Senin, 27 Juni 2016

STRATEJIK (3)-: Stratejik Pertumbuhan

“Stratejik pertumbuhan harus senantiasa dievaluasi karena tiap pertumbuhan memerlukan stratejik pertumbuhannya sendiri-sendiri”~Hotman Sihombing 

Evaluasi stratejik menjadi solusi awal untuk eksis dan terhindar dari risiko status quo. Terkadang stratejik bahkan telah ter-evaluasi sendiri oleh perubahan kebijakan pimpinan puncak ditengah situasi kondisi tertentu. Untuk menghadapi dinamika bisnis yang berubah-ubah diperlukan gagasan baru untuk disesuaikan dengan konsep stratejik dan menjadikannya sebagai konsep “stratejik pertumbuhan”.

STATUS QUO:
Beberapa jenis bisnis terlihat tumbuh pesat diawal-awal kemudian tenggelam, beberapa diantaranya terlihat bertahan – stagnan, seolah kehabisan minat berkembang. Stagnan terjadi karena berbagai faktor bahkan perubahan ketentuan perundang-undangan bisa memutus nadi pertumbuhan bisnis. Penetapan ulang tujuan awal diperlukan untuk menyesuaikannya dengan situasi riel - terkini.

PERILAKU MANAJEMEN:
Perilaku internal manajemen kerap menghambat gagasan perubahan apalagi jika itu diusung oleh level bawah. Kearifan manajemen puncak diperlukan untuk memicu sikap internal manajemen bisa menerima perubahan, dan jangan malah menjadi penghalang.
Nuansa persaingan internal perlu dikelola menambah bekal pertumbuhan, bila perlu disalurkan dengan mendirikan bisnis baru atau dengan membuka divisi tertentu. Misalnya: jika perusahaan fokus diproduksi, bisnis baru bisa fokus pada distribusi.

ARUS KAS:
Tak mudah menentukan kapan waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi “stratejik” tetapi Arus Kas yang memburuk kerap menjadi pemicu. Walau Arus Kas dipengaruhi oleh berbagai macam faktor namun reaksi manajemen umumnya langsung fokus pada penjualan, beban produksi dan tiap hal yang membuat Kas keluar - penghematan di semua lini operasional.
Saran untuk meng-evaluasi pangsa pasar; mencari tahu jenis produk yang stagnan; menganalisa pola perilaku konsumen; mengevaluasi tampilan disain produk, dll., akan dianggap mahal.
Saran untuk menciptakan fleksibilitas pada penjualan dengan memperluas pangsa pasar atau merubah sistim promosi akan dianggap kian membebani Arus Kas.
Kepanikan menggiring tiap tindakan fokus pada upaya memenuhi kebutuhan Kas untuk pembayaran gaji, upah serta biaya produksi. Manajemen puncak sulit mempercayai kehandalan hasil dari evaluasi “stratejik”, kerap terperangkap oleh pendapat bahwa Arus Kas adalah gambaran riel kondisi usaha. Namun, akan dianggap ampuh jika dilakukan untuk tujuan PHK - Pelanggaran!

STRATEJIK PERTUMBUHAN:
Reaksi manajemen terhadap pergolakan bisnis umumnya tidak sama. Ada yang fokus ke kompetisi iklim persaingan; fokus pada pangsa pasar; fokus pada tampilan disain dan kualitas produk; fokus ke kapasitas manajemen; fokus pada perbaikan layanan konsumen, bahkan meniru pesaing untuk tampil lebih baik.
Fokus pada teknologi baru cara berproduksi untuk memacu volume produksi dianggap bisa mengubah harga jual; meng-evaluasi pola perilaku konsumen dinilai penting; menggenjot iklan promosi; diskonto dan rabat potongan harga bahkan hingga cuci gudang merupakan stratejik merebut pasar. Ekspansi usaha pada skala tertentu dan tindakan memotong dana operasional manajemen bisa menjadi bumerang, tetapi itu juga bagian dari “stratejik pertumbuhan”.
Tidak ada stratejik pertumbuhan yang ideal untuk semua bidang bisnis namun fokus pada penghematan biaya kerap dianggap lebih mudah.
 ~Salam stratejik!


JMT

JoinmySFIteam

 

Rabu, 22 Juni 2016

STRATEJIK (2)-: Rencana Stratejik

Jika penyusunan rencana menghasilkan “kerangka rencana” dan menjadi pedoman umum tentang tujuan dan cara mencapainya, maka “rencana stratejik” menjadi pedoman teknis pelaksanaannya.

STRATEJIK ITU APA:
Dikatakan “stratejik” karena bersifat gambaran teknis tentang pengaturan bertahap, mencakup: tata aturan, taktik serta langkah apa yang diperlukan; langkah yang mana yang harus didahulukan; selanjutnya bagaimana. Menjabarkan inti pokok “kerangka rencana”.
Jika itu tentang bisnis, maka “rencana stratejik” menggambarkan tentang barang apa yang akan dijual; berapa harganya; siapa kira-kira yang berminat; bagaimana memasarkan, dll. Oleh karena “promosi” adalah bagian dari kegiatan pemasaran, maka cara bagaimana kegiatan promosi akan dilakukan menjadi bagian dari “rencana stratejik penjualan”. Kira-kira begitu itulah!

KAPAN STRATEJIK DIPERLUKAN:
Pakar umumnya sepakat kalau konsep ini hakikatnya didasarkan pada prinsip efisiensi, efektifitas dan ekonomis, tujuannya memaksimalkan pemanfaatan sumber daya. Didorong oleh faktor ketidakpastian, iklim persaingan, termasuk ketentuan peraturan perundang-undangan. Kehandalan “rencana stratejik” diakui turut menentukan tingkat keberhasilan bahkan banyak yang gagal mengaku gagal karena minus “stratejik”. Jadi diperlukan untuk sukses.

