"If you are not willing to risk the usual you will have to settle for the ordinary."~Jim Rohn
Jika Anda tidak mau mengambil risiko, biasanya Anda harus puas dengan hasil yang biasa-biasa saja.
Sejatinya, tidak seorang pun sudi jika disebut gagal, walaupun tidak ada orang yang tidak pernah gagal dalam perjalanan hidupnya.
Setiap orang dimungkinkan pernah gagal mendapatkan keinginannya, bisa berupa gagal masuk sekolah favorit, tidak dapat tiket nonton konser band kesayangan, mungkin gagal menilpon karena tak dapat signal, dan lain-lain. Tetapi kegagalan bukan akhir segalanya. Itu hal yang lazim, itu hanya masalah ketertundaan.
Anda boleh setengah percaya, karena memang tak ada orang yang berlapang dada menerima kegagalannya, karenanya adalah wajar jika maksimal dan terus berusaha.
Sejatinya, tidak seorang pun sudi jika disebut gagal, walaupun tidak ada orang yang tidak pernah gagal dalam perjalanan hidupnya.
Setiap orang dimungkinkan pernah gagal mendapatkan keinginannya, bisa berupa gagal masuk sekolah favorit, tidak dapat tiket nonton konser band kesayangan, mungkin gagal menilpon karena tak dapat signal, dan lain-lain. Tetapi kegagalan bukan akhir segalanya. Itu hal yang lazim, itu hanya masalah ketertundaan.
Anda boleh setengah percaya, karena memang tak ada orang yang berlapang dada menerima kegagalannya, karenanya adalah wajar jika maksimal dan terus berusaha.
Karena hidup adalah kompetisi, nyaris semua orang berusaha menolak dikalahkan oleh siapa pun. Jika disuatu ketika Anda gagal, pastinya akan berusaha menolak keadaan itu dan berusaha membuktikan bahwa bukan itu realitasnya.
Anda akan memilih untuk membela diri dan mengatasinya.
Gagal dimasa lalu bisa menjadi ganjalan dalam perjalanan hidup, kerap dilekatkan bagai catatan hitam sejarah hidup.
Terkadang, bahkan dianggap mempengaruhi keputusan atau tindakan-tindakan.
Terkadang, bahkan dianggap mempengaruhi keputusan atau tindakan-tindakan.
Menyebabkan ketidakseimbangan, hidup bisa kian menjadi semakin sulit karena tidak fokus menyelesaikan hal-hal yang harus disegerakan.
Menjadi tersesat lupa akan arah tujuan.
Yang terburuk, bisa mengakibatkan kerenggangan dalam hubungan antar tetangga di lingkungan, dengan relasi bisnis atau malah berdampak negatif dalam hubungan kekeluargaan, kebangsaan hingga hubungan internasional.
"The greatest of all mistakes is to do nothing because you can only do a little. Do what you can."~Sydney Smith
Jika suatu situasi membuat frustasi, Anda dapat memilih menerima keadaan itu sebagai sesuatu yang akan memperindah warna-warni perjalanan hidup.
Menerimanya sebagaimana adanya, akan mengurangi rasa jengkel, imbas rasa kekecewaan yang merugikan masa depan Anda.
Menerimanya sebagaimana adanya, akan mengurangi rasa jengkel, imbas rasa kekecewaan yang merugikan masa depan Anda.
Mengatur langkah lanjutan, bagaimana mengatasinya, bagaimana mengatur baik-baik bentuk perlawanan yang realistis berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku.
Tidak merajuk atau cengeng, tetapi juga tidak disarankan untuk membiarkan diri menjadi korban perlakuan tindakan kesewenang-wenangan.
Setidaknya, Anda harus siap memerangi bentuk kecurangan. Anda harus menemukan jalan keluar yang realistis, elegan, terhormat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sebagai berikut:
Langkah 1: Mencermati kembali apa yang terjadi:
Teliti dan cermati kembali apa yang terjadi dan apa-apa saja yang menjadi hal ikhwal muasal penyebabnya.
Banyak yang gagal malah merajuk bersembunyi dari khalayak umum. Tidak perlu harus begitu.
Banyak yang gagal malah merajuk bersembunyi dari khalayak umum. Tidak perlu harus begitu.
Anda tidak perlu menjauh dari realita kehidupan, walau itu nyaman, tetapi hanya sesaat.
Ganjalan pemikiran akan tetap menghantui, sewaktu-waktu bisa menghunjam, meledak dan itu akan lebih menyakitkan.
Ganjalan pemikiran akan tetap menghantui, sewaktu-waktu bisa menghunjam, meledak dan itu akan lebih menyakitkan.
Amati apa penyebab kegagalan itu, tabahlah! Kuatkan diri. Tak perlu menyalahkan orang-orang, siapapun itu.
Tanggung jawablah!
Tanggung jawablah!
Catatkan baik-baik urut-urutan peristiwanya. Evaluasi semua aspek situasi dan gambaran keadaan yang berlangsung.
Cermati, perlahan-lahan akan terlihat secercah cahaya dititik mana awal bermulanya persoalan yang kemudian dipersoalkan, dan di titik mana Anda bisa mulai beranjak bergerak leluasa menyelesaikannya.
Cermati, perlahan-lahan akan terlihat secercah cahaya dititik mana awal bermulanya persoalan yang kemudian dipersoalkan, dan di titik mana Anda bisa mulai beranjak bergerak leluasa menyelesaikannya.
Tak soal, apa itu persoalan yang dipersoalkan. Apa pun itu, hanya akan menguji kadar kepemimpinan.
