Selasa, 20 Maret 2018

5 Kiat Sukses untuk Menantang Hidup

-->
I was once asked if a big business man ever reached his objective. I replied that if a man ever reached his objective he was not a big business man."
~Charles M Schwab

Kebebasan diakui sebagai  bentuk pencapaian tertinggi dalam hidup. Bebas menikmati hidup bebas membelanjakan uangnya tanpa takut kehabisan, dll. Tetapi mencapainya diperlukan Waktu yang di-Dedikasi-kan serta Komitmen kukuh melalui proses tahapannya, perlu punya keterampilan, kesiapan diri dan memenuhinya dengan segala daya ikhtiar sedemikian rupa. Itulah “investasi” terbaik dalam hidup.

Perlu Kiat Sukses untuk itu, Yakni:

1. Mengelola Waktu:
Sekeras bagaimanapun kita bekerja, kita hanya punya waktu 24Jam sehari. Hanya itu yang bisa dimanfaatkan, yang harus dikendalikan secara Fokus agar efisien, agar kita tidak kehilangan momentum – untuk sukses.

Mengelola waktu dengan benar menjadikan kita terlihat professional, teliti dan tidak tergesa-gesa memenuhi jadwal aktivitas kita, bahkan punya waktu menikmati hidup, bersantai. Kita terlihat lebih siap menghadapi tiap perubahan dan mengubahnya demi untuk kemanfaatan maksimal.

Kita akan dikenal sebagai pribadi yang tidak gegabah, teliti meneliti detil tiap pilihan yang muncul hingga kecil kemungkinanya untuk membuat keputusan yang salah.

Ada tekniknya itu!

2. Punya Empati:
Empati berarti mampu memahami perasaan orang lain. Berbeda dengan ‘simpati’ karena “Simpati” layaknya ditujukan untuk rasa berbelas kasihan. Seumpama ketika kita tahu ada rekan dipecat, kita langsung mempertanyakan secara terbuka. Itulah “empati” bahwa kita memahami perasaannya, kita dapat merasakan betapa getir nanti kehidupannya.

Empati menjadi kunci sukses oleh karena pola pikir dan cara kerja kita menunjukkan kita berkemampuan untuk memimpin. Perlu nyali menerapkannya - langsung bertanya secara terbuka, tidak malah mendiamkannya.

Hanya cara komunikasi yang baik yang bisa membuat penyampaiannya tidak terdengar seolah bersifat menghakimi.

Ada caranya itu!

3. Meminta Bantuan:
Perlu keberanian kala ketika benar-benar mengharapkan bantuan orang lain, sulit mengutarakannya karena kita cenderung menduga-duga negatif. Ini adalah salah satu keterampilan yang harus dikuasai.

Orang kerap salah, menganggap bahwa jika meminta bantuan itu berarti pertanda lemah. Hingga banyak yang memilih mengerahkan kemampuannya sendiri, terhenti setelah tak tertolong lagi - baru meminta bantuan. Adalah salah menganggap rasa malu sebagai bukti kelemahan, terutama karena perlu keberanian melakukannya, dan itu adalah pertanda jika kita punya kekuatan – berani melakukannya.

Alasan lainnya, orang enggan meminta bantuan karena khawatir akan kehilangan kendali atas kondisi tertentu. Ada juga karena menganggap orang lain tidak setrampil dirinya atau sebaliknya karena tak mau ketahuan tingkat keterampilannya. Ada juga karena tidak mau kelak terhutang budi. Yang pongah beralasan, karena tak mau membebani orang lain.

Sejatinya, jika kita  meminta bantuan maka kita memberi kesempatan ke orang lain untuk tampil menunjukkan keahliannya. Ini tentang memberdayakan orang lain.

Bahwa kita tidak sempurna, itu adalah sama seperti semua orang, dan kita harus menerimanya. Meminta bantuan ke orang lain menjadi bukti bahwa kita mengakui ketidaksempurnaan kita itu. Itu kiat sukses juga.

4. Harus Konsisten:
Kita perlu fokus pada tujuan dan kukuh berjuang mencapainya. Jika tiap waktu kita mengubah dan mengubah-ubah tujuan maka kita akan kehilangan arah karena tidak konsisten. Konsisten merupakan kunci sukses untuk mencapai keberhasilan.

Ada pelatihannya itu!

