Ketahuilah tiap orang memiliki semangat – demikian halnya Anda. Semangat
mengusung keunikan sendiri sehingga kadar nya tidak sama pada setiap orang. Pupuk
senantiasa kesuburan semangat Anda dengan tetap fokus menggenjot kemampuan Anda
berbisnis. Fokus bersemangat – itu lah keunikan Anda.
Jaga Kreatifitas Anda:
Orang yang kreatif akan
terlihat lebih kompeten, seakan lebih pintar dari lainnya. Berusahalah menghadirkan
sesuatu yang kreatif, mencatatnya baik-baik, itu akan menjadikan Anda kian diperhitungkan.
Dunia berpihak pada orang
yang kreatif dipenuhi innovasi tiada henti. Selalulah jujur, tidak terpancing memanipulasi
kreasi orang lain seolah kreasi Anda sendiri. Malu! Jaga hubungan baik Anda
dengan dunia.
Jumat, 08 Juli 2016
STRATEJIK (5)-: Malu Memulai Bisnis - Perlu Stratejik Apa?
"Everyone
has inside of him a piece of good news. The good news is that you don't know
how great you can be! How much you can love! What you can accomplish! And what
your potential is!"
~Anne
Frank
Jamak diketahui pebisnis
pemula mengawali bisnisnya hanya karena diajak teman, diajak kerabat, hanya berdasarkan
cerpen – bakal untung sekian. Hingga tersadar dan mengubah bisnisnya diubah dan
berubah lagi bahkan malah lupa pada rencana bisnis semula. Beberapa diantaranya
malah terhenti. Lainnya terus giat, tetapi hanya sebatas berencana dan tak
kunjung mulai. Didera rasa kuatir, menjadi tidak percaya diri terbelenggu oleh
ketakutan sendiri – jika nanti gagal bagaimana? Cilaka!
Berikut, disajikan beberapa
saran sederhana:
CARI TAHU DULU:
Pemula disarankan
untuk mencari tahu dulu infomasi sebanyak mungkin. Jika memungkinkan dapatkan
informasi dari orang yang sudah menjalankannya. Untuk tahu: hal apa saja yang
perlu diketahui; hal apa saja yang perlu dipersiapkan; apa saja yang harus
dilakukan; yang mana yang harus didahulukan; perijinan apa yang diperlukan. Cari
tahu itu dulu!
LIHAT-LIHAT DULU:
Jangan bosan bertanya
untuk mengumpulkan jawaban. Jika memungkinkan upayakan untuk bisa melihat-lihat
dari dekat - aktivitas nya apa saja? Amati caranya – pelaksanaannya bagaimana? Kemungkinan
masih ada informasi lain atau mungkin ada jenis bisnis tertentu yang memiliki keterkaitan
– apa itu? Lihat-lihat dulu!
PELAJARI DULU:
Pemula kerap tergopoh-gopoh
menyelesaikan tiap hal. Jika diberitahu satu hal cenderung ingin tahu banyak
hal. Jika diminta fokus di tiap hal, cenderung menantang ingin bisa segala hal.
Mendebat tiap hal, tak sabar seolah lupa perlu waktu untuk tahu apa itu - tiap
hal. Maka itu, pelajari dulu!
BERTAHAP DULU:
Pemula kerap digayuti
sejuta bayang impian keuntungan yang terkadang mencengangkan, lupa akan tiap situasi
yang bisa merugi. Terbuai lamunan untung dan bakal beruntung. Beruntung lagi, dan
lagi-lagi beruntung.
Ingin lekas-lekas membeli
MONAS. Akan dia taruh buaya berjaga siang malam hingga mertua tetangga tak lagi
bebas duduk ngopi di sana. Pemula kerap lupa bahwa tiap sesuatu itu memerlukan
tahapannya sendiri-sendiri. Yang sabar, bertahap dulu!
KECIL-KECILAN DULU:
Menjaring informasi akan
lebih efektif jika dilakukan sembari berbisnis, barangkali skala kecil bisa membuat
leluasa bergaul dengan pebisnis lainnya. Berbisnis kecil-kecilan akan memicu mental
kewirausahaan, jika disiplin akan dapat membuka kesempatan besar – mungkin malah
lebih menguntungkan. Malu? Bisnis Online dulu!
BISNIS ONLINE DULU:
Pemula tak perlu mengubah-ubah
rencana jika tidak pernah memulainya, apalagi jika alasannya hanya karena –
akan malu, jikalau gagal! Kini ini, tak lagi perlu
malu. Teknologi telah berhasil membuat tiap orang terlihat lebih pintar. Fitur-fitur
gadget, tablet, laptop, dll., bahkan berhasil membuat bisnis kian mudah dan
murah.
Jika dulu tenaga penjual dianggap memerlukan pelatihan khusus, kini cukup
dengan pengetahuan: “bisa email”, langsung bisa “promosi” di sosmed. Langsung berjualan
- sembari melamun, engga ada yang tahu!
