Rabu, 03 Juli 2019

MISKIN CITRA DIRI (2): ANGGAPAN BODOH

"Karenanya Anda perlu berjuang menemukan kebahagiaan diri. Caranya adalah berusaha menemukan bakat Anda, mengasahnya agar terampil. Karena keahlian itu yang bisa membuat Anda tidak lelah mengembangkannya sampai kemudian bisa menjadikannya sebagai sumber mata pencaharian. Kelak ketika diperadilkan, Anda akan mendapat Nilai Jenius."

Tidak dinilai “bodoh”.

Ini adalah bagian yang ke-2.
Hotman's Collection


ANGGAPAN BODOH:
Sejarah peradaban mencatatkan bahwa permasalahan utama dalam tatanan sosial kehidupan adalah bahwa orang-orang bodoh sering dianggap sebagai bagian kelompok mayoritas.

Konon katanya, orang-orang seperti Anda dan saya hanya sedikit jumlahnya, karena Orang Jenius itu tak banyak jumlahnya.

Anggapan seperti begini ini, dashyat menghunjam menembus pertahanan diri dari setiap orang yang mendengar, hingga kian semakin menghancurkan jatidiri. Tertanam dalam-dalam jauh di dalam alam pikiran, menggerogoti “rasa percaya diri” hingga sampai ke titik yang paling nadir. Menyerang, meluluhlantakkan kepribadian, dashyat bergetar menaklukkan kedigdayaan keperkasaan diri. Menimbulkan pikiran Negatif, dan itu yang akan membuat citra diri menjadi kian semakin terlihat buruk, semakin renta dan menjadi miskin. Miskin citra diri!

Tolong dibaca lagi dengan cara seksama, perlahan-lahan!

Anda boleh tidak setuju. Atau mungkin Anda berkehendak akan mendebat dengan mengusung sekapal alasan beserta penjelasan dengan contoh-contoh, dilengkapi dengan kliping-kliping berita surat kabar yang memuat bantahan serta sanggahan. Dan saya bisa memahami itu, karena tidak ada orang yang mau berterima jika dianggap ‘bodoh’.

Nenek bilang itu berbahaya!

Tetapi, saya akan lebih setuju mendukung pengakuan bahwa jauh di dalam lubuk hati sanubari Anda, pastinya Anda mengakui hakikat kebenarannya, karena itu kenyataan, dan itu yang benar-benar terjadi.

Bahkan mungkin anggapan itu yang telah memaksa situasi kehidupan di dunia agar setiap orang diperintahkan untuk belajar sedari sejak lahir hingga sampai ke liang lahat.

Mungkin juga begitu.

Dan itu bukan kata saya, tetapi tentang itu telah rapi tertulis pada lembaran-lembaran dari setiap kitab-kitab kuno bukti sejarah peradaban dunia.

Pastinya kini Anda bisa paham apa yang dimaksudkan.

Pembahasan selanjutnya disajikan pada bagian yang ke-3.

~Salam citra selalu!