5. Mampu Mendengar:
Punya dua telinga dan satu mulut mungkin ditujukan agar kita bersedia mendengar dua kali dan berbicara satu kali - saja. Mendengar bukan berarti lemah tetapi hanya itu cara agar kita bisa benar-benar paham apa pendapat orang lain.

Jika mau mendengarkan baik-baik kita akan terhindar dari salah paham, bisa menghemat waktu pengerjaan sesuatu bahkan bisa terhindar dari rasa frustasi.

Karenanya tak heran jika banyak pemimpin mengirimkan karyawannya untuk kembali bersekolah hanya untuk dilatih bagaimana cara mendengarkan dengan baik, belajar cara terbaik bagaimana memahami sesuatu.

Kemampuan mendengarkan dengan baik adalah keterampilan yang diperlukan untuk bisa ber-komunikasi dengan efektif.

Ada tekniknya itu!

“I am thankful for all of those who said ‘No’ to me. It’s because of them I’m doing it myself”.
~Albert Einstein

~salam sukses!
 

Jumat, 16 Maret 2018

PENEMPAAN DIRI UNTUK HIDUP SUKSES


“It doesn’t matter where you came from, all that matters is where you are going”~Brian Tracy

Hidup adalah penciptaan. Mungkin dicipta dengan api atau dengan tiupan angin, atau dengan terjangan topan badai atau mungkin dengan tetesan air atau malah direndam dalam genangannya - apapun itu, hidup adalah penempaan.

Mari rehat mengaguminya!

Konon hidup kita telah dipalsukan oleh pengalaman terutama karena sesungguhnya kita punya pilihan untuk ikut berpartisipasi membentuknya. Bahkan mungkin kita bisa mengarahkan cetakan yang bagaimana yang kita inginkan. Jika pun yang memalsukan itu punya rencana sendiri, kita bisa saja menolak atau setuju dan menyesuaikannya mengikutkan keinginan kita.

Caranya bagaimana?

Penempaan diri:
Diantaranya adalah dengan penyerahan diri. Mengenali hidup menjadi cara penempaan diri tanpa bersifat represif melawannya tetapi lebih kearah menikmatinya. Itu akan mendorong minat untuk mewarnainya lebih baik lagi.

Lainnya, dengan ber-eksplorasi menggali hal-hal baru menambah daftar perjalanan hidup, membuat kita kian terlatih bagaimana kala sedih, bagaimana ketika didera rasa sesal atas kejadian tertentu. Ketika hal-hal baik terjadi, kepedihan menjadi sirna terlupakan dan kita tak lagi mempersoalkannya. Pemikiran yang diduga sulit untuk diterima orang.

Ada juga yang memilih menghadapi sendiri rasa takutnya. Semisal takut berbicara didepan umum, takut terhadap orang yang tidak dikenal, atau takut gagal berbisnis, takut dipecat atau mungkin takut cintanya ditolak. Memilih menghadapinya dengan metode sendiri hingga tenggelam dalam ketakutannya sampai si takut menjadi takut untuk menakut-nakuti. Takut yang aneh!

Ada juga rasa takut yang diduga malah menimbulkan kekuatan. Semisal takut akan ketinggian diduga malah melahirkan pilot-pilot handal. Ada juga rasa takut yang dinilai tidak irrasional hingga melahirkan pakar professional untuk menangani. Walau terlihat takut-takut tetapi si Pakar takut mengaku. Takut yang menggelikan - dan dibayar!

Kita bisa menempa diri mengikutkan karakter kita. Semisal mendapati diri kita menjadi pembicara internasional yang tiap saat harus terbang ke berbagai penjuru dunia. Sesuatu yang mustahil jika kita takut terbang atau takut berbicara di depan umum, tetapi oleh laju kemajuan teknologi, itu kini bisa – melalui video call.

Kita bahkan bisa mengajak orang se-Dunia untuk berubah dengan cara mengubah lingkungannya hanya dengan memodifikasi pergaulan sosial kita menjadi tanpa batas. Menjadi warga global – netizen penghuni dunia maya. Mengajak seisi dunia melakukan penanaman pohon atau dunia akan dilanda kekeringan (global warming). Dimulai dari hal-hal kecil yang inspiratif untuk mempengaruhi, dan memperlihatkan dengan cara bagaimana kita berubah – mengubah wajah dunia.

Mendisain Karakter Pribadi:
Dimulai dengan: “apa impian kita, karakter yang bagaimana yang sesungguhnya kita inginkan?”. Selanjutnya kita susun daftar impian untuk memilih impian yang mana yang paling kita inginkan menjadi bagian dari karakter pribadi kita.