Laju teknologi kian
memudahkan bisnis, seolah mentertawakan pengetahuan yang dipersyaratkan professor
angkatan terdahulu. Berlalu sudah era buku tebal-tebal. Sudah tak jaman menghapal
macam rupa istilah marketing. Cukup dengan: “Klik dan Klik saja”. Itu saja. Dan
itu stratejik juga.
~Salam klik-klik!
Sabtu, 02 Juli 2016
STRATEJIK (4)-: Tentukan Stratejik Bisnis Anda!
Rencana stratejik mengusung detil tahapan
pelaksanaan rencana aksi, hasil evaluasi atasnya menjadi “stratejik
pertumbuhan”, yakni penajaman rencana aksi lanjutan, detil yang lebih spesifik saat
kapan sesuatu itu akan dilaksanakan; hal apa yang mendasari hingga kenapa sesuatu
itu perlu dilaksanakan, dan kapan akan dievaluasi ulang, dll.
PERTUMBUHAN:
Pertumbuhan dianggap terjadi jika ada peningkatan
keuntungan, peningkatan penjualan, asset, persediaan, pelanggan, modal dan sumber
daya, dll. Untuk tumbuh manajemen lajimnya fokus ke penghematan biaya dan
maksimal memanfaatkan peluang, termasuk kemudahan oleh laju pertumbuhan teknologi.
Kini bisnis berbasis online membuat penjualan dan promosi menjadi lebih mudah
dan murah dan bisa oleh siapa saja, dari mana saja.
STRATEJIK PERTUMBUHAN:
Pola perilaku manusia yang berubah-ubah
membuat pembahasan stratejik pertumbuhan selalu menarik. Ada bisnis tertentu saat
awal didirikan dicemooh dan malah tumbuh pesat, sebaliknya bisnis yang umumnya sukses
malah gagal. Dinamika bisnis terus memicu laju pertumbuhannya sekaligus menghancurkannya.
Teknologi kini bahkan mendominasi hingga untuk eksis dunia bisnis harus bisa
menyesuaikan diri.
Kategori stratejik pertumbuhan meliputi:
(1) pertumbuhan konsentrasi dan (2) diversifikasi.
Pertumbuhan Konsentrasi:
Mencakup: (1) stratejik pertumbuhan Konsentrasi
Vertikal dan (2) Horisontal. Model ini mudah terlihat pada jenis bisnis
bidang tertentu yang pesat bertumbuh dan memiliki potensi akan terus tumbuh - dan
semakin bertumbuh.
Konsentrasi Vertikal:
Stratejik pertumbuhan Konsentrasi Vertikal
dicapai dengan meng-akuisisi semua lini produksi sedari pemasok hingga
distribusi, pertumbuhan eksternal diharapkan akan memicu pertumbuhan internal. Model
ini diminati di industri populer dimana posisi kompetitif dimungkinkan diraih di
sepanjang rantai nilai.
Misalnya: “Zara”;
Perusahaan Spanyol; pengecer
pakaian lebih memilih memproduksi sendiri untuk alasan kualitas dan kontrol terhadap
pemasok.
Konsentrasi Horizontal:
Stratejik pertumbuhan Konsentrasi Horizontal
dicapai dengan memperluas pangsa pasar, melebarkan target pengguna melalui cara
aliansi strategis.
Misalnya: “United Airlines”;
Maskapai penerbangan komersil Amerika Serikat; menjadikan perusahaan sejenis “Continental
Airlines” menjadi aliansi strategisnya. Walau pangsa pasar keduanya berbeda namun
dengan ber-aliansi keduanya menjadi dimudahkan meningkatkan pasarnya, dan akan memicu
pertumbuhan internal.
Contoh lain - peristiwa terkini:
Pertumbuhan Diversifikasi:
Mencakup: (1) stratejik pertumbuhan Diversifikasi
Konsentris dan (2) Konglomerasi. Model ini kerap ditempuh oleh perusahaan berkategori
matang bahkan mungkin sudah melalui stratejik pertumbuhan vertikal dan
horizontal.
Diversifikasi Konsentris:
Perusahaan tetap fokus pada
karakteristik keunggulan kompetitifnya, Diversifikasi ditujukan untuk mengamankan
posisinya dalam bidang bisnis baru dimana perusahaan telah mapan dan memiliki tingkat
keterampilan signifikan. Misalnya: perusahaan telepon yang menjual
layanan internet.
Diversifikasi Konglomerasi:
Perusahaan melakukan ekspansi ke bidang bisnis lain yang sama sekali tidak terkait dengan bidangnya, disisi lain perusahaan tidak memiliki keterampilan yang cukup dibidang bisnis utamanya. Kekuatiran akan arus kas menjadi alasan utama hingga perusahaan berupaya meminimalkan risiko dengan diversifikasi usaha.
