Diduga ada jutaan orang hidup tanpa pernah punya kesempatan
memilih cara bagaimana ia hidup, hingga tidak sadar bahwa ia telah
mensia-siakan hidupnya oleh karena tidak secara semestinya. Pasrah bahwa hidupnya
akan hanya begitu-begitu saja.
“Kita dapat memiliki apapun yang kita pilih. Terlepas
dari seberapa pun besarnya. Rumah seperti apa yang Anda inginkan? Apakah Anda
ingin menjadi jutawan? Bisnis seperti apa yang Anda inginkan? Apakah Anda
menginginkan lebih banyak sukses? Apa yang sungguh – sungguh Anda
inginkan?.”~John Assaraf.
HIDUP ADALAH PILIHAN:
Ada banyak hal di dunia ini yang tidak bisa kita
kendalikan. Begitu banyak yang terjadi tanpa kita bisa berbuat apa-apa. Tetapi kita
bisa mengendalikan PIKIRAN kita; mengendalikan TINDAKAN kita; mengendalikan
PERILAKU dan PERASAAN kita sebagai respon atas berbagai hal kejadian itu,
terutama agar bisa mengendalikan apa yang kita LAKUKAN atau apa yang AKAN kita lakukan kala ketika keadaan
menjadi sulit.
Kita sendirilah yang membuat perbedaan, dan itu dimungkinkan
jika kita bisa memahami PIKIRAN dan mengendalikan PERILAKU kita. Oleh karena itulah
ketahanan stamina pikiran kita walau dalam keadaan tertekan. Bagaimana kita menghadapi,
bagaimana kita menanggapi ketidaknyamanan dan kita bertanggungjawab atas
penanganannya.
Ada jutaan orang hidup yang terlambat menyadari, sesal dan
bergegas mencari cara terbaik, berjuang menjalaninya dengan lebih baik lagi demi
nikmat hidup yang lebih baik. Hanya kita harus berani memilih, berjuang mendapatkan
dan memeliharanya oleh karena itulah awal sukses keberhasilan hidup.
Hidup itu Indah!
KUCARI JALAN TERBAIK:
Kita harus terlebih dahulu bertekad mengubah sikap diri,
setelahnya menentukan tujuan hidup. Mulai dari tahap sederhana dulu, yang
muluk-muluk nanti saja menyusul. Bergegaslah, tingkatkan kemampuan, konsisten, jangan
terpengaruh komentar miring. Jangan menyerah terhenti persis di tengah, ikuti
langkah para pendahulu – yang sukses sebelum era kita. Mereka berhasil karena tidak
menyerah. Ketahuilah tiap usaha perlu waktu untuk tumbuh, mekar dan berkembang.
Dan itulah hidup!
Bagian terberatnya adalah, kala ketika kita memerangi
rasa takut diri sendiri kala kita diperangi tumpukan rasa khawatir dari orang-orang
yang mencintai kita. Merekalah yang paling tersiksa dihantui bahana rasa takut,
bakal gagal, getir dirajam bayang kehancuran. Bakal rugi dan kian merugi,
mereka bahkan bosan melawan kebosanan terkungkung siksa.
Bertahanlah! Itulah fase awal. Itulah jalan terbaik, awal mula bermulanya segala yang baik. Tak lama berselang segala hal baik akan muncul menghampiri dan kita telah lupa akan siksa deraan bayang-bayang kekhawatiran itu.
Bertahanlah! Itulah fase awal. Itulah jalan terbaik, awal mula bermulanya segala yang baik. Tak lama berselang segala hal baik akan muncul menghampiri dan kita telah lupa akan siksa deraan bayang-bayang kekhawatiran itu.
Hidup itu luar biasa singkat!
Jika kita memilih untuk memperhatikannya akan ketemu bahwa
siksa tekanan itu ada di tiap persimpangan pergantian jalan hidup. Beban stress
bahkan dapat menjadi tekanan dalam kehidupan sehari-hari, meskipun itu bisa membuat
kita kian termotivasi tetapi stress terkadang bisa merampas hidup, merampas
kebebasan individu anggota keluarga. Dalam kategori tertentu, stress bahkan merampas
segala hal baik yang ditawarkan hidup hingga hak hidup.
Hidup adalah perjuangan dan harus dihadapi!
Kita hidup di dunia yang tidak pasti. Kita ini bagian
dari dunia infomasi yang kerap dijejali desas-desus serba tidak pasti, sedari kemerosotan
ekonomi, benturan kepentingan politik, bahkan suasana tidak aman. Ketidaknyamanan
dan ketidakpastian seolah dijejalkan bak sebagai hal yang biasa.
Hidup memang tidak pasti!
