“Ketika tak lagi
ada orang untuk bisa Anda ajak bicara, Anda tak akan kehabisan kata-kata walau
Anda tak lagi memerlukannya”
~Hotman Sihombing
~Hotman Sihombing
Konon katanya, KEWARASAN Anda akan sangat tergantung pada
tingkat kewarasan orang satu lainnya. Ketika Anda ditanya: “waras kah Anda?” akan sia-sia jika dijawab sendiri – harus orang
lain. Itu menjadi bukti betapa tiap orang memerlukan orang satu lainnya
setidaknya untuk membantah kata; “Anda tidak waras!” Tak soal apakah Anda
dibela karena kasihan atau karena simpati atau kecewa, atau oleh karena takut? Anda
bahkan akan dinilai paling waras jika Anda membayar untuk itu. Kian tak waras
saja!
Manakala kemampuan Anda dipertanyakan oleh orang-orang atau
bahkan diragukan, Anda akan bersikukuh menjabarkan detil bukti pertanda - Anda mampu!
Tetapi, jika hanya diri Anda seorang yang mengakui - masih waras kah?
Bila tiap orang mempertanyakan keabsahan tujuan Anda melakukan
sesuatu, bahkan meragukan alasan yang membenarkannya, dan Anda berjuang menjelaskan
sedari titik koma hingga tanda kutip berikut garing yang menyertai. Tetapi, jika
hanya diri Anda seorang yang mengakui – masih waras kah?
Ketika orang banyak ragu akan kejujuran Anda dan bahkan meragukan
tolok ukur penguji tingkat kejujuran Anda, dan Anda bersumpah tujuh lapis
langit tujuh lapis bumi - bahwa Anda jujur! Bahkan sumpah pocong pun Anda lakoni.
Tetapi, jika hanya diri Anda seorang yang berterima – masih waras kah Anda?
Saat orang-orang memojokkan Anda, seolah tiap perilaku
Anda salah semua; seolah apapun yang Anda kerjakan salah adanya, apapun keputusan
Anda – tak ada dasar hukumnya. Bahkan tiap alasan yang membenarkan pun menjadi alasan
tambahan memojokkan Anda. Semakin Anda bersikukuh semakin Anda dicemooh, dan
Anda kian terpojok. Tetapi Anda sendiri menolak untuk ‘Mojok’! Masih waras kah?
Andai kian banyak orang ragu akan kewarasan Anda, bahkan tiap
kali Anda membantah dianggap kian tidak waras saja; Semua keputusan Anda diragukan,
seolah tiap satu daripadanya didasarkan pada ketidakwarasan semata - semakin tak
waras saja!
Jika sebelumnya hanya diduga tidak waras, kini ini Anda
didakwa telah berlaku tidak waras. Kian hari orang kian khawatir akan simpanan
ketidakwarasan Anda yang lain - diduga masih banyak tersusun rapi di ubun-ubun Anda.
Cilaka, bakal keluar semua!
Semakin tegas Anda membantah kian tak waras Anda. Semakin
Anda berlagak waras makin terlihat tidak waras. Tetapi, Anda tak mau mengaku -
masih waras kah Anda?
Apalagi Anda pun mahfum bahwa tingkat KEWARASAN Anda sepenuhnya
tergantung pada orang banyak, karena oleh karena sebab musabab itulah mengapa
ada orang bermilyar-milyar bisa bersama hidup damai menghuni dunia ini. Maka patuhi lah peraturan demi keteraturan. Jika menyimpang - mengapa
pula bersitegang kukuh mengaku WARAS? Sungguh tak waras Anda!
~Salam waras selalu!
~Salam waras selalu!