Si Kerdil akan maksimal berusaha melindungi diri. Berucap kata apa saja! Melengkapi diri dengan peralatan apa saja. Bahkan jerami hanyut pun akan diraih dia kira itu kapal selam untuk pertahanan diri.
Baginya menyelamatkan diri adalah segalanya.
Bongkahan batang kayu hanyut pun akan dianggap musuh, bagaikan Buaya raksasa yang mengintai.
Baginya menyelamatkan diri adalah segalanya.
Bongkahan batang kayu hanyut pun akan dianggap musuh, bagaikan Buaya raksasa yang mengintai.
Semuanya harus dibasmi, diperlakukan bagai musuh. Tuduh kan hal apa saja, tersangka kan saja, tuntut pasal apa saja yang bisa.
Tak soal jika tiap soal kelak akan dipersoalkan.
Sikat habis, kerdilkan semuanya!
Tak soal jika tiap soal kelak akan dipersoalkan.
Sikat habis, kerdilkan semuanya!
Tetapi, pejuang patriot, selamanya akan menjadi pejuang sejati. Walau emosi tak tertahankan, namun tindakan dan ucapannya akan didasarkan pertimbangan matang.
Semuanya demi kenyamanan orang-orang yang memberikan mandatnya untuk diperjuangkan.
Semuanya demi kenyamanan orang-orang yang memberikan mandatnya untuk diperjuangkan.
Sekecil apa pun potensi gangguan akan diupayakan untuk dihindarkan.
Bahkan, jika diharuskan, mereka yang memperlakukannya bagai musuh pun akan dilindungi, keselamatan menjadi yang terutama.
Bahkan, jika diharuskan, mereka yang memperlakukannya bagai musuh pun akan dilindungi, keselamatan menjadi yang terutama.
Tak heran jika patriot sejati kerap terlihat berjuang sendiri.
Langkah 2: Jangan salahkan diri sendiri:
Sayangi diri Anda sebagaimana layaknya Anda menyayangi sesama satu lainnya.
Walau wajar jika Anda menyalahkan diri sendiri, tetapi berbaik hatilah, berikan kesempatan kedua setidaknya kesempatan untuk belajar dan melepaskan kegalauan hati.
Walau wajar jika Anda menyalahkan diri sendiri, tetapi berbaik hatilah, berikan kesempatan kedua setidaknya kesempatan untuk belajar dan melepaskan kegalauan hati.
Memaafkan diri sangat disarankan, jangan terlalu keras menghakimi diri sendiri.
Bagaimanapun tiap kesalahan terjadi untuk suatu alasan.
Langkah 3: Lihat lagi dari sudut yang berbeda:
Diibaratkan melihat cahaya, ia akan berbeda jika dipandang dari sudut yang berbeda.
Demikian halnya dengan kegagalan, jika dilihat dari sudut pandang yang berbeda mungkin akan menimbulkan inspirasi baru, mungkin akan menemukan jalan terbaik menyelesaikannya.
Demikian halnya dengan kegagalan, jika dilihat dari sudut pandang yang berbeda mungkin akan menimbulkan inspirasi baru, mungkin akan menemukan jalan terbaik menyelesaikannya.
Analisa hal-hal apa saja yang baik dan berguna, susun daftar tentang hal-hal yang negatif yang merugikan perjuangan.
Mengevaluasi, mungkin Anda terlalu fokus pada hal-hal yang salah atau yang merugikan, sehingga banyak hal-hal positif yang menguntungkan menjadi tertutupi.
Disarankan untuk Anda memfokuskan perhatian kepada hal-hal yang berbeda dengan cara yang berbeda.
Niscaya hal sederhana pun bisa membalikkan keadaan. Mulailah melakukan perbaikan dari sana, selesaikan masalah kegagalan Anda.
Ketahuilah, sukses Anda terletak pada orang satu lainnya.
Langkah 4: Nikmati hidup Anda:
Percayalah, jika pun gagal Anda tidak diharamkan untuk tetap menikmati hidup Anda. Berlakulah wajar dan usahakan mental Anda tidak terbebani melakukan perbaikan.
Ketahuilah tidak setiap orang diberikan kesempatan kedua untuk memperbaiki kesalahan dan menghindari kegagalan.
Rangkullah kesempatan yang ada, taklukkan tantangan dengan cara-cara elegan. Tunjukkan bahwa kegagalan yang dialami sejatinya membawa hikmah tersendiri.
Hargailah kesempatan yang diberikan untuk membalikkan keadaan dari kegagalan menjadi keberhasilan.
Berjuanglah seakan Anda mati keesokan harinya, tetapi jalani hidup Anda seakan Anda akan hidup seribu tahun lagi.
Sejatinya, penolakan pada dasarnya terdorong oleh rasa khawatir berlebihan atau karena ketakutan akan terbongkar ketidaksempurnaan, bahkan kedunguannya.
Sejarah selalu berhasil mencatatkan tindakan-tindakan perilaku dungu versus akal sehat.
Berpijak lah pada hal itu.
Kegagalan adalah wajar, bahkan walau jika gagal dalam banyak hal itu hanya akan membuat Anda menjadi berkemampuan menghadapi berbagai hal, dan menjadi sukses dalam setiap hal.
Bagaimanapun, kegagalan akan menciptakan kesempatan emas menuju keberhasilan.
"If you do what you always did, you will get what you always got."
~Anonymous
~Anonymous
Ketahuilah, jika Anda melakukan apa yang selalu Anda lakukan, Anda akan mendapatkan apa yang selalu Anda dapatkan.
Pengalaman buruk adalah batu loncatan mencapai sukses keberhasilan.
~Salam Dungu Pecundang!