Rabu, 22 Juni 2016

STRATEJIK (2)-: Rencana Stratejik

Jika penyusunan rencana menghasilkan “kerangka rencana” dan menjadi pedoman umum tentang tujuan dan cara mencapainya, maka “rencana stratejik” menjadi pedoman teknis pelaksanaannya.

STRATEJIK ITU APA:
Dikatakan “stratejik” karena bersifat gambaran teknis tentang pengaturan bertahap, mencakup: tata aturan, taktik serta langkah apa yang diperlukan; langkah yang mana yang harus didahulukan; selanjutnya bagaimana. Menjabarkan inti pokok “kerangka rencana”.
Jika itu tentang bisnis, maka “rencana stratejik” menggambarkan tentang barang apa yang akan dijual; berapa harganya; siapa kira-kira yang berminat; bagaimana memasarkan, dll. Oleh karena “promosi” adalah bagian dari kegiatan pemasaran, maka cara bagaimana kegiatan promosi akan dilakukan menjadi bagian dari “rencana stratejik penjualan”. Kira-kira begitu itulah!

KAPAN STRATEJIK DIPERLUKAN:
Pakar umumnya sepakat kalau konsep ini hakikatnya didasarkan pada prinsip efisiensi, efektifitas dan ekonomis, tujuannya memaksimalkan pemanfaatan sumber daya. Didorong oleh faktor ketidakpastian, iklim persaingan, termasuk ketentuan peraturan perundang-undangan. Kehandalan “rencana stratejik” diakui turut menentukan tingkat keberhasilan bahkan banyak yang gagal mengaku gagal karena minus “stratejik”. Jadi diperlukan untuk sukses.

KAPAN STRATEJIK PERLU DIEVALUASI:
“Rencana stratejik” akan memperjelas garis kebijakan antar bagian, bagaimana berkordinasi, berkontribusi dan kompak terpadu. Tanpanya, keputusan sulit diambil karena terhalang banyak faktor yang saling terkait dan bertautan. Jika keputusan hanya didasarkan pada insting pelaksana kuatir terkontaminasi oleh faktor ‘subjektif’.
“Rencana stratejik” juga memperkaya innovasi kreasi pelaksana bahkan menjadi termotivasi memberikan masukan tentang situasi lapangan untuk kesempurnaannya. Tingkat kegagalan bisa diminimalkan dengan tindakan antisipasi berdasarkan kehandalan dan akurasi data. Tatkala input masukan diperoleh saatnya untuk dievaluasi. Jika tiap saat ada masukan maka tiap saatlah dievaluasi.

EVALUASI BERKESINAMBUNGAN:
Terkadang bahkan evaluasi sudah terjadi dan ter-evaluasi oleh kreatifitas pelaksana dan itu tak perlu dipersoalkan jika untuk kemanfaatannya. Konsep “rencana stratejik” harus dinamis karena akan selalu diperhadapkan dengan dinamika lapangan di tataran yang berbeda. Dan akan selalu diberdayakan oleh pemahaman ranah permainan dan pengenalan target serta iklim persaingan yang kian jelas. Diperlukan evaluasi dari waktu ke waktu untuk semakin menegaskan tata aturan bagaimana sesuatu itu dilaksanakan, dan untuk menjabarkannya dengan jelas agar semakin mudah dimengerti.
Misalnya:
Jika itu tentang “rencana stratejik penjualan” maka kebijakan iklan dan cara promosi akan mempengaruhi harga jual hingga ke persediaan bahkan pengiriman dan pergudangan.
Tak perlu heran jika ditiru oleh pesaing, saatnya untuk dievaluasi. Pola perilaku pelanggan yang berubah-ubah serta dinamika lapangan harus dipertimbangkan. Tidak mengapa jika tidak bisa sempurna, tetapi tindakan menyempurnakan adalah keharusan. Maka sempurnakanlah!
Salam stratejik!

"You don't lead by lip service, you lead by example."
~Jim Leyland
We are because it is works