KAPAN STRATEJIK PERLU DIEVALUASI:
“Rencana stratejik” akan memperjelas garis kebijakan antar bagian, bagaimana berkordinasi, berkontribusi dan kompak terpadu. Tanpanya, keputusan sulit diambil karena terhalang banyak faktor yang saling terkait dan bertautan. Jika keputusan hanya didasarkan pada insting pelaksana kuatir terkontaminasi oleh faktor ‘subjektif’.
“Rencana stratejik” juga memperkaya innovasi kreasi pelaksana bahkan menjadi termotivasi memberikan masukan tentang situasi lapangan untuk kesempurnaannya. Tingkat kegagalan bisa diminimalkan dengan tindakan antisipasi berdasarkan kehandalan dan akurasi data. Tatkala input masukan diperoleh saatnya untuk dievaluasi. Jika tiap saat ada masukan maka tiap saatlah dievaluasi.

EVALUASI BERKESINAMBUNGAN:
Terkadang bahkan evaluasi sudah terjadi dan ter-evaluasi oleh kreatifitas pelaksana dan itu tak perlu dipersoalkan jika untuk kemanfaatannya. Konsep “rencana stratejik” harus dinamis karena akan selalu diperhadapkan dengan dinamika lapangan di tataran yang berbeda. Dan akan selalu diberdayakan oleh pemahaman ranah permainan dan pengenalan target serta iklim persaingan yang kian jelas. Diperlukan evaluasi dari waktu ke waktu untuk semakin menegaskan tata aturan bagaimana sesuatu itu dilaksanakan, dan untuk menjabarkannya dengan jelas agar semakin mudah dimengerti.
Misalnya:
Jika itu tentang “rencana stratejik penjualan” maka kebijakan iklan dan cara promosi akan mempengaruhi harga jual hingga ke persediaan bahkan pengiriman dan pergudangan.
Tak perlu heran jika ditiru oleh pesaing, saatnya untuk dievaluasi. Pola perilaku pelanggan yang berubah-ubah serta dinamika lapangan harus dipertimbangkan. Tidak mengapa jika tidak bisa sempurna, tetapi tindakan menyempurnakan adalah keharusan. Maka sempurnakanlah!
Salam stratejik!

"You don't lead by lip service, you lead by example."
~Jim Leyland
We are because it is works

Kamis, 16 Juni 2016

STRATEJIK (1)-: Rencana Me-Rencana-kan Rencana

Judulnya lucu, tetapi anggap saja sebagai "Perencanaan" yang artinya konsep meng-konsep tentang gambaran tujuan dan cara mencapainya. Karena sifatnya masih 'konsep' maka ia bermula dari 'bagaimana' - terus begitu sampai 'si bagaimana itu mentok'. Maka tak heran jika ia kerap berubah-ubah mengikutkan berbagai kemungkinan. Memilih satu daripadanya yakni yang paling memungkinkan.

RENCANA:
Kata orang pintar, “Rencana” itu adalah merupakan rangkaian kisi-kisi pembatas akan gambaran dari berbagai potensi kemungkinan yang mungkin terjadi atau akan terjadi untuk mencapai tujuan. Tetapi kita bukan pintar-pintaran untuk tahu bahwa walau tidak semua tujuan mengalami proses yang sama tetapi mencari tahu gambaran potensi keterjadian memang diperlukan.

MENYUSUN RENCANA:
Ini adalah langkah awal dari sesuatu kegiatan. Sedari membahas tujuan, arah sasaran dan cara bagaimana mencapainya; Apa kemungkinan yang akan terjadi; Apa kemungkinan yang akan mengganjal; dan dengan Cara apa menanganinya; langkah-langkah Apa yang diperlukan; Apa yang tersedia; serta yang mana Yang memungkinkan untuk dilaksanakan, dll.
Pokok nya penuh dengan kegiatan mengumpulkan keping-keping bagaimana dan bagaimana serta bagaimana dengan si bagaimana-bagaimana itu. Sederhananya begitu itu.

KERANGKA RENCANA:
Keping-keping bagaimana dan bagaimana plus segala itu-itu dikumpulkan, dirangkai sampai menjadi gundukan ini-itu, dirapikan hingga menjadi “begini-begitu”.
Bila nanti terjadi begini-ini, maka begitu-itu lah menghadapinya. Tetapi bila nanti yang terjadi adalah begitu-itu, maka ini-itu lah cara menanganinya. Bila berbeda, tambahkan saja ke ‘ini’, jika lain tambahkan ke ‘itu’.
Semua ini-itu dikumpulkan, satu satu diperiksa ulang. Tiap ini-itu yang tidak mungkin dilaksanakan, disingkirkan satu per satu.
Begitu terus sampai gundukan ini-itu menipis, kian berkurang demi alasan macam rupa prihal yang mungkin dimungkinkan. Mengkerucut dan menjadi “Kerangka Rencana”; dan ditetapkan, dan itu menjadi keputusan akhir tentang bagaimana kegiatan itu dilaksanaan. Dan itu lah pedoman, menjadi ketentuan peta arah jalan yang akan ditempuh dan harus ditempuh. Penyimpangan terhadapnya – salah! Jika ada alasan – kenapa salah, itu merupakan keputusan para petinggi.

PELAKSANAAN RENCANA:
Kedengaran nya Rumit juga ya, sedari penyusunan hingga penetapan nya. Tak apa, memang begitu itu untuk menghasilkan gambaran utuh tentang tujuan. Perubahan demi perubahan terus berubah dan berubah, bahkan berubah lagi untuk mengubah perubahan itu. Bila perlu yang mengubah ikut diubah daripada terus berulah mengubah-ubah.
Pada skala tertentu, penyusunan “Rencana” melibatkan banyak pihak dari banyak latar belakang serta banyak rupa macam pengalaman.
Terjadi banyak pembahasan karena banyak yang harus dibahas dan banyak yang membahas, tetapi tak banyak yang tahu “apa sebenar Tujuan itu”. Tak heran jika tak banyak yang yakin, dan malah bertanya “bisa tercapai kah?”
Dan semakin banyak yang turut berebut ikut memperebutkan posisi “pelaksana”, tergiur bayangan bonus dan perolehan hasil apalagi anggaran biaya nya menggiurkan. Tetapi yang itu tidak direncanakan! 
~Salam sukses berencana!
Join My SFI Team
 

Senin, 13 Juni 2016

RAHASIA – (VII): MKD – Masih Waras Kah Anda?

