MEMANFAATKAN WAKTU DENGAN ORANG YANG
TEPAT:
Susah menerima pendapat bila kita
dianggap menghabiskan waktu dengan orang-orang yang tidak tepat. ‘Apa iya
begitu itu?’. Diperlukan penalaran mendalam demi pemahaman tersendiri; bagaimana
kita bisa menilai apakah teman-teman kita adalah orang-orang yang tepat untuk
ditemani?. Ada formula tokcerkah untuk menilai orang-orang yang menerima kita -
apa adanya, yang menghargai namun belum pasti apakah akan mendorong kita menuju
keberhasilan? Orang-orang yang membuat kita tertawa bahagia menikmati hidup
namun akankah mereka mendukung kemajuan karir kita? Sahabat sejati tidak akan
membebani hidup Anda.
MENGHADAPI SENDIRI PERMASALAHAN YANG
TIMBUL:
Jangan biarkan masalah yang menentukan
hidup Anda tetapi bagaimana Anda bereaksi dan menanganinya, menjadi langkah
awal penyelesaian. Seriuslah menangani permasalahan yang ada jika tidak permasalahan
Anda tidak akan selesai. Selesaikanlah tanpa menimbulkan masalah baru. Lakukanlah
yang terbaik! Bereaksilah, bahkan jika itu mengharuskan kita untuk sudi mengakui
apa yang kita telah lakukan. Menghadapi sendiri menjadi langkah awal hingga terakumulasi
ke arah penyelesaian, dan itu adalah kebiasaan baik.
JUJUR TERHADAP DIRI SENDIRI:
Apapun itu bermula dari diri sendiri
maka jujurlah akan diri sendiri. Jadikan kejujuran sebagai kebiasaan hidup, sebagai
kiblat diri dalam mengisi perjalanan hidup. Jujur terhadap kebenaran, jujur
tentang hal apa saja yang perlu diubah, jujur tentang hal apa yang ingin dicapai
dan dengan siapa Anda mencapainya. Jujur adalah modal awal dan menjadi pertanda
bahwa Anda mengenal dengan baik siapa diri Anda. Kejujuran menjadi bagian dari
pencarian jati diri, bagian dari rangkaian perjalanan hidup mengumpulkan keping
kebenaran demi pemahaman yang lebih baik tentang; dari mana Anda sebelum ini? di
mana Anda kini ini? bagaimana Anda hingga sampai di sini? Sudahkan Anda siap mengidentifikasi
arah berikutnya? dengan cara apakah Anda ke sana?
KEBAHAGIAAN DIRI SENDIRI MENJADI
PRIORITAS:
Kebahagiaan terikat erat dengan sifat
diri akan perilaku jujur maka jadikanlah itu menjadi prioritas. Sifat peduli
akan orang lain menjadi kebutuhan oleh karena kebahagian mereka akan membawa
kebahagiaan tersendiri untuk Anda. Janggal jika kita menghargai orang lain
tetapi menyangkal diri sendiri. Menangani kebutuhan orang lain demi pemenuhan
kebutuhan diri sendiri menjadi perlambang sukses keberhasilan dari orang- orang
sukses. Belajarlah akan hal itu. Sekali kebutuhan Anda terpenuhi, Anda akan
lebih leluasa dan lebih berkemampuan membantu orang lain yang membutuhkan. Anda
akan mendapatkan hikmah kebahagiaan tersendiri.
BANGGA MENJADI DIRI SENDIRI:
Jangan pernah mau menjadi orang lain
tetapi berjuanglah untuk menjadi diri sendiri - dan banggalah akan hal itu. Jadilah
dirimu sendiri! Dan itu akan membangunkan potensi individu yang terpendam dalam
diri Anda, individu yang dipenuhi oleh ide gagasan yang sepenuhnya bisa menjadi
kekuatan, kecantikan atau bahkan menjadi keunikan yang tidak dimiliki oleh
orang lain. Itulah versi terbaik dari diri Anda.
HIDUPLAH DIMASA SEKARANG:
Masa sekarang adalah sebuah keajaiban yang
luput dari perhatian atau bahkan tidak pernah terpikirkan oleh Anda. Masa saat sekarang
ini adalah satu-satunya ‘masa’ yang peruntukannya dijamin untuk Anda. Itulah
hidup serta kehidupan Anda. Maka itu, berhentilah bermimpi akan hal–hal besar tetapi
di masa depan; berhentilah menyesali berbagai hal-hal dari masa lalu Anda. Belajarlah
menerima bahwa Anda hidup dimasa ‘kini’ – di sini sekarang ini. Hanya dengan
cara itu Anda bisa membangkitkan keunikan kekuatan yang terpendam di dalam diri
Anda. Hargailah keindahan hidup yang Anda miliki – saat kini ini.
"Keep away from people who try to belittle your
ambitions. Small people always do that, but the really great make you feel that
you, too, can become great."
~Mark Twain
~Salam Sukses selalu
