Senin, 29 Juli 2019

JAWAHIR-JAWABAN AWAL AKHIR

Kata JAWAHIR adalah istilah populer dalam lingkup pergaulan masyarakat di kalangan tertentu. Kata ini dianggap melekat sebagai kependekan dari: “JAWABAN AWAL AKHIR”, lazimnya dipergunakan sebagai ungkapan pemahaman dari awal timbulnya “rasa percaya” yakni untuk bergegas MEMULAI.

MEMULAI dianggap menjadi bukti pertanda bahwa Anda berhasil menyemangati sendiri, diri Anda sendiri, untuk segera bergegas bangkit bergerak melangkah maju, meraih sukses keberhasilan.

Sederhananya, penggunaan kata JAWAHIR dianggap sebagai kata kunci bahwa Jawaban Awal untuk bertindak melaksanakan sesuatu (berjuang) telah ditemukan, karena Jawaban Akhir atas penyebab terjadinya ketertundaan dianggap telah ditemukan (menunda-nunda perjuangan).

JAWAHIR dianggap bagaikan vonis inkrah yang sifatnya final putus mengikat. Tak lagi perlu diperdebatkan, dan tak lagi ada langkah upaya lanjutan menunda-nunda. Tinggal hanya satu kata: “jalankan”!

Kata JAWAHIR ini ditujukan untuk menggambarkan penyelesaian akhir terhadap sesuatu situasi chaos, atau stagnansi tanpa penyelesaian akhir. Jika pun terlihat ada upaya penyelesaian, tetapi terkesan hanya untuk mengulur waktu, sejatinya malah kian membuat semakin terkatung-katung, tidak tuntas. Karenanya, diperlukan kepastian.

Istilah kata JAWAHIR diyakini timbul untuk mengakhiri suatu situasi dimana ketertundaan tanpa keputusan akhir, telah berulang-ulang terjadi hingga malah dianggap biasa. Bahkan diperlakukan bagai suatu kelaziman. JAWAHIR ditujukan untuk memupus tuntas situasi yang sedemikian itu, karena penyebab utamanya diyakini lebih disebabkan oleh kemelut di dalam pikiran sendiri.

Anda pasti paham apa yang dimaksudkan jika menyimak dengan benar arti makna kata-kata bijak berikut ini.

“Stop believing you should feel more confident before you take the next step because taking the next step is what builds your confidence. We all learn the way on the way. No matter what it is you want to accomplish, you just need to get started. Starting in the main key, It is a thing that should make a daily ritual”.~Anonimous

Berhentilah untuk percaya bahwa Anda harus terlebih dahulu membangun “rasa percaya” untuk bisa merasa percaya diri sebelum memutuskan untuk melangkah maju. Karena dengan mengambil keputusan untuk melangkah maju, sejatinya Anda akan dan tengah sedang berupaya membangun “rasa percaya” yang diperlukan.

Terserah bagaimana menurut Anda!
Tetapi saya akan lebih setuju jika saja Anda bisa menerima pemahaman yang sama bahwa rangkaian kata-kata bijak diatas mengusung makna yang dalam.

“Bahwa setiap kita, semuanya diharuskan belajar mengetahui tiap sesuatu hal, disaat kita sedang melakukan sesuatu hal lainnya, dari sekian banyak rupa ragam hal prihal yang sudah menunggu untuk dilakukan.~Ini kata Saya.

Tidak soal, hal persoalan apa itu yang ingin Anda selesaikan, namun satu hal yang diperlukan yakni dengan memutuskan segera untuk MEMULAI langkah, bergerak maju dan mulai melakukan tindakan yang diperlukan.

Dengan mulai mengambil satu tindakan, diyakini itu akan memicu timbulnya minat ketertarikan melakukan banyak hal serta tindakan apa saja yang diperlukan, untuk menuntaskan tiap-tiap hal yang terkait dengan prihal apa yang sedang Anda usahakan untuk mencapainya.

Langkah MEMULAI itulah, yang menjadi titik awal fase yang krusial.

Itu yang menjadi kunci utama dari tiap sukses keberhasilan orang-orang yang Anda pernah ketahui. Itulah ritual awal yang perlu dilakukan disaat hendak memulai sesuatu tindakan. Karenanya, perlu untuk kita menjadikannya bagai ritual harian.

Dengan mengambil keputusan untuk melangkah maju, Anda tidak akan pernah punya waktu untuk mencari-cari kesempatan untuk mundur. Bahkan mungkin, hal itu tidak lagi terpikirkan jika seluruh waktu, tenaga, perhatian terpusat fokus bergerak MEMULAI angkah maju.