“Ketika tak lagi ada orang untuk bisa Anda ajak bicara, Anda tak akan kehabisan kata-kata walau Anda tak lagi memerlukannya”
~Hotman Sihombing
Join My Team!
Konon katanya, KEWARASAN Anda akan sangat tergantung pada tingkat kewarasan orang satu lainnya. Ketika Anda ditanya: “waras kah Anda?” akan sia-sia jika dijawab sendiri – harus orang lain. Itu menjadi bukti betapa tiap orang memerlukan orang satu lainnya setidaknya untuk membantah kata; “Anda tidak waras!” Tak soal apakah Anda dibela karena kasihan atau karena simpati atau kecewa, atau oleh karena takut? Anda bahkan akan dinilai paling waras jika Anda membayar untuk itu. Kian tak waras saja!
Manakala kemampuan Anda dipertanyakan oleh orang-orang atau bahkan diragukan, Anda akan bersikukuh menjabarkan detil bukti pertanda - Anda mampu! Tetapi, jika hanya diri Anda seorang yang mengakui - masih waras kah?
Bila tiap orang mempertanyakan keabsahan tujuan Anda melakukan sesuatu, bahkan meragukan alasan yang membenarkannya, dan Anda berjuang menjelaskan sedari titik koma hingga tanda kutip berikut garing yang menyertai. Tetapi, jika hanya diri Anda seorang yang mengakui – masih waras kah?
Ketika orang banyak ragu akan kejujuran Anda dan bahkan meragukan tolok ukur penguji tingkat kejujuran Anda, dan Anda bersumpah tujuh lapis langit tujuh lapis bumi - bahwa Anda jujur! Bahkan sumpah pocong pun Anda lakoni. Tetapi, jika hanya diri Anda seorang yang berterima – masih waras kah Anda?
Saat orang-orang memojokkan Anda, seolah tiap perilaku Anda salah semua; seolah apapun yang Anda kerjakan salah adanya, apapun keputusan Anda – tak ada dasar hukumnya. Bahkan tiap alasan yang membenarkan pun menjadi alasan tambahan memojokkan Anda. Semakin Anda bersikukuh semakin Anda dicemooh, dan Anda kian terpojok. Tetapi Anda sendiri menolak untuk ‘Mojok’! Masih waras kah?
Andai kian banyak orang ragu akan kewarasan Anda, bahkan tiap kali Anda membantah dianggap kian tidak waras saja; Semua keputusan Anda diragukan, seolah tiap satu daripadanya didasarkan pada ketidakwarasan semata - semakin tak waras saja!
Jika sebelumnya hanya diduga tidak waras, kini ini Anda didakwa telah berlaku tidak waras. Kian hari orang kian khawatir akan simpanan ketidakwarasan Anda yang lain - diduga masih banyak tersusun rapi di ubun-ubun Anda. Cilaka, bakal keluar semua!
Semakin tegas Anda membantah kian tak waras Anda. Semakin Anda berlagak waras makin terlihat tidak waras. Tetapi, Anda tak mau mengaku - masih waras kah Anda?
Apalagi Anda pun mahfum bahwa tingkat KEWARASAN Anda sepenuhnya tergantung pada orang banyak, karena oleh karena sebab musabab itulah mengapa ada orang bermilyar-milyar bisa bersama hidup damai menghuni dunia ini. Maka patuhi lah peraturan demi keteraturan. Jika menyimpang - mengapa pula bersitegang kukuh mengaku WARAS? Sungguh tak waras Anda!
~Salam waras selalu!

Minggu, 05 Juni 2016

RAHASIA-(VI): MKD – Fokus Menuju Tujuan

"Happiness is not a when or a where; it can be a here and a now. But until you are happy with who you are you will never be happy because of what you have."
~Zig Ziglar

KESEMPURNAAN ADALAH MUSUH:
Belajarlah menerima ketika sesuatu hal perihal itu masih kurang sempurna. Menerima ‘ketidaksempurnaan’ adalah tantangan terbesar dalam hidup apalagi disaat Anda tengah belajar menerima realitas dunia. Jangan paksa orang lain untuk bisa sama persis seperti Anda karena itu adalah cermin ketidakmampuan Anda. Mustahil segala sesuatunya bisa ‘ideal’ mengikutkan keinginan Anda. Dalam situasi yang bagaimanapun belajarlah menerima realitas keragaman perilaku hidup dan pengisinya, dan bangunlah nilai-nilai kesempurnaan karena sesuatu itu tak bakal ia pernah sempurna.

FOKUS MENUJU TUJUAN:
Ingatlah, tiap perjalanan bermula dari langkah kecil maka fokus lah melangkah untuk memicu ayunan langkah berikutnya. Keberuntungan hanya berpihak pada orang cerdas yang fokus mewujudkan mimpinya. Banyak yang bekerja keras tetapi hanya beberapa yang cerdas dan mereka yang sukses. Hanya karena hanya mereka yang konsisten berorientasi ke hasil akhir.

TAKLUKKAN PERASAAN ANDA:
Perasaan hati kerap menggerus ekses gejolak pemikiran dan menjadi ganjal penghalang pencapaian tujuan. Rasa enggan kerap menghalangi upaya penyampaian atas sesuatu karena tiap orang perasa kerap menyembunyikan minat serta niatnya. Dan mencari alasan ‘nanti dulu, sikon nya engga pas’. Sejatinya, Anda senantiasa bisa menciptakan kenyamanan itu tetapi menjadi terhalang oleh perasaan Anda. Biarkan orang lain mendengar Anda karena itulah langkah awal bagaimana Anda menguasai perasaan Anda. Kedepannya akan lebih baik lagi.