Jika diteliti akan ada pola peristiwa yang terjadi secara berulang – apa itu? daripada menolaknya lebih mudah untuk menerimanya dan menempa karakter yang diinginkan.

Jika ditelusuri, akan ada pengalaman pahit yang terjadi berulang-ulang – apa itu? daripada tiap saat menyesalinya akan lebih baik menghindarinya.

Jika diakui jujur, akan ditemukan perasaan takut yang kerap menghantui – apa itu?, daripada takut terulang dan terulang lagi, akan lebih baik berdamai dengannya. Tetapi itu perlu langkah penanganan tersendiri yang harus kita amini realitasnya.

Keadaan sosial di lingkungan kita bertempat tinggal diyakini ikut membangun karakter pribadi maka tak heran jika semua menginginkan hunian yang layak, yang nyaman dimana kita bisa berbaur tanpa merasa terkucil. Karakter pribadi akan lebih signifikan.

Pertanyaannya, akankah ada jedah waktu untuk menjelajahi yang kita bangun? Apakah seperti itu karakter yang kita inginkan? Jawab saja sendiri – kelak!.

"Take up one idea and act on it. Make that one idea your life. Think of it, dream of it, and live on that idea. Let the brain, muscles, nerves, and every part of your body be full of that idea and leave all other ideas alone. This is the way to success."
~Unknown

~salam tempa diri!


 

Senin, 12 Maret 2018

MERANCANG KARAKTER HIDUP SUKSES

"Deal with the faults of others as gently as your own."
~Chinese proverb

Adakalanya kita berpikir bahwa kita terlahir ke dunia ini bagaikan balok marmer bening untuk dipahat oleh pemahat berpengalaman dibengkelnya, diwarnai. Bengkel itu adalah dunia ditempat mana kita hidup. Kita bisa saja membiarkan sipemahat itu melakukannya sendiri, tetapi kita juga punya pilihan untuk berpartisipasi, terutama jika kita siap untuk itu. Atau kita bisa ikut bergabung kerja denganNya terutama untuk mengatakan apa dan bagaimana kitanya.

Baru-baru, saya diundang ikut acara bedah buku, bersama penulis dan pembandingnya berbagi ide gagasan pemikiran dengan para yang hadir. Nyaris semua yang berbicara menyampaikan bahwa konsep ketika “orang mati” adalah bayangan akan adanya cahaya putih benderang dan tiap kita melangkah memasuki dan terlarut didalamnya.

Kala itu terjadi, kita telah melepaskan identitas keduniaan yang melekat, kita sudah tidak lagi memiliki kesadaran penuh, kita terlarut berbaur dalam pendarnya. Sudah tidak ada ego yang tersisa tetapi kesadaran diduga bisa melihat dirinya sendiri. Kala kita berbicara tentang masuk terlarut dalam terang cahaya maka acontrario-nya akan ada kegelapan – mendatangi kemudian. Pembahasan terhenti jeddah – coffee break.

Suasana rehat dipenuhi perbincangan alot. Satu-demi satu suara peserta disuarakan, baik berupa saran maupun pendapat alternatif sudut pandang dan lain sebagainya. Entah kosakata apa yang paling tepat untuk menggambarkan persfektif yang muncul. Kian menarik ketika ada yang mendebat bertanya: “setelah tahapan larut dalam cahaya itu, apa kemudian yang terjadi - berikutnya?”. Terdiam, merenung satu demi satu peserta diam menatap cangkir kopinya. Sunyi dingin seolah menyergap.

Sangat menarik! Bagaimana jika ternyata tidak terlarut dalam cahaya, bagaimana jika ternyata sudah tidak ada kesadaran kala terlarut? Semua peserta seolah kehilangan kata-kata bekal bersilat lidah.

Bagaimana jika ternyata itu yang disebut sebagai perjalanan spiritual? Bagaimana jika itu tentang kehidupan kita? Ya, kita berkeinginan untuk bisa terus berjalan melangkah bahkan jika setelah terlarut dalam terang cahaya itu, kita ingin bisa terus berjalan melampauinya. Bahkan jika itu pun nanti akan berganti menjadi kegelapan, kita ingin terus berjalan menolak tawaran - apapun yang muncul. Tiap kita ingin berjalan terus dengan sesuatu apa yang kita pernah ciptakan.

