"I found it easier to
get rich than I did to make excuses. "
~Jim Rohn
KESALAHAN DIRI SENDIRI:
Jangan persamakan kesalahan orang
lain seolah sama dengan kesalahan diri Anda sendiri. Jangan nilai sendiri kesalahan
Anda tetapi pelajarilah dan menerimanya, mengingatnya serta menjaganya baik-baik
agar tidak lagi terulang. Itulah undakan loncatan. Menerima keterjadiannya, bahwa
bilamana Anda tidak pernah gagal Anda tidak akan belajar, tidak akan berusaha
melepaskan diri darinya. Anda bisa kukuh berdiri hanya setelah tersandung jatuh,
tertatih bangkit, berupaya melangkah dan memulai lagi. Maka hargailah upaya
Anda meraih kembali kesempatan itu - setidaknya hindari kesalahan yang sama.
Uletlah, dorong diri Anda untuk kukuh
tegak berdiri ditengah terpaan angin kegagalan, karena gagal adalah sesuatu tahap
yang harus dilalui. Jangan takut menata ulang hidup Anda. Jangan menyandarkan
segalanya ke orang lain, sekalipun bayangan diri sendiri akan hilang pergi ketika sorot
sinar cahaya menghilang. Jangan salahkan orang lain atas tiap kesalahan yang
terjadi – apa pun itu, disamping buang waktu tidak bermanfaat itu tidak akan menghasilkan
apapun; tetapi dengan menerimanya sebagai kesalahan diri sendiri setidaknya itu
menjadi bekal untuk kewaspadaan tersendiri.
NIKMATILAH HAL-HAL YANG TELAH ANDA
MILIKI:
Nikmatilah berbagai hal yang telah Anda
miliki – apapun itu, dan mulailah hidup dengan bekal itu. Perseteruan dalam hidup
kerap timbul oleh karena waktu kita terlalu banyak digunakan untuk melihat hal
apa yang tidak kita miliki. Lebih tergoda menghabiskan waktu untuk menggunjingkan
hal apa saja yang dimiliki orang lain, menyesali kekurangan itu tanpa pernah
bersyukur atas apa yang kita telah miliki. Kita tidak diberi hak untuk memilih
ibu bapa kedua orang tua kita. Jangan tergoda akan pemahaman bahwa bahwa hidup
Anda akan lebih baik jika Anda memiliki berbagai hal yang tidak Anda miliki. Ukuran
keberhasilan tidak sepenuhnya begitu itu, tetapi mampu menerima apa yang kita telah
miliki menjadi sukses tersendiri. Maka bergegaslah, hiduplah dengan itu, jadikan
sebagai modal awal meraih hal lainnya yang belum Anda miliki.
Rumah mewah, mobil mewah serta kemewahan
lainnya tidak sepenuhnya menjadikan hidup Anda lebih “mewah”. Tiap kemewahan
akan menggoda kemewahan lainnya – terus begitu itu. Tergoda akan hal yang lebih
baru, mencurahkan waktu demi sesuatu yang baru – dan yang baru, hingga hilang kesempatan
menikmatinya. Hidup menjadi tersia-sia pupus sirna dalam pencapaian. Kasihanilah
diri Anda, sebagaimana Anda mengasihani diri orang lain – yang Anda kasihi!
SOPAN TERHADAP DIRI SENDIRI:
Agak lucu! Terdengar mudah dan sederhana.
Lebih sopan terhadap diri sendiri kerap luput pada proses pembelajaran diri, hal
ini jelas terlihat ketika Anda tidak berterima saat seseorang mengingatkan Anda
untuk tidak salah dan salah lagi, didalam hati bersungut-sungut mengomel seolah
orang itu lebih pintar. Anda telah tidak berlaku sopan terhadap diri Anda sendiri.
Telah merendahkan sendiri - diri Anda sendiri.
Anda tersinggung ketika teman menyampaikan
sesuatu yang menurut Anda caranya sangat tidak hormat, jauh dari kessopanan,
didalam hati berbisik; ‘tak lama lagi orang ini pun akan saya singkirkan’. Anda
telah berlaku tidak senonoh terhadap diri sendiri. Anda telah menghinakan sendiri
- diri Anda sendiri, bahkan dengan permufakatan jahat.
Ingatlah, dengan menerima kekurangan
diri dan berupaya memperbaiki sikap perilaku diri itu telah menjadi bukti awal bahwa
Anda telah berusaha untu bisa berlaku lebih sopan terhadap diri Anda sendiri. Jika
masih agak susah – setidaknya berlakulah proporsional.
~Salam sopan selalu!