Perusahaan melakukan ekspansi ke bidang bisnis lain yang sama sekali tidak terkait dengan bidangnya, disisi lain perusahaan tidak memiliki keterampilan yang cukup dibidang bisnis utamanya. Kekuatiran akan arus kas menjadi alasan utama hingga perusahaan berupaya meminimalkan risiko dengan diversifikasi usaha.
Misalnya: “Disney”;
Perusahaan Amerika Serikat; bergerak dibidang industri film tetapi malah sukses dibidang properti liburan dan dunia hiburan.
Kiranya Anda pun punya stratejik bisnis
yang handal.
~Salam stratejik!
~Salam stratejik!
"The strongest oak of the forest is not the one that is protected from
the storm and hidden from the sun. It's the one that stands in the open
where it is compelled to struggle for existence against the winds and
rains and the scorching sun."
~Napoleon Hill
Senin, 27 Juni 2016
STRATEJIK (3)-: Stratejik Pertumbuhan
Evaluasi stratejik menjadi solusi awal untuk eksis dan terhindar
dari risiko status quo. Terkadang stratejik bahkan telah ter-evaluasi sendiri
oleh perubahan kebijakan pimpinan puncak ditengah situasi kondisi tertentu. Untuk
menghadapi dinamika bisnis yang berubah-ubah diperlukan gagasan baru untuk
disesuaikan dengan konsep stratejik dan menjadikannya sebagai konsep “stratejik
pertumbuhan”.
STATUS QUO:
Beberapa jenis bisnis terlihat tumbuh pesat diawal-awal kemudian
tenggelam, beberapa diantaranya terlihat bertahan – stagnan, seolah kehabisan minat
berkembang. Stagnan terjadi karena berbagai faktor bahkan perubahan ketentuan perundang-undangan
bisa memutus nadi pertumbuhan bisnis. Penetapan ulang tujuan awal diperlukan untuk
menyesuaikannya dengan situasi riel - terkini.
PERILAKU MANAJEMEN:
Perilaku internal manajemen kerap menghambat gagasan perubahan
apalagi jika itu diusung oleh level bawah. Kearifan manajemen puncak diperlukan
untuk memicu sikap internal manajemen bisa menerima perubahan, dan jangan malah
menjadi penghalang.
Nuansa persaingan internal perlu dikelola menambah bekal pertumbuhan,
bila perlu disalurkan dengan mendirikan bisnis baru atau dengan membuka divisi tertentu.
Misalnya: jika perusahaan fokus diproduksi, bisnis baru bisa fokus pada distribusi.
ARUS KAS:
Tak mudah menentukan kapan waktu yang tepat untuk melakukan
evaluasi “stratejik” tetapi Arus Kas yang memburuk kerap menjadi pemicu. Walau Arus
Kas dipengaruhi oleh berbagai macam faktor namun reaksi manajemen umumnya
langsung fokus pada penjualan, beban produksi dan tiap hal yang membuat Kas
keluar - penghematan di semua lini operasional.
Saran untuk meng-evaluasi pangsa pasar; mencari tahu jenis
produk yang stagnan; menganalisa pola perilaku konsumen; mengevaluasi tampilan disain
produk, dll., akan dianggap mahal.
Saran untuk menciptakan fleksibilitas pada penjualan dengan
memperluas pangsa pasar atau merubah sistim promosi akan dianggap kian membebani
Arus Kas.
Kepanikan menggiring tiap tindakan fokus pada upaya memenuhi
kebutuhan Kas untuk pembayaran gaji, upah serta biaya produksi. Manajemen
puncak sulit mempercayai kehandalan hasil dari evaluasi “stratejik”, kerap terperangkap
oleh pendapat bahwa Arus Kas adalah gambaran riel kondisi usaha. Namun, akan
dianggap ampuh jika dilakukan untuk tujuan PHK - Pelanggaran!
STRATEJIK PERTUMBUHAN:
Reaksi manajemen terhadap pergolakan bisnis umumnya tidak
sama. Ada yang fokus ke kompetisi iklim persaingan; fokus pada pangsa pasar;
fokus pada tampilan disain dan kualitas produk; fokus ke kapasitas manajemen;
fokus pada perbaikan layanan konsumen, bahkan meniru pesaing untuk tampil lebih
baik.
Fokus pada teknologi baru cara berproduksi untuk memacu
volume produksi dianggap bisa mengubah harga jual; meng-evaluasi pola perilaku konsumen
dinilai penting; menggenjot iklan promosi; diskonto dan rabat potongan harga
bahkan hingga cuci gudang merupakan stratejik merebut pasar. Ekspansi
usaha pada skala tertentu dan tindakan memotong dana operasional manajemen bisa
menjadi bumerang, tetapi itu juga bagian dari “stratejik pertumbuhan”.
Tidak ada stratejik pertumbuhan yang ideal untuk semua bidang
bisnis namun fokus pada penghematan biaya kerap dianggap lebih mudah.
~Salam stratejik!
Rabu, 22 Juni 2016
STRATEJIK (2)-: Rencana Stratejik
Jika penyusunan rencana menghasilkan “kerangka rencana” dan
menjadi pedoman umum tentang tujuan dan cara mencapainya, maka “rencana
stratejik” menjadi pedoman teknis pelaksanaannya.