Didalam hati masing-masing bergumam “Terima kasih, aku akan terus berjalan dengan apa yang aku ciptakan kala ketika aku hidup”. Persfektif yang semakin menarik berhasil menenggelamkan seruan untuk masuk lagi memulai tahapan sessi pembahasan.

Sessi berikutnya diisi dengan tofik penciptaan. Kala pemahat jumawa berhasil menciptakan pedang pusaka yang begitu luar biasa keindahannya, apakah kita bersedia mengakui kebesarannya? Akan kah kita kemudian akan melemparkannya kembali kedalam perapian untuk dimusnahkan dan didaur ulang? Atau, akan kah kita memilih tampil bangga memamerkannya? Atau menimang-nimang mengaguminya membangun minat mempelajari keahlian sipemahat yang begitu jumawa.

Akankah kita menikmati penggunaannya? Lajimnya, begitu sebilah pedang yang begitu elegan tercipta bukankah kita tertantang untuk menggunakan? Mengeksplorasi kreatifitas penciptaan jurus menggunakannya? Bahkan mungkin eksporasi itu akan terus melampaui tahun penempaannya.

Hidup adalah penempaan. Terkadang harus ditempa dengan api perapian, dengan tetesan air atau siraman luapan terjangan hebat air terjun. Dan, besar kemungkinan akan ada jedah waktu untuk rehat beristirahat mengagumi tempaannya.

Apakah kita merancang karakter hidup sukses atawa kita tengah sukses merancang karakter hidup kita?

Jawabnya, tergantung telur masing-masing!

Love yourself first and everything else falls into line. You really have to love yourself to get anything done in this world."
~Lucille Ball

~salam sukses selalu!

Awesome - Very rare!



Kamis, 08 Maret 2018

MOTIVASI MEMENANGKAN HIDUP

"If everything's under control, you are going too slow."~Mario Andretti

Sebagaimana ungkapan ~Zig Ziglar: “Jika Anda tidak mau belajar, tidak ada yang bisa menolong Anda! Tetapi jika Anda bertekad untuk belajar, tidak akan ada yang bisa menghentikan Anda!", kebenarannya terungkap dijaman now.

Era teknologi kini ini, kian membuat semakin tidak banyak aturan permanen yang mengikat mengingat ekspresi perubahan yang terjadi begitu cepat. Semisal ukuran seksi bukan lagi hanya lekuk tubuh siseksi tetapi dipengaruhi seberapa banyak follower-nya? menjadi ukuran tingkat popularitas, dan itu dipertimbangkan. Wajah dunia telah berubah.

Indikator sukses keberhasilan tidak lagi hanya tergantung pada tingkat kekayaan yang dihasilkan – tetapi siapa yang mengikutinya, kini segalanya terlihat sumir. Sukses bukan lagi domain para keturunan darah biru, tetapi yang tidak berdarah pun banyak yang sukses mencapai keberhasilannya. Indikatornya kian semakin meluas engga jelas apalagi diharuskan mendapat pengakuan dari netizen - para penghuni dunia maya, dunia yang tak jelas dilintang berapa letak posisinya.

Semua berubah dan semuanya wajib menerima perubahan demi perubahan yang mengubah tiap perubahan itu.

Jika dulu, tiap kali kita menghadapi perubahan kita diperhadapkan pada ungkapan kata: “bagaimana jika?”, kini ini cenderung berhadapan dengan: “kenapa tidak?”.

Dua-duanya mengusung kandungan makna dengan bobot yang sama kuatnya, abtraksi keduanya terlihat pada gagasan bahwa ada yang tengah sedang atau akan berubah. Keduanya diyakini menjadi pemicu minat yang menumbuhkan inovasi, yang memacu kreativitas dan perubahannya – seolah tertantang membuat sesuatu hal menjadi lebih baik.

Semua dipaksa untuk berubah setidaknya ekpresinya berubah bahkan imajinasi kita dipaksa berubah untuk mampu memahami sejauh mana sesuatu kreativitas bisa mengrefleksikan tiap hal yang bisa kita bayangkan. Dunia tanpa batas!

