Rabu, 15 April 2020

ANDA BUKAN TANDINGAN CORONA NAN DIGDAYA

Orang yang benar-benar bebas menikmati kebebasan hidupnya adalah para individu yang tidak lelah mengembangkan kapasitas pribadinya. Orang-orang inilah yang menyadari bahwa kisah dirinya hanya akan menjadi tambahan catatan sejarah perjalanan hidup orang-orang dari era sebelumnya. Kumpulan kisah kehidupannya pun bukan semata-mata tentang kisah hidupnya.

Anda bukan kisah Anda. Kisah kelahiran Anda pun baru Anda ketahui setelah Anda mengerti nikmat hidup punya keluarga bahagia bersukacita merayakan hari ulang tahun kelahiran Anda. Tetapi kisah kematian Anda tidak akan pernah Anda dengar pemberitahuannya, bahkan Anda tidak akan pernah mengetahui bagaimana keluarga itu bahagia meratapi kesedihan hatinya sepeninggal Anda. Dan itulah kisah sedihnya, itu bukan kisah Anda.

Anda bukan kisah Anda. Itu fakta sederhana. Gagasan pemikiran itu yang mendasari tulisan ini untuk dipersembahkan keharibaan Anda. Ini adalah tentang sesuatu hal yang paling tidak pernah Anda bayangkan karena Anda kerap mengabaikannya.

Orang-orang yang terpapar virus corona covid-19 berharap kiranya tim medis bisa menyembuhkannya, namun tim medis nyaris putus asa merawat pasiennya terutama karena tidak ada obatnya. Mereka tak bisa berbuat banyak selain berharap dan berdoa moga-moga stamina physik pasiennya cukup kuat bertahan melewati masa-masa kritisnya. Dan tetapi itu pun bukan kisah Anda, tetapi kisah virus corona yang begitu gagah menyerang kekebalan tubuh Anda.

Bagaimana digdayanya virus ini hingga menghentikan sendi-sendi kehidupan manusia se-dunia, begitu hebatnya tragedi yang diakibatkannya hingga membuat seluruh penguasa negara-negara se-dunia terlihat konyol menjadi tak kukuh, lemah tak berdaya.

Ini adalah tentang dahsyatnya serangan virus menghantam sistem pernafasan manusia penghuni dunia, hingga orang-orang se-dunia tanpa bertanya langsung saja setuju. Mari bersembunyi.

Ini adalah virus corona SARS-2 bernama COVID-19.
 Virus Pandemic

Ini adalah kisah virus pandemi yang setiap saat kehebatannya didengungkan oleh pewarta berita dari seluruh dunia. Semuanya fokus pada kisah betapa dahsyatnya peristiwa yang ditimbulkannya. Semua pemberitaan mengklarifikasi angka-angka. Yang terpapar sekian, yang dalam pengawasan sekian, yang dirawat sekian, yang dinyatakan sembuh negatif sekian. Dan yang mati sekian. Total sampai dengan per hari ini menjadi berjumlah sekian.

Beberapa korban meninggal bahkan tidak memungkinkan untuk mendapatkan pemakaman yang layak hingga harus dimakamkan secara massal. Diduga korban mati pun tidak lagi diperiksa secara seksama tetapi langsung dipersekusi untuk dimakamkan sesuai protap korban virus corona. Keluarga tak berhak bertanya tetapi dipersilahkan berdoa dari kejauhan. Ini adalah kisah virus penyakit yang mungkin Anda derita, jadi ini bukan kisah Anda.

Anda bukan kisah tentang Anda, itu fakta sederhana. Mungkin Anda tidak pernah membayangkannya, tetapi ini benar-benar nyata, dan harus diterima.

Bagaimanapun hebatnya Anda sebagai penguasa wilayah, bisa menentukan apa saja yang dilarang dan apa saja yang boleh dilakukan oleh orang-orang di wilayah yang Anda pimpin, namun kisah Anda akan ditutup oleh sesuatu yang tidak ada kaitannya dengan kehebatan Anda. Ternyata Anda bukan kisah Anda.

Bagaimana pun kayanya Anda bergelimang harta hingga bahkan berkuasa membeli ruang-ruang penjara untuk memenjarakan orang-orang yang menentang kehendak Anda, hanya dengan menjentikkan satu saja jempol tangan Anda, orang yang menentang kehendak Anda niscaya akan menyesal pernah hidup di jaman Anda, merana sejadi-jadinya. Tetapi ternyata akhir kisah Anda hanya akan ditutup oleh nestapa penderitaan. Begitu itulah, itulah akhirnya.

Bagaimana pun derita luar biasa yang Anda pernah alami, pahitnya kehidupan kala terpukul berkali-kali gagal, dan gagal lagi hingga tertimpa peristiwa mengerikan. Serasa hidup telah berlaku tidak senonoh terhadap Anda, namun masa depan Anda tidak selamanya tergantung pada masa lalu. Episode akhir hidup Anda bukan kisah Anda.

Walau Anda berkisah telah berhasil membangun banyak hal atau mungkin berkisah Anda telah kerap gagal nyaris dalam banyak hal, namun bukan itu kisah Anda, karena masih ada banyak hal lagi yang tidak Anda pahami.