STRATEJIK ITU
APA:
Dikatakan “stratejik” karena bersifat gambaran teknis
tentang pengaturan bertahap, mencakup: tata aturan, taktik serta langkah apa yang
diperlukan; langkah yang mana yang harus didahulukan; selanjutnya bagaimana. Menjabarkan
inti pokok “kerangka rencana”.
Jika itu tentang bisnis, maka “rencana stratejik” menggambarkan
tentang barang apa yang akan dijual; berapa harganya; siapa kira-kira yang berminat;
bagaimana memasarkan, dll. Oleh karena “promosi” adalah bagian dari kegiatan pemasaran,
maka cara bagaimana kegiatan promosi akan dilakukan menjadi bagian dari “rencana
stratejik penjualan”. Kira-kira begitu itulah!
KAPAN STRATEJIK
DIPERLUKAN:
Pakar umumnya sepakat kalau konsep ini hakikatnya didasarkan
pada prinsip efisiensi, efektifitas dan ekonomis, tujuannya memaksimalkan
pemanfaatan sumber daya. Didorong oleh faktor ketidakpastian, iklim persaingan,
termasuk ketentuan peraturan perundang-undangan. Kehandalan “rencana stratejik”
diakui turut menentukan tingkat keberhasilan bahkan banyak yang gagal mengaku
gagal karena minus “stratejik”. Jadi diperlukan untuk sukses.
KAPAN STRATEJIK
PERLU DIEVALUASI:
“Rencana stratejik” akan memperjelas garis kebijakan antar
bagian, bagaimana berkordinasi, berkontribusi dan kompak terpadu. Tanpanya, keputusan
sulit diambil karena terhalang banyak faktor yang saling terkait dan bertautan.
Jika keputusan hanya didasarkan pada insting pelaksana kuatir terkontaminasi oleh
faktor ‘subjektif’.
“Rencana stratejik” juga memperkaya innovasi kreasi
pelaksana bahkan menjadi termotivasi memberikan masukan tentang situasi lapangan
untuk kesempurnaannya. Tingkat kegagalan bisa diminimalkan dengan tindakan antisipasi
berdasarkan kehandalan dan akurasi data. Tatkala input masukan diperoleh saatnya
untuk dievaluasi. Jika tiap saat ada masukan maka tiap saatlah dievaluasi.
EVALUASI BERKESINAMBUNGAN:
Terkadang bahkan evaluasi sudah terjadi dan ter-evaluasi
oleh kreatifitas pelaksana dan itu tak perlu dipersoalkan jika untuk
kemanfaatannya. Konsep “rencana stratejik” harus dinamis karena akan selalu diperhadapkan
dengan dinamika lapangan di tataran yang berbeda. Dan akan selalu diberdayakan
oleh pemahaman ranah permainan dan pengenalan target serta iklim persaingan
yang kian jelas. Diperlukan evaluasi dari waktu ke waktu untuk semakin menegaskan
tata aturan bagaimana sesuatu itu dilaksanakan, dan untuk menjabarkannya dengan
jelas agar semakin mudah dimengerti.
Misalnya:
Jika itu tentang “rencana stratejik penjualan” maka kebijakan
iklan dan cara promosi akan mempengaruhi harga jual hingga ke persediaan bahkan
pengiriman dan pergudangan.
Tak perlu heran jika ditiru oleh pesaing, saatnya untuk dievaluasi.
Pola perilaku pelanggan yang berubah-ubah serta dinamika lapangan harus
dipertimbangkan. Tidak mengapa jika tidak bisa sempurna, tetapi tindakan menyempurnakan
adalah keharusan. Maka sempurnakanlah!
Salam stratejik!
"You
don't lead by lip service, you lead by example."
~Jim LeylandKamis, 16 Juni 2016
STRATEJIK (1)-: Rencana Me-Rencana-kan Rencana
Judulnya lucu, tetapi anggap saja sebagai "Perencanaan" yang artinya konsep meng-konsep tentang gambaran tujuan dan cara mencapainya. Karena sifatnya masih 'konsep' maka ia bermula dari 'bagaimana' - terus begitu sampai 'si bagaimana itu mentok'. Maka tak heran jika ia kerap berubah-ubah mengikutkan berbagai kemungkinan. Memilih satu daripadanya yakni yang paling memungkinkan.
RENCANA:
Kata orang pintar, “Rencana” itu adalah merupakan
rangkaian kisi-kisi pembatas akan gambaran dari berbagai potensi kemungkinan
yang mungkin terjadi atau akan terjadi untuk mencapai tujuan. Tetapi kita bukan pintar-pintaran untuk tahu bahwa walau tidak semua tujuan mengalami
proses yang sama tetapi mencari tahu gambaran potensi keterjadian memang
diperlukan.
