Rabu, 03 Juli 2019

MISKIN CITRA DIRI (4): BAGAIMANA CIRI-CIRINYA?


"Tanya pak! Maaf, bagaimana caranya agar saya bisa mengetahui orang-orang yang miskin citra dirinya? Apakah ada kiat-kiat tertentu yang perlu diterapkan agar saya bisa terhindar dari lingkup pergaulan orang-orang yang miskin citra dirinya? Mohon penjelasannya, sebelumnya diucapkan terima kasih."

Ini adalah bagian yang ke-4.

 Hotman's Collections


Ciri-ciri Orang Yang Miskin Citra Dirinya:
Mari jujur memeriksa diri sendiri apakah Anda termasuk dalam kelompok ini. Orang-orang yang miskin citra dirinya umumnya tidak sadar jika dirinya telah dibekali “talenta”. Sulit untuknya berlaku jujur terhadap dirinya sendiri untuk mencari tahu jatidirinya. Dia cenderung mengungkapkan dirinya dengan cara-cara dan sifat kritis serta dipenuhi rasa cemburu.

Umumnya orang-orang itu tidak antusias akan keberhasilan orang lain, tetapi malah membenci keberhasilan orang satu lainnya. Selalu cemburu ketiap orang walau tidak berdasar. Semu dicemburui, suami, istri, pacar, tetangga bahkan orang yang baru dikenal dicemburui dengan alasan yang terkesan mengada-ada. Terkesan benar-benar tidak menyukai dirinya sendiri bahkan mengaku heran jika ada orang lain yang menyukainya. Citra dirinya benar-benar buruk.

Selalu beralasan bahwa rasa cemburunya yang terkesan sangat berlebihan didasari karena rasa cinta, atau karena sangat sayang terhadap orang-orang yang dicemburui. Mereka sejatinya tidak pernah bisa mencintai bahkan tidak pernah bisa percaya terhadap pasangannya. Dirinya pun sulit dia percayai.

Orang-orang yang miskin citra dirinya menyukai gosip. Suka membangun rumor negatif tentang prilaku kehidupan orang lain. Terkesan membiarkan dirinya mendapat komentar buruk tentang perilakunya yang menyimpang, jauh dari tatakrama, bertentangan dengan tatanan sosial masyarakat. Mereka akan benci jika ada seseorang mendapat pujian dari orang satu lainnya.

Kerap menonjolkan rasa ketidakpuasan, tidak senang, bernada negatif dan berlebihan jika ketika memberikan tanggapan kepada seseorang. Namun, jika tanggapannya dikritisi, dia akan menganggapnya sebagai penghinaan. Dan jika si orang yang mengkritisi memberi tanggapannya sembari tertawa kecil atau terlihat tersenyum, akan dianggapnya sebagai penghinaan yang tidak bisa dimaafkan. Bahkan kritik membangun dianggap sebagai penghinaan pribadi atau upaya menjatuhkan nama baik keluarga atau kelompoknya.

Hidupnya dipenuhi rasa curiga atas tiap hal, selalu menonjolkan sisi negatif. Sulit menerima gagasan bernilai, bereaksi berlebihan jika ada orang yang menyampaikan ajakan untuk bersama-sama menertawakan diri sendiri. Ajakan bernada instropeksi diri seperti itu tidak bisa diterima dan dianggap bertujuan untuk mempermalukannya atau menjatuhkan kelompoknya.

Orang-orang yang bercitra diri miskin, umumnya sulit menerima suasana hening, situasi tenang tanpa kegiatan, hingga akan melakukan kegiatan apa saja sebagai selingan, tetapi sedikit pun tidak menghiraukan akibat yang ditimbulkannya. Misalnya, menghidupkan televisi tetapi tidak menontonnya atau menghidupkan radio tetapi tidak hirau program acaranya.

Emosi dirinya naik turun hingga motivasinya sering terganggu. Jika punya usaha sendiri, bisa tiba-tiba dia hentikan jika ada orang lain yang dikenalnya membuka usaha sejenis. Dia tidak menyukai persaingan usaha, cenderung tidak lagi memperdulikan usahanya karena telah lebih dahulu memposisikan dirinya bakal tidak akan pernah menang bersaing. Menjadikannya benci, dendam terhadap orang yang dianggapnya sengaja menyaingi usahanya.

Orang-orang yang bercitra diri miskin, sering mengkedepankan tindakan serta prilaku sombong, pongah berlebihan. Misalnya, jika hidupnya berkecukupan, kemana-mana akan mengagungkan nilai harta kekayaannya. Jika ada orang lain punya harta yang kurang lebih sama akan dikritisi secara tidak senonoh, terkadang terkesan berlaku kejam, iri dengki, dipenuhi dendam.

Jika dia atau salah satu anggota keluarganya punya posisi jabatan tertentu disalah satu instansi, kemana-mana akan mengagungkannya. Tiap pembicaraan akan dimulai dengan membanding-bandingkan kedudukannya berikut fungsi dan kewenangannya. Jika semisal ada orang lain punya jabatan atau posisi yang kurang lebih sama, akan dikritisi secara kejam dipenuhi rasa iri dan dengki.