Dan dalam kehidupan sehari-hari pun, kita juga dihadapkan
pada tekanan beban hidup terus-menerus. Mengapa hidup tidak seperti yang kita
impikan? Mengapa kebahagiaan seolah hanya milik orang-orang kaya yang
berkecukupan? Kenapa kita serba berkekurangan? Kenapa kita dijauhkan dari kebahagiaan
hidup? Apakah jalan hidup kita yang salah? Tekanan batin, stress berlebihan bisa
menjadi penghalang menuju
sukses.
Hidup memang penuh akan
tekanan!
Dan kita harus melepaskan
diri dari tekanan itu. Diyakini bahwa diri kita sendiri, bisa melepaskan diri dari
tekanan stress jika kita bisa menemukan sumber awal terjadinya. Meyakininya
sebagai awal pemicu sebelum kita berusaha mengatasinya, kegagalan menemukan bisa
membuat kita malah kian stress.
Terkadang awal pemicunya tidak jelas darimana mulanya, bisa jadi itu berasal dari situasi luar yang begitu beragam atau pola pikir kita yang berulang-ulang yang menjadikannya. Hingga setelah sekian waktu kita malah lebur didalamnya, terakumulasi dari waktu ke waktu. Dalam keadaan seperti itu, bantuan professional dinilai akan membantu.
Terkadang awal pemicunya tidak jelas darimana mulanya, bisa jadi itu berasal dari situasi luar yang begitu beragam atau pola pikir kita yang berulang-ulang yang menjadikannya. Hingga setelah sekian waktu kita malah lebur didalamnya, terakumulasi dari waktu ke waktu. Dalam keadaan seperti itu, bantuan professional dinilai akan membantu.
Hidup memang stress dan itu
ada ahlinya!
Senam nafas diakui sangat
membantu. Terdengar sederhana tetapi bernafas dalam-dalam bisa mengurangi
tekanan stress. Ambil kuda-kuda, posisi santai saja, tarik nafas dan keluarkan,
tarik lagi kian mendalam lalu keluarkan, fokuslah bernafas dari hidung. Tarik
dan keluarkan, tiga tarikan nafas pertama tekan nafas Anda sepanjang jalur keluar.
Nafas keluar diyakini akan bisa merangsang sistim saraf parasimpatis yang diperlukan untuk rileks. Mungkin terdengar sederhana tetapi cuba diingat kembali kapan kali terakhir kita melakukannya?
Nafas keluar diyakini akan bisa merangsang sistim saraf parasimpatis yang diperlukan untuk rileks. Mungkin terdengar sederhana tetapi cuba diingat kembali kapan kali terakhir kita melakukannya?
Hidup memang harus bernafas, sederhana!
Disarankan juga untuk kita
bersedia mematikan telepon seluler selama tiga hingga enam jam per setiap hari
– ya itu betul! Bebas memilih kapan waktunya, bisa saat perjalanan pulang atau
pagi hari saat menuju kantor beraktivitas. Kini ini, saran ini dianggap
mahal, dianggap sulit bahkan tidak mungkin bisa dilakukan. Tetapi tindakan ini
adalah saran yang paling sederhana, bahkan dinilai dunia tidak akan berhenti
karenanya. Bersediakah?
Hidup memang tergantung kita!
Saran berikutnya, adalah menghentikan
alasan untuk berdalih atas tiap hal. Mulailah menghargai hal peristiwa apapun di
sekitar kita. Kapan terakhir kita duduk santai bertegur sapa dengan tetangga,
kerabat serta orang-orang sekitar lingkungan kita tinggal? Cubalah melakukannya,
ini sangat disarankan. Ditengah kehidupan hiruk pikuk kota dunia modern, hal sesederhana
begitu itu sudah sangat jarang terjadi. Cubalah dan rasakan manfaatnya.
Hidup memang harus bersahaja!
Berterimakasihlah! Mengucapkannya
menjadi cara terbaik untuk kita menyampaikan rasa syukur atas nikmat hidup. Cuba
tanya diri, apa yang nikmat dihari ini? Sederhana, lakukanlah setiap hari, pada
akhirnya kita akan membenarkan kata hati kita untuk tidak pernah lupa berterima
kasih atas apa yang kita peroleh dalam hidup ini.
Hidup memang harus berterima
kasih!
“Kebahagiaan
adalah sebuah pilihan. Kamu bisa memilih untuk bahagia. Akan ada stress dalam
hidup, tetapi itu pilihanmu apakah kamu membiarkan itu mempengaruhi kamu atau
tidak”.~Valerie Bertineli
Saatnya untuk kita menentukan
pilihan karena masih ada banyak lagi rahasia hidup yang kita tidak tahu dan
tidak akan pernah tahu.