MENYUSUN
RENCANA:
Ini adalah langkah awal dari sesuatu kegiatan. Sedari membahas
tujuan, arah sasaran dan cara bagaimana mencapainya; Apa kemungkinan yang akan
terjadi; Apa kemungkinan yang akan mengganjal; dan dengan Cara apa menanganinya;
langkah-langkah Apa yang diperlukan; Apa yang tersedia; serta yang mana Yang
memungkinkan untuk dilaksanakan, dll.
Pokok nya penuh dengan kegiatan mengumpulkan
keping-keping bagaimana dan bagaimana serta bagaimana dengan si bagaimana-bagaimana
itu. Sederhananya begitu itu.
KERANGKA
RENCANA:
Keping-keping bagaimana dan bagaimana plus segala itu-itu
dikumpulkan, dirangkai sampai menjadi gundukan ini-itu, dirapikan hingga menjadi
“begini-begitu”.
Bila nanti terjadi begini-ini, maka begitu-itu lah menghadapinya.
Tetapi bila nanti yang terjadi adalah begitu-itu, maka ini-itu lah cara
menanganinya. Bila berbeda, tambahkan saja ke ‘ini’, jika lain tambahkan ke ‘itu’.
Semua ini-itu dikumpulkan, satu satu diperiksa ulang.
Tiap ini-itu yang tidak mungkin dilaksanakan, disingkirkan satu per satu.
Begitu terus sampai gundukan ini-itu menipis, kian berkurang
demi alasan macam rupa prihal yang mungkin dimungkinkan. Mengkerucut dan menjadi
“Kerangka Rencana”; dan ditetapkan, dan itu menjadi keputusan akhir tentang bagaimana
kegiatan itu dilaksanaan. Dan itu lah pedoman, menjadi ketentuan peta arah
jalan yang akan ditempuh dan harus ditempuh. Penyimpangan terhadapnya – salah!
Jika ada alasan – kenapa salah, itu merupakan keputusan para petinggi.
PELAKSANAAN RENCANA:
Kedengaran nya Rumit juga ya, sedari penyusunan hingga
penetapan nya. Tak apa, memang begitu itu untuk menghasilkan gambaran utuh
tentang tujuan. Perubahan demi perubahan terus berubah dan berubah, bahkan berubah
lagi untuk mengubah perubahan itu. Bila perlu yang mengubah ikut diubah daripada
terus berulah mengubah-ubah.
Pada skala tertentu, penyusunan “Rencana” melibatkan
banyak pihak dari banyak latar belakang serta banyak rupa macam pengalaman.
Terjadi banyak pembahasan karena banyak yang harus
dibahas dan banyak yang membahas, tetapi tak banyak yang tahu “apa sebenar Tujuan
itu”. Tak heran jika tak banyak yang yakin, dan malah bertanya “bisa tercapai kah?”
Dan semakin banyak yang turut berebut ikut memperebutkan posisi “pelaksana”, tergiur bayangan bonus
dan perolehan hasil apalagi anggaran biaya nya menggiurkan. Tetapi yang itu
tidak direncanakan!
~Salam sukses berencana!
Senin, 13 Juni 2016
RAHASIA – (VII): MKD – Masih Waras Kah Anda?
“Ketika tak lagi
ada orang untuk bisa Anda ajak bicara, Anda tak akan kehabisan kata-kata walau
Anda tak lagi memerlukannya”
~Hotman Sihombing
~Hotman Sihombing
Konon katanya, KEWARASAN Anda akan sangat tergantung pada
tingkat kewarasan orang satu lainnya. Ketika Anda ditanya: “waras kah Anda?” akan sia-sia jika dijawab sendiri – harus orang
lain. Itu menjadi bukti betapa tiap orang memerlukan orang satu lainnya
setidaknya untuk membantah kata; “Anda tidak waras!” Tak soal apakah Anda
dibela karena kasihan atau karena simpati atau kecewa, atau oleh karena takut? Anda
bahkan akan dinilai paling waras jika Anda membayar untuk itu. Kian tak waras
saja!
Manakala kemampuan Anda dipertanyakan oleh orang-orang atau
bahkan diragukan, Anda akan bersikukuh menjabarkan detil bukti pertanda - Anda mampu!
Tetapi, jika hanya diri Anda seorang yang mengakui - masih waras kah?
Bila tiap orang mempertanyakan keabsahan tujuan Anda melakukan
sesuatu, bahkan meragukan alasan yang membenarkannya, dan Anda berjuang menjelaskan
sedari titik koma hingga tanda kutip berikut garing yang menyertai. Tetapi, jika
hanya diri Anda seorang yang mengakui – masih waras kah?
Ketika orang banyak ragu akan kejujuran Anda dan bahkan meragukan
tolok ukur penguji tingkat kejujuran Anda, dan Anda bersumpah tujuh lapis
langit tujuh lapis bumi - bahwa Anda jujur! Bahkan sumpah pocong pun Anda lakoni.
Tetapi, jika hanya diri Anda seorang yang berterima – masih waras kah Anda?