Sering gagal dan tidak bisa memposisikan dirinya sebagai pemenang dalam hidupnya hingga merasa selalu kalah, akhirnya tidak henti berusaha memperburuk situasi untuk membangun alasan buruk pada berbagai situasi.

Ada juga yang kerap berpenampilan norak, jauh dari kepantasan, tampil menjauhi nilai-nilai kebersihan, menjadi gemuk hingga kemudian melarikan diri ke alkohol atau menjadi korban Narkotika, membuatnya bertingkah laku vulgar dalam segala hal dan terkesan tidak sopan. Tidak menghormati orang-orang yang lebih tua, apatis cenderung cuek terhadap lingkungan sekitar. Tetapi bertingkah laku superior merasa dirinya jauh melebihi orang-orang sehingga cenderung merendahkan orang lain.

Bagaimana pun secara pribadi, kita selamanya akan bertindak menurutkan cara pandang kita terhadap diri kita sendiri, hingga kita akan terus berusaha menampilkan versi diri kita yang terbaik. Upaya itu bisa Anda lihat di diri orang-orang karena orang lain adalah cerminan dari diri kita sendiri. Mungkin Anda akan melihat bagaimana orang-orang melakukan hal-hal dengan cara memaksakan diri, hingga terlihat konyol. Atau melakukan hal-hal yang tidak sama sekali tidak berdasar, tidak beralasan, atau melakukan hal-hal yang  ber-resiko membahayakan karir dan sisa perjalanan hidupnya. Bahkan walau itu sejatinya sama sekali tidak diperlukan.


Mari lihat ciri-ciri lainnya:

Orang-orang yang punya citra diri miskin punya prilaku hidup materialistis, mengutamakan kemewahan, tampil mencolok menghamburkan uangnya yang berlimpah dengan mengendarai mobil mewah, mengenakan gaun pakaian mode gaya terkini. Tampil serba mahal, model rambut, cat kuku, perawatan gigi cahaya mengkilat, mengenakan make-up wajah ber-merek mahal dan terkadang berlebihan. Beranggapan bahwa jika tampil seadanya, dirinya tidak akan diterima dalam pergaulan sosial hingga perlu tampil ekstrim agar punya teman.

Orang-orang bercitra diri miskin juga bisa terihat di arena olah raga, seperti atlet yang berlatih memacu prestasi secara berlebihan saat menjelang hari pertandingan, memaksakan diri hingga kecelakaan dalam latihannya, dan hilanglah kesempatannya mengikuti pertandingan. Gagal menjadi juara. Tak percaya dengan hasil latihan yang sudah dilakukan, memaksa diri untuk hal-hal yang tidak perlu. Beberapa atlet bahkan terlihat berusaha melukai dirinya saat latihan, persis menjelang hari H. Walau sejatinya hal seperti itu tidak lagi diperlukan karena sedari awal sudah cukup berlatih.

Hal senada bisa juga dilihat di lingkungan Kantor. Seorang staff pekerja yang takut tidak akan dapat promosi jabatan, merusak karirnya persis di sessi penilaian prestasi sedang berlangsung. Akhirnya gagal tidak dapat promosi jabatan. Pulang mengusung masalahnya merusak kebahagiaan keluarga bahkan menjadi gangguan sosial di lingkungan sekitar. Rekan-rekan kerjanya mungkin bisa memahami tetapi umumnya orang-orang sekitar tidak peduli dengan masalah kantor orang perorangan. Ini adalah tentang citra diri miskin.

Contoh lainnya kelompok anak sekolah yang akan mengikuti ujian keesokan harinya tetapi malah bermabuk-mabukan hingga berkendara kebut-kebutan dimalam sebelumnya. Tindakan seperti itu menggambarkan ciri orang yang punya citra diri miskin. Mereka merasa dirinya tidak ada gunanya ikut ujian keesokan harinya karena dipastikan tidak akan bisa berhasil, hingga akhirnya cenderung melakukan hal-hal yang tidak diperlukan demi mengumpulkan alasan jika gagal. Dan akhirnyagagal.

Orang-orang yang citra dirinya miskin akan terus-menerus membangun alasan membenarkan dirinya tanpa menghiraukan akibat yang ditimbulkan. Misalnya, berjanji akan sembahyang berjamaah tepat waktu tetapi kemudian menundanya dengan alasan orang-orang munafik juga sembahyang disana. Berjanji akan ke gereja pada setiap hari Minggu kemudian batal dengan alasan bahwa disana banyak orang-orang munafik, tidak memungkinkan baginya untuk bisa khusuk berdoa menyembah Tuhannya.

Orang-orang yang citra dirinya miskin tidak akan paham bahwa jika pun ada orang munafik berdoa diantara dirinya dengan Tuhannya, sejatinya si orang munafik itu malah lebih dekat dengan Tuhannya. Tetapi mereka tidak putus membangun alasan karena telah tertanam di dalam pikirannya tanpa menghiraukan akibat yang ditimbulkan.

Miskin Citra Diri selanjutnya dibahas lebih mendalam pada bagian yang ke-5.

~Salam citra diri selalu!