"Everyone
has inside of him a piece of good news. The good news is that you don't know
how great you can be! How much you can love! What you can accomplish! And what
your potential is!"
~Anne
Frank
Jamak diketahui pebisnis
pemula mengawali bisnisnya hanya karena diajak teman, diajak kerabat, hanya berdasarkan
cerpen – bakal untung sekian. Hingga tersadar dan mengubah bisnisnya diubah dan
berubah lagi bahkan malah lupa pada rencana bisnis semula. Beberapa diantaranya
malah terhenti. Lainnya terus giat, tetapi hanya sebatas berencana dan tak
kunjung mulai. Didera rasa kuatir, menjadi tidak percaya diri terbelenggu oleh
ketakutan sendiri – jika nanti gagal bagaimana? Cilaka!
Berikut, disajikan beberapa
saran sederhana:
CARI TAHU DULU:
Pemula disarankan
untuk mencari tahu dulu infomasi sebanyak mungkin. Jika memungkinkan dapatkan
informasi dari orang yang sudah menjalankannya. Untuk tahu: hal apa saja yang
perlu diketahui; hal apa saja yang perlu dipersiapkan; apa saja yang harus
dilakukan; yang mana yang harus didahulukan; perijinan apa yang diperlukan. Cari
tahu itu dulu!
LIHAT-LIHAT DULU:
Jangan bosan bertanya
untuk mengumpulkan jawaban. Jika memungkinkan upayakan untuk bisa melihat-lihat
dari dekat - aktivitas nya apa saja? Amati caranya – pelaksanaannya bagaimana? Kemungkinan
masih ada informasi lain atau mungkin ada jenis bisnis tertentu yang memiliki keterkaitan
– apa itu? Lihat-lihat dulu!
PELAJARI DULU:
Pemula kerap tergopoh-gopoh
menyelesaikan tiap hal. Jika diberitahu satu hal cenderung ingin tahu banyak
hal. Jika diminta fokus di tiap hal, cenderung menantang ingin bisa segala hal.
Mendebat tiap hal, tak sabar seolah lupa perlu waktu untuk tahu apa itu - tiap
hal. Maka itu, pelajari dulu!
BERTAHAP DULU:
Pemula kerap digayuti
sejuta bayang impian keuntungan yang terkadang mencengangkan, lupa akan tiap situasi
yang bisa merugi. Terbuai lamunan untung dan bakal beruntung. Beruntung lagi, dan
lagi-lagi beruntung.
Ingin lekas-lekas membeli
MONAS. Akan dia taruh buaya berjaga siang malam hingga mertua tetangga tak lagi
bebas duduk ngopi di sana. Pemula kerap lupa bahwa tiap sesuatu itu memerlukan
tahapannya sendiri-sendiri. Yang sabar, bertahap dulu!
KECIL-KECILAN DULU:
Menjaring informasi akan
lebih efektif jika dilakukan sembari berbisnis, barangkali skala kecil bisa membuat
leluasa bergaul dengan pebisnis lainnya. Berbisnis kecil-kecilan akan memicu mental
kewirausahaan, jika disiplin akan dapat membuka kesempatan besar – mungkin malah
lebih menguntungkan. Malu? Bisnis Online dulu!
BISNIS ONLINE DULU:
Pemula tak perlu mengubah-ubah
rencana jika tidak pernah memulainya, apalagi jika alasannya hanya karena –
akan malu, jikalau gagal! Kini ini, tak lagi perlu
malu. Teknologi telah berhasil membuat tiap orang terlihat lebih pintar. Fitur-fitur
gadget, tablet, laptop, dll., bahkan berhasil membuat bisnis kian mudah dan
murah.
Jika dulu tenaga penjual dianggap memerlukan pelatihan khusus, kini cukup
dengan pengetahuan: “bisa email”, langsung bisa “promosi” di sosmed. Langsung berjualan
- sembari melamun, engga ada yang tahu!
Laju teknologi kian
memudahkan bisnis, seolah mentertawakan pengetahuan yang dipersyaratkan professor
angkatan terdahulu. Berlalu sudah era buku tebal-tebal. Sudah tak jaman menghapal
macam rupa istilah marketing. Cukup dengan: “Klik dan Klik saja”. Itu saja. Dan
itu stratejik juga.
~Salam klik-klik!