Kemampuan kita berimajinasi ditantang tiada habisnya. Surfing seolah dicap sebagai kecanduan berinternet apalagi kini internet menyediakan segalanya, sedari detik-detik kelahiran bayi hingga detik-detik kematian seseorang menjemput, terpampang jelas. Tersangka pesakitan korupsi pun bisa sewaktu-waktu berubah posisi seolah pendekar penebar keadilan (justice collaborator). Yang heran kian semakin heran hingga sakit terheran-heran sedangkan yang kagum kian semakin kagum hingga mati kelojotan menjadi cara mati mengagumkan. Dunia kian menggila!

Resep sukses tak lagi harus belajar tinggi-tinggi di perguruan tinggi, kini cukup dengan pelatihan dan keuletan untuk jatuh bangun secara digital agar bisa menjadi master digital. Bahkan professor pun bisa mengukuhkan sendiri dirinya sendiri sebagai “professor digital” berstempel dan ber-sertifikasi digital. Bayar secara digital. Dunia berubah menjadi digital.

Semakin kreatif kita dianggap penuh kreasi, tinggal menerapkannya kedalam satu bidang kehidupan, menularkannya kedalam aspek kehidupan lainnya. Ide bagus jarang diminati tetapi ide yang rada gila bisa menjadi viral. Pesohor kesohor kini tergantung pada total jumlah klik sebagai bukti pertanda berapa kali sudah ditonton netizen? Kualitas menjadi sumir, tergantung pada tingkat elektabilitas Netizen – sang penghuni dunia maya.

Seiring waktu tiap kita merasa terbebani, bahwa semua kita kian semakin membutuhan sesuatu ukuran standar yang mencakup lebih dari sekedar viral atau like dari netizen dunia maya.

Kita perlu aturan yang meletakkan kebahagiaan pada posisi semestinya dan bahkan kita dituntut memahami sifat karakter yang melekat atasnya:

1. Bertanggungjawab secara Mandiri:
Jamak kita temukan seseorang yang mengaku kurang bahagia dalam kehidupannya lari dari kenyataan realitas hidupnya. Terlihat begitu mudah menghindari tanggung jawab pribadinya, semudah ia menyalahkan orang lain dan atau menunjuk siapa saja yang dia anggap tidak memuaskannya – untuk dipersalahkan. Dan semakin kita mengenalnya, semakin kita bisa mengungkap kehidupannya. Nelangsa.

Tak mudah untuk kita bisa menemukan seseorang yang berbahagia menerima tanggungjawab pribadinya sebagai bagian dari realitas hidupnya. Semakin kita mengenalnya semakin terungkap bahwa kebahagiaan mereka adalah ekses dari sikap karakter pribadi mereka sendiri. Bertanggungjawab penuh seolah tak cukup alasan untuk mereka – mempersalahkan orang satu lainnya.

2. Rendah Hati secara Pribadi:
Tingkat kepercayaan diri memungikinkan kita untuk mempercayai nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat – bahwa kita layak untuk sukses. Seseorang yang berbahagia memiliki tingkat kemampuan pribadi untuk percaya pada kemampuan dirinya sendiri mengembangkan ketrampilan yang dibutuhkan. Yang bisa menghasilkan kualitas yang kompeten yang dibutuhkan untuk menjalani kehidupan yang baik.

Tipikal mereka ini, merasa tidak cukup alasan untuk teriak-teriak membesar-besarkan prestasi yang dicapai. Menjabarkan pengalaman hidupnya dengan seksama tanpa dilebih-lebihkan, terkesan jauh dari kesombongan. Diduga mereka menganut prinsip bahwa kerendahan hati akan memancarkan rasa percaya diri yang diperlukan untuk mencapai sukses keberhasilan. Penerimaan diri menghadirkan bobot kerendahan hati dan mereka nyaman dengan kehidupannya.

3. Penerimaan Diri:
Seseorang yang sampai pada tahap pengenalan diri terlihat dipenuhi rasa kebahagiaan, terlihat berhasil menghubungkan perasaannya dengan realitas kenyataaan hidupnya dan terus belajar bertumbuh seiring waktu.

Baginya memelihara kelemahan hanyalah untuk menggali kekuatan yang diperlukan untuk menjadikannya bisa menghindarkan stagnasi kemalasan bahkan sifat apatis. Terutama karena telah berhasil membangun pemikiran bahwa dirinya telah berdamai dengan dirinya – dan menerima apa adanya. Ketenangan batin menjadi momentum pengingat yang handal bahwa dirinya tengah sedang berjuang memenangkan dirinya dengan menerima dirinya - apa adanya. Terkesan tengah memaksa dirinya sendiri untuk berinvestasi pada dirinya sendiri. Oleh karenanya – jangan mau bingung sendiri!!

