Ketika kita tertarik membahas tentang kehandalan sesuatu yang kerap disebut sebagai “rasa percaya”, kita akan diperhadapkan dengan kata tanya: sesungguhnya apa itu rasa percaya, dan bagaimana caranya menambah ketebalan rasa percaya itu?
"Each of us will one day be judged by our standard of life, not by our standard of living; by our measure of giving, not by our measure of wealth; by our simple goodness, not by our seeming greatness."~William Arthur Ward
Sebagaimana disampaikan oleh William Arthur Ward, ”Suatu hari kelak masing-masing kita akan diadili oleh standar kita hidup, bukan oleh standar kehidupan kita; bukan oleh ukuran kita memberi, bukan oleh ukuran kekayaan kita; (tetapi) oleh kebaikan kita yang sederhana, bukan oleh kebesaran kita yang tampak.
Agar jelas silahkan membacanya berulang-ulang, resapi dan renungkan. Sesungguhnya pesan apa yang disampaikannya?
Mari simak apa yang disampaikan oleh Winston Churcil: “Success is walking from failure to failure with no loss of enthusiasm”.
Menurutnya, sukses keberhasilan adalah melewati kegagalan demi kegagalan tanpa kehilangan antusiasme.
Pastinya, Anda kini paham apa yang dimaksudkan.
Ini tentang hidup Anda.
Sesungguhnya apa keinginan hidup Anda? Susunlah daftar tentang keinginan yang Anda ingin dapatkan dalam hidup ini.
DAFTAR KEINGINAN:
Menyusun daftar keinginan tentunya perlu mempertimbangkan langkah apa saja yang diperlukan untuk mewujudkannya. Tetapi itu berikutnya saja.
Mulailah menyusun daftar keinginan, misalnya dengan menuliskan, apa saja yang ingin dimiliki? Setelah itu, apa lagi? Teruskan tambah, jangan berhenti pada satu atau dua tiga puluh keinginan saja. Tambah lagi.
Ingatlah, ini tentang keinginan Anda!
Baca lagi, mungkin susunannya perlu ditata kembali. Mungkin beberapa perlu dikoreksi, ditambah atau dikurangi. Atau mungkin harus dihapus. Terserah, Anda bebas sesuka hati. Ini tentang keinginan Anda.
DAFTAR LANGKAH TINDAKAN:
Mengikutkan daftar keinginan itu, langkah-langkah apa saja yang diperlukan? Kegiatan apa saja yang dianggap mendukung untuk mewujudkannya? Susun daftarnya.
Tentukan yang mana yang paling pertama akan dilakukan? Selanjutnya apa lagi? Mungkin satu-dua-tiga kegiatan bisa langsung dikerjakan. Beberapa mungkin memerlukan bantuan dari yang ahli dibidang tertentu.
Atau Anda mungkin malah jadi bingung. Atau bahkan linglung tidak tahu harus bagaimana berbuat apa? Tergagap, caranya bagaimana?
Hei, tidak perlu bingung! Ini tentang tindakan Anda.
Mungkin Anda akan kembali mencermati daftar itu. Terlalu banyak harus dikurangi. Beberapa tidak terlalu penting atau mungkin tidak berkaitan sama sekali.
Mungkin beberapa lainnya masih butuh waktu, masih terlampau jauh dari jangkauan mengingat situasi Anda sekarang ini. Anda mungkin mulai meragu. Mulai menyadari ternyata tidak mudah seperti yang disampaikan para mentor dan strategic coaching itu.
Mungkin Anda yang tidak cukup pintar. Meragu, merasa diri kurang cerdas walau jika itu hanya untuk sekedar memulai. Anda kian semakin meragu. Gamang karena minim relasi. Kecut karena modal pas terbatas. Kurang percaya diri karena tergencet rasa malu, dan lain-lain.
Berulang-ulang memeriksa kembali daftar keinginan serta daftar tindakan yang diperlukan mewujudkannya. Satu demi satu kembali diperiksa ulang, diteliti sedari atas hingga paling bawah. Mengeluh, tangan mulai basah berkeringat. Berpikir lagi untuk memilah-milah. Termenung, merenung dan berpikir.
Mengajak PIKIRAN untuk fokus. Kala PIKIRAN mulai merespon. Terbersit di dalam pemikiran, mungkin yang begini ini tidak akan pernah bisa tercapai. Tetapi jika yang begini-begini mungkin bisa dicapai, tetapi sekian belas tahun lagi. Lama nian!
Kembali merenung. Berpikir menyelaraskan PIKIRAN dengan hati, menyatu membangun tekad.
Jika tidak dimulai, selamanya hanya akan diangan-angan. Ini tentang hidup Anda. Mulai mencari-cari informasi, riset se-bisa-nya, meneliti seksama.
Mungkin ada panduan, mungkin ada kesempatan untuk memulai. Mengincar tiap hal memungkinkan, segala hal diberikan perhatian.