Saat orang-orang memojokkan Anda, seolah tiap perilaku
Anda salah semua; seolah apapun yang Anda kerjakan salah adanya, apapun keputusan
Anda – tak ada dasar hukumnya. Bahkan tiap alasan yang membenarkan pun menjadi alasan
tambahan memojokkan Anda. Semakin Anda bersikukuh semakin Anda dicemooh, dan
Anda kian terpojok. Tetapi Anda sendiri menolak untuk ‘Mojok’! Masih waras kah?
Andai kian banyak orang ragu akan kewarasan Anda, bahkan tiap
kali Anda membantah dianggap kian tidak waras saja; Semua keputusan Anda diragukan,
seolah tiap satu daripadanya didasarkan pada ketidakwarasan semata - semakin tak
waras saja!
Jika sebelumnya hanya diduga tidak waras, kini ini Anda
didakwa telah berlaku tidak waras. Kian hari orang kian khawatir akan simpanan
ketidakwarasan Anda yang lain - diduga masih banyak tersusun rapi di ubun-ubun Anda.
Cilaka, bakal keluar semua!
Semakin tegas Anda membantah kian tak waras Anda. Semakin
Anda berlagak waras makin terlihat tidak waras. Tetapi, Anda tak mau mengaku -
masih waras kah Anda?
Apalagi Anda pun mahfum bahwa tingkat KEWARASAN Anda sepenuhnya
tergantung pada orang banyak, karena oleh karena sebab musabab itulah mengapa
ada orang bermilyar-milyar bisa bersama hidup damai menghuni dunia ini. Maka patuhi lah peraturan demi keteraturan. Jika menyimpang - mengapa
pula bersitegang kukuh mengaku WARAS? Sungguh tak waras Anda!
~Salam waras selalu!
~Salam waras selalu!
Minggu, 05 Juni 2016
RAHASIA-(VI): MKD – Fokus Menuju Tujuan
~Zig Ziglar
KESEMPURNAAN ADALAH MUSUH:
Belajarlah menerima ketika sesuatu hal perihal
itu masih kurang sempurna. Menerima ‘ketidaksempurnaan’ adalah tantangan terbesar
dalam hidup apalagi disaat Anda tengah belajar menerima realitas dunia. Jangan paksa
orang lain untuk bisa sama persis seperti Anda karena itu adalah cermin
ketidakmampuan Anda. Mustahil segala sesuatunya bisa ‘ideal’ mengikutkan
keinginan Anda. Dalam situasi yang bagaimanapun belajarlah menerima realitas keragaman
perilaku hidup dan pengisinya, dan bangunlah nilai-nilai kesempurnaan karena
sesuatu itu tak bakal ia pernah sempurna.
FOKUS MENUJU TUJUAN:
Ingatlah, tiap perjalanan bermula dari
langkah kecil maka fokus lah melangkah untuk memicu ayunan langkah berikutnya. Keberuntungan
hanya berpihak pada orang cerdas yang fokus mewujudkan mimpinya. Banyak yang
bekerja keras tetapi hanya beberapa yang cerdas dan mereka yang sukses. Hanya karena
hanya mereka yang konsisten berorientasi ke hasil akhir.
TAKLUKKAN PERASAAN ANDA:
Perasaan hati kerap menggerus ekses gejolak
pemikiran dan menjadi ganjal penghalang pencapaian tujuan. Rasa enggan kerap menghalangi
upaya penyampaian atas sesuatu karena tiap orang perasa kerap menyembunyikan
minat serta niatnya. Dan mencari alasan ‘nanti dulu, sikon nya engga pas’. Sejatinya,
Anda senantiasa bisa menciptakan kenyamanan itu tetapi menjadi terhalang oleh perasaan
Anda. Biarkan orang lain mendengar Anda karena itulah langkah awal bagaimana
Anda menguasai perasaan Anda. Kedepannya akan lebih baik lagi.
KONSENTRASI KE HAL-HAL YANG BISA ANDA
KONTROL:
Hanya Anda satu-satunya orang yang
paling bertanggungjawab atas tiap tindakan Anda. Hanya Anda yang paling berhak
menjalani hidup Anda sendiri, yang tercatat sebagai pemilik sah dari berbagai kesalahan
yang terjadi disepanjang perjalanan hidup Anda. Yang paling layak memperbaikinya,
merealisasikannya dan mengontrol hasilnya. Hanya Anda yang paling akuntabel menyipak
mental ganjal penghambat hidup Anda, walau tak mudah tetapi - apa pun itu, akan
menambah royalti kemampuan Anda.
Walau mustahil mengubah segalanya
tetapi Anda bisa mengubah sesuatu, maka berkonsentrasilah ke hal-hal yang bisa Anda
kontrol. Jangan sia-siakan bakat Anda, jangan buang energi untuk hal-hal di
luar kendali Anda. Fokus ke hal yang berpotensi menghasilkan.