"Far better it is to dare mighty things, to win glorious triumphs, even though checkered by failure, than to rank with those poor spirits who neither enjoy much nor suffer much, because they live in the grey twilight that knows neither victory nor defeat."
~Theodore Roosevelt

~salam motivasi!
Awesome - Free

Senin, 05 Maret 2018

Anda Cukup Kompeten Untuk Menantang Hidup

“Worry never robs tomorrow of its sorrow, it only saps today of its joy.”
~Leo F. Buscaglia

Kekhawatiran tidak akan pernah merampas hari esok dari kesedihannya, ia itu hanya akan mengurangi sukacita dihari ini, demikian Leo F Buscaglia. Seolah mengingatkan, karena kita telah terbiasa untuk khawatir akan sesuatu yang tak jelas. Kebiasaan yang merusak.

Sebagai makhluk yang dipenuhi emosi, kita kerap diganggu pemikiran khawatir. Walau terkadang khawatir karena untuk alasan tertentu adalah bagus karena berhasil membangun rasa takut tetapi tak bagus untuk kita membiarkannya. Seolah khawatir lebih baik dari keyakinan diri kita sendiri. Haruskah kita membiarkannya?

Tiap kita bercita-cita untuk menjadi orang besar tetapi kita ragu apakah paham akan arti kebesaran yang dimaksudkan, terutama karena hal itu bukan hanya menyangkut bagaimana orang-orang memandang diri kita, tetapi bagaimana kita melihat diri kita sendiri. Njlimet - tidak semudah mengatakannya.

Anehnya kita terlihat begitu mudah untuk tahu hal-hal yang membuat kacau orang lain, bahkan begitu yakin mengatakan bahwa kita telah mengindentifikasi hal-hal yang menahan langkahnya mencapai puncak kebesarannya. Bagaimana memperbaikinya menjadi persolan tersendiri - aneh.

Diseminar-seminar pengembangan diri kerap diperdengarkan bahwa seseorang tidak bisa mencapai puncak kejayaannya karena terganjal beberapa hal,

Yakni:

1. Diperkosa Pemikiran Negatif:
Kita perlu memahami bahwa hidup kita sangat dipengaruhi oleh orang-orang disekeliling kita. Konon orang-orang yang tiap waktu mengeluh, menebarkan ceritera negatif tentang betapa buruk hidupnya, itu bisa merontokkan daya juang kita. Disarankan untuk kita bisa menghindarkan efek mentalitas negatif setidaknya hingga kita mencapai tahapan dimana kita tak lagi bisa terkontaminasi.

Disarankan juga agar kita menghabiskan waktu dengan orang-orang yang bergizi positif karena mereka antusia akan perjuangan kita, dan itu yang akan mendorong kita mengejar impian kita.

2. Dikerangkeng Kepahitan Masa Lalu:
Kita harus meyakini bahwa kepahitan hidup masa lalu harus ditinggalkan agar tidak menghambat langkah menuju puncak kebesaran yang diimpikan.

Abstraksi makna kata yang menyarankan agar kita “belajar dari kepahitan masa lalu” kerap dipahami secara salah, seolah-olah diartikan agar kita terus menyeret-nyeret jangkar kepahitan itu - kemanapun. Agar tidak kehilangan tongkat dua kali?

Seyogianya kita bisa meninggalkannya agar bisa merangkul masa depan yang lebih baik, bukan malah menjadikan kesialan masa lalu sebagai patokan langkah kedepan.

Pengampunan terhadap kesialan dimasa lalu diyakini akan membinasakan sisa-sisa kepahitan hidup dan berdamai dengannya akan melipatgandakan produktivitas. Melepaskan beban emosional masa lalu akan menjadikan langkah kita lebih ringan.

Melupakan kepahitan masa lalu menjadi patokan apakah kita telah berhasil memetik pelajaran berharga darinya - untuk kita terus bisa maju melangkah.

3. DiBorgol Situasi Kondisi:
Mengejar puncak kebesaran akan tertahan jika kita tidak mau menerima perubahan terutama karena masa depan berarti sama dengan berubah, dan itu tidak terelakkan.

Jangan biarkan situasi kondisi kini memborgol keinginan kita untuk berubah. Jangan menganggap perubahan sebagai sesuatu yang buruk, tetapi beradaptasilah dengannya. Banyak yang malah bertambah sukses setelah dipecat dari pekerjaannya bahkan seorang salesman seperti JackMa pemilik alibaba.com sukses karena memanfaatkan perubahan teknologi - internet.