Walau Anda mendongeng bagaimana Anda telah berusaha untuk selalu berlaku adil kepada orang-orang, walau jika Anda dipaksa untuk tidak pernah berlaku adil terhadap orang-orang, namun masa lalu bukan jadi patokan bagaimana sesuatu itu akan terjadi di masa mendatang. Walau Anda bisa memaksa orang-orang menyesuaikan diri dengan keterbatasan pemahaman serta kapasitas pribadi Anda, itu juga tetap saja, Anda bukan kisah Anda.

Apalagi ada banyak hal yang sejatinya tidak Anda kuasai, tidak Anda pahami bahkan Anda tidak pernah mau untuk sekedar berusaha mengerti. Anda bukan kisah Anda, walau benar-benar terjadi menimpa Anda. Walau jika Anda telah menjadi orang terdidik yang punya keahlian setinggi langit pun, pada akhirnya Anda bukan kisah Anda. Bahkan walau jika Anda melarikan diri dari kenyataan pun, Anda bukan kisah Anda. Orang-orang akan memilih sendiri kisah untuk Anda.

Walau Anda telah kerap diingatkan namun Anda kerap melupakan, bahkan malah bertindak berlebihan mengaku lupa tentang sesuatu hal yang sama sekali belum pernah diingatkan. Anda benar-benar pendongeng luar biasa.

Ketahuilah jika kenyamanan Anda telah menghadirkan kenyamanan orang-orang, dan kekayaan Anda telah membuat orang-orang menjadi kaya. Betapa Anda sangat berkuasa, dan itu telah pula menjadikan orang-orang merasa menjadi paling sangat berkuasa. Namun itu bukan kisah Anda.

Kelak orang-orang itu akan memilihkan kisah untuk Anda dengan alasan, iya begitu itulah yang sebenarnya, karena orang-orang lebih suka menceritrakan kisah dirinya mengenai Anda.

Tak cukup jika hanya berpegang pada kisah Anda seorang, apalagi kisah kesedihan Anda mungkin akan membuat orang-orang bersedih. Kesulitan Anda pun mungkin akan menyulitkan orang-orang juga. Kerugian yang Anda alami pun mungkin membuat orang-orang terpaksa ikut menghitung berapa pula kerugiannya. Kelemahan Anda bahkan menjadikan orang-orang menjadi hilang keperkasaannya.

Namun itu pun bukan kisah Anda. Kelak orang-orang itu pun akan berceritra sendiri mengenai kisah tentang Anda.

Sejatinya tidak ada yang sudi berpegang pada kisah abadi walau setiap orang berusaha hendak mengabadikan setiap kisah menjadi kisah abadi.

Seiring waktu orang-orang akan berkisah tentang dirinya mengenai Anda, dan semuanya ternyata hanya akan memuat perjalanan hidupnya, karena setiap orang menyukai kisahnya sendiri. Anda hanya akan dikisahkan secuil dan itu pun ternyata hanya untuk melengkapi kisahnya saja. Karena sejatinya orang-orang hanya berminat mengisahkan dirinya dengan cara mengisahkan orang-orang yang dia akui mengingatnya dan diingatnya.

Adakah orang-orang mengingat orang satu lainnya? Entahlah!

Anda boleh mendebat sendiri diri Anda sendiri dan mencuba mengingat-ingat perdebatan Anda, berhasilkah? Taklah. Jadi bagaimana Anda bisa untuk berkata bisa?

Bahkan orang-orang hanya sudi mengasihani sendiri dirinya sendiri walau pun harus dengan cara mengasihani orang-orang. Karena sejatinya, orang-orang hanya dibekali minat dan niat untuk sebisanya membantu dirinya dengan cara membantu sebisanya orang-orang. Karenanya tidak ada gunanya Anda kukuh berpegang pada kisah Anda, karena itu pun bukan kisah Anda.

Bagaimana pun kisah Anda hanya akan menjadi ganjal penopang dari kisah orang-orang, bahkan terkadang malah menjadi ganjal penghalang hingga orang-orang itu harus memilih sendiri kisah Anda. Orang-orang yang mengisahkan Anda semata-mata bertujuan melengkapi kisahnya.

Artikel ini pun bukan tentang kisah Anda, tetapi tentang kisah virus pandemi bernama COVID-19, virus penyakit yang konon berbahaya, karena belum ada obat penawarnya dan belum ditemukan vaksinnya, dan diakui seluruh dunia.

Virus digdaya yang konon telah diketahui sumber asal muasalnya tetapi untuk menghindarinya seisi dunia harus menghentikan seluruh aktivitas, menutup mulut dan mencuci tangan. Bersembunyi mengisolasi diri demi untuk menjaga kesehatan dan nyawa orang-orang.

Moga-moga Anda paham jika diminta memahami gambar dibawah bahwa itu pun bukan kisah Anda, tetapi ini kisah pandemic Virus digdaya yang tercatat pernah melanda benua Eropa pada abad pertengahan.
 Virus Pandemic

~Salam sehat selalu.