Minggu, 22 Mei 2016

RAHASIA-(II): MKD - Hindari Kesalahan Yang Sama

"I found it easier to get rich than I did to make excuses. "
~Jim Rohn

KESALAHAN DIRI SENDIRI:
Jangan persamakan kesalahan orang lain seolah sama dengan kesalahan diri Anda sendiri. Jangan nilai sendiri kesalahan Anda tetapi pelajarilah dan menerimanya, mengingatnya serta menjaganya baik-baik agar tidak lagi terulang. Itulah undakan loncatan. Menerima keterjadiannya, bahwa bilamana Anda tidak pernah gagal Anda tidak akan belajar, tidak akan berusaha melepaskan diri darinya. Anda bisa kukuh berdiri hanya setelah tersandung jatuh, tertatih bangkit, berupaya melangkah dan memulai lagi. Maka hargailah upaya Anda meraih kembali kesempatan itu - setidaknya hindari kesalahan yang sama.
Uletlah, dorong diri Anda untuk kukuh tegak berdiri ditengah terpaan angin kegagalan, karena gagal adalah sesuatu tahap yang harus dilalui. Jangan takut menata ulang hidup Anda. Jangan menyandarkan segalanya ke orang lain, sekalipun bayangan  diri sendiri akan hilang pergi ketika sorot sinar cahaya menghilang. Jangan salahkan orang lain atas tiap kesalahan yang terjadi – apa pun itu, disamping buang waktu tidak bermanfaat itu tidak akan menghasilkan apapun; tetapi dengan menerimanya sebagai kesalahan diri sendiri setidaknya itu menjadi bekal untuk kewaspadaan tersendiri.

NIKMATILAH HAL-HAL YANG TELAH ANDA MILIKI:
Nikmatilah berbagai hal yang telah Anda miliki – apapun itu, dan mulailah hidup dengan bekal itu. Perseteruan dalam hidup kerap timbul oleh karena waktu kita terlalu banyak digunakan untuk melihat hal apa yang tidak kita miliki. Lebih tergoda menghabiskan waktu untuk menggunjingkan hal apa saja yang dimiliki orang lain, menyesali kekurangan itu tanpa pernah bersyukur atas apa yang kita telah miliki. Kita tidak diberi hak untuk memilih ibu bapa kedua orang tua kita. Jangan tergoda akan pemahaman bahwa bahwa hidup Anda akan lebih baik jika Anda memiliki berbagai hal yang tidak Anda miliki. Ukuran keberhasilan tidak sepenuhnya begitu itu, tetapi mampu menerima apa yang kita telah miliki menjadi sukses tersendiri. Maka bergegaslah, hiduplah dengan itu, jadikan sebagai modal awal meraih hal lainnya yang belum Anda miliki.
Rumah mewah, mobil mewah serta kemewahan lainnya tidak sepenuhnya menjadikan hidup Anda lebih “mewah”. Tiap kemewahan akan menggoda kemewahan lainnya – terus begitu itu. Tergoda akan hal yang lebih baru, mencurahkan waktu demi sesuatu yang baru – dan yang baru, hingga hilang kesempatan menikmatinya. Hidup menjadi tersia-sia pupus sirna dalam pencapaian. Kasihanilah diri Anda, sebagaimana Anda mengasihani diri orang lain – yang Anda kasihi!

SOPAN TERHADAP DIRI SENDIRI:
Agak lucu! Terdengar mudah dan sederhana. Lebih sopan terhadap diri sendiri kerap luput pada proses pembelajaran diri, hal ini jelas terlihat ketika Anda tidak berterima saat seseorang mengingatkan Anda untuk tidak salah dan salah lagi, didalam hati bersungut-sungut mengomel seolah orang itu lebih pintar. Anda telah tidak berlaku sopan terhadap diri Anda sendiri. Telah merendahkan sendiri - diri Anda sendiri.
Anda tersinggung ketika teman menyampaikan sesuatu yang menurut Anda caranya sangat tidak hormat, jauh dari kessopanan, didalam hati berbisik; ‘tak lama lagi orang ini pun akan saya singkirkan’. Anda telah berlaku tidak senonoh terhadap diri sendiri. Anda telah menghinakan sendiri - diri Anda sendiri, bahkan dengan permufakatan jahat.
Ingatlah, dengan menerima kekurangan diri dan berupaya memperbaiki sikap perilaku diri itu telah menjadi bukti awal bahwa Anda telah berusaha untu bisa berlaku lebih sopan terhadap diri Anda sendiri. Jika masih agak susah – setidaknya berlakulah proporsional.
~Salam sopan selalu!
Join mySFIteam