FOKUS MENUJU TUJUAN:
Pikiran Anda bisa melakukan sesuatu
sebelum Anda berkemampuan merealisasikannya. Hindarkan pikiran negatif serta emosi
destruktif. Walau tak bisa mengontrol segala apa yang terjadi, tetapi Anda bisa
mengontrol reaksi diri Anda bagaimana menghadapinya. Hidup ini memiliki aspek
positif dan negatif dan sukses keberhasilan Anda tergantung pada aspek mana
Anda fokus. Jagalah perspektif itu, dan bersyukur lah atas tiap hal yang Anda
miliki – kini.
~Salam fokus selalu!
~Salam fokus selalu!
“Unless you try to do
something beyond what you have already mastered, you will never grow.”
~Ronald Osborn
Rabu, 01 Juni 2016
RAHASIA-(V): MKD – Remajakan Pikiran Anda
"It's all about dreams.
If I had to attribute my success in life to any one thing it is this. I
believed in my dreams, even when no one else did."
~Oprah Winfrey
BANGKIT DARI SITUASI SULIT:
Tiap orang akan pernah melalui masa-masa
sulit, melalui keterpurukan semangat atau terbebani kemerosotan mental, terhimpit
situasi seolah tertimpa reruntuhan dunia, gontai rubuh kehilangan harapan. Semua
mengalaminya - tanpa terkecuali, hingga bahkan ada yang berpendapat bahwa masa-masa
sulit adalah suatu warna di suatu perjalanan masa.
Terkecuali sumbang saran tak pernah ada
formula tokcer bagaimana cara menghadapinya. Sekalipun ‘pakar saran’ paling
hanya akan menyumbang saran dan pendapat; “agar selalu tabah, tawakal dan tetap
bersemangat”. Hanya itu - dan itu bagus. Dan bangkitlah perlahan hirup nafas
dalam-dalam, ingatkan diri Anda bahwa keterpurukan hanya suatu tahap yang harus
dilalui kala sedang berusaha mencapai sukses keberhasilan.
Halau rasa malu, tetap fokus pada apa yang
Anda miliki, bukan pada apa yang tidak Anda miliki atau yang pernah dimiliki. Secuil
harapan dapat memutar roda situasi bangkit dari keterpurukan. Sejatinya Anda lebih
kuat dimasa sulit.
AMPUNI ORANG LAIN DAN MAAFKAN DIRI
SENDIRI:
Mudah mengatakan tetapi sulit melaksanakan!
Tak apa, karena waktu akan mengubahnya. Tiap kita terluka – siapapun Anda, kita
dengan mudahnya menyalahkan orang lain dan kita kerap lupa bahwa kita pun turut
serta dan berperan aktif melukai. Menyalahkan orang lain bukan jalan keluar malah
bertambah ruwet, akan lebih mudah menariknya dan menjadikannya sebagai
tanggungjawab sendiri. Memahami siksa sakit menjadi pengalaman berharga.
Kala teringat lagi, renungkanlah. Betul
sulit untuk tak teringat apalagi hal sebab muasal musababnya. Sibukkan diri
Anda, kerjakan berbagai hal berharga kelak itu pasti akan memupusnya.
Pengampunan adalah obat, walau tak bisa
menghapus tetapi akan melepaskan Anda dari siksa sakit yang mendera. Bebaskan
diri dari kebencian untuk memacu proses melupakan. Anda akan semakin kukuh melanjutkan
hidup Anda – dan itu yang berharga.
DENGARKAN SUARA HATI ANDA:
Lakukan sesuatu, bahkan jika itu untuk membantu
orang lain mencapai sukses keberhasilannya. Bantu orang-orang di sekitar Anda, bimbing
mereka memahami cara yang lebih baik, semakin banyak membantu semakin Anda
terbantu menemukan kebijaksanaan diri.
Cinta dan kebaikan terlahir dari nurani,
maka cubalah mendengarkan suara hati Anda. Mendiskusikan ide-ide gagasan Anda
dengan orang-orang terdekat Anda akan membentuk ruang tempat intuisi Anda berkembang.
Berlaku jujur terhadap diri sendiri dengan mengatakan apa yang perlu dikatakan,
itu adalah kata hati Anda. Lakukan yang benar menurutkan suara hati Anda.
REMAJAKAN PIKIRAN ANDA:
Kontrol tingkat stres Anda dengan istirahat
yang cukup, sejenak berhenti mengumpulkan enerji untuk kemudian maju bergerak
lagi. Kesibukan memompa habis daya pikir dan istirahat akan meremajakannya
kembali untuk lebih produktif. Istirahat akan membantu Anda mendapatkan kembali
tingkat kewarasan Anda dan merefleksikannya kedalam tindakan.
Beristirahat sembari menikmati
momen-momen dalam hidup serasa nikmat daripada menunggu hal-hal yang besar.
Kebahagiaan bisa ditemukan pada hal-hal kecil dari berbagai peristiwa sehari-hari.
