Jumat, 08 Juli 2016

STRATEJIK (5)-: Malu Memulai Bisnis - Perlu Stratejik Apa?

"Everyone has inside of him a piece of good news. The good news is that you don't know how great you can be! How much you can love! What you can accomplish! And what your potential is!"
~Anne Frank

Jamak diketahui pebisnis pemula mengawali bisnisnya hanya karena diajak teman, diajak kerabat, hanya berdasarkan cerpen – bakal untung sekian. Hingga tersadar dan mengubah bisnisnya diubah dan berubah lagi bahkan malah lupa pada rencana bisnis semula. Beberapa diantaranya malah terhenti. Lainnya terus giat, tetapi hanya sebatas berencana dan tak kunjung mulai. Didera rasa kuatir, menjadi tidak percaya diri terbelenggu oleh ketakutan sendiri – jika nanti gagal bagaimana? Cilaka! 
Berikut, disajikan beberapa saran sederhana:

CARI TAHU DULU: 
Pemula disarankan untuk mencari tahu dulu infomasi sebanyak mungkin. Jika memungkinkan dapatkan informasi dari orang yang sudah menjalankannya. Untuk tahu: hal apa saja yang perlu diketahui; hal apa saja yang perlu dipersiapkan; apa saja yang harus dilakukan; yang mana yang harus didahulukan; perijinan apa yang diperlukan. Cari tahu itu dulu!

LIHAT-LIHAT DULU:
Jangan bosan bertanya untuk mengumpulkan jawaban. Jika memungkinkan upayakan untuk bisa melihat-lihat dari dekat - aktivitas nya apa saja? Amati caranya – pelaksanaannya bagaimana? Kemungkinan masih ada informasi lain atau mungkin ada jenis bisnis tertentu yang memiliki keterkaitan – apa itu? Lihat-lihat dulu!

PELAJARI DULU:
Pemula kerap tergopoh-gopoh menyelesaikan tiap hal. Jika diberitahu satu hal cenderung ingin tahu banyak hal. Jika diminta fokus di tiap hal, cenderung menantang ingin bisa segala hal. Mendebat tiap hal, tak sabar seolah lupa perlu waktu untuk tahu apa itu - tiap hal. Maka itu, pelajari dulu!

BERTAHAP DULU:
Pemula kerap digayuti sejuta bayang impian keuntungan yang terkadang mencengangkan, lupa akan tiap situasi yang bisa merugi. Terbuai lamunan untung dan bakal beruntung. Beruntung lagi, dan lagi-lagi beruntung.
Ingin lekas-lekas membeli MONAS. Akan dia taruh buaya berjaga siang malam hingga mertua tetangga tak lagi bebas duduk ngopi di sana. Pemula kerap lupa bahwa tiap sesuatu itu memerlukan tahapannya sendiri-sendiri. Yang sabar, bertahap dulu!

KECIL-KECILAN DULU:
Menjaring informasi akan lebih efektif jika dilakukan sembari berbisnis, barangkali skala kecil bisa membuat leluasa bergaul dengan pebisnis lainnya. Berbisnis kecil-kecilan akan memicu mental kewirausahaan, jika disiplin akan dapat membuka kesempatan besar – mungkin malah lebih menguntungkan. Malu? Bisnis Online dulu!

BISNIS ONLINE DULU:
Pemula tak perlu mengubah-ubah rencana jika tidak pernah memulainya, apalagi jika alasannya hanya karena – akan malu, jikalau gagal! Kini ini, tak lagi perlu malu. Teknologi telah berhasil membuat tiap orang terlihat lebih pintar. Fitur-fitur gadget, tablet, laptop, dll., bahkan berhasil membuat bisnis kian mudah dan murah.

Jika dulu tenaga penjual dianggap memerlukan pelatihan khusus, kini cukup dengan pengetahuan: “bisa email”, langsung bisa “promosi” di sosmed. Langsung berjualan - sembari melamun, engga ada yang tahu!

Laju teknologi kian memudahkan bisnis, seolah mentertawakan pengetahuan yang dipersyaratkan professor angkatan terdahulu. Berlalu sudah era buku tebal-tebal. Sudah tak jaman menghapal macam rupa istilah marketing. Cukup dengan: “Klik dan Klik saja”. Itu saja. Dan itu stratejik juga.
~Salam klik-klik!
Join MySFITeam