Satu langkah tiap waktu, selangkah demi selangkah, langkah Anda akan bergerak maju meraih sukses keberhasilan.

MEMULAI adalah hal krusial, dalam banyak hal ia menjadi beban permasalahan yang sangat prinsipil dan mendasar.

Memutuskan langkah untuk MEMULAI adalah saat-saat penting, dimana kita terbebani rasa khawatir, meragu, dilanda ketakutan. Bagaimana jika nanti gagal? Bagaimana jadinya jika nanti tak cukup modal? Meragu, bagaimana jika nanti ternyata diri ini tidak begitu cukup pintar. Terombang-ambing hingga terhempas dipenuhi perasaan ragu-ragu, takut dan malu. Bagaimana jika Nanti terjadi penolakan?

MEMULAI adalah suatu situasi awal yang dipenuhi gonjang-ganjing. Semua musuh-musuh penghalang sukses keberhasilan, satu demi satu muncul, timbul kepermukaan. Bertimbun-timbun menumpuk satu demi satu persis disaat waktu yang bersamaan, semuanya serentak membebani persis kala ketika hendak memutuskan “MEMULAI”.

Bagi sebagian kalangan, tahap “MEMULAI” menjadi awal akhir keperkasaan diri. Jika berhasil, akan menjadi awal keperkasaan yang akan diperhitungkan dunia, masuk dalam kancah deretan daftar keberhasilan. Jika gagal, akan dianggap menjadi awal kenistaan diri. Musnah punah kedigdayaan pribadi perkasa yang selama ini diagung-agungkan.

Kala memutuskan untuk MEMULAI, seluruh isi kepala dipenuhi pemikiran, bagaimana jika nanti begini ini? Bagaimana jika nanti begitu itu? Terbebani pemikiran begini begitu, bahkan bisa mematikan akal budi pekerti.

Hal ikhwal perihal MEMULAI kerap menjadi bahan perdebatan yang tak ada ujung pangkalnya.

Berbagai bayang-bayang kejadian serupa penjelasan diatas, kerap menjadi bahan pembahasan seru didalam berbagai kegiatan pelatihan pengembangan potensi kemampuan diri.

Dan semua para Influencer, Coach, Mentor atau Trainer terlatih, tak bosan melatih diri. Tak bisa berhenti mengasah kemampuan diri untuk agar bisa menemukan jalan keluar dari suatu kemacetan komunikasi dalam pembahasan yang sering terjadi.

Semuanya berusaha agar penjelasan yang dipaparkan bisa diterima peserta pelatihan, atau setidaknya berkemampuan menyajikan suatu pemaparan yang paling sedikit mendapatkan sanggahan.

Para Influencer, Coach, Mentor atau Trainer, wajib membekali diri dengan berbagai ragam jawaban, sedari yang standar hingga yang bersifat khusus, dengan tujuan untuk bisa menggugah semangat juang yang sejatinya itu telah erat melekat dan menjadi prinsip dasar kejiwaan orang per orang.

Diantaranya, sebagai berikut:

“Seyogianya Anda tak perlu bimbang akan hal itu. Itu adalah sesuatu hal yang semestinya tidak perlu dipersoalkan, terutama karena hal perasaan takut sedemikian itu, pernah juga dialami oleh semua orang-orang sukses yang Anda pernah ketahui”.

“Semua orang-orang sukses pasti pernah mengalaminya, bagaimana situasinya kala harus berhadap-hadapan dengan berbagai kesukaran, yang kurang lebih sama sukarnya seperti bayang-bayang yang Anda takutkan itu. Dan mereka ternyata berhasil melewatinya. Sukses melampauinya.“

“Mereka telah merasakan bagaimana diombang-ambingkan perasaan yang tidak menentu. Mengalami betapa hati sangat sakit kala ketika dirinya dianggap tidak cukup pintar untuk bisa sukses”.

“Hati nelangsa, ketika tengah berjuang mengalami kekurangan modal. Sedih, pilu beraduk bercampur rasa jengkel kala ketika sedang menyelesaikan tahap akhir penyelesaian proyeknya, harus tertunda karena perlu tambahan modal. Pekerjaan serba tanggung, tak bisa selesai.”

“Hati tersiksa, terbebani perasaan mendongkol, resah, gundah gulana. Seolah semua pintu bala bantuan menutup rapat-rapat. Merasa seolah dijauhi teman-teman, dicemooh keluarga, bahkan ditolak oleh sahabat karib. Serasa semua orang serentak memalingkan muka, tak satu pun yang sudi memberi bantuan.”