KONSENTRASI KE HAL-HAL YANG BISA ANDA KONTROL:
Hanya Anda satu-satunya orang yang paling bertanggungjawab atas tiap tindakan Anda. Hanya Anda yang paling berhak menjalani hidup Anda sendiri, yang tercatat sebagai pemilik sah dari berbagai kesalahan yang terjadi disepanjang perjalanan hidup Anda. Yang paling layak memperbaikinya, merealisasikannya dan mengontrol hasilnya. Hanya Anda yang paling akuntabel menyipak mental ganjal penghambat hidup Anda, walau tak mudah tetapi - apa pun itu, akan menambah royalti kemampuan Anda.
Walau mustahil mengubah segalanya tetapi Anda bisa mengubah sesuatu, maka berkonsentrasilah ke hal-hal yang bisa Anda kontrol. Jangan sia-siakan bakat Anda, jangan buang energi untuk hal-hal di luar kendali Anda. Fokus ke hal yang berpotensi menghasilkan.

FOKUS MENUJU TUJUAN:
Pikiran Anda bisa melakukan sesuatu sebelum Anda berkemampuan merealisasikannya. Hindarkan pikiran negatif serta emosi destruktif. Walau tak bisa mengontrol segala apa yang terjadi, tetapi Anda bisa mengontrol reaksi diri Anda bagaimana menghadapinya. Hidup ini memiliki aspek positif dan negatif dan sukses keberhasilan Anda tergantung pada aspek mana Anda fokus. Jagalah perspektif itu, dan bersyukur lah atas tiap hal yang Anda miliki – kini. 
~Salam fokus selalu!
“Unless you try to do something beyond what you have already mastered, you will never grow.”
~Ronald Osborn

Rabu, 01 Juni 2016

RAHASIA-(V): MKD – Remajakan Pikiran Anda

-->
"It's all about dreams. If I had to attribute my success in life to any one thing it is this. I believed in my dreams, even when no one else did."
~Oprah Winfrey

BANGKIT DARI SITUASI SULIT:
Tiap orang akan pernah melalui masa-masa sulit, melalui keterpurukan semangat atau terbebani kemerosotan mental, terhimpit situasi seolah tertimpa reruntuhan dunia, gontai rubuh kehilangan harapan. Semua mengalaminya - tanpa terkecuali, hingga bahkan ada yang berpendapat bahwa masa-masa sulit adalah suatu warna di suatu perjalanan masa.
Terkecuali sumbang saran tak pernah ada formula tokcer bagaimana cara menghadapinya. Sekalipun ‘pakar saran’ paling hanya akan menyumbang saran dan pendapat; “agar selalu tabah, tawakal dan tetap bersemangat”. Hanya itu - dan itu bagus. Dan bangkitlah perlahan hirup nafas dalam-dalam, ingatkan diri Anda bahwa keterpurukan hanya suatu tahap yang harus dilalui kala sedang berusaha mencapai sukses keberhasilan.
Halau rasa malu, tetap fokus pada apa yang Anda miliki, bukan pada apa yang tidak Anda miliki atau yang pernah dimiliki. Secuil harapan dapat memutar roda situasi bangkit dari keterpurukan. Sejatinya Anda lebih kuat dimasa sulit.

AMPUNI ORANG LAIN DAN MAAFKAN DIRI SENDIRI:
Mudah mengatakan tetapi sulit melaksanakan! Tak apa, karena waktu akan mengubahnya. Tiap kita terluka – siapapun Anda, kita dengan mudahnya menyalahkan orang lain dan kita kerap lupa bahwa kita pun turut serta dan berperan aktif melukai. Menyalahkan orang lain bukan jalan keluar malah bertambah ruwet, akan lebih mudah menariknya dan menjadikannya sebagai tanggungjawab sendiri. Memahami siksa sakit menjadi pengalaman berharga.
Kala teringat lagi, renungkanlah. Betul sulit untuk tak teringat apalagi hal sebab muasal musababnya. Sibukkan diri Anda, kerjakan berbagai hal berharga kelak itu pasti akan memupusnya.
Pengampunan adalah obat, walau tak bisa menghapus tetapi akan melepaskan Anda dari siksa sakit yang mendera. Bebaskan diri dari kebencian untuk memacu proses melupakan. Anda akan semakin kukuh melanjutkan hidup Anda – dan itu yang berharga.

DENGARKAN SUARA HATI ANDA:
Lakukan sesuatu, bahkan jika itu untuk membantu orang lain mencapai sukses keberhasilannya. Bantu orang-orang di sekitar Anda, bimbing mereka memahami cara yang lebih baik, semakin banyak membantu semakin Anda terbantu menemukan kebijaksanaan diri.
Cinta dan kebaikan terlahir dari nurani, maka cubalah mendengarkan suara hati Anda. Mendiskusikan ide-ide gagasan Anda dengan orang-orang terdekat Anda akan membentuk ruang tempat intuisi Anda berkembang. Berlaku jujur terhadap diri sendiri dengan mengatakan apa yang perlu dikatakan, itu adalah kata hati Anda. Lakukan yang benar menurutkan suara hati Anda.

REMAJAKAN PIKIRAN ANDA:
Kontrol tingkat stres Anda dengan istirahat yang cukup, sejenak berhenti mengumpulkan enerji untuk kemudian maju bergerak lagi. Kesibukan memompa habis daya pikir dan istirahat akan meremajakannya kembali untuk lebih produktif. Istirahat akan membantu Anda mendapatkan kembali tingkat kewarasan Anda dan merefleksikannya kedalam tindakan.
Beristirahat sembari menikmati momen-momen dalam hidup serasa nikmat daripada menunggu hal-hal yang besar. Kebahagiaan bisa ditemukan pada hal-hal kecil dari berbagai peristiwa sehari-hari. Nikmat secangkir kopi bahkan bisa menjadi kesenangan kecil yang meningkatkan kualitas hidup Anda.
~Salam nikmat selalu!
http://www.tripleclicks.com/15634647/pbgw
 