Tercengang setelah tahu banyak yang telah berusaha, dan gagal. Beberapa terlihat terus berjuang berusaha, ulet berupaya. Yang menyerah, berhenti. Terlihat sibuk, berpikir keras merangkai rupa ragam alasan kenapa gagal? Kenapa harus berhenti? Tak lagi mereka percaya bisa mencapai keberhasilan.
Ini tentang “rasa percaya”.
PENYESUAIAN YANG DIPERLUKAN:
Itu yang membedakan keberhasilan dengan kegagalan. Jika tidak percaya, tidak akan Anda pernah berhasil mewujudkan keinginan Anda. Mungkin tidak semuanya yang di daftar bisa diwujudkan, beberapa mungkin perlu disesuaikan. Tergantung situasi dan kondisi.
Demikian halnya dengan daftar langkah tindakan, mungkin tidak semua bisa terlaksana. Beberapa mungkin harus disesuaikan atau dihapus karena tak bisa dilakukan.
Ingatlah, ini tentang “rasa percaya”.
MEMELIHARA PENGHARAPAN:
Anda harus percaya bahwa Anda bisa mewujudkannya, atau segalanya hanya menjadi sebatas bayang-bayang. Sah-sah saja, jika Anda berdoa memelihara pengharapan. Berdoa agar bisa membangun “rasa percaya” Sah saja.
Karena “rasa percaya” akan mendorong PIKIRAN meneruskannya ke alam bawah sadar dengan instruksi untuk mencipta ruang yang dimungkinkan melakukan tindakan. Karena “rasa percaya” itu pula yang akan menolak godaan menyerah, dorongan agar berhenti. Dan bahkan malah memompa semangat.
Terserah jika Anda setengah percaya. Namun sangat disarankan agar Anda bisa Percaya. Jika meragu, latih diri Anda menebalkan “rasa percaya” dengan mengingat slogan singkat: “jika orang lain bisa, saya juga bisa. Itu pasti!”.
Walau belum sepenuhnya berhasil, setidaknya terus berupaya hingga Anda tidak perlu mencari-cari rupa ragam alasan. Bukan gagal karena masih berjuang!
Hanya yang gagal yang memerlukan alasan penjelasan, yang sukses menjelaskannya dengan keberhasilannya.
PENDIDIKAN DAN PELATIHAN:
Oprah Winfrey mengatakan bahwa, satu-satunya keberanian yang dibutuhkan oleh siapa pun, adalah keberanian untuk mengikuti impian sendiri.
"I believe that the only courage anybody ever needs is the courage to follow your own dreams."~Oprah Winfrey
Maka harus percaya.
Walau jika terlebih dahulu harus dilatih. Misalnya dilatih untuk mengendarai mobil balap diatas lintasan arena.
Dilatih mengenal lika-liku lintasan sembari membiasakan diri merasakan sensasi kecepatan. Disiplin melaju memacu kecepatan hingga tingkat tertentu. Membangun “rasa percaya” bahwa tujuan latihan adalah agar menang bukan untuk celaka.
Misalnya berlatih kiat jual beli stock saham. Perlu berlatih membangun “rasa percaya”. Walau terkadang dilatih keras untuk memahami teknik-teknik tertentu.
Berlatih membangun “rasa percaya” untuk membiasakan diri beraktifitas ditengah-tengah kesibukan para pialang. Memelihara “rasa percaya” ditengah-tengah ketegangan gonjang-ganjing harga. Harus bisa tenang di tengah situasi kepanikan dealing room. Itu adalah kiat memetik profit.
KENAPA HARUS PERCAYA?
Karena “rasa percaya” itu yang menegaskan bahwa Anda pun punya kesempatan yang sama dengan orang-orang. Kian menegaskan bahwa Anda tak kalah cerdas dibandingkan dengan orang-orang.
Karena “rasa percaya” itu yang akan mendorong PIKIRAN dan dengan alam bawah sadar menciptakan keyakinan.
Terkadang beberapa yang terlihat sinis menyangsikan bahkan memandang rendah tujuan pelatihan, akhirnya gagal memaksimalkan manfaatnya. Beberapa lainnya cenderung meremehkan, ingin segalanya serba instan. Klik dan klik langsung kaya, akhirnya tergoda cenderung menghalalkan segala cara.
Dan itu merusak. Ingatlah, ini tentang kehidupan Anda.
Yang masih sangsi ragu-ragu walau telah dilatih intensif, dipenuhi pikiran negatif akhirnya menyerah, berhenti. Lazim jika pemula diawal-awal terlihat ragu-ragu, namun seiring waktu rasa itu akan tersingkir dengan sendirinya.
Menyingkirkan keraguan bisa dengan berpegang keyakinan bahwa Anda cukup cerdas untuk berhasil. Bisa dengan bergiat menanamkan pemahaman diri bahwa tidak ada kata terlambat untuk mengembangkan kemampuan. Pemahaman itu akan memungkinkan Anda meningkatkan “rasa percaya”.
