Senin, 13 Juni 2016

RAHASIA – (VII): MKD – Masih Waras Kah Anda?

“Ketika tak lagi ada orang untuk bisa Anda ajak bicara, Anda tak akan kehabisan kata-kata walau Anda tak lagi memerlukannya”
~Hotman Sihombing
Join My Team!
Konon katanya, KEWARASAN Anda akan sangat tergantung pada tingkat kewarasan orang satu lainnya. Ketika Anda ditanya: “waras kah Anda?” akan sia-sia jika dijawab sendiri – harus orang lain. Itu menjadi bukti betapa tiap orang memerlukan orang satu lainnya setidaknya untuk membantah kata; “Anda tidak waras!” Tak soal apakah Anda dibela karena kasihan atau karena simpati atau kecewa, atau oleh karena takut? Anda bahkan akan dinilai paling waras jika Anda membayar untuk itu. Kian tak waras saja!
Manakala kemampuan Anda dipertanyakan oleh orang-orang atau bahkan diragukan, Anda akan bersikukuh menjabarkan detil bukti pertanda - Anda mampu! Tetapi, jika hanya diri Anda seorang yang mengakui - masih waras kah?
Bila tiap orang mempertanyakan keabsahan tujuan Anda melakukan sesuatu, bahkan meragukan alasan yang membenarkannya, dan Anda berjuang menjelaskan sedari titik koma hingga tanda kutip berikut garing yang menyertai. Tetapi, jika hanya diri Anda seorang yang mengakui – masih waras kah?
Ketika orang banyak ragu akan kejujuran Anda dan bahkan meragukan tolok ukur penguji tingkat kejujuran Anda, dan Anda bersumpah tujuh lapis langit tujuh lapis bumi - bahwa Anda jujur! Bahkan sumpah pocong pun Anda lakoni. Tetapi, jika hanya diri Anda seorang yang berterima – masih waras kah Anda?
Saat orang-orang memojokkan Anda, seolah tiap perilaku Anda salah semua; seolah apapun yang Anda kerjakan salah adanya, apapun keputusan Anda – tak ada dasar hukumnya. Bahkan tiap alasan yang membenarkan pun menjadi alasan tambahan memojokkan Anda. Semakin Anda bersikukuh semakin Anda dicemooh, dan Anda kian terpojok. Tetapi Anda sendiri menolak untuk ‘Mojok’! Masih waras kah?
Andai kian banyak orang ragu akan kewarasan Anda, bahkan tiap kali Anda membantah dianggap kian tidak waras saja; Semua keputusan Anda diragukan, seolah tiap satu daripadanya didasarkan pada ketidakwarasan semata - semakin tak waras saja!
Jika sebelumnya hanya diduga tidak waras, kini ini Anda didakwa telah berlaku tidak waras. Kian hari orang kian khawatir akan simpanan ketidakwarasan Anda yang lain - diduga masih banyak tersusun rapi di ubun-ubun Anda. Cilaka, bakal keluar semua!
Semakin tegas Anda membantah kian tak waras Anda. Semakin Anda berlagak waras makin terlihat tidak waras. Tetapi, Anda tak mau mengaku - masih waras kah Anda?
Apalagi Anda pun mahfum bahwa tingkat KEWARASAN Anda sepenuhnya tergantung pada orang banyak, karena oleh karena sebab musabab itulah mengapa ada orang bermilyar-milyar bisa bersama hidup damai menghuni dunia ini. Maka patuhi lah peraturan demi keteraturan. Jika menyimpang - mengapa pula bersitegang kukuh mengaku WARAS? Sungguh tak waras Anda!
~Salam waras selalu!