Jumat, 27 Mei 2016

RAHASIA-(IV): MKD - Antusias Akan Keberhasilan Orang Lain

-->
"The pessimist sees the difficulty in every opportunity. The optimist, the opportunity in every difficulty."
~L. P. Jacks

ALASAN YANG TEPAT:
Alasan yang tepat kerap dikenal sebagai ‘komitmen’. Konon dianggap bak stempel perlambang jati diri, acap diikrarkan di awal memulai sesuatu hubungan. Memulai sesuatu dengan ‘alasan yang tepat’ berarti berpegang pada suatu komitmen yang jelas. Tetapi hindarkan tiap ‘komitmen’ yang dibangun dengan alasan yang tidak tepat – walau itu jelas. Cara menentukan ‘alasan yang tepat’ tak pula mudah bahkan tak semudah membuat sesuatu alasan.
Konon suatu ‘komitmen’ tidak memerlukan sesuatu alasan apa pun karena itu adalah ukuran kadar nurani. Semisal berkomitmen menghormati seseorang, tak diperlukan alasan untuk kita berlaku sedemikian itu. Kita hanya perlu menunjukkan bahwa kita sungguh sangat menghormatinya, entah apa ‘alasan yang tepat’ sama sekali tidak diperlukan.
Ada juga yang berpendapat bahwa ‘komitmen’ adalah gambaran jati diri bak ukuran kejujuran seseorang – apakah dapat diandalkan. Orang yang kerap lupa akan jati dirinya tak akan lupa membanggakan orang satu lainnya, biasanya ia dipenuhi sekarung komitmen, dan hanya dia seorang yang tahu komitmen yang mana yang dia pernah penuhi. Kerap berseru bahwa tindakan jauh lebih penting dibandingkan alasan tetapi selalu membopong berkarung-karung ‘alasan’ – terkenal sebagai mister sejuta kata.

BERBAGI KESEMPATAN:
Hanya orang tua yang rela berbagi kesempatan dengan anaknya dan kita tidak diperkenankan mengakui semua orang adalah orang tua kita. Kita hanya diberi hak untuk memiliki seperlunya – cukup dua saja.
Sebaliknya, kerelaan ‘berbagi kesempatan’ dengan tiap orang tak akan menjadikan kita menjadi orang tua dari setiap orang, tetapi tindakan berbagi kesempatan diharapkan akan melahirkan berbagai rupa kesempatan lainnya untuk banyak orang.
Kerelaan ‘berbagi’ menjadi jalan untuk kita bisa lebih menghargai nilai-nilai kehidupan bahwa tiap orang berkemampuan mengelola sendiri kesempatan dirinya untuk sukses. Sejatinya tiap orang hanya memerlukan ‘kesempatan’.
    
BERSAING BAIK-BAIK MENJADI YANG TERBAIK:
Bersaing adalah peradaban tertua bahkan kehidupan ini pun diduga tercipta adalah oleh karena persaingan – bersaing menjadi yang terbaik. Diri kita sekalipun tak kunjung lepas dari hal persaingan yang kadang bahkan gamang untuk sekedar bisa menjelaskannya. Konon katanya, istilah ‘Niat & Kesempatan’ pun terlahir dari sesuatu persaingan didalam diri kita ditempat mana keduanya bersemayam. Adalah cukup alasan untuk kita bisa mempersiapkan diri 'bersaing baik-baik menjadi yang terbaik’ dengan tetap menjunjung prinsip saling menghormati.
Tiap kita terinspirasi oleh orang satu lainnya, hingga berminat mendalami bahkan kemudian bersaing dengan inspirator kita, maka peliharalah persaingan itu untuk bisa menjaring ragam inspirasi-inspirasi lainnya.
Bersaing baik-baik untuk menjadi yang terbaik adalah langkah terbaik memaksimalkan pencapaian rekor pribadi selama kita hidup.

ANTUSIAS AKAN KEBERHASILAN ORANG LAIN:
Bersorak untuk kemenangan orang lain hanya akan ditemukan pada orang-orang yang memegang teguh sportifitas persaingan – jamaknya seperti itu. Mengakui keberhasilan orang lain memang tak mudah, tetapi itu adalah bentuk penghargaan kita akan nilai-nilai perjuangan. Betapa sesuatu itu harus diperjuangkan dan kita jujur mengakuinya.
Antusias akan keberhasilan orang lain bertujuan mengapresiasi pencapaian penciptaan sesuatu keberhasilan. Bersyukur mensyukuri keberhasilan orang lain akan menebalkan keyakinan bahwa kita tidak akan pernah berhasil tanpa orang lain. Kelak orang lain pun akan bersorak mensyukuri keberhasilan Anda.
~Salam antusias!
http://www.sfi4.com/15634647/FREE
 

Rabu, 25 Mei 2016

RAHASIA-(III): MKD – Menjadi Sumber Inspirasi Bagi Sesama

-->
"Great spirits have always encountered violent opposition from mediocre minds."
~Albert Einstein.

Join mySFIteam

CIPTAKAN KEBAHAGIAN DIRI ANDA SENDIRI:
Walau terdengar skeptis, namun bisa jadi Anda gagal tak pernah bisa membahagiakan diri Anda sendiri hingga Anda selalu berharap ada orang lain datang membahagiakan Anda. Ada yang datang kah? Tak lah! Saya ragu akan hal itu! Maka bergegaslah, jangan tunggu orang lain membahagiakan Anda karena kebahagiaan bermula dari diri Anda sendiri. Tersenyumlah!, itu mudah dan gratis, Anda pasti bisa! Tanpa Anda pernah paham, senyuman Anda akan membuat orang lain tersenyum - membalas senyuman Anda.
Dunia ini akan terus berubah mengikuti perubahan yang Anda pilih maka pilihlah yang bisa membahagiakan. Pilihlah kebahagian yang menginspirasi hadirnya berbagai rupa hal positif karena hal macam itu telah disediakan oleh dunia ini untuk Anda.
Kebahagiaan itu tersedia dimana-mana dan bisa terjadi oleh hal apa saja, Anda tidak perlu lelah mencarinya. Bila Anda terus mencari - dan mencari, Anda akan keburu tua, kehabisan waktu dan terlalu jompo untuk bisa menikmatinya. Kebahagiaan itu tersimpan disaku baju Anda. Ada isinya kah?