Kita menyadari perubahan kala kita melihat lagi kebelakang perjalanan kita bahwa memiliki pengharapan itu masih lebih baik daripada samasekali tidak. Dan kita perlu melepaskan diri dari kungkungan borgol keadaan hidup kita karena itu yang akan memaksa keluar keberanian kita mengembangkan kualitas kreativitas.

Walau tidak semua perubahan berakhir baik tetapi perubahan memberi kita kesempatan untuk membangun hubungan yang lebih baik dan itu yang akan membuat kita menjadi lebih baik.

4. Terkungkung Keyakinan Yang Terbatas:
Ntah disadari atau tidak, kita kerap membatasi sendiri keyakinan kita untuk bisa sukses, seolah membangun kegagalan diri sendiri. Semisal, pemikiran tentang: “saya tidak akan bisa melakukannya karena saya tidak tahu caranya. Dan saya tidak cukup cerdas untuk memahaminya. Saya perlu kiat sukses tetapi saya tidak kenal orang yang tepat untuk mengajarkan kiat jurusnya".

Banyak yang tidak yakin bahwa mereka sejatinya sangat kompeten menangani tantangan hidupnya bahkan banyak orang yang tidak yakin jika dirinya layak untuk hidup layak. Pilar harga diri yang terlalu tinggi telah merusak.

Ini hanyalah satu “keyakinan”. Yakni satu pemikiran yang dipikirkan berulang-ulang secara terus-menerus. Jika kerap memikirkan hal yang negatif maka tak heran jika yang negatif yang cenderung terjadi. Tetapi, jika kita memikirkan yang sebaliknya maka berbagai hal positif akan mendominasi. Karena pemikiran yang berulang-ulang secara terus-menerus diyakini akan menegaskan pemikiran yang seperti itulah yang diharapkan terjadi.

Mungkin banyak dari kita yang telah ditinggal mati kedua orang tua atau bahkan telah mengalami betapa pahit ketika Bangkrut, ketika kehilangan teman atau dipecat dari pekerjaan, ketika tak punya uang, ketika reputasi hilang, dan sebagainya. Betapa pun tragik tetapi kita bertahan meliwatinya, ini membuktikan bahwa kita punya kapasitas melaluinya. Itu-lah sumber daya kita, kemampuan untuk hidup lebih baik!

Manakala kita yakin bahwa kita layak mendapatkan kehidupan yang lebih baik maka kita telah punya modal dasar untuk bergerak satu-langkah-tiap-waktu, demikian seterusnya. Itu akan meningkatkan kepercayaan diri untuk melakukan apa pun yang diperlukan agar hidup lebih layak.

Dan kita kompeten untuk itu!

Mulailah dengan mengenali keterbatasan diri, lakukan perubahan atasnya. Lihatlah seberapa hebat diri kita merengkuh puncak kebesaran kita. Anda cukup kompeten untuk menantang hidup!

Masih tak percaya juga kah?

~salam berubah!
Awesome

Kamis, 01 Maret 2018

Dominasi Yang Dominan!

"Obstacles are like wild animals. They are cowards but they will bluff you if they can. If they see you are afraid of them...they are liable to spring upon you; but...if you look them squarely in they eye, they will slink out of sight."
~Orison Swett Marden

Meski kita telah dikaruniai hak mutlak untuk mengatur ritme kehidupan kita agar hidup tidak menjadi tersia-sia tetapi itu tidak cukup, diperlukan gagasan dari orang yang telah sukses dalam kehidupannya.

Berikut rekomendasi didasarkan pada pengalaman orang yang menguasai salah satu situs ternama. Katanya, untuk sukses diperlukan Kerangka Menyeluruh, diberi nama “DOMINATE”.
(1)Tentukan tujuan Anda (Define your goals); (2)Atur tim Anda (Organize your team): (3)Kelola komunikasi Anda (Manage your communication); (4)Identifikasi dan kelola peluang konten (Identify and manage content opportunities); (5)Jaringan dan terlibat di tempat yang tepat pada waktu yang tepat (Network and engage in the right places at the right time); (6)Sesuaikan dan Ukur hasilnya (Adjust and Measure results); (7)Taktik (Tactics); (8)Evaluasi, Analisis dan Optimalkan (Evaluate, Analyze and Optimize).

