Judulnya lucu, tetapi anggap saja sebagai "Perencanaan" yang artinya konsep meng-konsep tentang gambaran tujuan dan cara mencapainya. Karena sifatnya masih 'konsep' maka ia bermula dari 'bagaimana' - terus begitu sampai 'si bagaimana itu mentok'. Maka tak heran jika ia kerap berubah-ubah mengikutkan berbagai kemungkinan. Memilih satu daripadanya yakni yang paling memungkinkan.
RENCANA:
Kata orang pintar, “Rencana” itu adalah merupakan
rangkaian kisi-kisi pembatas akan gambaran dari berbagai potensi kemungkinan
yang mungkin terjadi atau akan terjadi untuk mencapai tujuan. Tetapi kita bukan pintar-pintaran untuk tahu bahwa walau tidak semua tujuan mengalami
proses yang sama tetapi mencari tahu gambaran potensi keterjadian memang
diperlukan.
MENYUSUN
RENCANA:
Ini adalah langkah awal dari sesuatu kegiatan. Sedari membahas
tujuan, arah sasaran dan cara bagaimana mencapainya; Apa kemungkinan yang akan
terjadi; Apa kemungkinan yang akan mengganjal; dan dengan Cara apa menanganinya;
langkah-langkah Apa yang diperlukan; Apa yang tersedia; serta yang mana Yang
memungkinkan untuk dilaksanakan, dll.
Pokok nya penuh dengan kegiatan mengumpulkan
keping-keping bagaimana dan bagaimana serta bagaimana dengan si bagaimana-bagaimana
itu. Sederhananya begitu itu.
KERANGKA
RENCANA:
Keping-keping bagaimana dan bagaimana plus segala itu-itu
dikumpulkan, dirangkai sampai menjadi gundukan ini-itu, dirapikan hingga menjadi
“begini-begitu”.
Bila nanti terjadi begini-ini, maka begitu-itu lah menghadapinya.
Tetapi bila nanti yang terjadi adalah begitu-itu, maka ini-itu lah cara
menanganinya. Bila berbeda, tambahkan saja ke ‘ini’, jika lain tambahkan ke ‘itu’.
Semua ini-itu dikumpulkan, satu satu diperiksa ulang.
Tiap ini-itu yang tidak mungkin dilaksanakan, disingkirkan satu per satu.
Begitu terus sampai gundukan ini-itu menipis, kian berkurang
demi alasan macam rupa prihal yang mungkin dimungkinkan. Mengkerucut dan menjadi
“Kerangka Rencana”; dan ditetapkan, dan itu menjadi keputusan akhir tentang bagaimana
kegiatan itu dilaksanaan. Dan itu lah pedoman, menjadi ketentuan peta arah
jalan yang akan ditempuh dan harus ditempuh. Penyimpangan terhadapnya – salah!
Jika ada alasan – kenapa salah, itu merupakan keputusan para petinggi.
PELAKSANAAN RENCANA:
Kedengaran nya Rumit juga ya, sedari penyusunan hingga
penetapan nya. Tak apa, memang begitu itu untuk menghasilkan gambaran utuh
tentang tujuan. Perubahan demi perubahan terus berubah dan berubah, bahkan berubah
lagi untuk mengubah perubahan itu. Bila perlu yang mengubah ikut diubah daripada
terus berulah mengubah-ubah.
Pada skala tertentu, penyusunan “Rencana” melibatkan
banyak pihak dari banyak latar belakang serta banyak rupa macam pengalaman.
Terjadi banyak pembahasan karena banyak yang harus
dibahas dan banyak yang membahas, tetapi tak banyak yang tahu “apa sebenar Tujuan
itu”. Tak heran jika tak banyak yang yakin, dan malah bertanya “bisa tercapai kah?”
Dan semakin banyak yang turut berebut ikut memperebutkan posisi “pelaksana”, tergiur bayangan bonus
dan perolehan hasil apalagi anggaran biaya nya menggiurkan. Tetapi yang itu
tidak direncanakan!
~Salam sukses berencana!