MENJADI SUMBER INSPIRASI:
Di dunia ini Anda tidak akan pernah ketemu akan hal tentang ‘mendapat kesempatan’. Itu tidak ada, dan tidak akan pernah ada! Yang ada hanya; ‘merebut kesempatan’.
Pendapat yang ekstrim bukan? tetapi itu yang terjadi, itulah kenyataan hidup. Tiap orang serabutan memperebutkan, tiap orang ‘mengambil kesempatan’ tanpa pernah sudi mengembalikan. Memperlakukan ‘kesempatan’ bak warisan moyang nenek moyangnya. Sekalipun sudah tidak punya waktu untuk memanfaatkan tak akan pernah sudi melepas ‘kesempatan’ yang masih tersisa padanya. Harus direbut!
Dunia ini telah lama kekurangan ‘kesempatan’ hingga tiap orang harus merebutnya. Maka berkontribusilah! Jadikan hidup Anda sebagai ‘sumber inspirasi’ yang melahirkan ‘kesempatan’. Isi lah hari-hari Anda akan berbagai ide gagasan yang memicu rupa macam ‘kesempatan’, agar tiap orang berpeluang mendapat ‘kesempatan’ untuk sukses dan berhasil. Menginspirasi orang seorang akan membuat hidup seseorang menjadi lebih berarti - bagai menjadi ‘seseorang’.

BERSIAPLAH UNTUK LANGKAH BERIKUTNYA:
Jika tiap orang ditanya; ‘siapkah Anda untuk maju dan berhasil?’ jawabannya pasti; ‘siap!’. Nyatanya, tidak setiap orang ‘siap’ untuk berhasil. Yang banyak hanya ‘siap mencapai titik awal keberhasilan’. Hanya itu, hingga ia tak bisa menikmatinya. Itu yang terjadi! Tak heran jika banyak yang menyesal tetapi ia tak pernah mampu untuk mengembalikannya.
Tiap situasi membuktikan bahwa tidak tiap orang berhasil mengisi keberhasilannya dengan gemilang. Hanya segelintir orang yang ‘siap’ melangkah ke tahap berikutnya. Hanya yang memahami bahwa nun di dalam dirinya ia telah diperlengkapi oleh dunia dengan semua modal yang dia perlukan. Cukup dengan ayunan langkah kecil, sukses keberhasilan akan pasti ia raih, dan akan pasti ia nikmati, hanya perlu bergegas ‘untuk langkah realistis berikutnya’ - merealisasikannya.
Pada macam rupa peristiwa, banyak yang hanya ‘siap’ merangkul ‘kesempatan’, menimang sembari mempertontonkan ke seisi dunia bahwa dia berhasil menghunjam balik arah perjalanan hidupnya hanya karena ‘merealisasikannya’ dengan cara tidak senonoh.
Orang cenderung mengisi sukses keberhasilan secara serampangan oleh karena berbagai kemudahan yang melekat pada si ‘sukses keberhasilan’ itu. Hingga terperangkap terkungkung oleh kerangkeng keberhasilan itu sendiri. Sejatinya tidak tiap orang ‘siap’ untuk berhasil.
~Salam sukses selalu!

Minggu, 22 Mei 2016

RAHASIA-(II): MKD - Hindari Kesalahan Yang Sama

"I found it easier to get rich than I did to make excuses. "
~Jim Rohn

KESALAHAN DIRI SENDIRI:
Jangan persamakan kesalahan orang lain seolah sama dengan kesalahan diri Anda sendiri. Jangan nilai sendiri kesalahan Anda tetapi pelajarilah dan menerimanya, mengingatnya serta menjaganya baik-baik agar tidak lagi terulang. Itulah undakan loncatan. Menerima keterjadiannya, bahwa bilamana Anda tidak pernah gagal Anda tidak akan belajar, tidak akan berusaha melepaskan diri darinya. Anda bisa kukuh berdiri hanya setelah tersandung jatuh, tertatih bangkit, berupaya melangkah dan memulai lagi. Maka hargailah upaya Anda meraih kembali kesempatan itu - setidaknya hindari kesalahan yang sama.
Uletlah, dorong diri Anda untuk kukuh tegak berdiri ditengah terpaan angin kegagalan, karena gagal adalah sesuatu tahap yang harus dilalui. Jangan takut menata ulang hidup Anda. Jangan menyandarkan segalanya ke orang lain, sekalipun bayangan  diri sendiri akan hilang pergi ketika sorot sinar cahaya menghilang. Jangan salahkan orang lain atas tiap kesalahan yang terjadi – apa pun itu, disamping buang waktu tidak bermanfaat itu tidak akan menghasilkan apapun; tetapi dengan menerimanya sebagai kesalahan diri sendiri setidaknya itu menjadi bekal untuk kewaspadaan tersendiri.

NIKMATILAH HAL-HAL YANG TELAH ANDA MILIKI:
Nikmatilah berbagai hal yang telah Anda miliki – apapun itu, dan mulailah hidup dengan bekal itu. Perseteruan dalam hidup kerap timbul oleh karena waktu kita terlalu banyak digunakan untuk melihat hal apa yang tidak kita miliki. Lebih tergoda menghabiskan waktu untuk menggunjingkan hal apa saja yang dimiliki orang lain, menyesali kekurangan itu tanpa pernah bersyukur atas apa yang kita telah miliki. Kita tidak diberi hak untuk memilih ibu bapa kedua orang tua kita. Jangan tergoda akan pemahaman bahwa bahwa hidup Anda akan lebih baik jika Anda memiliki berbagai hal yang tidak Anda miliki. Ukuran keberhasilan tidak sepenuhnya begitu itu, tetapi mampu menerima apa yang kita telah miliki menjadi sukses tersendiri. Maka bergegaslah, hiduplah dengan itu, jadikan sebagai modal awal meraih hal lainnya yang belum Anda miliki.
Rumah mewah, mobil mewah serta kemewahan lainnya tidak sepenuhnya menjadikan hidup Anda lebih “mewah”. Tiap kemewahan akan menggoda kemewahan lainnya – terus begitu itu. Tergoda akan hal yang lebih baru, mencurahkan waktu demi sesuatu yang baru – dan yang baru, hingga hilang kesempatan menikmatinya. Hidup menjadi tersia-sia pupus sirna dalam pencapaian. Kasihanilah diri Anda, sebagaimana Anda mengasihani diri orang lain – yang Anda kasihi!