Ingatlah ini tentang kehidupan Anda.
Ketahuilah, semua bentuk sukses keberhasilan bermula dari “rasa percaya”, fungsinya bagai senjata menguasai keadaan sekaligus menjadi perisai pertahanan diri.
Menurut Spryte Loriano dikatakan bahwa, semua kisah hebat di planet ini terjadi ketika seseorang memutuskan untuk tidak menyerah, tetapi terus berjalan walau apa pun yang terjadi.
“Every great story on the planet happened when someone decided not to give up, but kept going no matter what.”~Spryte Loriano
LAYANAN JASA PROFESIONAL:
Untuk menebalkan “rasa percaya” beberapa memanfaatkan layanan profesional pengembangan diri. Memilih bantuan layanan berbayar hanya untuk membiarkan dirinya dipengaruhi oleh para profesional demi menanamkan “rasa percaya”.
Profesional dibidang ini dikenal sebagai Influencer atau Mentor atau Trainer beberapa menyebutnya Coaching.
Mereka ahli mempengaruhi pikiran. Ahli membantu menentukan cara mengelola perasaan diri, terutama dikala Anda di posisi kritis - akan berhenti karena menyerah. Mampu mempengaruhi suasana hati. Jika diberi kesempatan mereka bisa leluasa menyemangati Anda untuk bisa perlahan bangkit dari keterpurukan.
Mereka juga terlatih membantu orang-orang untuk menentukan pilihan karier yang memungkinkan Anda mendapatkan keinginan Anda – sebagaimana daftar yang Anda inginkan itu.
Katakanlah, Anda sebenarnya ingin berkarir menjadi Akuntan tetapi keluarga menginginkan Anda menjadi Politisi. Mungkin memaksa mendaftar fakultas Sosial Politik.
Bagaimana menghadapinya? Mungkin Anda akan berusaha menyenangkan keluarga tetapi kemudian menyesalinya. Atau mungkin Anda akan bersikukuh menentangnya dan berjuang keras membuktikan bahwa masa depan Akuntan juga sangat menjanjikan.
Keraguan timbul kala ketika hasilnya tidak seperti yang Anda harapkan. Mungkin Anda akan berusaha mendapatkan masukan dari keluarga, tetapi saran pandang yang didapat terdengar bagai memojokkan atau menghakimi. Anda menjadi tersiksa, tetapi ketahuilah hal serupa adalah jamak terjadi dalam hidup.
Oleh Dr.Suess dikatakan bahwa mereka yang peduli tidak penting dan mereka yang penting tidak keberatan.
Mungkin Anda paham maksudnya.
Bahwa Anda hanya perlu mengembangkan diri, karena apa pun pendidikan Anda itu bukan menjadi patokan bahwa karir Anda harus dibidang itu.
Demikian halnya dengan prinsip keinginan, apa pun itu sejatinya itu dimungkinkan mencapainya. Gelar Akuntan Anda bahkan bisa dijadikan pijakan awal untuk merambah karir di berbagai bidang. Yang menurut Anda lebih menjanjikan.
Contoh seperti Mark Zuckerberg ia memilih keluar dari Harvard Business School demi menciptakan media sosial Facebook.
Diawal-awal Dunia tidak peduli, namun akhirnya berhasil mempengaruhi seluruh penghuni Dunia untuk menggunakan ciptaannya. Dia berani menaklukkan dan merubah tatanan aspek sosial dalam pergaulan kehidupan. Kini seisi Dunia patuh mengikuti aturan ketentuan Facebook miliknya atau akan di takedown olehnya.
Konon katanya, jika wajah Anda belum terdaftar di dalam Facebook, Anda belum dikenal dunia. Tak juga kah Anda percaya?
Intinya adalah Percaya!
"Those who mind don't matter and those who matter don't mind."~Dr.Suess
Kiranya Anda kini sudah bisa meningkatkan “rasa percaya” untuk yakin mulai melangkah memanfaatkan kesempatan mewujudkan keinginan sebagaimana dalam daftar keinginan itu.
Sejatinya tidak ada yang mustahil.
Semuanya yang dibutuhkan untuk berhasil telah tersedia dalam diri Anda. Hanya Anda harus Percaya.
Namun, tetaplah mawas diri, atau Anda akan terbenam dalam genangan kesombongan diri.
Salam Percaya selalu!
Post terkait:
Anda Malah Salah Jika Tak Pernah Salah
Kala Ketika Berlumuran Rasa Khawatir
Dasar Jangkrik, Bisanya Hanya Mengata-ngatai
Tiap Hari Kita Kehilangan Waktu
Tipikal Pemimpin
Anda Malah Salah Jika Tak Pernah Salah
Kala Ketika Berlumuran Rasa Khawatir
Dasar Jangkrik, Bisanya Hanya Mengata-ngatai
Tiap Hari Kita Kehilangan Waktu
Tipikal Pemimpin