Ada juga Rekomendasi dari satu perusahaan tersohor, katanya sukses bisa dicapai dengan sederhana. Dulu hambatan utamanya BAHASA, kini laju teknologi telah menjawabnya dengan fitur-fitur pada alat komunikasi. Alasan kurang pengalaman tak lagi penting asal mau BELAJAR mempelajari semua yang diperlukan, bahkan untuk menduplikat keterampilan yang diperlukan. Tidak membiarkan rintangan menghalangi.

Siapa Anda tak lagi masalah, asal mau belajar, akan sukses! Strateginya sederhana, sebagai berikut:

1. Ubah Pola Pikir Anda
Hidup bukan-lah permainan yang bisa dimenangkan melainkan sesuatu yang harus dijalani sembari terus belajar. Banyak kejadian akan bersifat temporer tetapi akan ada yang terbawa selama hidup. Tidak semua interaksi akan berjalan sesuai rencana terkadang menjadi kejutan yang menyenangkan, lain waktu mengecewakan. Ubah pola pikir Anda!

2. Buka Diri Anda
Jangan hidup hanya dalam lamunan, tetapi berbaurlah dilapangan. Semakin kita membuka diri akan semakin banyak orang yang ditemui beberapa mungkin menerima, lainnya menolak dan itu alamiah. Berinteraksilah!

3. Terapkan Kekuatan Anda
Kegagalan bukan sesuatu yang harus disesali tetapi jadikanlah sebagai sumber kekuatan. Bukan berarti kita gagal mengatasi kelemahan kita namun fokus mengetahui cara terbaik menerapkan kekuatan kita. Tegarlah!

4. Berikan Nilai Tambah
Banyak yang mengisi kehidupannya dengan berhitung mencari cara untuk bisa mendapatkan sesuatu nilai tambah. Tetapi orang yang paham akan menggali cara bagaimana memberikan nilai tambah bagi dunia sekitarnya. Semakin memberi akan semakin banyak pengganti yang diterima kembali.

Cara terbaik membantu diri sendiri adalah dengan membantu orang lain tanpa ekspektasi. Dibutuhkan usaha tetapi itu intinya, itu yang membuat berbeda dari lainnya - hingga mendapat appresiasi.

5. Pelihara Sistim Nilai
Konon tiap orang bisa memelihara hubungan hingga seratus lima puluh relasi pada waktu tertentu. Seiring waktu jaringan akan bertambah maka penting untuk menjalin hubungan baik dengan relasi. Kematangan pribadi menjadi penting. Relasi jangan dilupakan jangan sampai kita hanya menjadi orang yang hanya melakukan yang pertama.

6. Jangan Abaikan Pertemuan Kebetulan
Sepanjang hidup kita akan bertemu dengan banyak pihak. Kita tak pernah tahu tiap pertemuan akan berjalan bagaimana tetapi beberapa hubungan terbaik terbangun dari pertemuan yang tidak direncanakan – kebetulan.

7. Jadikan diri Anda sebagai Konektor
Orang yang bergaul luas akan lebih terbuka. Baginya, semakin banyak yang dikenal akan kian banyak yang bisa terbantu. Sabar mendengar keluhan orang yang berjuang dan antusias menyimak tutur penjelasan orang yang sukses.

Semakin kita bisa mengkoneksikan banyak orang, kita akan menjadi semakin sangat diperlukan!

8. Jangan Takut Gagal
Jangan takut gagal. Satu-satunya cara untuk bisa menjadi lebih baik adalah dengan berbuat kesalahan. Tiap orang sukses pernah gagal. Bertumbuhlah!

9. Ajukan Pertanyaan Hebat
Pertanyaan hebat hanya diajukan oleh orang hebat dan itu akan memotivasi kita karena tiap pertanyaan punya nilai tambah. Orang-orang sukses biasa bertanya dan pertanyaan mereka menunjukkan tingkat kesuksesannya.

Ketika akan menangani sesuatu masalah, gali mendalam dengan pertanyaan berbobot karena kualitas pertanyaan memiliki korelasi dengan kesuksesan penanganannya. Dalam hal ini, abaikan pendapat orang yang tidak sependapat karena kebanyakan orang akan mengangguk – sepaham sependapat!

The world has the habit of making room for the man whose words and actions show that he knows where he is going."
~Napoleon Hill

~Salam Dominan!