Jika penyusunan rencana menghasilkan “kerangka rencana” dan
menjadi pedoman umum tentang tujuan dan cara mencapainya, maka “rencana
stratejik” menjadi pedoman teknis pelaksanaannya.
STRATEJIK ITU
APA:
Dikatakan “stratejik” karena bersifat gambaran teknis
tentang pengaturan bertahap, mencakup: tata aturan, taktik serta langkah apa yang
diperlukan; langkah yang mana yang harus didahulukan; selanjutnya bagaimana. Menjabarkan
inti pokok “kerangka rencana”.
Jika itu tentang bisnis, maka “rencana stratejik” menggambarkan
tentang barang apa yang akan dijual; berapa harganya; siapa kira-kira yang berminat;
bagaimana memasarkan, dll. Oleh karena “promosi” adalah bagian dari kegiatan pemasaran,
maka cara bagaimana kegiatan promosi akan dilakukan menjadi bagian dari “rencana
stratejik penjualan”. Kira-kira begitu itulah!
KAPAN STRATEJIK
DIPERLUKAN:
Pakar umumnya sepakat kalau konsep ini hakikatnya didasarkan
pada prinsip efisiensi, efektifitas dan ekonomis, tujuannya memaksimalkan
pemanfaatan sumber daya. Didorong oleh faktor ketidakpastian, iklim persaingan,
termasuk ketentuan peraturan perundang-undangan. Kehandalan “rencana stratejik”
diakui turut menentukan tingkat keberhasilan bahkan banyak yang gagal mengaku
gagal karena minus “stratejik”. Jadi diperlukan untuk sukses.
KAPAN STRATEJIK
PERLU DIEVALUASI:
“Rencana stratejik” akan memperjelas garis kebijakan antar
bagian, bagaimana berkordinasi, berkontribusi dan kompak terpadu. Tanpanya, keputusan
sulit diambil karena terhalang banyak faktor yang saling terkait dan bertautan.
Jika keputusan hanya didasarkan pada insting pelaksana kuatir terkontaminasi oleh
faktor ‘subjektif’.
“Rencana stratejik” juga memperkaya innovasi kreasi
pelaksana bahkan menjadi termotivasi memberikan masukan tentang situasi lapangan
untuk kesempurnaannya. Tingkat kegagalan bisa diminimalkan dengan tindakan antisipasi
berdasarkan kehandalan dan akurasi data. Tatkala input masukan diperoleh saatnya
untuk dievaluasi. Jika tiap saat ada masukan maka tiap saatlah dievaluasi.
EVALUASI BERKESINAMBUNGAN:
Terkadang bahkan evaluasi sudah terjadi dan ter-evaluasi
oleh kreatifitas pelaksana dan itu tak perlu dipersoalkan jika untuk
kemanfaatannya. Konsep “rencana stratejik” harus dinamis karena akan selalu diperhadapkan
dengan dinamika lapangan di tataran yang berbeda. Dan akan selalu diberdayakan
oleh pemahaman ranah permainan dan pengenalan target serta iklim persaingan
yang kian jelas. Diperlukan evaluasi dari waktu ke waktu untuk semakin menegaskan
tata aturan bagaimana sesuatu itu dilaksanakan, dan untuk menjabarkannya dengan
jelas agar semakin mudah dimengerti.
Misalnya:
Jika itu tentang “rencana stratejik penjualan” maka kebijakan
iklan dan cara promosi akan mempengaruhi harga jual hingga ke persediaan bahkan
pengiriman dan pergudangan.
Tak perlu heran jika ditiru oleh pesaing, saatnya untuk dievaluasi.
Pola perilaku pelanggan yang berubah-ubah serta dinamika lapangan harus
dipertimbangkan. Tidak mengapa jika tidak bisa sempurna, tetapi tindakan menyempurnakan
adalah keharusan. Maka sempurnakanlah!
Salam stratejik!
"You
don't lead by lip service, you lead by example."
~Jim Leyland