SOPAN TERHADAP DIRI SENDIRI:
Agak lucu! Terdengar mudah dan sederhana. Lebih sopan terhadap diri sendiri kerap luput pada proses pembelajaran diri, hal ini jelas terlihat ketika Anda tidak berterima saat seseorang mengingatkan Anda untuk tidak salah dan salah lagi, didalam hati bersungut-sungut mengomel seolah orang itu lebih pintar. Anda telah tidak berlaku sopan terhadap diri Anda sendiri. Telah merendahkan sendiri - diri Anda sendiri.
Anda tersinggung ketika teman menyampaikan sesuatu yang menurut Anda caranya sangat tidak hormat, jauh dari kessopanan, didalam hati berbisik; ‘tak lama lagi orang ini pun akan saya singkirkan’. Anda telah berlaku tidak senonoh terhadap diri sendiri. Anda telah menghinakan sendiri - diri Anda sendiri, bahkan dengan permufakatan jahat.
Ingatlah, dengan menerima kekurangan diri dan berupaya memperbaiki sikap perilaku diri itu telah menjadi bukti awal bahwa Anda telah berusaha untu bisa berlaku lebih sopan terhadap diri Anda sendiri. Jika masih agak susah – setidaknya berlakulah proporsional.
~Salam sopan selalu!
Join mySFIteam

Jumat, 20 Mei 2016

RAHASIA-(I): Membangun Kemampuan Diri

-->

 Join MySFIteam

MEMANFAATKAN WAKTU DENGAN ORANG YANG TEPAT:
Susah menerima pendapat bila kita dianggap menghabiskan waktu dengan orang-orang yang tidak tepat. ‘Apa iya begitu itu?’. Diperlukan penalaran mendalam demi pemahaman tersendiri; bagaimana kita bisa menilai apakah teman-teman kita adalah orang-orang yang tepat untuk ditemani?. Ada formula tokcerkah untuk menilai orang-orang yang menerima kita - apa adanya, yang menghargai namun belum pasti apakah akan mendorong kita menuju keberhasilan? Orang-orang yang membuat kita tertawa bahagia menikmati hidup namun akankah mereka mendukung kemajuan karir kita? Sahabat sejati tidak akan membebani hidup Anda.

MENGHADAPI SENDIRI PERMASALAHAN YANG TIMBUL:
Jangan biarkan masalah yang menentukan hidup Anda tetapi bagaimana Anda bereaksi dan menanganinya, menjadi langkah awal penyelesaian. Seriuslah menangani permasalahan yang ada jika tidak permasalahan Anda tidak akan selesai. Selesaikanlah tanpa menimbulkan masalah baru. Lakukanlah yang terbaik! Bereaksilah, bahkan jika itu mengharuskan kita untuk sudi mengakui apa yang kita telah lakukan. Menghadapi sendiri menjadi langkah awal hingga terakumulasi ke arah penyelesaian, dan itu adalah kebiasaan baik.

JUJUR TERHADAP DIRI SENDIRI:
Apapun itu bermula dari diri sendiri maka jujurlah akan diri sendiri. Jadikan kejujuran sebagai kebiasaan hidup, sebagai kiblat diri dalam mengisi perjalanan hidup. Jujur ​​terhadap kebenaran, jujur tentang hal apa saja yang perlu diubah, jujur tentang hal apa yang ingin dicapai dan dengan siapa Anda mencapainya. Jujur adalah modal awal dan menjadi pertanda bahwa Anda mengenal dengan baik siapa diri Anda. Kejujuran menjadi bagian dari pencarian jati diri, bagian dari rangkaian perjalanan hidup mengumpulkan keping kebenaran demi pemahaman yang lebih baik tentang; dari mana Anda sebelum ini? di mana Anda kini ini? bagaimana Anda hingga sampai di sini? Sudahkan Anda siap mengidentifikasi arah berikutnya? dengan cara apakah Anda ke sana?

KEBAHAGIAAN DIRI SENDIRI MENJADI PRIORITAS:
Kebahagiaan terikat erat dengan sifat diri akan perilaku jujur maka jadikanlah itu menjadi prioritas. Sifat peduli akan orang lain menjadi kebutuhan oleh karena kebahagian mereka akan membawa kebahagiaan tersendiri untuk Anda. Janggal jika kita menghargai orang lain tetapi menyangkal diri sendiri. Menangani kebutuhan orang lain demi pemenuhan kebutuhan diri sendiri menjadi perlambang sukses keberhasilan dari orang- orang sukses. Belajarlah akan hal itu. Sekali kebutuhan Anda terpenuhi, Anda akan lebih leluasa dan lebih berkemampuan membantu orang lain yang membutuhkan. Anda akan mendapatkan hikmah kebahagiaan tersendiri.

BANGGA MENJADI DIRI SENDIRI:
Jangan pernah mau menjadi orang lain tetapi berjuanglah untuk menjadi diri sendiri - dan banggalah akan hal itu. Jadilah dirimu sendiri! Dan itu akan membangunkan potensi individu yang terpendam dalam diri Anda, individu yang dipenuhi oleh ide gagasan yang sepenuhnya bisa menjadi kekuatan, kecantikan atau bahkan menjadi keunikan yang tidak dimiliki oleh orang lain. Itulah versi terbaik dari diri Anda.