“Orang-orang sukses pastinya pernah mengalami bagaimana getirnya perjuangannya. Bagaimana tersiksanya perasaan kala ketika dihantam dihempaskan badai perasaan malu, ditolak mentah-mentah, oleh karena kurang sesuatu hal.”

“Bahkan, pernah ditolak setengah matang tanpa sebab alasan pasti, tanpa kejelasan yang jelas. Dipermalukan ditengah khalayak ramai. Dikata-katai bodoh, kerja tanpa perencanaan yang matang. Dianggap tidak becus, tidak punya otak, goblok tak bisa kerja. Dinilai malas, bagaimana mau sukses?”

“Bahkan, tak jarang ditolak tanpa sebab alasan yang jelas.”

Tetapi, semua penolakan-penolakan itu, tidak menjadikannya malah mundur dari gelanggang arena perjuangan. Tidak malah menjadikannya menyerah untuk kemudian berhenti. Tidak malah menjadikannya lari dari tanggungjawabnya. Tidak menjadikannya menunda-nunda penyelesaian pekerjaannya.”

“Hingga sampai akhirnya mereka berhasil gemilang mencapai sukses keberhasilannya. Dan berbagai kisah rintangan-rintangan yang pernah dialami, semuanya hanya akan menjadi catatan tambahan dalam buku sejarah perjalanan hidupnya.”

“Few things are impossible to diligence and skill... Great works are performed not by strength, but perseverance.”
~Samuel Johnson

“Ketahuilah, semua orang-orang yang kini dikenal sukses atau terkenal sangat sukses, dipastikan pernah merasakan rintangan dalam perjalanan karirnya. Setidaknya menghadapi beban persoalan yang kurang lebih sama. Mungkin malah lebih buruk dari bayang-bayang terburuk yang bisa Anda khawatirkan itu.”

“Mereka mungkin telah dihajar dibenturkan situasi sedemikian kerasnya oleh sukarnya beban kehidupannya. Ditimpa musibah, atau terjerembab oleh sesuatu situasi, yang mungkin selama hidupnya tidak akan pernah dia akui wajar, bahkan walau jika itu untuk sekedar dikemukakan kepada orang-orang terdekat atau kepada anggota keluarga yang dicintainya.

“Bayangkan bagaimana kerasnya perjuangan mereka, jadi bayang-bayang penderitaan yang bagaimana lagi yang hendak Anda jadikan alasan pembenaran menunda-nunda langkah Anda memulai bergerak maju?.”

“Ketahuilah, umumnya orang-orang sukses hanya akan bersedia menceriterakan sekilas tentang beberapa hal penting terkait sejarah perjalanan karirnya. Mereka lebih memilih menyampaikan beberapa peristiwa yang sangat penting, untuk dijadikan bekal petunjuk bagi para pemula – seperti Anda.”

“Berbagi pengalaman tentang beberapa hal terkait perjalanan hidupnya, agar orang-orang yang tengah sedang berjuang dapat terhindar dari melakukan kesalahan yang sama.”

“Karena, tidak satupun dari mereka yang sudi mengingat-ingat peristiwa kelam yang dialami.”

“Orang-orang sukses, umumnya bijaksana. Mereka memilih menjaga sesuatu rahasia demi privasi yang sangat bersifat pribadi. Namun apa pun itu, tiap satu daripadanya mereka cenderung bersedia menceriterakan hal-hal yang dianggap bisa berguna menyemangati diri, menyemangati nilai-nilai semangat juang dari orang-orang seperti Anda.”

“Mereka menyadari hal itu. Terutama karena pada akhirnya tiap-tiap orang akan tiba di persimpangan jalan dalam lintasan perjalanan hidupnya, dimana dia harus berhasil menyemangati sendiri, dirinya sendiri.”

Berpantang mundur!

Sekali layar terkembang, sauh terangkat, kemudi diputar mengarah ke tengah samudera lepas, berjuang menaklukkan rahasia warna-warni kehidupan!

Dan, mengambil keputusan untuk segera MEMULAI adalah bukti pertanda keberhasilan Anda menguasai diri, Anda sukses menyemangati diri sendiri!

“The worst decisions I’ve ever made, have been to make no-decision. When I overthink and over analyze, I do nothing. It’s a classic case of analysis paralysis”.
~William Chapman

Saya yakin, Anda kini paham apa yang dimaksudkan.

~Salam JAWAHIR Selalu!