Selasa, 01 Desember 2020

COVID-19 HIDUP BARU YANG TERBARUKAN

Ternyata saya bisa melatih diri karena dipaksa mematuhi tata aturan pemerintah untuk menormalisasi diri sendiri:

 

“Jangan keluar rumah, pakai masker, tutup mulut, cuci tangan dan jangan bersalaman dengan orang-orang!”.

 

Jelas singkat dan sederhana. Yang patuh dianggap waras, dan hanya yang waras yang paham kejamnya COVID-19. Aturan sederhana, memaksa setiap orang melawan rasa bosan yang menjemukan. Seluruh kegiatan nyaris tertunda. Setiap orang khawatir tertular. Cara penularannya tidak diketahui pasti, semuanya diduga-duga. Obat dan vaksin pun masih dicari-cari. Fatal mematikan ancaman yang tak kelihatan, dihadapi dengan berbagai dugaan-dugaan.

 

Benar-benar virus digdaya, bisa berhenti seluruh nadi aktivitas kehidupan se-dunia.

Mengagumkan, memaksa setiap orang untuk cuci tangan dan tutup mulut!

 

Setiap orang punya kisah bagaimana bertahan hidup di tengah ancaman Covid-19, beberapa bahkan sudi berbagi rezeki kepada sesama satu lainnya. Beragam kisah COVID-19 mewarnai kehidupan. Dengan caranya setiap orang sebisanya berusaha bertahan melaluinya. Menata pola hidup, menerapkan strategi bertahan. Ternyata tidak semudah mengucapkannya.

 

Setiap orang dipaksa untuk bisa mengenal orang walau tampil setengah wajah. Setiap orang dipaksa menyembunyikan setengah wajahnya dibalik masker penutup mulut. Semua orang berusaha berbicara jelas dengan mulut tertutup.

 

Terasa janggal, tak sopan menurutkan tatakrama adat ketimuran, tetapi demi COVID-19 wajib dilakukan, demi menjaga kesehatan orang-orang di sekitar. Setiap orang dianggap menularkan virus COVID-19, maka wajib tutup mulut.

 

Intinya bukan lagi untuk menyelamatkan diri sendiri, tetapi lebih kepada demi kesehatan orang-orang disekitar. Anda harus bisa menertibkan diri sendiri. Mengkarantina diri sendiri dengan cara mematuhi aturan sederhana: “Dirumah saja, tutup mulut dan cuci tangan!”.

 

Setiap orang dipaksa menghentikan kegiatan. Yang biasa bergegas menyelesaikan banyak hal dipaksa menerima fakta kenyataan bahwa, semua bisa ditunda. COVID-19 berhasil menunda segalanya.

 

Ternyata, menunda-nunda, tidak sesulit seperti yang diduga. Pokoknya, cuci tangan dan tutup mulut. Sederhana! Dan jangan berjabatan tangan. Menunda-nunda pekerjaan tak lagi dianggap sebagai bukti pertanda malas bekerja, bahkan menolak berjabat tangan tak lagi dianggap tidak sopan.

 

Anda dan saya, kita semua dipaksa merubah ritme kehidupan. Hidup menjadi terbarukan. Setibanya di rumah setiap orang bergegas melepas pakaian untuk di cuci dan harus langsung mandi.

 

Setiap orang kini risih dengan keadaan dirinya sendiri. Mungkin terdengar berlebihan, tetapi semua orang dipaksa agar sepakat menerima ritme kehidupan baru, menahan diri untuk tidak keluar rumah.

 

Semuanya terinspirasi menempatkan dirinya untuk terus terjaga agar tetap sehat. Semua kegiatan diarahkan untuk menghemat energi. Semua orang cenderung bertahan semampunya mengelola energi dirinya, sebisanya berusaha semampunya mengendalikan dengan berdiam di rumah.

 

COVID-19 diduga tidak bisa menembus kekebalan tubuh jika dipenuhi kelimpahan energi. Diduga COVID-19 hanya digdaya menyerang jika lemah kelelahan.

 

Aturan ketentuan untuk berdiam di rumah adalah untuk menghemat energi. Tutup mulut dan cuci tangan, menjadi bagian dari upaya untuk memaksimalkan energi. Mengurangi aktivitas kegiatan di luar rumah karena diduga menguras banyak energi diri secara percuma.

 

Perubahan pola makan, pola istirahat dan tidur serta pola aktivitas bekerja dari rumah segera akan menjadi kebiasaan hidup yang baru. Mengendalikan diri demi untuk menghemat penggunaan energi diri.

 

COVID-19 mengusung Realitas Hidup terbarukan.

 

COVID-19 mengungkapkan bahwa sebagian besar keterbatasan yang menghalangi untuk menjalani kehidupan yang diimpikan hanyalah keterbatasan psikologis yang diciptakan oleh kisah-kisah yang dikembangkan oleh orang-orang, oleh media-media atau oleh pemerintah, tentang apa yang bisa dan apa yang tidak bisa.

 

COVID-19 menyadarkan orang-orang untuk sebisanya berusaha sendiri melampaui batasan-batasan yang diumbar dengan penyebaran kisah-kisah itu.

 

COVID-19 secara perlahan membangunkan kesadaran orang-orang bahwa ritme Realitas Hidup pada akhirnya akan berhasil menyelaraskan kehidupan dengan situasi nyata yang terjadi. Berbagai ide-gagasan kreatif, inspiratif yang tak terduga bahkan berhasil membangun minat kemitraan untuk berkolaborasi.

 

COVID-19 telah membuat dunia kerja tidak lagi akan pernah sama seperti sedia kala. Budaya tatacara kerja hingga tempat bekerja berubah bahwa pekerjaan di pemerintahan hingga di bisnis swasta bisa dikerjakan dari jarak jauh.

 

COVID-19 memaksa para pemimpin mengubah ukuran kinerja karena segalanya tak lagi sama seperti sedia kala. Budaya pekerjaan tidak lagi “seperti biasa” melainkan telah memasuki 'era normal baru'.

 

COVID-19 bahkan membuka peluang untuk ekspansi bisnis hingga mengubah kesempatan atau jenjang karir kearah yang baru dan diharapkan akan menjadi lebih baik. Dan masih banyak lagi.

 

COVID-19 memaksa setiap orang untuk instropeksi diri sendiri. Setiap orang merasa lebih diberdayakan untuk lebih produktif, sebisanya memenuhi tiap hal dalam segala hal.

 

Pada akhirnya setiap orang dipaksa menyesuaikan diri untuk bisa berusaha sendiri mengakses langkah maju dan menempatkan dirinya dalam tatanan kehidupan dunia baru di sekitarnya.

 

Kombinasi dari semua strategi kini ini ditebar sebar untuk menemukan cara terbaik memastikan Anda terbebas dari COVID-19. Sedari cuci tangan, tutup mulut pakai masker, minum jamu, minum air rebusan bumbu masak, pakai kalung Corona, hingga mantra doa Corona demi untuk mendapatkan ketenangan:

 

Ya Tuhan, berilah aku ketenangan untuk aku bisa menerima hal-hal yang tidak bisa aku ubah, berilah aku keberanian untuk mengubah hal-hal yang setidaknya bisa aku ubah, dan berikanlah aku kebijaksanaan untuk mengetahui perbedaannya.” Amin.


Pelajaran penting menghadapi realita kehidupan dipenuhi kekhawatiran menghadapi COVID-19 musuh yang tidak kelihatan.

 

Semoga kiranya membawa manfaat serta kemanfaatannya.



~Salam Corona Selalu