HIDUPLAH DIMASA SEKARANG:
Masa sekarang adalah sebuah keajaiban yang luput dari perhatian atau bahkan tidak pernah terpikirkan oleh Anda. Masa saat sekarang ini adalah satu-satunya ‘masa’ yang peruntukannya dijamin untuk Anda. Itulah hidup serta kehidupan Anda. Maka itu, berhentilah bermimpi akan hal–hal besar tetapi di masa depan; berhentilah menyesali berbagai hal-hal dari masa lalu Anda. Belajarlah menerima bahwa Anda hidup dimasa ‘kini’ – di sini sekarang ini. Hanya dengan cara itu Anda bisa membangkitkan keunikan kekuatan yang terpendam di dalam diri Anda. Hargailah keindahan hidup yang Anda miliki – saat kini ini.

"Keep away from people who try to belittle your ambitions. Small people always do that, but the really great make you feel that you, too, can become great."
~Mark Twain
~Salam Sukses selalu

Jumat, 08 April 2016

RAHASIA-: Manfaat Berpikir Positif

"When our lives are difficult, we sometimes feel like life will never change. This, in turn, makes it harder for us to take the steps that might create the change we want. When your life is full of ups and downs, remember to keep your eye on your goal, and the desires of your heart. You will get through it".
~Ellis Peters


Nyaris semua pekerjaan sudah saya lakukan, semua jenis usaha yang memungkinkan saya mengubah nasib telah saya lakukan tetapi tak kunjung memperlihatkan hasil yang memuaskan. Ada yang salah kah?

Puluhan tahun sudah saya berusaha, sigap bangun pagi dan berhenti rehat kala menjelang dini hari, namun nasib tak juga berubah. Salah siapa kah?

Dulu itu, mudah untuk mendapat wang untuk dibawa pulang tetapi kini ini semakin susah, penghasilan kian menipis, sedari hari ke hari kian sulit saja dan saya tak punya kemampuan lain untuk mengubah usaha. Nelangsa jadinya dikala usia bertambah tubuh menua dan semakin susah. Ada gerangan apa kah?

Sisi kelam perjalanan hidup melintas mudah terlintas mengkerucut tajam bak pendakian tak berujung, terhampar suram jelas. Mengeluh tak puas akan peruntungan diri seolah jerit keberatan tak berkesudahan dirundung malang. Tak ada jalan lain kah?

Realitas kehidupan mengharuskan kita bangkit dari keterpurukan jiwa tetapi kemelaratan batin menghisap energi positif. Apakah Anda sungguh tidak memiliki kesempatan menempatkan diri di sisi keberuntungan? Mengeluh tak berkesudahan hanya akan menuai hal-hal negatif yang tidak akan menghasilkan apa pun selain keterhempasan semangat. Dan itulah yang terjadi oleh karena kita lebih memilih untuk hidup dengan didominasi pemikiran-pemikiran negatif.

Mari lihat ‘Matahari’, ia bersinar gagah ceria sedari waktu ke waktu menambah warna semesta, tak lelah seolah tak punya waktu berkeluh kesah bahkan mungkin tak pernah menyinari dirinya sendiri tetapi tetap kukuh menyinari semesta raya. Memanfaatkan energi ini mengukuhkan diri bak pewaris nikmat semesta, lebih dari cukup untuk menjadi alasan menghindar dari jebakan keluh kesah. Mari lakukan sesuatu dengan itu.

Cara terbaik adalah menjadi se-positif mungkin di semua lintas warna kehidupan. Dan ketika Anda melakukannya, Anda menjadi sangat kuat. Merangkul kedigdayaan kekuatan berpikir positif mendapat imbalan besar diantaranya perasaan baik, menjadi optimis, murah hati dan mencintai kehidupan. Bahwa hidup memiliki suatu alasan. Tergantung bagaimana kita merangkul kedigdayaan kekuatan berpikir positif (?).

Akan tetapi bagi banyak orang,  bisa berpikir positif menjadi tugas yang hanya mudah diucapkan daripada dilakukan. Berbagai peristiwa silih berganti mengisi kehidupan, peristiwa pahit gonta-ganti seolah tak perduli pada hal apa yang kita telah lakukan. Tak juga berhasil - sampai kapan kah?

Tak tahu kenapa, berpikir negatif jauh lebih mudah daripada berpikir positif, dan kita lebih senang melakukan hal-hal yang mudah. Adalah sulit berpikir positif manakala kendaraan mogok. Adalah sulit menerima penilaian ketika pimpinan menyatakan Anda tidak berprestasi. Adalah sulit menerima ketika istri marah tak berkesudahan oleh karena ketidakmampuan Anda. Tetapi Anda diharuskan mengatasi tantangan dalam situasi apa pun oleh karena Anda hidup untuk itu, untuk mengatasi tantangan – sejatinya demikian itu. Ketika tertimpa berbagai peristiwa sulit tidak seyogianya Anda putus asa dan malah mundur. Lari dari masalah tak akan menyelesaikan masalah tetapi menghadapinya dan menjadikannya sebagai peristiwa yang akan mendewasakan hidup.

Semesta selalu terjaga oleh keseimbangan oleh karena tiap peristiwa negatif akan selalu memicu terjadinya peristiwa positif. Tetapi jika Anda selalu didominasi pemikiran negatif, itu akan menutup pintu kesempatan terjadinya peristiwa positif. Kesempatan untuk memperoleh keseimbangan semesta menjadi terhalang.

Misi hidup adalah berusaha memicu terjadinya peristiwa positif, menerima serta merangkulnya dan menjadikannya sebagai sumber semangat optimis. Anda akan menularkan berbagai hal positif. Selalu rendah hati diakui menjadi faktor pemicu yang memiliki keunggulan. Bahagia kala bisa membahagiakan sesama memicu lahirnya energi spiritual positif dengan reaksi berantai di semesta jagad raya. Optimisme akan menghadirkan kualitas hidup, memiliki kekuatan lebih untuk mengendalikan kehidupan Anda. Dan Anda akan lebih bahagia.
~Selamat berbahagia!