Nikmat secangkir kopi bahkan bisa menjadi kesenangan kecil yang meningkatkan kualitas
hidup Anda.
~Salam nikmat selalu!Jumat, 27 Mei 2016
RAHASIA-(IV): MKD - Antusias Akan Keberhasilan Orang Lain
"The pessimist sees the difficulty in every
opportunity. The optimist, the opportunity in every difficulty."
~L. P. Jacks
ALASAN YANG TEPAT:
Alasan yang tepat kerap dikenal sebagai
‘komitmen’. Konon dianggap bak stempel perlambang jati diri, acap diikrarkan di
awal memulai sesuatu hubungan. Memulai sesuatu dengan ‘alasan yang tepat’ berarti
berpegang pada suatu komitmen yang jelas. Tetapi hindarkan tiap ‘komitmen’ yang
dibangun dengan alasan yang tidak tepat – walau itu jelas. Cara menentukan ‘alasan
yang tepat’ tak pula mudah bahkan tak semudah membuat sesuatu alasan.
Konon suatu ‘komitmen’ tidak memerlukan
sesuatu alasan apa pun karena itu adalah ukuran kadar nurani. Semisal berkomitmen
menghormati seseorang, tak diperlukan alasan untuk kita berlaku sedemikian itu.
Kita hanya perlu menunjukkan bahwa kita sungguh sangat menghormatinya, entah
apa ‘alasan yang tepat’ sama sekali tidak diperlukan.
Ada juga yang berpendapat bahwa
‘komitmen’ adalah gambaran jati diri bak ukuran kejujuran seseorang – apakah dapat
diandalkan. Orang yang kerap lupa akan jati dirinya tak akan lupa membanggakan
orang satu lainnya, biasanya ia dipenuhi sekarung komitmen, dan hanya dia
seorang yang tahu komitmen yang mana yang dia pernah penuhi. Kerap berseru
bahwa tindakan jauh lebih penting dibandingkan alasan tetapi selalu membopong berkarung-karung
‘alasan’ – terkenal sebagai mister sejuta kata.
BERBAGI KESEMPATAN:
Hanya orang tua yang rela berbagi kesempatan
dengan anaknya dan kita tidak diperkenankan mengakui semua orang adalah orang
tua kita. Kita hanya diberi hak untuk memiliki seperlunya – cukup dua saja.
Sebaliknya, kerelaan ‘berbagi kesempatan’
dengan tiap orang tak akan menjadikan kita menjadi orang tua dari setiap orang,
tetapi tindakan berbagi kesempatan diharapkan akan melahirkan berbagai rupa kesempatan lainnya untuk
banyak orang.
Kerelaan ‘berbagi’ menjadi
jalan untuk kita bisa lebih menghargai nilai-nilai kehidupan bahwa tiap orang
berkemampuan mengelola sendiri kesempatan dirinya untuk sukses. Sejatinya tiap
orang hanya memerlukan ‘kesempatan’.
BERSAING BAIK-BAIK MENJADI YANG
TERBAIK:
Bersaing adalah peradaban tertua bahkan
kehidupan ini pun diduga tercipta adalah oleh karena persaingan – bersaing menjadi
yang terbaik. Diri kita sekalipun tak kunjung lepas dari hal persaingan yang
kadang bahkan gamang untuk sekedar bisa menjelaskannya. Konon katanya, istilah
‘Niat & Kesempatan’ pun terlahir dari sesuatu persaingan didalam diri kita ditempat
mana keduanya bersemayam. Adalah cukup alasan untuk kita bisa mempersiapkan diri
'bersaing baik-baik menjadi yang terbaik’ dengan tetap menjunjung prinsip
saling menghormati.
Tiap kita terinspirasi oleh orang satu lainnya,
hingga berminat mendalami bahkan kemudian bersaing dengan inspirator kita, maka
peliharalah persaingan itu untuk bisa menjaring ragam inspirasi-inspirasi
lainnya.
Bersaing baik-baik untuk menjadi yang
terbaik adalah langkah terbaik memaksimalkan pencapaian rekor pribadi selama
kita hidup.
ANTUSIAS AKAN KEBERHASILAN ORANG LAIN:
Bersorak untuk kemenangan orang lain
hanya akan ditemukan pada orang-orang yang memegang teguh sportifitas
persaingan – jamaknya seperti itu. Mengakui keberhasilan orang lain memang tak
mudah, tetapi itu adalah bentuk penghargaan kita akan nilai-nilai perjuangan.
Betapa sesuatu itu harus diperjuangkan dan kita jujur mengakuinya.
Antusias akan keberhasilan orang lain bertujuan
mengapresiasi pencapaian penciptaan sesuatu keberhasilan. Bersyukur mensyukuri
keberhasilan orang lain akan menebalkan keyakinan bahwa kita tidak akan pernah
berhasil tanpa orang lain. Kelak orang lain pun akan bersorak mensyukuri
keberhasilan Anda.
~Salam antusias!
Langganan:
Postingan (Atom)









